Love In Chocolate

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga
Lolos moderasi pada: 23 February 2016

Ting… Suara pintu otomatis sebuah toko cokelat terbuka. Tampak seorang pria berpakaian kasual memasuki toko itu. “Selamat datang!” Sambut seorang gadis penjaga toko sekaligus putri dari pemilik toko cokelat itu. Pria itu hanya membalasnya dengan senyum tipis. Pantas jika toko ini dinamai ‘Heavenly Chocolate’, toko ini menjual aneka olahan dari cokelat. Dari yang batangan hingga yang berbentuk lucu, yang terasa pahit hingga yang manis, kue, cookies, bahkan aneka minuman cokelat pun tersedia di sini.

Beberapa hari ini, toko ini menjadi lebih ramai dari biasanya, karena hari ini tanggal 13 februari, itu berarti besok hari valentine. Gea membantu ayahnya di toko setelah pulang sekolah. Ibunya sudah meninggal saat ia masih duduk di bangku SMP. Sebagai anak tunggal, sudah menjadi kewajiban Gea untuk membantu ayahnya di luar kehidupan sekolahnya. “Ada yang bisa saya bantu?” Tanya Gea dengan nada ramah. Ia sudah mempelajari ini dari ayahnya.
“Cokelat yang seperti ini.” jawab pria itu sambil mengetukkan jarinya pada kaca etalase yang membatasi sebuah sampel cokelat berbentuk hati dengan udara luar. ‘Pasti untuk kekasihnya’

Keesokan harinya di kelas XI IPA 2 kedatangan murid baru. Ternyata dia adalah Ray, pria yang kemarin Gea temui di toko cokelatnya. Seusai memperkenalkan diri ia pun berlalu ke tempat duduk yang telah ditunjukkan. Bel istirahat berbunyi lima menit yang lalu, kini hanya ada Gea dan sahabat dekatnya, Ica di dalam kelas.

“Gea…” Ucap Ica. Gea tidak menjawab. Pandangannya masih terpaku pada novel di atas mejanya.
“Ini kan hari valentine,” Ica menggantungkan ucapannya.
“Terus?” Gea pun menutup novel yang dibacanya sejak guru yang mengajarnya keluar dari kelas.
“Kamu nggak ngasih aku cokelat?”
“Mau? Beli sendiri!!” Ica pun memenyunkan bibirnya.
“Huh, pelit!! Eh Gea, ngomong-ngomong, anak baru yang tadi, keren ya?!”
“Ha?”

Seiring berjalannya waktu, dugaan Gea benar-benar terjadi. Ica ternyata menyukai Ray. Hampir setiap hari Ica menjadikan Ray sebagai topik pembicaraannya. “Good luck ya!!” Hanya itu yang bisa Gea ucapkan setiap kali Ica mencurahkan perasaannya pada Gea. Gea pun menjadi semakin dekat dengan Ray melalui Ica. Suatu hari Ray mengunjungi toko cokelat Gea. “Selamat dat-tang!” Suara memelan saat mengetahui bahwa itu adalah Ray.

“Kamu Ray. Sendirian?” Tanya Gea.
“Iya, chinnamon hot chocolate-nya dua,” Pesan Ray.
“Yang special ya!” Tambah Ray.
“Oke..” Disana mereka bercakap-cakap cukup lama. Hanya saja sesekali Gea meninggalkan Ray untuk melayani pembeli ataupun pengujung. Kedekatan di antara mereka membuat Gea memiliki perasaan aneh pada Ray. Setiap kali perasaan itu muncul, Gea selalu berusaha untuk menepisnya. Karena ia tahu, pria itu adalah orang yang disukai sahabatnya.

Satu bulan kemudian Ray mengundang semua teman sekelasnya untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-17 di rumahnya, termasuk Gea dan Ica. Acaranya sangat mewah. Pantas saja, ayahnya adalah seorang pengusaha kaya. Di tengah-tengah acara, terlihat Ray berbisik di telinga ibunya yang kemudian tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Tak berapa lama kemudian tampak Ray dengan membawa seikat bunga mawar merah muda. Ia berjalan menghampiri seorang gadis seusianya. Pandangan semua tamu pun mengikuti arah kaki pemuda itu melangkah. Tanpa ragu, Ray pun berlutut di hadapan gadis itu. Sontak hal itu membuat semua tamu terkejut, terutama gadis yang tengah berdiri di hadapan Ray itu.

“Would you be my girlfriend?” Mata gadis itu pun semakin membulat, tubuhnya mematung. “Gea..” Ya, gadis itu adalah Gea.

Kini Gea dihadapkan pada dua pilihan yang sangat sulit baginya. Ia tidak mungkin membalas perasaan pria yang dicintai oleh sahabatnya. Ia tidak ingin melukai perasaan Ica. Namun di sisi lain, jauh di dalam lubuk hatinya, ia pun memiliki perasaan yang sama pada pria itu. Gea mengedarkan pandangannya untuk mencari sahabatnya. Dan di tepi kolam itu, ia menemukan sosok yang ia cari tengah tersenyum kepadanya dan memberi isyarat sebuah anggukan. Bila Gea tidak menerima perasaan Ray, pria itu pasti sakit dan malu. Terlebih lagi ini adalah perayaan ulang tahunnya. Setelah mendapat anggukan dari Ica, pandangan Gea kembali beralih kepada Ray. Ia memejamkan matanya sejenak, kemudian membukanya kembali. Kini perasaannya sedikit tenang walau masih ada rasa tegang yang menyelimutinya.

“Bagaimana?” Ray kembali bertanya. Dengan ragu, Gea menganggukkan kepalanya.

Kini Gea mulai cemas. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, tapi ia masih terjaga. Kejadian dua jam yang lalu membuatnya merasa bersalah pada Ica. Sudah berulang kali ia mencoba menghubunginya, namun gagal. Entah handphone-nya mati, dimatikan, atau Ica sudah tidur. Yang jelas itu membuat Gea semakin merasa bersalah. Keesokan harinya Gea berangkat sekolah lebih pagi dengan harapan ia dapat mempunyai banyak waktu untuk menjelaskan semuanya pada Ica. Benar saja, harapannya terkabul. Tak berapa lama kemudian Ica datang dan kelas masih sepi.

“Pagi, Gea!” Sapa Ica dengan nada ceria dan senyuman, seolah tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.
“Pagi, Ca, aku mau minta maaf soal tadi malam..” Belum selesai Gea berkata, Ica sudah memotongnya.
“Gea, aku nggak apa-apa.” Kemudian Ica menceritakan semuanya, bahwa beberapa hari yang lalu ia sudah menyatakan perasaannya pada Ray. Namun Ray tidak memiliki perasaan yang sama padanya. Ray memang menyukai seseorang, namun bukan kepada Ica melainkan Gea. Dan Ica telah merelakannya.

TAMAT

Cerpen Karangan: Erica Zuliana
Facebook: Erica Zuliana

Cerpen Love In Chocolate merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kupu-Kupu Kertas

Oleh:
Tujuh tahun telah berlalu namun aku masih mengingatnya. Wanita yang tampak begitu sederhana di mataku. Wanita yang sering mengiringi langkahku dengan semangat juangnya yang tinggi. Wanita itu menganggap hidup

Rahasia Kita Usai

Oleh:
Hujan merintik semakin deras. Jam di pergelangan tanganku menunjuk pada pukul 4 sore. Kafe yang sedang kudiami semakin sepi, hanya ada satu-duaan pengunjung yang datang untuk berkunjung. Dentingan cangkir

Love’s Coming (Part 2)

Oleh:
“Kamu keren banget, cantik lagi,” Puji Jo pada Gronya. “Makasih kamu udah mau dateng,” Ucap Gronya sambil tersenyum, senyum yang beda dari biasanya. “Aww,” Gronya menggosok matanya, nampaknya ia

Limkai Narai

Oleh:
Terkisahlah kehidupan dua putra Raja Ananta yang selalu rukun. Tidak pernah sekalipun mereka merompak karena berebut tahta kerajaan. Karena Pangeran Lim adalah putra sulung dari Raja Ananta dan Putri

Aku atau Dia

Oleh:
Pagi hari yang cerah, burung berkicau pohon-pohon menari-nari, ada dua gadis remaja yang sangat cantik duduk di bawah pohon… “Hai kenalin gue Reza” ucap laki-laki itu sambil mengulurkan tangannya,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *