Cintaku Pupus Demi Sahabatku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 22 May 2015

Namaku Anna Rosita aku bersekolah di SMAN 1 Mengwi. Aku tinggal bersama Ayah dan Nenekku. Ibuku sudah meninggal sejak aku berumur 5 tahun. Sekarang aku berumur 17 tahun. Aku sudah 12 tahun kehilangan Ibuku.

Hari ini adalah hari pertama sekolah setelah liburan semester. Seperti biasa aku ke sekolah berjalan kaki karena sekolahku lumayan dekat. Saat di perjalanan ada yang memanggilku dari belakang.
“Anna… Anna…”
Aku pun menoleh ke belakang. Ternyata dia Risa. Risa adalah temanku sejak baru sekolah di SMA.
“Kenapa Ris” Tanyaku
“Aku mau minta tolong padamu, sepulang sekolah antarkan aku ke toko buku ya?” Jawab Risa kepadaku
“Baiklah” jawabku

Setelah itu Aku dan Risa berangkat ke sekolah barengan. Sampai di sekolah Risa melihat Tommy yang sedang duduk di lapangan basket sendirian saja. Kami pun menghampirinya.
“Woy, ngapain di sini sendirian, ntar kesambet loe” Canda Risa
“Aku cuma ngeliat permainan basket kita, yang sudah berkurang” jawab Tommy
“Iya sih, gak ada kamu jadinya pemain basket di sekolah ini terus berkurang” jawabku sambil melihat pemain basketnya
“Ngapain kamu gak masuk lagi aja jadi kapten basket?” Tanya Risa
“Aku mau masuk lagi, tapi orangtuaku nggak ngebolehin” jawabnya
“iya juga sih, mendingan kita ke kelas aja, daripada ngeliat ini, jadinya kamu inget masa lalu” kataku.
Kami bertiga langsung memasuki kelas. Kami bertiga sekelas yaitu XI IPA 2.

Sampai di kelas bel pun berbunyi bertanda pelajaran segera di mulai. Pelajaran hari ini sangat menyebalkan, baru sekolah sudah dikasih tugas. Kami disuruh membuat laporan tentang liburan tetapi berkelompok. Aku pun berpikir.
“Kalo berkelompok, pastinya liburan Aku dengan teman-teman berbeda, gimana caranya buat laporannya”
Guru pun menjelaskan tentang laporan tersebut.
“Kalian harus mencari tempat yang cocok untuk liburan bersama teman-teman dan keluarga. Misalnya di pegunungan, kalian harus mencantumkan alamat, keindahannya, kesejukan dan lain sebagainya” jelas gurunya
Aku dan Risa baru mengerti. Tiba-tiba Tommy memanggilku dan bertanya sesuatu.
“Anna boleh nggak kalo aku gabung ke kelompokmu?”
“Boleh kok Tom ngapain nggak” jawabku.

Bel berbunyi tanda istirahat. Aku dan Risa memutuskan untuk tidak ke kantin, karena aku dan Risa memikirkan tempat yang cocok untuk liburan itu. Aku pun browsing d internet. Dan ternyata tempat yang indah, nyaman dan sejuk itu di Raja Ampat. Tempatnya cukup indah dan sejuk. Karena disekelilingi oleh lautan. Aku langsung memberitahu Risa dan tommy.
“Bagaimana kalo tempatnya itu Raja Ampat, tempatnya cukup indah dan sejuk”
“Nahh, bagus juga tu” jawab mereka serentak.

Sepulang sekolah kami memutuskan untuk langsung membuatnya. Tapi kami mampir ke toko buku trlebih dahulu. Kemudian langsung ke rumahku. Sampai di rumah kami langsung mngerjakan tugas tersebut. Saat itu aku memandangi wajah Tommy yang begitu manis. Lama kelamaan aku merasakan hatiku berdebar kencang saat ada di dekatnya. Apa ini yang namanya Cinta.
Cinta membuatku terus memikirkannya. Setelah tugas itu selesai Risa dan Tommy langsung pulang.
“Aku pulang dulu ya Anna, ingat besok bawa tugasnya” Kata Tommy sambil tersenyum.
“Aku juga, bye” Kata Risa dan langsung berjalan.
“Bye” jawabku.
Setelah itu aku langsung ke kamar dan langsung tidur karena kecapean. Saat tidur aku bermimpi aku dan Tommy pacaran.

Pagi harinya Aku memutuskan untuk sekolah pagi, karena aku dapat piket. Di perjalanan Aku melihat Tommy berjalan sendirian. Aku pun menghampirinya. Saat aku ingin menghampirinya ada seorang cewek yang langsung datang menghampiri Tommy sambil berpegangan tangan. Aku pun memutuskan untuk berjalan di belakangnya. Di depanku Tommy dan cewek itu sangat romantis dan tertawa bareng. “aku berpikir siapa cewek itu kq akrab banget sama Tommy”. Sampai di sekolah Tommy masih bersama cewek tersebut sampai di kelas kami. Ternyata cewek itu sekelas dengan kami berdua. Dia adalah Maya. Saat Tommy duduk aku langsung menanyakan kedekatannya dengan Maya.
“Tom Maya itu pacar kamu ya”
“Iya Na, aku udah sebulan lebih pacaran denganya” jawab Tommy
Aku terkejut dan langsung duduk di tempat dudukku. Saat Risa datang dia memberitahuku tentang Tommy.
“Anna aku mau memberitahumu bahwa Tommy sudah punya pacar, tuh pacarnya si Maya” sambil menunjuk si Maya
“Aku dah tahu kok Ris” jawabku sedikit sedih
“ouh, kok nadamu sedih gitu ada masalah ya, atau kamu cemburu?” tanya Risa kepadaku
“Hmmmm, enggak kok ris siapa yang cemburu, aku cuma sedih karena aku nggak bawa tugasnya” jawabku gugup
“ouh, gak apa kali, besok juga boleh kok bawa” kata Risa sambil tertawa
Kami berdua pun langsung tertawa bareng.

Sepulang sekolah aku aku langsung pulang sendirian. Sampai di rumah aku ke kamar dan langsung menangis. Hatiku terasa sakit setelah aku tahu Tommy sudah punya pacar. Hari-hariku hanya menangisi Tommy. Tiba-tiba terdengar suara Risa sambil mengetuk pintu. Aku langsung menghapus air mataku dan membukakan pintu untuk Risa.
“Ehh Risa, ngapain kamu kesini?” tanyaku
“Kamu lupa ya catatanmu masih di aku, sekarang aku mau ngebalikinnya” jawab Risa
“ouh iya, makasih ya udah bawa kesini” kataku
“Oke Na, kayaknya kamu tadi nangis ya, pipimu basah, pasti nangisin Tommy ya?” Tanya Risa kepadaku.
“Hmmm, enggak kok siapa bilang aku nangisin Tommy, kurang kerjaan banget” Jawabku sambil marah.
“Kalo gitu ngapain kamu marah, jujur aja Anna, keliatan banget kok kamu tu suka sama Tommy” jawab Risa.
Aku tidak bisa menyembunyikan dan memendam perasaan ini sendirian. Jadi aku memutuskan untuk cerita kepada Risa bahwa aku menyukai Tommy.

Hari ini aku bangun kesiangan karena terlalu menangisinya dan memikirkan Tommy. Jadi aku langsung bergegas mandi dan sarapan. Setelah itu aku langsung berangkat ke sekolah. Tiba-tiba saat aku membuka pintu, sudah ada Tommy di depan pintu.
“Berangkat bareng yuk” Kata Tommy
“Ahh, beneran, ntar pacarnya marah lagi” kataku
“Siapa Maya, aku dan dia udah putus dengannya” Katanya
“Kok bisa? Tanyaku

Di perjalanan Tommy bercerita tentang berakhirnya hubungan dia dengan Maya.
“Aku putus dengan Maya karena dia pindah sekolah ke luar negeri, karena ayahnya dia dipindah tugaskan, jadi yah putus”
“Sabar ya, mungkin dia bukan jodohmu” jawabku.
“Emang kaya di sinetron apa” jawab Tommy sambil tertawa
Kami pun meneruskan perjalanan sampai di kelas.

Sampai di kelas aku sudah melihat Risa yang udah duduk sendirian. Aku pun langsung menghampirinya dan langsung duduk di sebelahnya.
“Ehh Anna udah dateng, kok tumben siang banget datengnya?” Tanya Risa
“Aku bangun kesiangan. Kalo kamu kok tumben pagi dateng?” Tanyaku ke Risa
“Aku ken sekarang piket Na, kamu lupa ya. Kamu udah denger berita belum?” Kata Risa
“Ouh iya aku lupa. Berita tentang putusnya Tommy dengan Maya ya?” Kataku.
“Iya, kok tahu?” Tanya Risa kepadaku
“Dia yang cerita kepadaku, tapi kok dia biasa aja ya? Kok nggak sedih?” jawabku.
“Liat dulu dong ke belakang” kata Risa
Saat aku melihat ke belakang ternyata dia sedih dan mukanya murung. Pastinya dia sangat kehilangan Maya. Jadinya hatiku campur aduk, ada senang dan sedih. Senang karena Tommy sudah putus dengan pacarnya, pastinya dia akan mencari pengganti baru dan membukakan hatinya untuk orang lain. Aku sedih karena Tommy sangat sedih kehilangan pacarnya. Aku bingung gimana caranya menyatakan perasaan ini.

Saat istirahat aku melihat Tommy sedang duduk sendirian di taman sekolah, aku pun memberanikan diri untuk menghampirinya dan aku akan menyatakan perasaan ku. Saat aku udah di dekatnya terlebih dahulu aku basa-basi sebelum menyatakan perasaan ini. Setelah itu baru menyatakannya
“Hai Tom, kok sendirian aja?” tanyaku
“Hai Anna, iyaaaa lagi duduk-duduk aja. Ayo duduk disini” kata Tommy
“Iya, hmmm, aku mau nanya sebenarnya kamu nganggap aku apanya kamu?” kataku
“Aku hanya menggapmu sebagai temanku, teman yang bisa diajak curhat dan berbagi pengalaman” jawab Tommy
”Aku sebenarnya menyukaimu Tom, aku udah lama memendam perasaan ini” kataku sambil menangis
“Tapi aku Cuma menganggapmu sebagai temanku aja Anna, karena teman itu ada di saat kita sedih ataupun senang. Kita lebih baik temen aja Na” jawab Tommy
Aku pun langsung lari meninggalkan Tommy. Hati ini terasa sakit sekali setelah mendengar pengakuan dari Tommy. Aku tidak bisa menahannya, aku pun menangis sambil berlari. Tiba-tiba aku menabrak Risa yang sedang membaca buku.
“Kamu kenapa Na kok nangis?” Tanya Risa
“Aku tadi menyatakan perasaanku ke Tommy, tapi dia hanya menganggapku sebagai temannya aja” kataku
Aku lupa sekarang hari ulang tahunnya Risa, aku langsung menghapus air mataku dan mengucapkan happy birthday ke Risa. Dan disaat hari ulatng tahunnya Risa mengadakan pesta dirumahnya. Ris mengundang teman-teman semua terutama Tommy. Saat tiba di rumah Risa, semuanya sudah datang, jadi acara potong kue pun dimulai. Tapi mengapa potongan kue yang pertama diberikan ke Tommy, kenapa bukan aku sahabatnya sendiri. Aku terkejut tiba-tiba aku melihat Tommy sedang memegang tangan Risa dan menyatakan perasaannya. Dan Risa pun menerima Tommy. Aku sedikit sedih dan kecewa dengan sahabatku. Tapi karena dia sahabatku aku merelakan Risa dan Tommy jadian. Asalkan sahabat dan temanku bahagia. Dan aku sadar bahwa cinta tak harus saling memiliki.

Cerpen Karangan: Ayu Cahya
Facebook: Ayu Cahya

Cerpen Cintaku Pupus Demi Sahabatku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ketika Sahabat Menjadi Pengkhianat

Oleh:
Riuh angin berhembus menjatuhkan daun. Daun daun jatuh yang tak pernah menyalahkan angin. Jalan jalan dipenuhi daun. Aku bersekolah hari ini seperti biasanya. Aku memiliki seorang sahabat bernama Fanya.

Melepaskan

Oleh:
“Aku juga sayang kamu kok yan, tapi hanya sebatas teman tidak lebih dari itu”. Kata-kata itu selalu teringat di memori otakku berdengung di dalam telingaku dan menghantui kehidupanku. Dimana

November Rain And Anonim

Oleh:
Sebelum muncul di langit yang cerah, matahari terbit sudah ku dahului. Aku sudah menunggu di halte, selalu masih pagi-pagi buta, menunggu bus datang, sebagai alat transportasiku menuju sekolah. Ku

Teman Saja

Oleh:
Sebenarnya ada rasa cemburu di hati milly saat ini, inka juga pasti bisa memahami, tapi sosok jangkung itu pasti tidak memahami apa yang sedang milly rasakan, milly sudah lama

Zenn

Oleh:
Zenn… wajahmu laksana hamparan pemandangan yang menyejukkan mata dan hati, mana bisa aku berpaling untuk tak memandangmu. Hari itu kau mengenakan dress berwarna abu tua dengan penutup kepala yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *