Love of The Past and Current (Part 5)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Pengorbanan
Lolos moderasi pada: 14 May 2015

Huaaahhh… rasanya aku bisa gila kalau terus menerus seperti ini. Aku sangat merindukan Tere, sementara itu aku harus meluangkan waktu untuk menjalankan hubungan yang palsu ini. Malam itu aku mengobrol banyak dengan Tandy melalui telepon. Sepertinya kami berdua adalah pria yang sama-sama mengalami masalah percintaan yang sangat berat. Mungkin kami berdua bisa depresi dan menjadi gila.

Akhirnya di sabtu sore itu aku menjemput Anaya untuk mengajaknya ke taman kota. Anaya sangat senang ketika aku datang, lalu ia segera masuk ke dalam mobil dan tersenyum manis padaku. Aku membalas senyumannya, tidak lama kemudian aku pun mengendarai mobilku kembali menuju taman kota. Sesampai disana seperti biasa kami berdua berjalan-jalan mengelilingi taman. Anaya banyak sekali bercerita tentang kehidupannya saat ini, sementara itu aku lebih banyak diam dan mendengarkan ocehannya.
“Duduk disana yuk, aku ingin menceritakan sesuatu sama kamu” ajak Anaya sambil menggandeng tanganku menuju sebuah bangku taman yang berada di dekat air mancur.
Anaya memandangku. Sementara itu aku hanya duduk terdiam.
“Kenapa kamu bersedih?” Tanya Anaya.
“Hmmm… aku tidak bersedih” jawabku.
“Kamu tidak bisa membohongiku, aku bisa melihat dari matamu” jelas Anaya.
Aku terdiam sambil memandang Anaya.
“Ndra…, sebenarnya aku sudah mengingat semuanya” kata Anaya pelan.
“Apa…!!!” Teriakku kaget.
“Iyah… Waktu aku mendengar percakapan kalian berdua di kantor kemarin, aku sangat terkejut dan tidak mempercayainya, tiba-tiba kepalaku sangat pusing dan seakan-akan dunia ini berputar dengan cepat, aku tidak bisa menahannya. sewaktu aku masuk Rumah Sakit kemarin, tiba-tiba ingatanku perlahan-lahan pulih kembali” jelas Anaya sambil tersenyum.
“Kamu pingsan dan tidak sadarkan diri hingga berjam-jam Nay, suhu tubuh kamu juga sangat tinggi” kataku.
“Akhirnya aku bisa mengingat semuannya, Ndra” kata Anaya sambil tersenyum.
“Benarkah?” tanyaku lagi tidak percaya.
“Iyah… Mankannya aku mengajakmu kesini untuk membicarakan hal yang terjadi padaku, sepertinya aku sudah merepotkan semua orang. Terutama kamu dan Tandy” kata Anaya.
“Ka… kamu juga ingat dengan Tandy?” tanyaku lagi.
“Iyah…, Tandy kekasihku, pria yang sampai saat ini aku cintai, Tapi sepertinya sekarang aku sangat menyakiti perasaannya. Aku juga ingin minta maaf sama kamu” jelas Anaya.
“Aku juga minta maaf, Nay? Jika aku pernah menyakitimu, lebih-lebih tentang kejadian tiga tahun yang lalu” kataku malu.
“Sudahlah… Mari kita lupakan semua itu, hmmm… justru aku yang mau berterima kasih kalau kamu sudah mau menjadi kekasihku yang baik, selama aku amnesia” jelas Anaya lagi.
“Hmmm… rasanya sangat aneh yaa” candaku sambil tertawa.
“Kita sekarang bisa berteman baik, kan?” Tanya Anaya.
“Iyah… Kita bisa menjadi sahabat!! Tapi mengapa hanya aku yang kamu ingat saat itu?” tanyaku penasaran.
“Hmmm… mungkin karena kamu adalah cinta pertama aku, aku tidak bisa melupakanmu waktu itu sampai aku bertemu dengan Tandy” jawab Anaya sambil tertawa malu.
“Uhhh… lega sekali hatiku ketika mengetahui sandiwara ini akhirnya akan berakhir, dan aku tidak terus-terusan membohongi kamu lagi dengan hubungan yang palsu itu” kataku sambil tertawa.
“Bagaimana dengan pacarmu?” Tanya Anaya.
“Dia masih marah padaku, ketika ia tahu dan memergoki kita berdua sewaktu di Mall?” jawabku.
“Yaaa ampun, sampai separah itukah aku merepotkan kamu? Maafkan aku yaa, Ndra” kata Anaya yang merasa tidak enak denganku.
“Hmmm… tidak apa-apa, lalu bagaimana dengan Tandy? Kamu harus secepatnya memberitahukan dia tentang kesembuhanmu ini, bukankah kalian mau menikah?” tanyaku.
“Itu dia yang mau aku ceritakan. Sepertinya aku sangat melukai hatinya” kata Anaya.
“Tandy itu pria yang baik dan sabar, Nay. Saat kamu amnesia, dia pergi mencariku dan dengan hati yang tabah ia memintaku untuk membantunya. Dia menginginkan aku menemani dan menjadi pacarmu kembali seperti dulu. Itu ia lakukan karena ia kasihan melihat keadaanmu, Tandy ingin melihat kamu bahagia walaupun sebenarnya ia sangat menderita melihat kita berdua” jelasku.
“Yaaa Tuhan, aku sangat jahat padanya?” kata Anaya sambil meneteskan airmatanya.
“Tandy pria yang baik dan bisa melindungimu? Sampai saat ini kami berdua masih suka mengobrol dan bertukar pikiran tentang kamu. Temuilah dia, Tandy sangat sayang dan mencintaimu” jelasku lagi.
“Aku malu…, aku malu untuk bertemu dan meminta maaf padanya, Ndra” kata Anaya pelan.
“Sewaktu kamu ulang tahun, sebenarnya Tandy sudah menyiapkan tiket untuk berlibur buat kalian berdua” kataku sambil tersenyum.
“Apa…!!!” Kata Anaya kaget.
“Dua hari lagi Tandy akan pergi berlibur sendirian ke Korea, katanya ia ingin menenangkan pikirannya? Dia sangat tersiksa sekali selama ini” jelasku.
“Aku belum bisa menemuinya, aku sangat malu padanya dan pada diriku sendiri, kamu jangan beritahu dia dulu jika ingatanku sudah kembali. Biar aku yang mengatakannya” jelas Anaya.
“Yaaa… temuilah Tandy jika kamu sudah siap? Apakah kamu masih mencintainya?” tanyaku.
“Iyah… Aku sangat mencintainya dan takut kehilangannya” jawab Anaya sambil tersenyum.
“Raihlah dia kambali” kataku sambil tersenyum.
Anaya tersenyum lalu ia memelukku dengan eratnya.
“Terima kasih yaa, Ndra” bisik Anaya di telinga ini.
Setelah mengobrol panjang lebar, tidak lama kemudian kami berdua pulang. Yaaa Tuhan… Akhirnya engkau menjawab doaku selama ini. Aku senang semuanya berakhir sudah. Tidak ada kepura-puraan lagi di dalam hidup ini? Kataku dalam hati sambil tersenyum lega. Kini giliranku yang harus berusaha untuk mendapatkan kepercayaan Tere kembali. Aku akan berjuang demi cintaku ini? Kataku sambil mengambil ponsel dan mencoba untuk menelepon Tere kembali.

Aku tertunduk lagi dengan lemas ketika untuk yang sekian kalinya Tere tidak mau mengangkat ponselnya ketika aku menghubunginya. Hmmm… sepertinya hubunganku dengannya sudah tidak bisa diperbaiki, kenapa Tere sangat keras kepala dan tidak mau mendengar penjelasanku selama ini? Apakah hubungan ini akan berakhir untuk selamanya? Pikirku sambil meneteskan airmata ini. Mungkin ini memang sebuah karma yang di kirimkan padaku. Aku bertemu dan terlibat hubungan yang palsu itu dengan mantan kekasihku, wanita yang pernah aku sakiti itu. Lalu sekarang hubunganku dengan Tere menjadi berantakan, dan aku bisa merasakan betapa perih dan sedihnya kehilangan orang yang sangat kita sayangi? Pikirku sekali lagi. Hmmm… sepertinya aku sudah menyerah, ini sudah hampir sebulan aku berusaha untuk meyakinkannya. Mungkin hubungan ini benar-benar sudah berakhir.

Keesokan harinya, di pagi itu tiba-tiba Anaya meneleponku. Ia meminta tolong agar aku mau mengantarkannya ke Bandara untuk menyusul Tandy. Wow aku sangat terkejut mendengar rencananya. Anaya ingin memberikan Tandy kejutan dengan memberitahukan jika ingatannya sudah pulih kembali dan Anaya akan menemani Tandy berlibur ke Korea.
“Kamu serius Nay?” tanyaku yang hampir tidak mempercayai perkataannya.
“Iyah… aku sudah memesan tiket yang satu pesawat dengannya? Aku ingin meraih cintaku kembali, seperti yang kamu katakan kemarin” jelas Anaya.
“Yaa.. sudah, sejam lagi aku akan menjemputmu” kataku.
“Okie… Aku tunggu, thanks yaa Ndra” jawab Anaya, lalu ia menutup ponselnya.

Aku tersenyum pada Anaya, ketika ia masuk kedalam mobilku sewaktu aku menjemputnya.
“Wiiihhh… Aku salut sama kamu, Nay! Selamat ya!” kataku sambil tertawa.
“Aku kok menjadi deg-degkan yaa, Ndra” kata Anaya sambil tertawa juga.
“Terus kamu dapat info dari mana, kalau Tandy akan berangkat sore ini?” Tanyaku.
“Dari Papa, kemarin Papa mengintrogasi Tandy seperti tahanannya” jawab Anaya yang masih saja tertawa.
Sekali lagi aku hanya bisa tersenyum melihat kegembiraan Anaya. Lalu aku langsung mengantarkannya untuk bertemu dengan kekasih tercinta yang sesungguhnya itu. Sesampai di Bandara aku dan Anaya langsung berlari mencari Tandy.
“Tandyyy…!!!” teriak Anaya sewaktu kami berdua melihat Tandy sedang duduk sambil memainkan ponselnya.
Tandy lalu mengangkat kepalanya dan melihat Anaya yang sedang berlari menghampirinya.
“Anaya…!!” teriak Tandy, yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Anaya lalu memeluk tubuh Tandy dengan erat, sedangkan aku hanya bisa menikmati kebahagian mereka itu.
“Maafkan aku Tan, aku sudah banyak bersalah dan merepotkan kamu?” Bisik Anaya.
Tandy hanya bisa memandang dan bingung melihat sikap Anaya.
“A… aku sudah mengingat semuanya, Sayang. Kamu adalah kekasihku yang sesungguhnya” kata Anaya sambil tersenyum.
“Yaaa… Tuhan!!! Benarkah Nay?” Tanya Tandy yang belum bisa mempercayainya.
Anaya menganggukan kepalanya. Tandy lalu memeluk Anaya kembali dengan erat sambil tersenyum memandangku.
“Hmmm… aku ingin ikut berlibur dengan kamu, dan kita berdua bisa bersenang-senang di sana” kata Anaya sambil memperlihatkan tiketnya pada Tandy.
Tandy tertawa mendengar perkataan Anaya. Wajahnya terlihat sangat bahagia. Tandy dan Anaya mengucapkan rasa terima kasihnya padaku. Mereka berdua lalu bergantian memelukku dengan erat. Tidak lama kemudian mereka pun pamit dan meninggalkanku sendirian disini.

Aku melangkahkan kaki ini lagi meninggalkan Bandara. Selama dalam perjalanan pulang ke apartement aku pun sempat berpikir. Hmmm… hari ini aku mengantarkan seorang wanita yang dulu pernah aku sakiti untuk meraih kebahagiaannya kembali. sebenarnya aku sangat iri melihat kebahagiaan itu. Seandainya aku juga bisa meraih kebahagiaanku kembali sama seperti mereka berdua, pikirku dalam hati sambil memakirkan mobilku, ketika sudah sampai di apartement.
Aku berjalan lunglai menuju sebuah lift yang akan membawa diri ini ke lantai sepuluh. Di hari ini aku ingin tidur seharian dan ingin menghilangkan rasa penat yang selama ini aku rasakan. Sebenarnya di hari ini aku bolos untuk pergi ke kantor, aku pun mematikan ponselku agar tidak seorang pun yang akan mengganggu disaat aku menikmati kesindirianku ini. Aku berjalan kembali menuju pintu apartement sambil menundukan kepalaku, ketika keluar dari lift
“Paundra…!!” panggil seseorang.
“Tere…?” teriakku yang tidak mempercayai keberadaannya, yang sedang berdiri dan menungguku di depan pintu apartement.
Tere tersenyum lalu ia menghampiri dan memelukku dengan erat.
“Maafkan aku yaa, karena aku tidak mempercayaimu” bisik Tere.
“Aku yang bersalah, Re? aku sudah tidak jujur padamu” kataku sambil menatapnya.
“Aku memang sangat marah padamu, tetapi dua hari yang lalu Tandy datang menemuiku. Lalu ia menjelaskan semuanya yang telah terjadi. Aku berfikir Tandy seseorang pria yang sangat hebat, yang rela untuk mencarimu demi kebahagiaan wanita yang dicintainya. Dan dia bercerita jika kamu juga sangat tersiksa ketika menjalankan hubungan itu, karena kamu sangat mencintaiku” jelas Tere.
“Hmmm… maafkan aku, Re” kataku lagi.
“Aku sudah memaafkanmu, dan aku ingin hubungan kita berdua berjalan seperti dulu lagi” kata Tere dengan matanya yang berkaca-kaca.
Aku lalu memeluk Tere dengan erat sekali lagi. Terima kasih Tuhan, ini adalah ini adalah pengalaman yang terindah, yang pernah aku lalui. Sekarang aku bisa belajar untuk menghargai lagi seseorang yang sangat kita cintai. Aku tidak ingin menyakiti wanita yang aku sayangi lagi, janjiku dalam hati.

“Hmmm… sayang, sepertinya kamu harus mengambil cuti di kantor untuk beberapa hari” kata Tere sambil menatapku.
“Cuti…?” Tanyaku bingung.
“Tadi Anaya teleponku, dia juga sempat meminta maaf padaku. Dan Anaya mengajak kita untuk menyusul dan berlibur bersama-sama dengan mereka disana? Terus aku pun menyetujuinya, hmmm sepertinya kita juga perlu berlibur dan aku ingin lebih mengenal Anaya serta Tandy” jelas Tere sambil tersenyum.
“Benarkah…!! hmmm kita harus cepat-cepat booking tiket?” kataku sambil mengaktifkan ponselku kembali.
“Tenang saja sayang…, aku sudah mendapatkan tiketnya!!” seru Tere sambil tertawa.

Keesokan harinya aku dan Tere pergi untuk berlibur dan menyusul Anaya juga Tandy ke Negara yang indah itu. Kami berempat pun sangat menikmati liburan kami disana itu. Hmmm… hubungan kami menjadi tambah akrab setelah sepulang dari liburan. Kami berempat suka jalan bersama-sama. Tiga bulan kemudian Anaya dan Tandy melaksanakan pernikahannya yang sempat tertunda itu. Melihat kebahagian mereka berdua, aku pun ikut merasakan kebahagiaan itu. Anaya, yaa dialah Anaya mantan kekasihku itu, sekarang menjadi sahabat terbaikku.

Tamat

Cerpen Karangan: Ayu Soesman
Facebook: Hikari_gemintang[-at-]yahoo.com

Cerpen Love of The Past and Current (Part 5) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pengorbanan Cinta

Oleh:
Secarik kertas putih di hadapanku, kugerakan tanganku, mulai menggoreskan tintaku dan merangkai kata. Seulas senyum dan semburat merah jambu menghiasi wajahku. Saat ini, aku tengah menulis surat cinta, iya..

Complicated

Oleh:
“hei tenang, kalau boleh aku bicara, ya… Kamu memang harus berubah ndra, kamu itu terlalu posesif, cerewet, dan curigaan. Ku rasa Roni memang sudah tidak cocok sama kamu.” ujar

Untuk Gama

Oleh:
Kucoretkan kertas ini dengan tinta hitam. Kususun kata demi kata hanya untukmu. Tak pernah terbayangkan sebelumnya untuk aku menulis surat ini. Terkantuk-kantuk sudah aku menulis surat ini untukmu. Sudah

Gadis Pilu Dan Pekat Malam

Oleh:
“Sampai saat ini, aku masih belum berani menceritakan apa yang kurasakan kepada orang lain. Semenjak itu aku harus menahan diriku untuk jatuh cinta karena sejuta trauma semakin menghantuiku. Aku

Waktu Di Balik Senja (Part 3)

Oleh:
Bara Reanaldi, orang baru yang hadir di kehidupanku yanng memberiku banyak motivasi tentang hidup dan juga cinta. Dia yang mengajariku bermain senar sampai pada akhirnya kami berdua bermain Marching

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Love of The Past and Current (Part 5)”

  1. Jackson says:

    Sangat menyentuh.. Walau sepertinya sudah pernah dengar.
    Tapi bagus.. Mengharukan

  2. ruhase says:

    bagus sekali ceritax menyentuh hti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *