Kesempatan Kedua (Bersyukur) (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Cinta Segitiga
Lolos moderasi pada: 4 January 2016

Di bumi perkemahan tersebut terdapat air terjun nan indah dan air jernih yang sangat segar. Di sana terdapat sesi foto bersama, dan alangkah terkejutnya Erick ketika akan berfoto Lena dengan sengaja mendekatinya dan meminta untuk foto bersama. Kemudian Lena meminta Erick untuk bertemu di suatu tempat. Erick menolak namun teman-temen Lena dan Windu meminta untuk Erick dapat menghargai usaha Lena. Dengan berat hati Erick menuju ke tempat di mana Lena menyuruhnya bertemu.

Lalu Erick bertanya, “ada apa Len?” sambil menangis dan memegang bunga mawar Lena menjawab.
“tidak pernah aku dengar Kakak manggil namaku saja,” terisak-isak tangisnya. “apa Kakak benci sama aku?” Tanya Lena dan Erick hanya tersenyum dan menjawab.
“aku gak benci, hanya gak habis pikir saja”
“Kakak harusnya tahu posisi aku saat itu seperti apa” Lena dengan suara yang sengau karena berbicara sambil menangis.
“aku tahu kamu pasti malu,” jawab Erick, “ya sudahlah itu hanya masa lalu dan sekarang kamu sudah bersama Egi,” tutur Erick dengan nada agak kesal.

Lena menjawabnya, “aku udah gak sama Egi, dia tidak seperti Kakak yang bisa buat aku tersenyum dan selalu ada di saat aku membutuhkan seseorang untuk bersandar,”
Kaget dengan jawaban Lena Erick pun hanya bisa terdiam dan marah. Namun Erick bukan tipikal orang yang meluapkan amarahnya langsung, dia hanya terdiam dan memendamnya. Tak diduga Lena yang memang sudah tahu karakter Erick langsung memeluk dan meminta maaf. Sambil berkata, “maaf Kak, ade janji gak akan melakukannya lagi, apa pun keadaan Kakak ade pasti terima.”

Erick yang sedang emosi pun terkejut Lena memeluknya, dan hanya bisa terpaku. Lena kemudian berkata sambil memberikan sekuntum bunga Mawar, “aku pengen Kakak seperti yang dulu, kalau Kakak terima aku kembali ambil bunga ini dan simpan, jika tidak ambil dan buanglah bunga ini.” Dan karena Erick pun masih mempunyai perasaan yang sama Erick pun mengambil bunga tersebut dan menyimpannya.

“Tapi ada syaratnya!” tegas Erick, kemudian Lena menjawab, “apa pun saratnya ade pasti lakukan.”
“Bila suatu hari nanti kamu seperti ini lagi jangan harap aku akan memaafkan kamu,” dengan suara yang agak keras Erick berbicara. Namun Lena kembali menangis.
“Kakak kenapa selalu memanggil ade dengan sebutan kamu, apa Kakak emang tidak mau lagi dengan ade?”
“Maaf, untuk sekarang aku hanya bisa seperti ini saja, kalau kamu bisa buktikan mungkin aku akan kembali seperti dulu” jawab Erick. Lena hanya bisa terdiam dan menerima keputusan ini.

Hari-hari pun berlalu satu tahun setelah kejadian tersebut dan hubungan mereka kian membaik. Tetapi pada suatu saat, Windu dan Erick sedang melatih basket bersama dan kemudian Windu bertanya, “gimana hubungan lo sama Lena?” Erick hanya bisa tersenyum dan menjawab, “baik-baik saja,”
Sambil terperingai Windu mengolok-ngolok Erick, “emang gak ada rencana ganti pacar rick?”
“hahaha,” Erick tertawa dengan ucapan Windu, “emang kenapa Win gue harus ganti pacar?”ditepuknya punggung Windu.

“noh ada cewek cantik, namanya Ayu”
“Lena lebih cantik lah bro..” jelasnya.
“ah lo takut aja gak diterima sama Ayu kan?” bujuknya Windu menggunakan bahasa ejekan.
“hahaha, oke kita buktikan kalau gue bisa dapetin Ayu, lo teraktir gue ya”

Alangkah bodohnya Erick padahal Ayu masih satu sekolah dengan Lena, tetapi dengan ejekan Windu akhirnya Erick melakukan pendekatan. Tak lama kemudian didekatinya Ayu oleh Erick, dengan bujuk rayu Erick meyakinkan Ayu untuk jadi pacarnya. Dan telah berbicara bahwa hubungannya dengan Lena telah berakhir. Dan diterimanya Erick menjadi pacarnya Ayu. Namun selang seminggu hubungan Erick dan Ayu tercium oleh Lena. Dikarenakan teman-temannya mengetahui kedekatan mereka dan melaporkannya kepada Lena. Terjadilah pertengkaran antara Lena dengan Ayu.

“Eh, lo jangan sok cantik ya?” Tukas Lena dengan nada tinggi kepada Ayu kemudian Ayu menjawab.
“apa masalah lo!!”
“dasar cewek gak tahu diri ngambil cowok orang!” Lena menyindir dengan memicingkan mata, tetapi dibalasnya dengan suara meledek.
“lo kan udah putus sama dia, ngapain lo ngaku masih pacaran?”
Dijawabnya oleh Lena, “Putus, kapan kita putus dasar cewek gatel!!”
“dia sendiri kok yang bilang lagian dia yang nembak gue.” tutur Ayu.

Dengan amarah Lena kemudian pergi dan menunggu Erick datang karena kebetulan hari ini jadwal dia melatih. Erick pun datang, belum sempatnya dia melihat ke dalam Erick telah ditunggu oleh Ayu dan Lena. Erick memasang muka tidak bersalah dan berusaha menghindari mereka dengan berbalik arah untuk pergi. Namun Ayu dan Lena mengejarnya seraya meneriakinya. “Tunggu!! aku mau ngomong!” Dihadangnya laju Erick oleh Ayu.

“kamu benar udah putus sama Lena?” Tanya Ayu. Erick dengan gugup karena di sampingnya juga telah berdiri Lena.
Dengan suara gugup Erick menjawab, “eng..gak kita belum putus”
“terus kenapa kemarin kamu minta aku untuk jadi pacar kamu, dan bilang udah putus sama Lena?” ditanyalah kembali Erick dengan nada yang agak tinggi, mendengar hal tersebut Lena kemudian berlari sambil menangis dan Ayu pun demikian.

Dengan bingung dan gelisah apa yang harus dilakukannya. Dengan cepat Erick berpikir untuk mengejar Lena, karena memang hubungan dengan Ayu hanya sebatas main-main dengan temannya Windu. Dikejarnya Lena, dan Erick menjelaskan bahwa itu hanya main-main saja dengan Windu. Namun Lena tak mau percaya dan terus pergi. Lalu Erick berlutut di depan Lena dan memegang kedua tangannya seraya berkata, “maafkan Kakak, jika ade gak bisa terima dengan kesalahan ini ade boleh pergi, namun satu hal yang mesti ade percayai kalau Kakak hanya setia sama ade.” Dan mungkin karena telah lama bersama Lena pun memaafkan Erick.

Setelah kejadian tersebut hubungan mereka kembali harmonis dan sudah tidak terasa mereka berdua telah menjalani hubungan selama 3 tahun dan selama itu pula susah senang mereka lalui. Walau dalam hubungan mereka sempat beberapa kali terjadi perselisihan dan orang ketiga dalam hubungan mereka. Namun mereka kembali menjalani. Kemudian suatu hari pada saat di mana Lena sudah hampir akan Lulus Sekolah dan melnjutkan ke universitas hari-hari inilah di mana hubungan mereka tidak bisa diselamatkan lagi.

Memang hubungan ini dari awal tidak direstui oleh orangtua dari Lena dikarenakan Erick hanya seorang Lelaki dari keluarga sederhana dengan hanya ada ibu di sampingnya karena Ayahnya telah lama meninggal sejak Erick masih berumur 1 tahun. Dan usaha ibunya pun hanya berjualan nasi kuning. Tetapi mereka masih bertahan dan menjalani. Erick yang selama ini tidak pernah berprasangka buruk terhadap Lena baru tersadar ada yang berbeda dari sikap Lena.

Akhir-akhir ini, dia menjadi tertutup dan sepertinya menyembunyikan sesuatu. Pada malam minggu tersebut terdapat konser musik, Lena menolak diajak Erick dengan beralasan akan ada sodaranya yang datang dari daerah. Dan kecurigaan Erick ternyata benar. Erick sengaja memata-matai Lena, dan benar adanya. Lena sedang berjalan dengan seorang laki-laki menggunakan sepeda motor. Kemudian Erick membuntutinya dan menyapa Lena di jalan.

“hai Len, apa kabar?” dengan terkejut Lena menyuruh lelaki tersebut untuk berhenti.
Dan alangkah kagetnya Lena berpindah ke motor yang dikendarai oleh Erick. Dan Lelaki tersebut menanyakan ke Lena siapa Erick. Lalu Lena menjawab, “Dia cowok aku..” Lelaki tersebut sangat kesal dan tidak menerima dengan perlakuan Lena.

Dan lebih buruknya lagi ternyata Lelaki tersebut adalah teman dari Kakak Lena yaitu Yana. Mendengar teman karibnya dipermainkan adiknya Yana bergegas mencari Lena, dan alhasil mereka bertemu di suatu tempat. Ditamparnya Lena oleh kakaknya tersebut, melihat Lena ditampar Erick respon memukul Kakaknya Lena dan terjadilah perkelahian di antara mereka. Akhirnya Lena dibawa pergi kakaknya, dan Erick hanya bisa terdiam dan menahan marah serta kesalnya.

Keesokkan harinya Lena yang tiap minggu pagi selalu jalan-jalan dengan Erick terlihat lebam matanya karena menangis semalaman. Tak lama Lena berkata. “Kak, kita putus saja,” mendengar hal itu hati Erick berdegup kencang tak percaya apa yang dia dengar dari Lena.
“apa ini karena kejadian semalam?” ringkas Erick.
Seraya Lena menjawab, “Bukan, abangku sudah baikan, hanya sekarang orangtuaku yang tidak mau melihat kita bersama. Mereka berkata jika kita masih bersama aku tidak akan diteruskan sekolah lagi.”

Lalu Erick menjawab, “biar aku yang menjelaskan kepada mereka” dengan perasaan cemas Erick menjelaskan kepada Lena. Lena menangis dan menjawab, “Jangan!! Aku gak mau kamu diapa-apain keluargaku,”
Memang keluarga Lena sangat terpandang di daerahnya. Dan apa daya Erick yang hanya anak dari penjual nasi kuning hanya bisa merenungkan nasibnya.

Seminggu berlalu dari kejadian tersebut, Erick merasa kehilangan Lena, dan ia pun memberanikan diri untuk datang ke keluarganya. Dan belum sampai ke depan pintu rumahnya Erick telah dihadang oleh Kakaknya Lena. Yaitu Yana, dan Yana dengan sombongnya berkata, “mau ngapain lo ke sini?”
Erick dengan sabar menjawab, “mau ketemu Lena Kak,” dengan tertawa dan menjawab, “Lena gak ada, dia pergi dengan temannya.”

Setelah diselidiki ternyata temannya tersebut adalah lelaki yang mengadu pada Yana pada malam konser tersebut. Tak terima dengan perlakuan kakanya Lena, kemudian Erick pergi untuk mencari Lena. Lena yang sedang berjalan dipergokinya oleh Erick, lalu Erick berkata, “Segini saja perjuangan kamu untuk hubungan kita?” Lena yang telah hafal suara tersebut kemudian menoleh dan terkejut melihat sosok Erick yang ada di hadapannya sekarang.

Erick melanjutkan bicaranya, “Tak ingatkah aku pernah bicara, jika kamu seperti ini lagi aku tidak akan memaafkan kamu seumur hidupku” mendengar hal itu Lena kemudian menangis, akan tetapi lelaki yang sedang bersama Lena tersinggung karena Lena dibuat menangis oleh Erick. Dan lelaki tersebut mendorong Erick dan berkata.
“Lo kan udah putus sama Lena jadi apa masalahnya lagi? sekarang dia sama gue,” namun Erick tak menghiraukannya ocehan lelaki tersebut dan terus memaksa Lena untuk menjelaskan mengapa bisa bersama lelaki ini. Namun Lena malah meminta lelaki tersebut menghubungi kakaknya Yana, tak lama Yana pun datang dengan tatapan tajam Yana menanyakan ada apa.

Lelaki tersebut menjelaskan jikalau Erick datang dan membuat Lena menangis. Mendengar hal tersebut Yana marah dan meminta Erick menjauhi adiknya dan menyuruhnya pergi sekarang. Namun Erick menolak dan masih meminta penjelasan kepada Lena tentang apa yang terjadi. Sehingga dia diputuskan dan jalan dengan lelaki teman dari kakaknya tersebut. Yana yang sudah hilang kesabaran menarik Erick dan terus memintanya pergi. Erick pun menurutinya dan kembali pulang dengan perasaan rasa sakit hati yang dalam.

Tak lama Erick berada di rumahnya datanglah Yana dan orangtuanya. Orangtua Erick merasa kebingungan dengan apa yang terjadi, kemudian orangtua Lena meminta Erick agar menjauhi putrinya Lena karena mereka masih kecil dan belum bisa mencari usaha sendiri. Orangtua Erick berkata akan berusaha untuk menjauhkan Erick dari Lena, namun orangtua Erick masih mengharapkan hubungan mereka baik-baik saja. Karena orangtua Erick begitu dekat dengan Lena dan telah dianggapnya Lena anak sendiri. Namun orangtua Lena yang memang terpandang di daerahnya menganggap remeh dan berkata, “akan diberi makan apa anak saya jika bersama Erick?!” orangtuanya pun penjual nasi kuning apa yang bisa diharapkan. Mendengar hal itu orangtua Erick terdiam dan hanya bisa bersabar.

Tak lama Yana dan orangtuanya pergi meninggalkan Erick dan ibunya yang sakit hati atas perkataan orangtua Lena. Dimulai pada hari itu pun Erick menjauhi Lena dan berjanji akan kembali jika sudah menjadi orang sukses. Waktu berjalan cepat, Erick telah lulus kuliah dan bekerja sebagai staf di salah satu perusahaan swasta dan berniat untuk kembali menemui Lena dan melamarnya. Betapa terkejutnya Erick mendengar bahwa Lena telah menikah dengan lelaki teman dari Yana. Erick masih penasaran dan mencari tahu tempat tinggal Lena sekarang. Dan tak dapat ditahannya air mata Erick setelah tahu keadaan Lena sekarang.

Seperti roda yang berputar, dulu ketika Erick masih sekolah dan hanya dibiayai oleh orangtuanya yang seorang pedagang nasi kuning berganti menjadi mapan dan sukses. Namun Lena dengan lelaki pilihan kakaknya hidup dalam kekurangan karena orangtua Lena telah jatuh miskin. Lebih parah lagi lelaki yang sudah menjadi suami Lena tersebut bekerja serabutan. Dan Erick hanya bisa bersyukur dengan apa yang telah ia dapat sekarang dan pergi dari kehidupan Lena untuk menjalani kehidupannya sendiri.

The End

Cerpen Karangan: Ebil Bramayo
Facebook: https://www.facebook.com/ebilbramayo

Cerpen Kesempatan Kedua (Bersyukur) (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dia Yang Terluka

Oleh:
“Apa? Kamu gebetan sama azkar? Gilaa kamu ituu pacarnyaa gilang sya” mia kaget sekali dengan ceritaku. Padahal aku biasa biasa saja “oh ayolah mi, aku juga butuh temen jalan

Penantian

Oleh:
Diceritakan sebuah kisah cinta seorang gadis yang memiliki hati begitu murni. Sekali ia jatuh cinta maka ia akan menjaga cinta itu untuk selamanya, tapi itu pun jika ia merasa

Ku Goreskan Luka di Binar Matanya

Oleh:
Dalam hidup ini kita pasti punya cinta. Tentunya cinta yang mengajarkan kita banyak hal menuju kebaikan, bukan cinta yang membawa kita terjerumus pada kesesatan. Cinta adalah bagaimana kita menghargai

Ku Pilih Sahabat di Banding Dia

Oleh:
Pagi yang cerah menyapa. Burung yang indah kian bersiul, layaknya sedang membisikkan suatu kiasan kata. Geby, seorang gadis penghuni kota ‘Bandung’ terbangun karena sang mentari begitu menyorotnya. “Huaah… Ngantuk

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *