Engkau Kekasih Sahabatku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 24 June 2013

Malam ini aku hanya duduk terdiam dan terpaku menatap layar handphoneku. Aku sangat gundah dan benar-benar gelisah. Ada sesuatu yang terus menerus melintas dipikiranku. Aku masih memikirkan kejadian tadi siang seusai Pertandingan Basket yang diadakan oleh Osis sekolahku. Aku benar-benar tidak mengira hal itu terjadi. Kuaikui sudah lama aku menyukai Alvin si ketua Osis yang tak lain adalah pacarnya sahabatku Chika. Alvin mengungkapkan perasaannya bahwa dia mencintaiku. Sulit dipercaya! Aku tak mau merusak persahabatan yang telah ku jalin dengan Chika sejak duduk di bangku SMP. Aku tak ingin merusaknya hanya karena kami menyukai orang yang sama. Biarlah kupendam perasaan ini, kelak suatu saat pasti akan memudar dengan sendirinya.

Hari-hari kulalui seperti biasa. Kurahasiakan kejadian itu dari Chika. Dan aku berusaha jaga jarak dengan Alvin demi menjaga persahabatanku. Chika dan Alvin jadian berkat aku. Chika memaksaku untuk comblangin dia dengan Alvin. Aku sempat tidak mau, tetapi Chika tau aku dan Alvin akrab karena aku adalah salah satu pengurus Osis. Mau tak mau, aku mengiyakan permohonan Chika sahabatku. Padahal dari awal sudah kujelaskan kepada Chika bahwa aku lebih dahulu menyukai Alvin. Biarlah, aku melihat tatapan mata Chika yang begitu serius sehingga membuatku perlahan mengalah.

Sepulang sekolah Chika mengajakku untuk hangout dan makan siang bareng. Awalnya aku bersemangat, tetapi setelah tahu kalau Alvin ikut, semangatku itu memudar. Aku tak mungkin menolak karena aku telah mengiyakannya duluan. Dengan berat hati aku ikut bersama mereka. Sumpaaahhh!! Benar-benar sakit hati ini saat ku lihat Chika menggandeng tangan Alvin. “OMG! Kenapa ini harus terjadi padaku?” ucap batinku. Aku seperti menjaga nyamuk untuk mereka, ku usahakan untuk jaga jarak dan sedikit menjauh dari mereka berdua. Tapi ketika aku hendak menjauh, perlahan-lahan Alvin menarik tanganku dari belakang. Benar-benar di luar dugaanku. Ada sepetik kebahagiaan dan kenyamanan saat Alvin menarik dan menggenggam tanganku dengan erat. Tapi… Sekejap kenyamanan itu ku tepis karena aku bukan seorang pecundang. Aku memang mencintai Alvin, tetapi aku harus bisa menjaga persahabatanku.

Inikah cinta? Kenapa harus dengannya? Kenapa harus dengan kekasih sahabatku? Ya Tuhan, aku benar-benar kacau! “Ah! Kenapa kamu baru ngungkapin sekarang sih Vin?”. Aku mengacak-acak rambutku. Sesekali air mataku meluap dan tercurah. Andai waktu bisa berputar…

Kejadian sebenarnya saat Pertandingan Basket Osis…

Pertandingan telah usai. Lapangan basket telah kosong. Aku kembali ke kelas untuk menyimpan data-data Osis yang masih berserakan di meja. Tak sengaja ku lihat sebuah buku berwarna biru, sepertinya buku harian. Dengan rasa ingin tau, aku mengambil buku itu dan membaca halaman demi halaman. Ternyata itu buku harian Alvin! Aku sangat terkejut seakan-akan semuanya sangat sulit dipercaya. Lembaran demi lembaran berhasil kubaca, air mataku meluap seakan-akan ingin tumpah, kakiku melemas seketika dan jantungku benar-benar tidak stabil lagi. Buku itu berisikan tentang perasaan Alvin terhadapku. Dia begitu mencintaiku sampai-sampai kutemui banyak sekali foto-foto yang di potret Alvin tanpa sepengetahuanku. Ternyata Alvin juga sudah lama menyukaiku, sama sepertiku yang sudah lama menyukainya dan dia malu mengungkapkannya karena dia takut aku menolaknya. Sampai sekarang dia sangat membenci dirinya sendiri karena sudah melakukan hal yang salah yaitu memaksakan dirinya untuk mencintai gadis yang tidak dia cintai dan akan menyakiti Chika karena Chika hanya diberi sebuah harapan palsu. Kalimat terakhir yang ditulisnya di buku itu adalah “andaikan dia bukan sahabatmu”. Dia menerima cinta Chika sebagai alasan untuk dekat denganku, sahabat Chika.

Pada saat yang sama, aku ingin sekali berteriak sekencang-kencangnya. Hatiku benar-benar sakit! Kenapa aku harus mencintai orang yang tak lain adalah kekasih sahabatku? Tiba-tiba Alvin datang menghampiri aku dan menarikku ke dalam pelukannya. Dia mengelus rambut panjangku. “Maafin aku ya Linda, aku memang lelaki bodoh. Aku sudah salah melangkah, andaikan Chika bukan sahabat kamu, pasti semuanya tak seberat ini. Aku sangat menyayangi kamu. Maaf aku baru menyatakan sekarang Lin.” Aku hanya bisa menangis terisak di dalam pelukannya. Dia tetap memelukku dengan begitu penuh kasih sayang. Seketika perasaan nyaman itu kembali lagi kurasakan. Biarlah waktu yang menyatukan kita, tidak bisa dipungkiri engkau adalah kekasih sahabatku Vin…

Sungguh kah semua ini cinta? Kadang tak percaya
Namun mengapa selalu saja ku ingin dekat dirimu?
Andai bukan dia kasihmu mungkin tak seberat ini.
Ku sesali mengapa cinta baru saat ini engkau nyatakan..
Haruskah ku yang pergi?
Dan tak pernah ku mengerti..

Cerpen Karangan: Nona Nada Damanik
Blog: littlethingaboutnona.blogspot.com

Cerpen Engkau Kekasih Sahabatku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lembaran Kertas Hijau

Oleh:
Namaku rara aku sekarang bekerja di suatu perusahaan di kota surabaya, dulu aku mempunyai seseorang kekasih yang namanya fadli, iya.. fadli merupakan sosok yang sangat aku sayangi. Setelah hubungan

Cinta Datang Terlambat

Oleh:
Masa kecil menjadi masa yang indah karena kita terus fokus dalam mencari hal menyenangkan dengan diri penuh kepolosan. Selain itu, masa kecil merupakan pengalaman berharga tentang cara menikmati kehidupan.

Aku Cintanya Sama Kamu

Oleh:
Gimna ya mulainya… Udah gak banyak si yang aku ingat, tapi sekalian bantu mengingatnya yaaa… Semua berawal saat aku pindah sekolah dan menjadi siswa smp. tak kusangka perasaan yang

Terima Kasih, Luna

Oleh:
“Makasih banget udah nganterin aku ke sini.” Ucapku yang baru sampai di bandara. “Hahaha.. Nyantai aja kali..” Jawabnya sambil tertawa manis. “Aku janji kalau aku balik nanti, aku bakal

Seandainya Kau Mencintai Ku (Part 2)

Oleh:
“Masih mikirin cowok itu?” Tanya Rinda sembari menyodorkan es teh yang tadi mereka pesan. “Jangan-jangan kamu beneran suka lagi sama dia.” “Uhuukk,” Dinara hampir saja tersedak. “Mungkin karena dia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Engkau Kekasih Sahabatku”

  1. wikeputrihelmiliankadek says:

    I like cerpen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *