Kamu dan Dia itu Aku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Pengorbanan
Lolos moderasi pada: 31 January 2017

Di sini aku terbiasa terpekur dan berdiam diri, melihat bintang-bintang dan menceritakan kisahku sepanjang hari. Di loteng rumahku. Ya. Di sanalah aku melamunkan impianku bersama damainya malam penuh bintang. Hari ini aku benar-benar lelah, entah mengapa semua masalah harus kuhadapi dalam hitungan menit. Aku menghapus air mataku sambil melirik pergelangan tanganku melihat jam menunjukkan angka 21:00 WIB. Aku segera beranjak dari tempatku, menuju kamar dan mencoba memejamkan mata. Aku ingin istirahat, aku ingin tidur nyenyak malam ini.

Mentari pagi menyambutku, cahayanya masuk melalui kaca jendela kamarku. “Kau sudah bangun Barbie?” ujar Alena dari depan pintu. “Apa yang kau lihat? Bangun dan cepat mandi, kutunggu kau di meja makan 10 menit lagi!” ucap Alena lalu pergi dari pintu kamarku. Aku masih termenung apakah aku sanggup menantang hari ini setelah kejadian kemarin. “Pagi Alena!” aku menuruni tangga menemui Alena di meja makan dan bersiap untuk sarapan. “Kamu telat 2 menit 20 detik Barbie!” ucap Alena dengan wajah mengejek. “Aku telat karena jam kamu terlalu cepat Alena sayang!” jawabku. Alena adalah kakakku, dia juga saudara kembarku yang selalu menjagaku saat orangtua kita bercerai. Alena sudah kuliah, dia mengambil jurusan perawat yang kampusnya tak jauh dari sekolahku. Alena sangat baik padaku, tentu karena dia adalah kakakku satu-satunya dan aku adalah adiknya. Teman-temanku sudah sangat mengenal kakakku, begitu juga dengan teman- teman kakakku yang sudah dekat denganku. Sampai suatu ketika kenyataan tak terduga kualami.

Hari ini teman-teman Alena bermain di rumah, aku senang karena kedatangan mereka membuat keadaan rumah ini semakin seru. Tentunya tidak sesepi saat aku bersama Alena. Aku mengenal Firman, dia teman kakakku yang paling keren dan paling baik. Tanpa sengaja aku memiliki suatu rasa yang aneh, sampai beberapa hari aku masih belum bisa menyimpulkan perasaan apa yang saat ini aku emban. Semakin sering Firman datang ke rumah untuk bermain bersama Alena dan aku, aku semakin merasa sangat bahagia. “Elena, aku boleh minta nomor handphone kamu nggak?” cetus Firman saat di rumahku. “Maksudnya? Aku apa Alena?” tanyaku. “Ya kamu Elena, kalau nomornya Alena aku udah punya dari awal aku kenal dia!” aku segera memberikan nomer handphoneku pada Firman, tak lama kemudian Alena muncul dari dapur “Ini minumnya, ayo diminum mumpung masih dingin kan enak kalau panas-panas gini!” ucap Alena. Aku dan Firman hanya manggut-manggut sambil tersenyum melihat gaya Alena yang seperti SPG.

Malam harinya, Firman mengirim pesan padaku dan saat itu aku memang sedang kesepian berharap ia menghubungiku. Aku senang karena Firman akan mengajakku keluar besok malam tapi apa yang harus aku katakan pada Alena? Apa aku harus jujur padanya jika aku ingin keluar bersama Firman, atau sebaiknya tidak usah izin kepadanya.

Malam yang aku tunggu akhirnya tiba, aku tidak perlu izin kepada Alena untuk pergi malam ini. Karena dia sendiri sedang ada urusan di kampusnya. Kulihat mobil Firman telah terparkir di garasi rumahku, aku segera menghampirinya. “Hey Elena, wah kamu cantik banget?”. “Hay Firman, makasih!”. Aku dan Firman segera menuju ke cafe kesukaan Firman. Malam ini adalah malam Minggu, malam Minggu pertama aku bisa keluar malam bersama seorang cowok.

“Elena, aku boleh ngomong sesuatu nggak sama kamu?” ucap Firman memecah keheningan. Aku hanya mengangguk. Firman meraih kedua tanganku di atas meja, “Elena, sejak pertama aku ketemu sama kamu, aku heran kenapa detak jantungku berdetak tak menentu. Aku selalu ingin datang kerumah Alena hanya untuk bertemu denganmu. Percaya atau tidak, aku mencintaimu Elena. Maukah kau menerima cintaku?” ujar Firman. Aku belum sempat mengucap satu patah kata pun, tiba-tiba aku melihat bayangan diriku berlari menuju parkiran.

Dinner romantis ini memang hal yang paling indah dalam hidupku, aku sudah menerima cinta Firman. Tapi, ketika aku hendak masuk kamar, aku mendengar suara tangis yang pelan di atas. Di loteng. Aku mencoba memperlambat langkahku, aku ingin tahu siapa yang berada di loteng. Alena. Apa yang terjadi padanya? Aku mencoba mendengar rintihan Alena, dia berkata tentang Firman. Firman? Apa yang terjadi? Aku meninggalkan loteng, menuju ke kamar Alena. Tanpa sengaja aku melihat banyak sekali foto Firman di atas ranjangnya. Ya Tuhan! Inikah jawabnya? Lalu aku melihat sebuah amplop surat di sela-sela foto itu. Isi surat itu adalah curahan hati Alena tentang Firman, selama ini Alena menyukai Firman. Alena mencintai Firman. Seketika tubuhku lemah, aku merasa sangat bersalah pada Alena. Bayangan diriku di cafe tadi adalah Alena, dia ingin menemui Firman dan aku. Tapi saat itu dia melihat Firman mengungkapkan perasaannya padaku. Ya Tuhan! Maafkan aku, Alena.

Aku tersadar dari lamunanku, kenangan pedih yang tak akan pernah aku ulangi lagi. Alena tidak pernah membahas tentang Firman, dia hanya bertanya kenapa Firman sudah tidak pernah bermain ke rumah. Aku hanya bisa mengangkat bahu, aku tidak mungkin mengatakan kalau aku sudah memutuskan Firman malam itu juga. Alena sangat baik, dia adalah pahlawanku saat aku sedang dalam keterpurukan. Aku tidak pernah menyalahkan siapa-siapa, saat ini pikiranku hanya tertuju pada Firman dan Alena. Aku telah berhasil membujuk Firman untuk memahami Alena, akhirnya malam itu Firman mencoba memberikan cintanya pada Alena. Entah kenapa saat aku melihat Alena dalam pelukan Firman, aku merasa sangat teriris. “Aku bahagia jika kamu bahagia Alena, karena kamu dan dia itu aku!” ucapku dalam hening. Kembali menyapa bintang. Di loteng. Melepaskan cintaku demi kebahagiaan Alena.

Cerpen Karangan: Ikke Nur Vita Sari
Facebook: Ikke N Vita Sari

Cerpen Kamu dan Dia itu Aku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mantanku Pacar Sahabatku

Oleh:
Tepatnya pagi ini aku dibangunkan dengan ingatan yang begitu menyakitkan, menyesakan dada seketika. Rasanya aku ingin memberontak dengan keadaan semacam ini, keadaan yang harusnya bukan aku yang merasakan dan

Cinta Yang Sama

Oleh:
Aku terus memandangi hujan yang turun melalui jendela kamar yang tertutup oleh kaca. Jemariku menyentuh kaca itu. Terasa dingin di jariku. Padahal ini seharusnya sudah memasuki awal musim kemarau.

My Love Sayaka

Oleh:
Aku adalah seorang penulis novel pemula, suatu hari aku sedang menulis sebuah Novel di tepi sungai yang indah. Lalu tiba tiba ada seorang gadis duduk di sampingku, gadis itu

Antara Cinta dan Persahabatan

Oleh:
Cinta itu bisa datang kapan saja, terkadang hati ini bingung untuk memilih cinta ataupun persahabatan. Banyak orang lebih memilih orang yang dicintainya dibandingkan memilih sahabat. Cinta juga bisa membutakan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Kamu dan Dia itu Aku”

  1. Dinbel pertiwi says:

    Waaaaahhhhhhh,ceritanya unik banget.
    Kirain tokoh nya ITU kembar

  2. dinbel says:

    kerensssss. good job
    tapi mungkin koreksi nya alena & berbie itu sodara kembar ya & firman malah menyukai berbie yaaa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *