Kesempatan Kedua (Bersyukur) (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Cinta Segitiga
Lolos moderasi pada: 4 January 2016

Ini cerita tentang seorang pria dengan banyak angan dan segala keinginan yang mungkin orang lain pikir ini hal terkonyol yang pernah ada. Dia panggil saja Erick. Seorang pria tinggi kurus usianya kurang lebih 18 tahun. Dia tipikal laki-laki normal seperti kebanyakan orang namun di sisi lain dia mempunyai keinginan yang besar dalam hidupnya. Dia seorang mahasiswa dan Erick juga seorang pegawai biasa yang setiap harinya dia habiskan di tempatnya bekerja.

Sedangkan pada hari libur dia hanya diam di rumahnya atau berbincang dengan tetangganya. Dalam hati Erick, masih saja ada hal kecil yang tersimpan di dalam hatinya namun kadang hal tersebut membuat dirinya senang atau bahkan bingung. Erick selalu bermimpi untuk dapat kembali bertemu dengan “Lena”, seorang gadis cantik serta tinggi. Lena dan Erick pernah menjalin kasih selama mereka sekolah namun mereka memutuskan untuk berpisah. Mereka adalah Kakak dan Adik kelas. Erick berbeda 2 tahun sekolah dengan Lena, Erick kelas 3 dan Lena kelas 1 hanya saja mereka seumuran.

Pada saat Lena baru memasuki Jenjang Sekolah menengah Atas di sinilah awal perjumpaan mereka. Erick yang saat itu adalah kakak kelas Lena secara kebetulan mementori Lena sebagai Siswa-siswi baru. Erick yang memang sudah 2 kali mementori adik kelasnya tidak merasa aneh ataupun merasa canggung saat memberi penjelasan mengenai sekolah yang mereka tinggali sekarang.

Namun selama proses Orientasi Siswa Baru tersebut ada seorang pria -Agus. Agus adalah siswa kelas 2 satu sekolah dengan Erick, dan Agus ini sudah berteman lama dengan Erick. Pada saat jam istirahat orientasi siswa baru, Agus menjumpai Erick yang tengah sibuk ke luar dari kelas siswa barunya tersebut dipanggilnya Erick dengan suara lantang dan agak gugup.

“Erick!!” Tanya Agus, lalu Erick Menjawab, “ada apa Gus?”
“Gini Rick, gue suka sama cewek yang ada di kelas yang lo didik sekarang,” tanya Agus yang menjelaskan dengan terbata-bata karena malu dan gugup.
Lalu Erick Menjawab, “yang mana gus?”
“itu loh yang selalu pakai bandana putih” jawab Agus.
“oh itu toh, siapa namanya?” Tanya Erick walaupun dia sebagai mentornya namun dia tidak tahu semua nama dari siswi tersebut. Kemudian Agus menjawab.

“Lena, cantik kan?”
“Iya dia cantik,” jawab Erick dengan biasa saja karena belum ada perasaan yang timbul di hatinya tentang Lena.
“Tolongin gua dong? Please, kasih surat ini ke dia” jelas Agus, di masa itu belum ada Handphone para siswa masih memakai surat atau telepon umum sebagai sarana komunikasi.
Lalu Erick menjawab, “siap, bos gue kasih ke dia entar pas masuk orientasi lagi, yuk kita makan dulu,”

Setalah makan dan istirahat Erick pun kembali ke kelas di mana Lena di Orientasi. Tak lama Erick Berada di kelas tersebut dia lalu menghampiri Lena dan bertanya.
“Nama Kamu Lena?” Kemudian Lena menjawab dengan suara yang lembut sambil tersenyum.
“Iya Kak…” Lena malu-malu karena teman sebangkunya menggoda dengan teriakan kecil. “Cie.. Lena”
“Ini ada titipan dari seseorang,” sambil Erick memberikan secarcik surat kepada Lena.
Dan tak lama Lenap un membaca surat tersebut dengan perasaan malu-malu.

“Oh, ini Surat dari Agus,” Lena menegaskan
Lalu Erick menjawab, “benar dari Agus, kamu kenal kan?”
Lalu Lena menjwab dengan malu, “iya dia teman sewaktu SMP dulu aku, kak” wajah Lena merah karena dia tidak sadar kalau Erick masih berada di sana dan memperhatikan Lena membaca surat tersebut. Lalu Erick bertanya, “gimana? Jawabanya apa? Kamu mau?” Tegas Erick kepada Lena.
Lena hanya terdiam dan tak percaya kenapa Erick yang menanyakan langsung ke padanya.

Erick sadar lalu dia pergi seraya bergumam dalam hatinya, “eh kenapa gue yang nanya jawaban Sama Lena yah… Hehe” sambil memegang pundak lehernya sendiri dan merasa malu.
Tak lama dari kejadian itu Dita, teman sebangku Lena yang sempat mengolok-olok mereka datang menghampiri Erick, dan seraya berkata, “Kak Erick Lena bilang dia gak suka Agus karena Lena lebih menyukai cowok yang lebih tinggi darinya.” Lalu Erick dengan tersentak dan kaget bertanya kepada Dita.

“terus kenapa Dit kalau emang Agus gak diterima kenapa kamu teriak ke Kakak?”
“Kan Kakak yang kasih surat itu ke Lena jadi Kakak juga harus tahu jawabannya kan?”
Mulai dari situ mereka bertiga akrab, mereka satu kelas hanya saja Erick yang kelas 3 bersekolah pagi sampai siang hari sedangkan Lena yang masih kelas 1 bersekolah siang sampai dengan sore hari.

Erick selain sebagai anggota yang mengorientasi adik kelas dia juga sebagai Pelatih Basket untuk adik kelas 1 dan 2. Latihan basket selalu dilaksanakan selama 3 hari dalam seminggu selasa dan kamis untuk kelas 2 dan 3 sedangkan hari minggu untuk siswa-siswi kelas 1. Pada saat pelatihan olah raga tersebut Erick sadar bahwa Lena Juga ikut dalam latihan. Erick tersenyum kecil kepada Lena, dan Lena dengan malu -malu membalas senyumnya. Datanglah Windu, teman satu angkatan Erick dia sebagai pelatih basket pula dengan Erick.

Dia bertanya, “Rick lo jadian aja sama Lena.” Tegasnya. “Kan lo udah lama tuh putus sama Risma”
Erick menjawab, “apaan sih emang dia bakal terima gue?” Erick mungkin pintar dan aktif hanya kadang dia merasa minder dengan fisiknya yang kurus dan agak hitam kulitnya karena seringnya olah raga. “Kalau gak dicoba gimana lo bisa tahu…” Jawab Windu.
“Bener juga lo terus gea harus gimana Win?”
“Lo kan satu ruangan kenapa lo gak sisipin surat di mana Lena duduk kan dia bakal baca tuh entar siang”
“Wah ide bagus tuh win,” dengan wajah yang seringai dan penuh semangat.

Tanpa dipikir lagi Erick menulis sebuah surat cinta penembakan kepada Lena. Maklum Erick walau aktif tapi masih punya rasa malu jadi Erick melakukan penembakan lewat surat. Dalam suratnya tersebut Erick menuliskan, kalau Lena memang mempunyai perasaan yang sama silahkan isikan nomor telepon rumahnya sehingga Erick Bisa berhubungan langsung dengan Lena. Keesokkan harinya di mana Erick tak biasanya bergegas pergi ke sekolahnya. Dia menantikan jawaban dari Lena pada surat tersebut. Sesampainya di kelas dengan tidak terduga dia melompat dan berteriak, “Assyyiikk!!” Teman-teman satu kelas Erick seraya terdiam dengan tingkah Erick seperti itu.

Jam istirahat Erick bergegas menuju telepon umum dan dimasukannya koin receh 100 rupiah dipijitnya nomor telepon Lena, kemudian “Tuut, tuut, hallo..,” ada yang manjawab telepon dari Erick
dengan perasaan yang deg-degan dan gugup Erick bertanya, “Ini dengan Lena?” kemudian suara dari teleponeitu menjawab, “benar ini Lena, ini dengan siapa ya?” suara Lena lembut dan bertanya kembali. “Ini Aku Erick,” jawabnya.

“gimana kamu mau?” tambah Erick dengan pelan dan pasti.
Kemudian Lena dengan suara lembutnya menjawab, “gak tahu kak bingung..”
“Kok bingung?” tanya Erick.
“Aku gak tahu harus bilang apa,” jawab Lena.
Erick kembali berkata, “ya sudah kita jalanin saja dulu, lalu kita lihat kedepannya..” tegas Erick yang merasa sudah agak baikan karena sudah mengungkapkan apa yang ada di hatinya.
Dan Lena pun menjawab, “iya Kak.” Erick yang saat itu masih dalam pelajaran bergegas kembali ke kelasnya dengan perasaan yang senang.

Pada saat jam akan berakhir dan pulang Erick dengan penasaran melihat ke arah luar ruangan seraya mencari sosok wanita cantik yang telah menjadi pacarnya tersebut. Erick belum bisa ke luar kelas karena jam pelajaran belum selesai sedangkan anak-anak kelas satu sudah berdatangan. Hatinya senang bercampur gugup kalau dia bertemu dengan Lena. Walaupun mereka sebenarnya sudah kenal. Bel pulang pun berbunyi dan secara pelan-pelan Erick memasukkan buku pelajaran ke dalam tasnya dan berjalan ke luar. Sedangkan siswa-siswi kelas satu yang sudah menunggu giliran kelas sudah bersiap dan berkumpul di depan kelasnya.

Erick dengan penasarannya melihat ke luar dan mencari Lena. Dan tak diragukan lagi wantia cantik tinggi putih dan selalu memakai bandana putih itu sedang diam bersama Dita teman baiknya menunggu untuk masuk ke dalam ruangan. Kemudian Dita menghampiri Erick dan menariknya ke arah Lena sambil bertanya pelan-pelan agar teman-teman yang lain tidak tahu apa yang sedang terjadi di antara mereka. Lalu berbisiklah Dita ke telinga Erick. “Aduh, yang udah nembak dan dikasih nomor teleponnya selamat ya,” Dita pun senang karena melihat temannya berpacaran dengan Kakak kelas yang Lena sukai dari awal.

Selama satu tahun pertama pacaran mereka biasa saja seperti remaja pada umumnya mengorbrol jalan-jalan dan nonton bareng. Namun pada saat itu Erick yang sudah kelas 3 akan menghadapi UN -Ujian Nasional- hubungan mereka pun harus break untuk sementara waktu. Ujian Nasional telah dilaksanakan dan semua siswa berpesta pora setelah berhasil melewati ujian Nasional hasilnya pun diumumkan. Alangkah terkejutnya Erick setelah dia buka hasil pengumuman kelulusan dan ternyata dia, “TIDAK LULUS”. Dengan sedih Erick pulang ke rumahnya dan diberikan surat tersebut kepada orangtuanya.

Orangtua Erick bergegas menelepon pihak sekolah perihal kelulusan anaknya tersebut. Lalu pihak sekolah menjelaskan bahwa nilai Matematika Erick jeblok dan kemungkinan adalah kesalahan komputer karena mereka tahu bahwa Erick adalah siswa berprestasi di sekolahnya. Guru Erick pun menenangkan orangtuanya, “sabar Bu masih bisa remedial, mudah-mudahan Erick bisa mendapatkan hasil yang lebih baik di sana.” Ibunya dengan sedih berkata, “terima kasih Bu, saya mohon bantuannya dari Ibu,”

Berita ini pun sampai ke telinga Lena, dan terkejutnya dia. Dia malu mempunyai pacar yang tidak lulus sekolah. Walaupun dia tahu kalau Erick adalah siswa pintar dan aktif namun di samping itu dia juga tidak bisa menahan malu di kala teman -teman Lena menanyakan perihal Ketidaklulusan Erick. Pada saat itu muncullah sosok Egi. Seorang cowok tampan putih yang sebenarnya sudah mempunyai pacar. Egi masih satu sekolah dengan Erick, malah Egi mempunyai pacar yang satu kelas dengan Erick.

Egi sebernarnya mempunyai perasaan dengan Lena sejak lama tapi dia mengetahui kalau Lena berpacaran dengan Erick. Namun setelah mendengar Erick Tidak Lulus dan dia berencana untuk mengambil hati Lena di saat hubungan mereka terganggu karena ketidaklulusan Erick ini. Dan usaha Egi pun berhasil. Karena merasa pacarnya tidak Lulus ia pun memutuskan hubungan dengan Erick. Mendengar hal tersebut membuat Erick semakin terpuruk, namun orangtua Erick dapat meyakinkan buah hatinya untuk selalu berserah diri pada Yang Maha Kuasa. Dan memberi motivasi kepadanya.

Ujian remedial pun digelar Erick yang sudah mendapat dukungan orangtua merasa yakin bahwa dia akan buktikan kepada Lena bahwa ketidaklulusan ini bukan karena dia bodoh tetapi karena faktor lain. Ujian pun selesai bergulir dan hasilnya akan diumumkan selanjutnya, namun hati Erick masih belum tenang karena pengumuman kelulusan belum dia dapatkan. Dan selama itu pun Erick selalu melihat Lena dan Egi sedang berduaan. Namun Erick tidak menghiraukannya karena dia yakin waktu akan menjawab itu semua.

Hari kelulusan pun diumumkan dan benar adanya Erick bahkan mendapatkan nilai lebih dibandingkan teman-temannya yang lain. Akan tetapi Lena sudah terlanjur menjalin hubungan dengan Egi, walaupun hati Erick sakit namun dia pendam perasaannya tersebut. Kemudian pada saat memilih melanjutkan ke sekolah tingkat tinggi Erick yakin bahwa dia akan masuk ke sekolah favorit dan dapat melupakan Lena yang telah mengkhianati hatinya. Namun alangkah terkejutnya Erick tatkala guru olahraga sekolah menengah atasnya meminta dia tetap melatih siswa-siswi di mana Lena masih bersekolah. Dia merasa keberatan namun tak mampu menolak permintaan dari gurunya tersebut. Dan meminta untuk ditemani Windu sahabat karibnya sekaligus juga pelatih basket semasa sekolah.

Dan benar adanya yang dikhawatirkan Erick dia selalu melihat Lena dengan Egi bersama. Walau sakit hati dan sedih Erick tetap dengan ucapannya untuk tetap melatih. Erick yang sudah mendapat kelulusan akhirnya menjalani tes masuk Sekolah tingkat tinggi dan benar adanya Erick diterima di sekolah favorit namun Egi diterima di sekolah swasta yang kurang bagus. Di situ Erick merasa bersyukur mungkin jalan dia harus seperti ini dan hasil manis yang didapat selanjutnya.

Tak lama setelah Erick masuk ke perguruan tinggi dan masih melatih. Di sekolah menengah atasnya diadakan suatu acara di mana semua murid melaksanakan berkemah bersama, dan dihadiri oleh Erick selaku pelatih basket. Tanpa diduga pada saat berkemah, Lena selalu memandang ke arah Erick dan tersenyum. Namun Erick belum bisa melupakan rasa sakit yang telah ia dapat di kala dia terpuruk namun Lena meninggalkannya.

Bersambung

Cerpen Karangan: Ebil Bramayo
Facebook: https://www.facebook.com/ebilbramayo

Cerpen Kesempatan Kedua (Bersyukur) (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hanya Menjadi Kenangan (Part 1)

Oleh:
“Sudah begitu lama kisah cintaku menjadi kenangan, sudah begitu lama aku tak bertegur sapa dengannya, dan sudah begitu lama aku kembali merindukannya.” Farra adalah gadis yang sekarang duduk di

Kasih Sayangku Kasih Sayang Tuhan

Oleh:
Langit semakin menunjukkan warna keemasannya, dan burung-burung pun beterbangan kembali ke sarangnya masing-masing, angin lembut membelai helaian rambutku melalui jendela yang sengaja aku buka, mencoba menghilangkan bau obat-obatan dari

Sahabat Sejati

Oleh:
Pada saat aku masuk SMP, aku itu menyukai seseorang dia itu bernama Rangga. Dia orangnya itu baik sekali dan nggak kayak yang lain. Di kelas 7 ini aku duduk

Sebuah Rahasia

Oleh:
Amara bahagia sekali. Hari ini dia akan menyusul Adit, tunangannya ke Bali. Ini adalah mimpi yang dinantikan kenyataannya sejak lama. Sejak Adit memutuskan untuk kuliah di sana. “Saat aku

Dia, Cinta Luar Biasa

Oleh:
Pagi ini tak ada yang berbeda. Aktivitasku sama, bangun pagi, salat, mandi, sarapan lalu berangkat ke kampusku tercinta Akes Rajekwesi Bojonegoro. “huufftt bosan tak ada yang membuatku sedikit saja

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *