Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Raka dan Rana

Berawal dari sebuah kekagumanku padamu, Raka. Aku mencintaimu dalam ketidakberdayaanku sebagai seorang wanita yang hanya kau anggap sebagai sahabat, tak lebih. Pagi itu, aku bertemu denganmu yang tengah asyik membersihkan...

Buah Kesabaran

Apa aku kurang sabar yah buat dia? Gumamku dalam hati. “Woe, bengong aja lo!”, sapa Kinar mengejutkanku. Aku tidak menjawab sapaannya. “Kenapa lo, mukanya di tekuk gitu?”, tanyanya memperhatikan raut...

Putra Sang Dekan (Part 1)

Bagaimana kita dapat bertemu jika kita berjalan berlainan arah Bagaimana kita bisa menjalin kasih dalam ridhoNya jika terpisah — “aku suka dia re” ucap nunung padaku dengan lugu dan lucunya “apanya...

Sketsa Buram

Musim yang berlalu membuat wajahku sedikit dewasa. Segala permasalahan hidup silih berganti menghampiri. Dinding kamarku yang delapan tahun lalu penuh dengan poster-poster idola, kini hanya ada sebuah lukisan perahu yang...

My Sweet exBoyfriend

Air mataku mengalir begitu saja di kantin sekolah siang ini, karena lagi-lagi aku ditinggalkan pacarku. Padahal aku berpikir jeremi adalah laki-laki yang bisa pacaran denganku agak lama. Tapi ternyata baru tiga bulan pacaran...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply