Hanya Jadi Sahabat Karib

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga
Lolos moderasi pada: 16 October 2016

Saat ini Yasti dan Cahya sudah menginak usia 17 tahun.
Suatu hari di sekolah mereka kedatangan murid baru yang bernama Mahen. Saat Mahen memperkenalkan diri di depan kelas mata Yasti dan Cahya tertuju pada Mahen. Kebetulan bangku tengah kosong Mahen pun duduk disitu Yasti dan Cahya pun senyum gembira.

Tak terasa sudah perpisahan dari sekolah Yasti dan Cahya berniat untuk berkuliah sambil bekerja. Yasti tetapi tidak mau berkuliah sama Cahya. Yasti maunya sama mahen. Ia bertanya pada Mahen “hen kamu mau kuliah dimana? Jurusan apa?” “Aku kuliah di UGM (universitas gajah mada) dan mengambil jurusan jurnalistik dan kamu?” Jawab Mahen dan balik bertanya “aku ikut kamu aja hen” jawab Yasti. Tak sengaja Cahya mendengar semua itu Cahya pun mulai membenci Yasti dan Cahya memilih untuk berkuliah di UGM juga, untuk memata-matai Yasti ia memilih jurusan kedokteran agar kelasnya tidak sama.

3 minggu pun terlampaui Mahen mengajak Yasti pergi ke taman “Yasti ayo aku ajak ke taman sekolah” ajak Mahen “ya boleh” jawab Yasti.
Sesampainya di taman “Yasti maukah kau jadi pacarku?” Kata Mahen “hmm… ya mau menjadi pacarmu” akhirnya Yasti dan Mahen berpacaran. Setiap hari mereka berdua bermesra mesraan terus.

Lalu ada seseorang bertanya pada Yasti “Yasti kamu sudah jadian sama Mahen?” “Ya” jawab Yasti.
Esok harinya Cahya melabrak Yasti yang sedang makan siang bersama Mahen “hei Yasti kau sudah khianati persahabatan kita ya kata kamu kita tidak boleh suka pada pria yang sama?” Labrak Cahya sambil marah marah Yasti terdiam Mahen yang mendengarnya langsung berkata “tunggu… ya aku akan mutusin Yasti aku dan Yasti akan berteman saja” “apa!!” Kata Yasti “ya udah deh aku mau cuma berteman sama kamu” Yasti setuju akhirnya Yasti, Cahya dan Mahen jadi sahabat karib.

Cerpen Karangan: Kesi Kaila Putri Cahyani
Facebook: Kesi Kaila

Cerpen Hanya Jadi Sahabat Karib merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Heart to Hurt

Oleh:
Aku menikmati peran ini, bukan sebagai pemeran antagonis, atau pengemis cintanya Maurer. Hanya saja, aku terlanjur terjun pada jurang yang membuatku nyaman. Meski pada kenyataannya aku tak benar-benar bebas.

Pelukan Tajam

Oleh:
Pagi ini kulingkari tanggal dan bulan yang sama sebagai tanda aku tidak akan pernah melupakanmu, diiringi hujan deras pagi ini membuatku malas untuk pergi ke sekolah, ditambah lagi sungguh

Truth Behind The Wall

Oleh:
Seminggu yang lalu “Rena! Di sini!” Aku berbalik ke arah suara itu. Hari ini, aku berjanji untuk menemui sahabat lamaku, Varrel, di kafe miliknya. Begitu aku melihatnya, aku segera

Membunuh Rasa

Oleh:
Sudah satu tahun lebih aku berada di pondok ini. Dan tentunya sudah satu tahun lebih aku tidak pulang ke rumah. Karena sejak aku tinggal di sini aku belum pernah

Kenyataan Pahit

Oleh:
Aku terus berlari menjauhi tempat menyedihkan itu. Tempat dimana aku mengetahui fakta miris. Aku benar-benar sangat kecewa. Air mataku tak berhenti mengalir. Hujan semakin deras dan menghatam tubuhku. Tapi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *