Ketika Wanita Itu Menghampiri Mu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 28 August 2013

Kala itu aku sedang duduk santai di bangku taman kampus, sambil membaca buku kuperhatikan satu-persatu halaman demi halaman yang kuharapkan bisa menembah wawasanku. tak lama kemudian ku mendengar suara langkah kaki yang hendak menghampiriku.
“Hai sedang apa?”. Suara laki-laki itu yang kurasa sudah berada dekat dengan posisi duduk ku.
“Sedang membaca buku saja,”. Jawabku agak malas.
“Tiba-tiba sekali kau melakukan ini”. Dirinya bertanya lagi padaku.
“Kurasa saat ini aku tak tahu mau melakukan apa, jadi apa salahnya aku membaca buku. Mengisi waktu luang”. Timpalku sambil menjelaskan.
“Kau mau ini?”. Sambil menyodorkan segelas jus minuman dingin kepadaku.
“Ambillah aku membelikan ini untukmu”.
“Untukku?, tak biasanya kau seperti ini kepadaku, Han”
“Memangnya tidak boleh aku membelikan ini untukmu, ya sudah aku ambil lagi saja minumanku kalau kau tidak menginginkannya”. Nada bicara yang membuatku terasa lucu jika didengar.
“Iya iya, aku ambil pemberiaanmu, terima kasih ya. Han”
“Oke sama-sama, diminum dong. Ra”
Akhirnya keduanya meminum minuman yang dibawa lelaki itu, dengan nikmatnya mereka meneguk perlahan airnya. Tampak pandangan yang tak sewajarna sebagai seorang sahabat dekat, entah apa yang mereka rasakan saat itu. Mereka seperti anak remaja yang dilanda rasa dilema yang mendalam. Apakah mereka merasakan yang namanya cinta?. Jika salah satu dari mereka tidak bisa berjalan bersama, seperti ada yang kurang dirasakan oleh rekan-rekan satu kampusnya. Pandangan mereka saling bertemu, binaran cahaya di mata mereka menceritakan sesuatu yang sulit untuk dijelaskan bagaimana rasanya. Mungkin mereka hanya bisa bertatap seperti itu, setelah selama 6 tahun menjalin persahabatan yang begitu dekat seperti sepasang kekasih yang begitu serasi. Namun, sepertinya mereka menyembunyikan perasaan yang mereka rasakan. Karena mereka lebih mencoba diam untuk masalah ini. Hingga pandangan mereka pun terlepas ketika mendengar seseorang memanggil.
“Farhan?” Suara yang tidak asing menurut mereka untuk didengar.
“Eh, kamu San, ada apa?” Ya Santi yang menghampiri mereka saat ini, wanita yang sangat menyukai Farhan. Namun sampai saat ini Farhan belum bisa membalas perasaannya karena ada wanita lain yang mengisi hatinya terlebih dahulu, itulah Rasti sahabatnya sendiri.
“Kamu mau membantuku menyelesaikan tugas biologi ini tidak?, aku kesulitan nih, terlalu rumit bagiku untuk menyelesaikannya. Mungkin dengan bantuan mu aku bisa memperbaiki nilaiku yang akhir-akhir ini turun”. Ucapnya dengan agak sedih.
“Mungkin kau kurang belajar San, Harusnya kau mencoba dan lebih banyak membaca lagi tentang memahami pelajaran ini. Sulit memang tapi pasti bisa kok”. Rasti memberikan motivasi kepada Santi, namun dari raut muka yang ditunjukan Santi seperti raut wajah yang tidak suka Rasti berbicara seperti itu.
“Kau tak perlu menasehati ku Rasti, aku tak suka dinasehati kamu, kau kira kau sudah lebih baik?. Aku tak butuh kamu disini kalau hanya untuk menceramahi aku. Lebih baik kau pergi saja sana dengan yang lain tinggalkan aku dan Farhan saja disni. Lagi pula aku cuma butuh Farhan bukan kamu”. Santi berucap dengan sangat ketus kepada Rasti.
Tak layaknya perempuan seperti biasanya pastilah sakit hatinya apabila dikatakan hal semcam itu. Tanpa fikir panjang Rasti pun meninggalkan mereka berdua dalam keadaan terisak, menimbulkan rasa yang juga sedih dan tidak enak di hati Farhan. Ketika dirinya ingin mengejar Rasti, tangannya sudah terkunci oleh dekapan tangan Santi.
“Apa yang kau lakukan kepadanya?, lihatlah dia menangis karena ucapanmu itu”. Farhan berusaha membela.
“Aku tak menginginkan dia ada disini, kau tahu aku ingin belajar dengan mu, bukan dengan dia”. Bantah Santi pada Farhan.
“Tetapi, aku tidak suka dengan caramu yang seperti tadi”. Farhan masih tidak menerima kini dia tidak bisa berbuat banyak.
“Hei, disini aku ingin kau membantuku menyelesaikan ini, sudah lah dia cuma sahabatmu saja. Kenapa kau begitu membelanya?. Lupakan dia disini ada aku yang sedang membutuhkanmu”. Santi sungguh bersikeras membujuk Farhan.

Sebenarnya Farhan ingin sekali mengejar Rasti memberikan sedikit pengertian kepadanya. Tapi rasanya tidaklah mungkin untuk saat ini sekarang ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk menemui sahabatnya dan berbicara secara perasaan dengannya.

Cerpen Karangan: Akarifah Atiekah
Blog: http://senandungsastra.blogspot.co.id

Cerpen Ketika Wanita Itu Menghampiri Mu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kamu dan Dia itu Aku

Oleh:
Di sini aku terbiasa terpekur dan berdiam diri, melihat bintang-bintang dan menceritakan kisahku sepanjang hari. Di loteng rumahku. Ya. Di sanalah aku melamunkan impianku bersama damainya malam penuh bintang.

Melody Terakhir Buat Awan

Oleh:
“Ga semestinya, Bel.. gue suka sama cowok kaya dia.” Ucapku di sepanjang perjalanan pulang sekolah. “Lu ngomong apa sih? Jangan gitu! Semua orang berhak naruh rasa buat seseorang..” jawab

Remedial

Oleh:
Malam minggu sehabis ujian mungkin bagi para remaja adalah hari yang paling menyenangkan tapi bukan bagi ku atau mungkin siswa sekolah ku (kemungkinan ya). Aku bukan sibuk karena apapun

Gadis yang Sama

Oleh:
“Kau mencintainya?” tanya Fahmi pada Andi, sahabatnya itu. Gerak-gerik sahabatnya memang tidak salah lagi menunjukkan perasaan yang spesial pada seorang gadis cantik di kelasnya. Fahmi penasaran jawaban apa yang

Vitamin C++ (Part 2)

Oleh:
Tak terasa, pelajaran pertama pun usai kami lewati, kini pelajaran kedua yang tak lain pelajaran Biologi. Biologi merupakan pelajaran yang sangat aku sukai dan bisa dibilang aku cukup mahir

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *