Langit dan Bumi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga
Lolos moderasi pada: 11 February 2014

Langit dan Bumi. Ya, begitulah nama panggilan dari dua saudara kembar identik itu. Wajahnya bagaikan pinang di belah dua, mereka begitu mirip, sulit sekali membedakan. Namun tabiat keduanya sangat berbeda. Mereka lahir hanya berselang lima menit. Langit kakaknya. Hampir setiap hari, kedua cowok itu berseteru. Ibu dan ayahnya tak sannggup lagi untuk menyatukan mereka. Ibunya menyesal kenapa dulu memberi nama langit dan bumi. Bukankah langit dan bumi tidak akan pernah bersatu.
Mereka seperti kucing dan anjing saja, tak pernah ada habisnya.

Langit lebih suka menghabiskan waktu untuk jalan-jalan, nongkrong bersama teman-temannya. Berbeda sekali dengan Bumi. Ia lebih senang ngendon di dalam kamarnya bersama tumpukan buku. Baginya, jalan-jalan, atau nongkrong bareng teman-teman hanya membuang-buang waktu. bumi memang sedikit pendiam dan tertutup dari pada Langit. Ia hanya berteman dengan buku. Sampai akhirnya kedua cowok kembar ini masuk SMA, dan kebetulan sekali mereka satu kelas. Tak di sangka mereka berdua jatuh cinta kepada seorang gadis di kelasnya tersebut. Mentari namanya. Langit lebih jago merayu daripada Bumi. Ia begitu lihainya mendekati gadis pujaannnya itu. Langit memang banyak bicara. Tong kosong nyaring bunyinya, pepatah itulah yang pantas untuknya.
Berbeda dengan Langit, Bumi hanya melihatnnya dari jauh. Ia tak pernah mendekati Mentari. Jauh di lubuk hatinya, ia begitu geram kepada kakaknya. Sampai suatu saat mereka pun bertengkar hebat hanya karena gadis itu. Kedua kakak-beradik itu adu jotos di dalam kelas.

“tidak ada yang boleh memilikiku”, ujar Mentari saat di suruh memilih di antara mereka berdua.
“kalian ini saudara, kenapa kalian harus bertengkar hanya karena aku”, ujarnya sambil menahan tangis.
“lebih baik kalian bersalaman. Aku ingin kalian damai”, ujarnya lagi.
“sudahlah Mentari. Cepat kau pilih di antara kami. Kami tidak mungkin bersatu”, ucap Langit.
“oh, jadi begitu. Aku akan merasa berdosa jika kalian bertengkar terus-tersan seperti ini”, ucapnya lagi.
“Mentari, aku ikhlas jika kau lebih memilih Langit di banding aku”, ujar Bumi.
“tidak, tidak boleh ada yang memiliki aku. Jika kalian terus begini, aku akan…”, Mentari tak melanjutkan perkataannya. Ia berlari dan naik ke atas gedung sekolahnya. Bumi dan Langit berlari mengejarnya.
“jika kalian tetap tak mau bersalaman, maka biarkan aku pergi”, ujarnya. Langit dan Bumi tetap mempertahankan egonya. Mereka tak ada yang mau bersalaman. Tak di sangka, Mentari benar-benar melakukan hal gila tersebut. Ia meloncat dari atas gedung. Dan BUKK…!!! Darah mengalir dari kepalanya. Langit an Bumi, hanya melongo. Mereka terdiam membatu.

Nyawa Mentari tak bisa di selamatkan. Ia pergi menghadap Tuhan. Langit dan Bumi benar-benar tak percaya atas kejadian ini. Mereka sama-sama terpukul. Berhari-hari keduanya merenungi kesalahannya di kamar. Hingga akhirnya mereka menyadari.
“Bumi, sepertinya kita mulai sekarang baikan saja. Nggak usah berantem-berantem lagi”, ujar Langit sambil mengulurkan tangannya meminta maaf. Bumi pun juga minta maaf. Hanya karena ego mereka, Mentari harus jadi korban. Tapi untuk apa di sesali. Nasi sudah menjadi bubur, lebih baik membuka lembaran baru untuk hidup lebih baik lagi. Jangan sampai ada korban lagi. Mereka berjanji pada diri mereka sendiri untuk hidup saling menyayangi…

Cerpen Karangan: Yuni Maulina
Blog: yuni-maulina.blogspot.com
Facebook: yuni Lindsey

Cerpen Langit dan Bumi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tearsdrop On My guitar

Oleh:
Cakka looks at me… i fake a smile… he won’t see… what i want and i need.. and everything that we should be… Aku melajukan Honda Jazz Biruku di

Antara Aku, Kau dan Mantanmu

Oleh:
Pagi itu KESEDIHAN benar-benar menyelimuti hati dan jiwaku, butiran-butiran air mata terus menggelinding membasahi kedua pipiku. Bagaimana tidak, jikalau Sang kekasih yang amat sangat kucintai sedang dekat dengan seseorang.

Let Me Be The One

Oleh:
Aku masih tertawa sambil menatapnya. Menatap sosok yang akhir-akhir ini mewarnai hariku. Sebenarnya aku merasa malas untuk menghadiri latihan ini. Namun karena kehadirannya, aku rela pulang malam hanya untuk

Menanti Surga

Oleh:
Hidup akan terasa indah saat kita selalu bersyukur atas apa yang telah kita terima, ikhlas dengan apa yang sudah terjadi. Sebagaimana manusia, aku tidak bisa melawan takdirku sendiri. Sesuatu

Aku atau Dia

Oleh:
Pagi hari yang cerah, burung berkicau pohon-pohon menari-nari, ada dua gadis remaja yang sangat cantik duduk di bawah pohon… “Hai kenalin gue Reza” ucap laki-laki itu sambil mengulurkan tangannya,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *