Long Distance Relationship

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 16 February 2016

“Sejauh apa sih hubungan lo sama Diki?” tanya Silvi yang sibuk menghabiskan baksonya.
“Entahlah Vi gue juga bingung,”
“Sebenernya dia sayang nggak sih sama lo? kok dia selalu minta ini itu ke lo?” tanya dia lagi.
“Gue yakin, Diki pasti sayang sama gue Vi. Lagian kita pacaran udah 8 bulan maksud gue hampir 8 bulan.”

“Lo mau aja dijadiin ATM-nya si Diki itu. Lo sadar gak sih Vey lo tuh cuma mainan dia doang? Lo inget waktu dia nembak si Maya di kelasnya? Apa dia ngehargain lo? Enggak kan!” Silvi mulai geram menilai sifat Diki yang memang mengincar wanita lain. “Maya kan cuma adek kelasnya Vi lagian gue percaya kok sama dia,” ucapku membela Diki.
“Ya udahlah Vey kalau lo yakin dia bisa berubah semoga aja dia kali ini beneran berubah.”

Aku dan Diki sudah 8 bulan berpacaran. Diki memang bukan tipikal lelaki romantis, tapi entahlah aku menyukainya. Jujur saja, dari awal memang aku yang yang menyukainya. Aku yang mengejarnya dan akhirnya dia menjadi pacarku. Hubunganku dan Diki tidak selamanya mulus, sudah sering dia membuat jatuh air mataku. Tapi entahlah aku bisa memaafkan dan menerimanya.

1 Oktober 2015
“Happy monthsary yang ke-8 ya sayang,” ucapku pada lelaki berkulit sawo matang itu.
“Iya sayang.” jawabnya dingin. Diki memang orang yang sangat dingin bahkan kepedulian dia padaku tidak pernah sesering mantanku yang lain. Tapi sudahlah aku harus bisa menerima dia karena aku sekarang sudah bersamanya. Satu minggu berlalu setelah annive itu aku dan Diki tidak bermasalah bahkan kami sudah begitu dekat.

“PING!!” isi BBM itu jelas membuatku kaget. Dengan cepat aku pun membalasnya.
“iya?”
“Suka main duel otak?” tanya dia.
“Enggak kak,” jawabku.
“Nama facebook kamu apa?” tanya dia lagi.
“Alvianti Ivey kak.” jawabku lagi.
Tak berapa lama dia menambahkan aku sebagai temannya di Facebook. Itu adalah Kak Gilbert yang tinggal jauh di sana. “De, mau nggak jadi pacar aku?” Aku tak menyangka Kak Gilbert akan secepat itu menyatakan cinta padaku.
Tanpa pikir lagi, aku langsung menerima dia karena dia memang baik dan aku pun sebenarnya suka pada dia.

“Apa? Lo pacaran sama orang jauh? Terus Diki gimana?” tanya Lisa sahabatku.
“Jangan keras-keras woy nanti gue ketahuan,” ucapku berbisik.
“Ya terus, si Diki mau lo kemanain Vey?” tanya dia lagi.
“Gue juga bingung. Gue sayang sama dia tapi gue suka sama Kak Gilbert.”
“Lo tuh ya! Hargainlah perasaan si Diki pacar lo.”
“Ya ini juga gue hargain dia Lis makanya gue gak mutusin dia.” jawabku ketus.

5 hari sudah aku menjalin asmara jauh dengan Kak Gilbert. Aku kira hubunganku dengan dia tak akan seperti ini. Kak Gilbert rupanya sudah mengenalkanku pada orangtuanya. Dan dia juga selalu ada saat Diki tidak ada. Dia romantis, humoris, dan secara tidak langsung aku mulai menyayanginya.

“Sayang..” panggilku.
“Apa sayang?” jawab Diki.
*Kita putus ya. Maafin aku” ujarku.
“Kenapa? Apa ada yang lain?”
“Sebenarnya aku sudah berpacaran dan aku nggak bisa ninggalin pacar aku yang sekarang. Aku sayang sama dia kak maafin aku yah,” ucapku kepada Diki yang juga kakak kelasku.
“Baiklah, aku doakan semoga kamu bahagia walaupun ini sakit buat aku,” jawabnya sedih.
“Maafin aku kak…”
“Iya, aku maafin kamu.”

Satu bulan pertama aku pacaran dengan Kak Gilbert, aku begitu nyaman walaupun kami hanya bisa bertatap muka melalui video call namun aku bahagia bisa melihatnya. Dia memang tidak setampan Diki namun entah aku mencintainya walau agama kami sangat bertentangan, tapi aku jauh lebih memilih Kak Gilbert dibanding Diki. Akhir-akhir ini dia berubah begitu cepat. Dia selalu sibuk dan jarang mengabariku. Aku curiga dengan sifat dia. Dia memang sibuk kerja, tapi dia tak pernah sesibuk ini.

Sampai akhirnya aku penasaran dan aku mencari tahu ada apakah dengan Gilbert? malam itu aku putus dengan dia karena dia selalu asyik sendiri. Namun dia meminta maaf dan menangis untuk memintaku tetap tinggal bersamanya. Karena aku masih mencintainya, akhirnya aku memaafkan dia. Sampai pagi itu aku tak sengaja membuka facebook milik Gilbert. Alangkah terkejutnya aku saat aku lihat isi pesan dia dengan temannya.

“Anter gue ke sana yuk. Soalnya aku dapet pacar orang sana,” Alangkah terkejutnya aku saat ku baca pesan itu. Karena sudah terlanjur penasaran, Aku membuka pesan dia dengan seorang wanita bernama Yelmi. Percakapan itu seperti layaknya orang pacaran. Betapa sakit hatiku dan akhirnya aku menelepon Gilbert untuk menanyakan hal ini.
“Pagi sayang,” ucapku menahan tangis. “Pagi,” jawabnya
“Gil, kamu pilih dia atau aku?” tanyaku sambil menahan air mata.
“Maksud kamu apa?” Tanya dia.

“Yelmi itu siapa?’
“Itu temen aku yang jahil sayang dia buka facebook aku dan itu bukan aku,” Gilbert beralasan.
“Ayolah Gil kamu jujur,” Pintaku sambil menangis.
“Apa aku harus pukulin temen aku biar kamu percaya?” Ucapnya
“Ya udah iya aku percaya.” Aku takut bahwa ucapan Gilbert ini benar dan dia akan memukul temannya. Akhirnya aku mengalah dan tidak lagi memperpanjang soal wanita itu.

Hari itu tepat hari sabtu malam minggu. Gilbert yang berjanji akan menghubungiku namun nyatanya dia tidak meneleponku sama sekali. Aku pun menghibur diri dengan bermain facebook. Aku tak sengaja mendapat seorang wanita meminta pertemananku di facebook. Aku pun menkonfirmasinya tanpa curiga. Setelah itu, entah kenapa perasaaku tidak karuan. Aku ingin melihat siapa yang tadi meminta pertemanan padaku. Alangkah kagetnya aku ketika aku melihat foto Profil wanita itu. Aku melihatnya dengan seksama walaupun aku juga sudah sangat yakin kalau, “Itu Gilbert?” tanyaku dalam hati. Aku segera mengirim pesan padanya.

“Pacarnya Gilbert? Udah berapa lama?” harap-harap cemas aku menunggu balasan. Dan akhirnya dia pun membalasnya.
“Iya, baru 3 minggu,” Air mataku tak bisa ku bendung lagi. Tangisku pecah saat ku tahu lelaki yang ku cintai ternyata menghancurkanku dengan begitu tega. Aku segera menghubungi Gilbert dan dia berjanji akan memutuskan wanita itu dan memilih aku karena dia tidak ingin menyakitiku katanya. Dia dan wanita bernama Riskia itu hanyalah sekedar iseng. Dan aku tahu wanita yang bernama Yelmi itu adalah ibunya Riskia.

Keesokan paginya Gilbert bilang dia sudah memutuskan Riskia. tapi aku juga tidak percaya walaupun dia memutuskan wanita itu di hadapanku saat dia menyambungkan teleponnya dengan teleponku. Aku sedikit reda dari tangisku. Namun apa yang terjadi, Gilbert dan Riskia tidak bisa dihubungi. Aku yakin bahwa mereka sedang teleponan. Dan yang lebih parahnya lagi, Gilbert tidak mengangkat teleponku sama sekali. Dadaku sakit hatiku hancur ingin rasanya aku teriak sekencang mungkin agar aku bisa melepaskan segala yang aku rasa.

Hal yang lebih mencengangkan adalah ternyata Gilbert berkata pada Riskia bahwa aku adalah adiknya. Sakit memang saat orang yang berjanji akan menikahi aku 4 tahun lagi, ternyata menganggapku sebagai ‘Adiknya’. Sepertinya lelaki berusia 2 tahun lebih tua dariku itu belum puas menyakitiku. Dia memasang foto gadis itu sebagai foto profilnya di facebook dan yang lebih merobek hatiku adalah, mereka membuat status hubungan di facebook dan bodohnya aku malah melihatnya. Aku sakit, aku hancur tapi apa boleh buat semua sudah terjadi dan aku tak mungkin memutar jam waktu. Jika saja aku boleh memilih, aku lebih memilih tak pernah mengenalnya daripada harus disakitinya. Lantas, apakah tujuan dia selama ini? Apa dia sengaja membuatku cinta lalu menggantikanku dengan orang lain? Akhirnya aku pun memantapkan niatku untuk melupakan dia.

“Vey kamu masih mau balikan sama Gilbert?” entah apa maksud Riskia mengirim pesan itu padaku. Hatiku ragu sejuta tanya mulai membayang dalam pikiranku.
“Emangnya kenapa kak?” tanyaku pada Riskia. “Aku gak bisa lanjut sama dia karena aku rasa kamu jauh lebih pantas buat dia dan aku juga gak bisa mengorbankan agama aku karena agama aku sama dengan kamu. Dan aku juga bener-bener nggak bisa karena aku juga udah ada yang lain,” Ujar Riskia menjelaskan lewat pesan facebook itu.
“Aku nggak bisa. Karena aku juga udah punya pacar lain.” ucapku yang bertolak belakang dengan kenyataan. Aku hanya takut Riskia sedang menguji seberapa rasa yang aku punya untuk Gilbert. Aku hanya terdiam terpaku membaca pesan Riskia itu.

Malam natal tiba. Tepat saat 24 Desember, Gilbert meneleponku. Karena aku merindukan dia, akhirnya aku menjawab teleponnya.

“Iya Gil?”
“Malam Ivey,” ucapnya ramah.
“Malam juga Gil,”
“Vey, aku kangen,”
“Kok kangen?” tanyaku yang sebenarnya sangat bahagia mengobrol dengan dia.
“Kamu mau kan temenin aku lihat kembang api natal?” ucapnya lagi.
“Iya Gil, aku mau.” jawabku.

Aku bahagia bisa menemani malam natalnya dan bercanda sambil menemani dia menonton kembang api di langit angkasa itu. Andai dia tahu bahwa hatiku saat itu sangat bahagia bisa mendengar dia tertawa walaupun dia bukan milikku lagi, namun itu tak sedikit pun mengubah rasa sayangku padanya. Aku suka pengorbananmu untukku Gil walaupun kau juga harus mengorbankanku demi kebahagiaan wanita itu. Iya, wanita yang kau panggil sayang itu. Tibalah saat malam tahun baru 2016. Gilbert meneleponku. Aku berusaha tidak mengangkatnya namun entahlah aku tak bisa setega itu mengabaikan dia seperti dia mengabaikan aku.

“Iya Gil,” ucapku.
“Aku mau balikan sama kamu aku nyesel ninggalin kamu dan aku minta maaf. Ternyata aku baru sadar kalau Riskia nggak sebaik kamu, nggak setulus kamu dan aku masih sayang sama kamu Ivey,” Aku bahagia mendengar kata dari Gilbert tapi aku takut kalau dia akan menyakitiku lagi dan mencari yang lebih baik lagi dariku. “Aku udah putus sama Riskia.” dia melanjutkan kalimatnya.

“Gil, aku minta maaf. Aku sebenernya gak pernah sayang sama kamu. Aku jahat Gil aku mohon jangan hubungi aku lagi. Riskia adalah pilihan kamu dan pasti terbaik buat kamu Gil. Lupain aku jangan ganggu dan hubungi aku lagi. Aku nggak ada rasa lagi karena aku udah sama orang lain.” tuturku yang sebenarnya saat itu tak sesuai dengan isi hatiku. Setelah itu, Gilbert tak pernah menghubungiku lagi.

Gil maafin aku. Aku gak pernah lupain kamu dan aku gak bisa lupain kamu. Aku berkata begitu agar kau cepat melupakanku dan aku ingin kau dapati orang yang lebih baik dariku. Aku melepasmu bukan karena aku tak mencintaimu. Aku hargai usahamu untuk mendapatkanku lagi. Aku hormati penyesalanmu yang telah membuat jatuh air mataku. Tapi sumpah aku tak bisa kembali lagi, karena benar kata Riskia bahwa aku tak mungkin mempertaruhkan agamaku. Aku mencintai Tuhanku dan ku mohon maafkan aku untuk itu. Terima kasih sudah pernah mencoba walau pada akhirnya kaulah yang membuatku berhenti mencoba.

Cerpen Karangan: Andrea Silvana Vilim
Facebook: Andrea Silvana

Cerpen Long Distance Relationship merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Senja Biru

Oleh:
Angin pantai yang cukup kencang sore itu membuat rambut gadis yang sedang menikmati senja melayang-layang seolah terpanggil oleh nyanyian arah angin. Namun, gadis itu tetap terpaku pada tempatnya duduk,

Dan Kamu Nggak Tau

Oleh:
Dimana hati, dimana pikiran, dimana raga udah linglung. whatever sih orang mau bilang apa atau mau bilang gimana, tapi yang pasti perasaan nggak bisa dipaksa buat dihentikan kan? Mungkin

Antara Kau dan Kejora

Oleh:
Pohon yang berjulang tinggi, menguak rindang pada dedaunan. Sepoi-sepoi angin pun mendesau, melambaikan dedaunan dan rerumput seolah-olah menyambut suasana malam yang hening. Malam ini, aku begitu setianya duduk mesra

Just A Friend

Oleh:
Pagi itu saat aku sedang bersepeda dengan temanku. Kami berdua bersepeda sendiri-sendiri. Aku bernama Fikka dan temanku Cikka. Dan saat itu aku mengajak Cikka untuk duduk di kursi taman

Menunggu Senja Di Terminal Giwangan

Oleh:
Sebelum pukul 07.00, aku telah bergegas menuju kampus, aku berjalan menuju halte trans jogja tak jauh dari rumah kost tempat aku tinggal. Selama beberapa menit kemudian, sebuah bus berwarna

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *