Izinkanlah Dia Menjadi Miliku Sehari

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Pengorbanan
Lolos moderasi pada: 3 May 2013

Ada seorang cewe yang di fonis penyakit kanker yang sudah parah bahkan ia hanya mempunyai sisa hidup 24jam.. ia pernah berangan akan menjalani sisa akhir hidupnya dengan si cowo itu yang sangat ia cintai dan tak lain mantan nya.

Beberapa hari kemudian si cowo itu menjelaskan kepada cewenya agar ia di beri izin agar ia bisa menemani hari-hari terkhir si cewe itu.. dan akhirnya si cewe ituu menyetujui kalo cowo nya menemani gadis malang yang bahkan umur nya hanya 24 jam lagi.. tak ada kata lagi di pikirannya sebenarnya ia sangat sakit tapi apa mau di kata dia yang lebih membutuhkan nya..

Pagi ini harus aku tahan air mataku saat cowo yg sangat di cintai nya bersama cewe yang tak lain teman ya sendiri.. waktu menunjukan jam 08.00 pagi cowo itu menelfon ke cewe nya “assalamu’alaikum sayang” lalu ia menjawab “wa’alaikum salam sayang, buatlah dia behagia dan berilah dia sebuah senyuman manis untuk terkhirkalinya” si cowo menjawab “iya sayang akan ku lakukan terimakasih sudah menyetujui” lalu cewe itu mejawab dalam mata berlinang “iya sayang aku tau ko’ kamu ga bakalan mengikari janji itu”

Waktu menunjukan pukul 10 si cowo ke rumah si cewe sakit untuk mengajak nya berjalan jalan.. di saat perjalanan cewe itu berkata “makasih yaah udah mau ngajak aku jalan jalan aku sangat senang sekali” tanpa berbicara cowo itu hanya mengangguk dan tersenyum

Waktu menunjukan angka 7 malam… akhirnya mereka sampai di rumah si cewe sakit itu setelah itu mereka berbincang bincang dengan diselingi canda tawa

Tak kerasa sudah menunjukan pukul 10 malam si cewe itu terlelap tidur di bahu si cowo dengan wajah yang manis, penuh keceriaan, dan tersenyum..

saat si cowo hendak memegang wajah si cewe itu si cewe itu berkata (makasih atas semuanyaa yah dan berkat pacar kamu, kamu ada di sini menemani hari-hariku makasih banyak) lalu ia meneteskan air mata.. dengan terkejut si cewe itu memanggil namanya dan menepuk-nepuk pipinya dengan penuh khawatir dan sedih ia tak tau harus bagaimana tau nya si cewe itu telah tiada.. dengan menahan air mata ia terus mengelus elus wajah nya tak ia sangka akan secepat ini dia meninggalkan orang-orang yang saynag kepada dia…

Setelah sehari kepergian nya keluarga nya memberikan sebuah surat yang di tulis untuk si cowo itu.. (kamu, orang kedua setelah oarng tua ku yang membuatku bahagia dan tersenyum trima kasih sudah membuat hari hari ku berwarna walupun itu hanya sesaat terima kasih kau sudah meminjamkan bahu mu untuk ku tertidur dengan nyaman kenang lah aku sebagai cewe yang sehat yang tak pernah menangis untuk kesedihan yah i love you)

Setelah membaca itu ia berlari menuju makam si cewe itu dengan air mata yang tak tertahan kan di dalam hatinya mengjolak rasa sedih dan resah kenapa semuanya secepat ini tuhaaaan

Setelah beberapa lama kemudian ia slalu terbayang wajah si cewe itu wajah yang saat tertidur pulas di bahu nya untuk terakhir kalinya…

Cerpen Karangan: Dwi Sarah Larasati Wulan Sari
Facebook: Saarah Larasati II

Cerpen Izinkanlah Dia Menjadi Miliku Sehari merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aluna Sagita Gutawa

Oleh:
Namaku sagita gutawa. sudah 3 tahun aku bersahabat dengan luna, afgan, dan aril. kami bersahabat sejak kami duduk di bangku SMA. sampai akhirnya kami berpisah, karena jalan hidup yang

Berharap Hujan

Oleh:
Langit mendung enggan mengguyurkan hujan tuk membasahi bumi. Hanya sesekali terlihat kilat dan Guntur terdengar menggema menyelimuti hari. Hari bertambah larut namun hujan tak kunjung datang. Tanaman yang haus

Sebuah Cinta

Oleh:
Namaku Assyifa. Hidup bagiku adalah sebuah bahagia. Itu bukan karena aku seorang putri, melainkan aku memiliki cinta. Cinta yang menjelma dalam sosok Alif, seorang yang menemaniku beberapa tahun ini.

Terlambat Memang

Oleh:
Aku duduk sendiri, saat hujan beramai-ramai menghempaskan diri ke bumi. Duduk di halte, sembari menanti jemputan bus yang biasanya sudah tiba saat senja bekerja. Tapi ini hujan, tak ada

Cerita Lalu

Oleh:
Empat tahun dia di disamping gue, empat tahun dia ngukir senyuman di bibir gue, dan empat tahun dia jadi malaikat tanpa sayap buat gue. Nama gue Vanesa, sekarang gue

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *