Hanya Menjadi Kenangan (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Cinta Segitiga
Lolos moderasi pada: 12 January 2016

“Sudah begitu lama kisah cintaku menjadi kenangan, sudah begitu lama aku tak bertegur sapa dengannya, dan sudah begitu lama aku kembali merindukannya.”

Farra adalah gadis yang sekarang duduk di bangku Kuliah. Saat libur kuliah ia teringat dengan masa lalunya, ia mengingat sang mantan kekasih yang dulu duduk di bangku SMA. Farra menjalin hubungan saat ia masih kelas 2 SMA, sudah hampir 2 tahun ini ia kembali mengingat sang mantan kekasih. Ia memang tidak mengerti mengapa hal ini dapat terjadi, tetapi inilah yang ia alami sekarang. Ia tidak bisa berbuat apa-apa dan yang dapat ia lakukan hanyalah mencari informasi sebanyak mungkin tentang keberadaan sang mantan kekasih.

Farra yang sudah lama menutup masa lalunya kini ia kembali membuka lembaran di masa lalunya. Farra bimbang dengan semua ini, mungkin saja karena ia belum dapat membuka hati untuk pria lain dan sekarang ia pun masih sendiri. Farra kini mulai mencari tahu tentang masa lalunya, ia mencari tahu keberadaan sang mantan kekasih, ia tak pernah lelah untuk mencari tahu tentang pria di masa lalunya dan bahkan ia mencari tahu melalui sosial media.

Namun kini usaha Farra sia-sia, ia tidak mendapatkan informasi lebih jelas dari sosial media, lalu ia putuskan untuk menanyakan ke semua teman yang pernah dekat sang mantan kekasih, kini ia tinggal menunggu kabar dari teman-temannya. Karena sudah terlalu lama menunggu ia pun tertidur dan tak lama beberapa menit kemudian ponsel miliknya berdering sampai ia terkejut dan membuatnya terbangun.

Saat Farra membuka ponselnya, ia bepikir akan mendapatkan informasi yang memberinya harapan untuk dapat bertemu kembali dengan sang mantan kekasih, namun ternyata ia tak mendapatkan informasi tersebut. Akhirnya Farra putuskan untuk melanjutkan esok hari, karena sudah terlarut malam, dan sudah terlalu lelah ia pun bergegas untuk segera tidur. Ia harus beristirahat yang cukup untuk bisa melanjutkannya di esok hari.

Keesokkan harinya Farra kembali mencari tahu, ia saat ini tidak pantang menyerah untuk bisa bertemu dengan sang mantan kekasih. Tetapi dari pagi, siang, sore bahkan sampai larut malam pun ia belum juga mendapatkan informasi tersebut, Farra pun sempat berpikir akan mengakhiri pencariannya terhadap sang mantan kekasih, karena sudah beberapa hari ini ia tidak mendapatkan informasi apa-apa dan pada akhirnya ia tidak sanggup lagi untuk mencari tahu informasi tersebut.

Farra tahu masalah ini bukan hal yang mudah, ia hanya ingin bertemu dengan sang mantan kekasih. Saat ia sedang merenung tiba-tiba ponsel miliknya berbunyi, ia sangat terkejut dan bergegas untuk mengambil ponselnya, jantungnya berdegup kencang saat ia ingin membuka poselnya dan ia hanya berharap itu sesuatu yang ia harapkan selama ini. Lalu ia mencoba membuka ponselnya dan melihat pesan perlahan-lahan, ternyata salah satu temannya ada yang mengetahui keberadaan sang mantan kekasih. Ia terkejut dan berteriak senang dengan informasi yang ia dapatkan. Awalnya ia tak menyangka akan hal ini, akhirnya apa yang ia tunggu-tunggu akan segera terwujud.

Hari sudah pagi..
“Tok.. Tok.. Tok.. Farra, sudah pagi sayang, ayo cepat bangun dan turun lalu kita sarapan pagi bersama.” Ucap Mama yang membagunkan Farra.
“Hoamm.. Iya Ma, Farra akan segera turun.” Ucap Farra yang masih mengantuk.
“Farra, tidak biasanya Mama lihat kamu seperti itu, apakah kamu tidur larut malam dan sampai kamu kesiangan seperti tadi.” Ucap mama yang bertanya kepada Farra.
“Iya Ma, aku semalam tidur larut malam.” Ucap Farra dengan singkat.
“Mama sudah pernah bilang, jangan tidur larut malam, memang kamu sedang apa mengapa bisa tidur larut malam. Mama tidak suka kamu tidur larut malam seperti itu.” Ucap mama yang memberi Farra nasihat.

“Iya Ma, Farra minta maaf, Farra janji tidak akan mengulanginya lagi, oh iya Ma, Farra sekalian ingin meminta izin ke luar rumah. Boleh tidak Ma?” Ucap Farra sambil meminta izin kepada mamanya. “Boleh, asal jangan pulang larut malam, lalu kamu mau pergi ke mana?” Ucap mama bertanya kepada Farra.
“Aku ingin pergi ke rumah teman Ma, iya Ma nanti aku tidak pulang larut malam.” Ucap Farra sambil memakan roti.

Sesudah sarapan pagi, lalu Farra bersiap-siap untuk pergi bersama temannya, ia tak sabar untuk bertemu dengan sang mantan kekasih. Perjalanan menuju tempat mall. Setengah jam berlalu, akhirnya sampai di tempat tujuan, ia lalu turun dari mobil dan ia pun langsung memasuki mall tersebut.
“Farra!!! Hai.. Farra kamu apa kabar? Aduh sudah lama kita tidak berjumpa.” Ucap gadis itu sambil memelukku.
“Kamu Chelsea? Chelsea yang waktu itu kita berbincang-bincang dengan Rafly ya?” Ucap Farra sambil tersenyum kepadanya.
“Iya benar sekali, kita duduk di sana saja ya sambil kita mulai berbincang-bincang.” Ucap Chelsea sambil menarik tangan Farra.

“Chel jadi begini, entah mengapa akhir-akhir ini aku selalu membayangkan kenangan bersama Rafly, sejujurnya aku tak menginginkan hal ini tetapi susah untuk diungkapkan semua itu Chel. Pada akhirnya aku mencari tahu informasi ke semua teman-teman yang pernah dekat dengan Rafly, sekarang aku mendapatkan info itu dari kamu Chel.” Ucap Farra.

“Farr, bukankah kejadian itu sudah hampir 2 tahun yang lalu? Sejujurnya aku masih berhubungan baik dengan Rafly, tetapi akhir ini dia sangat sibuk dan tidak bisa ku ajak bertemu. Dulu sering sekali aku berkumpul bersama teman-teman dan Rafly.” Ucap Chelsea.

“Memang sudah hampir 2 tahun berlalu, tetapi Chel ini yang aku rasakan selama ini, entah bagaimana aku menjelaskannya karena aku sedang bimbang dengan situasi hatiku saat ini. Sebelumnya aku berterima kasih karena kamu sudah mau membantuku.” Ucap Farra sambil tersenyum kepada Chelsea.
“Aku mengerti Farr, iya tidak apa-apa aku senang jika aku bisa membantumu. Oke sebentar aku coba menghubungi Rafly.” Chelsea mencoba menelepon Rafly.

“Halo Rafly, hari ini aku ada acara kumpul bersama teman-teman, apakah kamu bisa datang jam 10 ini?”
“Oh begitu ya kamu tidak bisa datang, memang kamu hari ada acara pergi ke mana?”
“kalau besok kamu bisa Rafly? tidak bisa juga? Besok kamu ada acara?”
“Oh begitu baiklah kalau seperti itu, mungkin lain waktu kita bisa berjumpa, makasih Rafly Bye,”

“Farr, Rafly hari ini sudah ada janji jadi tidak bisa bertemu. Tetapi kamu jangan khawatir karena aku ada info kalau besok Rafly pergi ke mall ini dan kamu tahu apa artinya kita besok bisa bertemu dengan Rafly.” Ucap Chelsea sambil tertawa bahagia. “Benarkah? Thanks God.. Akhirnya aku bisa bertemu juga dengannya Chel, aku sangat senang mendengar hal ini Chel. Terima kasih ya Chel, sudah membantuku.” Ucap Farra dengan wajah senangnya.

“Oke, kalau begitu kita besok bertemu di sini jam 10 pagi, hari ini kita sudah cukup lelah bukan? Mari kita pulang ke rumah Farr.” Ucap Chelsea.
“Oke Chel, iya aku juga sudah cukup lelah.” Ucap Farra.
“Dah.. Chel.. Hati-hati iya kamu.” Ucap Farra sambil melambaikan tangannya.
“Dah.. Farr.. Kamu juga hati-hati di jalan ya.” Ucap Chelsea sambil membalas melambaikan tangannya.
Dalam perjalanan pulang Farra hanya tersenyum-senyum sendiri, ia sangat senang dan ia tidak sabar untuk hari esok. Farra pun sudah sampai rumah.

“Mama, Farra pulang.” Ucap Farra sambil membuka sepatu.
“Anak Mama sudah, dari mana saja kamu Farra? sepertinya anak Mama yang satu ini sedang bahagia, ayo coba ceritakan pada Mama.” Ucap mama yang ingin tahu.
“Aah Mama ini, iya sudah, Farrah ke kamar dulu iya Ma.. Hari ini Farra sangat lelah.” Ucap Farra sambil tersenyum dan berjalan menuju kamarnya.
“Iya sudah kalau begitu, Mama juga ingin ke dapur.” Ucap mama.

Hari ini Farra sangat senang ia seperti orang yang tengah jatuh cinta, sekarang Farra tengah sibuk mencari baju untuk besok bertemu dengan sang mantan kekasih. Semua baju dari lemari pakaiannya ia keluarkan satu persatu sampai baju itu ada di mana-mana. Ia hanya memikirkan untuk hari esok tanpa memikirkan ia telah membuat semua pakaiannya berantakan di mana-mana. Dan dari sekian baju yang ia sudah tidak tertata rapi akhirnya ia menemukan baju yang cocok untuk besok.

“Aku belum juga menemukan baju yang pas untuk besok, bagaimana ini.” Ucapan Farra yang berbicara sendiri.
“Sepertinya baju ini cocok untuk besok, astaga!! ternyata aku sudah membuat semua pakaianku berantakan, uuhh harus cepat-cepat ku bereskan sebelum Mama melihatnya.” Ucapnya sambil membereskan baju-bajunya.

Keesokkan harinya..
“Selamat pagi dunia.. hari ini aku senang sekali. Hari ini adalah hari di mana aku bisa bertemu dengan Rafly, rasanya senang sekali.” Ucap Farra yang berbicara dengan dirinya sendiri. Farra bangun lebih awal, ia kini sudah rapi dan sudah siap untuk bertemu dengan sang mantan kekasih, ia memakai baju yang sangat indah, ia juga berdandan, Farra kini terlihat cantik dan anggun.

Perjalanan menuju “Mall”
“Pak stop di sini iya.” Ucap Farra kepada sang sopir taksi.
“Farra!!!” Ucap chelsea sambil melambaikan tangannya.
“Hai Chel, aduh aku deg-degan sekali, bagaimana ini Chel?” Ucap Farra yang terus memegang tangan Chelsea.
“Tangan kamu dingin sekali Farr, coba kamu tenang dulu dan tarik napas biar kamu lebih tenang.” Ucap Chelsea sambil menenangkan Farra.

“Iya Chel, aku sekarang aku sudah sedikit lebih tenang.” Ucap Farra yang sudah tenang.
“Kalau begitu mari kita masuk Farr, aku juga tidak sabar untuk bertemu Rafly.” Ucap Chelsea sambil menarik tangan Farra. Farra dan Chelsea pun memasuki mall tersebut, lalu mereka berjalan menelusuri restoran satu persatu, saat Chelsea melihat restoran satu persatu dan ada salah satu restoran yang membuat Chelsea terkejut dan berhenti berjalan secara tiba-tiba.

“Chelsea, kamu mengapa berhenti, ayo kita harus cepat untuk mencarinya.” Ucap Farra sambil menarik tangan Chelsea. “Tunggu Farr!! Kamu coba lihat ke arah restoran sebelah kanan, tetapi tolong kamu jangan terkejut dan berteriak. Oke!” Ucap Chelsea yang membuat Farra deg-degan.
“Astaga Rafly!!! Aku tidak menyangka dia menjalin hubungan dengan gadis itu. Ini membuatku sakit melihat mereka berdua Chel.” Ucap Farra yang tengah kaget melihat Rafly dengan gadis itu. “Kita duduk dulu, biar kamu tenang dan aku pesankan minuman hangat untukmu. Kamu tunggu di sini sebentar.” Ucap Chelsea.

Beberapa menit kemudian.
“Farr, ini diminum dulu, biar kamu merasa lebih tenang.” Ucap Chelsea yang memberikan minum kepada Farra.
“Terima kasih Chelsea.” Ucap Farra sambil menerima minum dari Chelsea.
“Sama-sama Farra, kalau kamu sudah tenang kamu ceritakan kepadaku perlahan-lahan Farr, agar aku mengerti tentang gadis yang bersama Rafly sekarang.” Ucap Chelsea.

“Chel, gadis itu bernama Gaby, gadis yang bersama Rafly sekarang adalah gadis yang dulu pernah Rafly sukai sejak dia kelas 1 SMA dan mungkin bisa sampai sekarang, namun dulu Rafly tidak berani untuk mengutarakan isi hatinya kepada gadis itu Chel. Aku tidak mengerti dengan Rafly apakah waktu aku menjalin hubungan dengannya, Rafly masih memendam rasa dengan gadis itu, Chel kamu sudah tahu dan lihat bukan Rafly dengan gadis itu…” Ucap Farra yang belum selesai menceritakan kepada Chelsea.

“Cukup Farr, aku sudah mengerti sekarang dan kamu tidak perlu untuk menjelaskannya lebih jauh lagi, jadi intinya Gaby itu adalah gadis yang dulu Rafly pernah sukai dan sekarang mereka menjalin hubungan. Aku tahu bagaimana perasaan kamu saat ini, tetapi Farr aku bimbang dengan situasi ini dan bagaimana aku membantumu mempertemukan dengan Rafly.” Ucap Chelsea dengan wajah bimbangnya.

“Chel kamu tidak perlu untuk memikirkan hal itu lagi, karena kita sudah lihat atas kejadian tadi dan mungkin aku tidak akan melanjutkan untuk bisa bertemu dengan Rafly. Kita sudah sama-sama tahu bahwa Rafly susah mempunyai kekasih baru Chel. Jadi untuk apa kita mempertahankannya, saat ini aku ingin kembali ke rumah Chel.” Ucap Farra dengan wajah sedihnya.

“Farr, kamu tidak apa-apa? Mungkin kamu butuh waktu untuk bisa menerima ini semua Farr, aku hanya bisa memberimu semangat karena aku tidak dapat berbuat apa-apa Farr. Aku sangat menyayangkan atas apa yang kita lihat tadi, itu membuatku terkejut. Dan kamu tetap semangat iya Farr…” Ucap Chelsea yang berusaha menenangkan Farra.
Akhirnya Farra putuskan untuk pulang ke rumah, karena ia sudah lelah dan masih terkejut atas kejadian yang ia lihat tadi. Saat Farra dan Chelsea menuju pintu ke luar tiba-tiba tidak sengaja seorang pria menabrak Farra sampai Farra terjatuh.

“Astaga Farra… Ayo bangun Farr. Anda kalau jalan lihat-lihat, sampai membuat teman saya jatuh.” Ucap Chelsea sambil membantu membangunkan Farra.
“Maaf-maaf saya tidak sengaja, tadi saya lagi melihat ponsel saya, jadi.. Loh Chelsea..??” Ucap Pria itu yang memcoba meminta maaf.
“Chel, kamu sedang apa berada di sini?” Ucap Rafly bersama gadis itu.
“Kamu tidak perlu tahu, ini bukan urusan kamu.” Ucap Chelsea dengan judes terhadap Rafly.
“Ayo Farra, kita pulang saja.” Ucap Chelsea menarik tanganku.

“Tunggu sebentar!! Jangan pergi dulu.” Ucap Rafly yang menghentikan Farra dan Chelsea.
“Farra? kamu kok bisa berada di sini dengan chelsea?” Ucap Rafly yang memegang tangan Farra.
Diam. Farra hanya terdiam sambil melepaskan tangan Rafly.
“Bukankah dia satu sekolah dengan kita?” Ucap secara tiba-tiba gadis itu.
“Farr, lebih baik kita cepat-cepat pergi dari sini, sudah terlalu bosan berada di tempat ini. Permisi!” Ucap Chelsea menatap wajah gadis itu dengan tajam.

Sepanjang perjalanan pulang Farra terlihat sedih, ia bimbang dengan semua itu. Farra tidak tahu harus bagaimana, ia hanya bisa terdiam tanpa kata, dan sesampainya di rumah Farra yang tidak mengucapkan apa-apa lalu ia langsung masuk ke kamarnya. “Aku memang menginginkan bisa bertemu dengannya tetapi mengapa aku harus melihat kejadian itu, hatiku terasa sakit saat melihat mereka. Begitu cepat dia melupakan aku begitu saja, Rafly kamu jahat aku benci denganmu, aku sangat benci dan tidak ingin aku bertemu denganmu.” Ucap Farra dalam hati sambil merenung.

Suara ponsel berbunyi. Farra menghiraukan suara ponsel miliknya. Ia hanya bisa menangis dan menangis. Farra tidak menyangka ia bisa melihat kejadian itu, ia terus saja menangis, ia tahu tidak seharusnya ia seperti ini dan ia hanyalah bagian dari masa lalunya. Sekarang Farra sangat bimbang, ia marah, kesal bahkan membenci dirinya sendiri mengapa ia masih mengharapkan Rafly kembali dalam pelukannya dan itu membuat hatinya sakit. Ia hanya dapat menangis tanpa memikirkan kesehatannya saat ini. Farra sejak tadi pagi sampai sekarang ia belum juga ke luar dari kamarnya.

“Tok.. tok.. Farra… bukan pintunya sayang, ini ada temanmu. Farra!!” Ucap mama sambil berteriak.
“Sebentar Ma…” Ucap Farra.
“Hai Farra…” Ucap Chelsea.
“Chelsea? ayo masuk ke kamarku.” Ucap Farra.
“Farr, kamu belum makan dari pagi nanti kita makan siang bersama, Chelsea kalau begitu Tante tinggal dulu ya.” Ucap Mama Farra.
“Oh iya Tante, terima kasih Tante.” Ucap Chelsea.
“Chel, kamu ada apa ke rumahku?” Ucap Farra.
“Farr, aku sudah berusaha menghubungimu tetapi kamu tidak pernah mengangkat telepon aku. Sebenarnya kamu kenapa Far, apakah ini ada hubungannya dengan kejadian kemarin?” Ucap Chelsea.

Mengela napas, “Entahlah Chel, aku seperti tidak ada kehidupan. Kamu tahu kan betapa aku sangat mencintai Rafly Chel, aku lelah Chel…” Ucap Farra.
“Apa? hanya karena Rafly kamu seperti ini Farr, ayo dong bangkit!! Mana Farra yang aku kenal. Farra banyak pria di luar sana yang masih mengharapkan cinta darimu. Jadi jangan karena satu pria kamu menjadi seperti ini..” Ucap Chelsea yang memberikan semangat kepada Farra.
“Makasih Chel, kamu memang sahabatku yang selalu mengerti akan perasaanku Chel.” Ucap Farra sambil tersenyum kepada Chelsea.
“Farr, sebenarnya ada aku datang ke rumahmu ingin memberitahumu dan kemarin Rafly meneleponku dia ingin bertemu dengan kita.” Ucap Chelsea.

“Apa!!!! are you serious Chel?” Ucap Farra terkejut.
“Iya aku serius Farr, sejujurnya aku tidak ingin kamu bertemu dengan Rafly karena aku tidak ingin kamu tersakiti oleh Rafly Farr…” Ucap Chelsea.
“Chel, boleh ya aku bertemu dengan Rafly. Please!!” Ucap Farra sambil memegang tangan Chelsea.
Mengela napas, “Baiklah, besok kita akan bertemu dengan Rafly, Farr yang kamu harus tahu jangan terlalu jauh berharap sama Rafly karena aku tidak ingin kamu seperti dulu.” Ucap Chelsea.

“Iya Chel, kamu tenang saja aku tidak akan berharap terlalu jauh sama Rafly. Kamu jangan mengkhawatirkanku ya Chel.” Ucap Farra sambil tersenyum bahagia kepada Chelsea.
“Farra, ayo turun ajak Chelsea untuk makan siang bersama.” Ucap mama sambil berteriak memanggil Farra.
“Iya Ma sebentar.” Ucap Farra. “Chel, kita makan siang dulu yuk.. karena aku belum makan dari tadi pagi perutku sudah lapar, hehehe…” Ucap Farra mengajak Chelsea makan siang bersama.

“Kamu terlalu memikirkan Rafly jadi kamu melupakan jam makanmu kan Farr hehe…” Ucap Chelsea sambil meledek Farra.
“Aah kamu ini jangan meledekku seperti itu, kalau begitu ayo kita turun Chel.” Ucap Farra.
“Tante terima kasih untuk makan siangnya, maaf Tante saya tidak bisa lama-lama karena saya harus segera pulang Tante.” Ucap Chelsea berpamitan dengan Mama Farra.
“Oh ya tidak apa-apa, sama-sama Chelsea. Salam untuk Mama ya Chel. Hati-hati di jalan ya Chelsea.” Ucap Mama Farra.
“Iya Tante nanti saya sampaikan, Farra aku pulang dulu ya besok kita lanjutkan lagi. Permisi Tante, Farr.” Ucap Chelsea.

Bersambung

Cerpen Karangan: Clara Anis Kyuhyun
Blog: https://claraanis14.wordpress.com

Cerpen Hanya Menjadi Kenangan (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta itu Buta

Oleh:
Zaman sekarang gak punya pacar? Astaga, terlalu. Tapi lebih terlalu kalau punya pacar tapi merasa jomblo. Itulah yang dirasakan Mona sekarang, gadis berperawakan kutilang, putih dan cantik. Anehnya, cantik-cantik

It’s Ok

Oleh:
“Temenin aku ke toko buku, yuk!” Ajakku terhadap Anton, pacarku. “Ayo! Yang deket aja, ya!” Jawab Anton. Kemudian kami langsung masuk ke mobil Anton dan melesat ke toko buku.

Risalah Hati (Part 4)

Oleh:
Suara detak jarum jam masih terdengar. Mata ini sungguh berat rasanya untuk aku buka, kuraba leherku sangat panas, kepalaku juga pening. Mungkin karena tadi pagi aku kehujanan. Jam menunjukkan

Mengenang 5 Tahun Silam

Oleh:
Semanngat pagi menghiasi hariku di pagi ini, disambut senyum mentari pagi yang membangunkan orang dari mimpi indahnya. Richa Amelia, itulah namaku, tapi teman-temanku sering memanggilku Icha. Aku memang masih

Thank You For All

Oleh:
Ia menghela napas. Lagi-lagi Ia melihat ke ruangan yang tepat ada di hadapannya itu. Sudah beberapa menit Ia menunggu seseorang yang keluar dari ruangan itu. Namun sampai saat ini,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *