Me And You

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga
Lolos moderasi pada: 7 April 2016

Di sini aku berdiri, menatap indahnya langit dan bumi. Di sini aku memulai semuanya. Di sini aku mendapat banyak pelajaran berharga. Di sini juga aku bertemu mereka berdua. Dua orang yang membuatku semakin sulit dan selalu menggangguku, tapi mereka juga kadang membantuku. ‘Nathaniel Christian’ dan ‘Yoshua Laterian’. Duniaku berubah sejak mengenal mereka. Tapi saat mereka meminta jawaban aku harus menjawabnya. Dan pilihanku adalah….

“Hei, Jesica! Tunggu aku!” seseorang mengejarku berharap aku berhenti dan menunggunya.
“Jangan! Tunggu aku saja! Jangan manusia satu ini!” eh, tunggu, sepertinya aku salah, yang benar 2 orang, ya, 2 orang. Ya ampun, aku lelah selalu dibuntuti oleh kedua manusia ini! Apa salahku Tuhan? Mengapa aku ditakdirkan untuk hidup dalam pengawasan dari 2 orang gila ini?
“Apa? Kenapa kalian membuntutiku terus? Ada apa dengan kalian?” tanyaku jengkel, mereka pun hanya tersenyum dengan senyum andalan mereka.

Aku beritahu ya, mereka ini idola satu kampus. Semua perempuan berbaris untuk melamar menjadi kekasih mereka, tapi tidak ada satu pun dari mereka yang tertarik pada perempuan di kampus yang sudah menanti mereka. Sedangkan aku? Aku tidak pernah berharap pada mereka berdua atau salah satu dari mereka berdua, tapi malah aku yang dipilih oleh kedua lelaki ini. Semua orang berkata bahwa aku beruntung disukai oleh kedua pria sekaligus, idola satu kampus lagi. Tapi pendapat mereka berbeda denganku. Aku justru merasa risih dan merasa manusia paling buruk di dunia ini, karena diikuti oleh makhluk seperti mereka.

“Aku tidak apa-apa. Seharusnya pertanyaan itu kau luncurkan pada manusia ini.” Ucap Nathan sambil menunjuk Yoshua, Yoshua yang mendengar itu tidak menerimanya dan terjadilah adu mulut. “Hei.. aku baik! Otakmu yang salah! Jesica meluncurkan pertanyaan itu untukmu!” kata Yoshua tidak terima.
“Apa kau tidak dengar? Jesica bilang kalian! Sepertinya kau harus dibawa ke dokter!” ejek Nathan.
“Kau yang seharusnya dibawa ke dokter!” balas Yoshua.
“Kau yang seharusnya..” aku geram mendengar adu mulut mereka. Kapan mereka berhenti?
“Arrrgghh.. Stop! Kalian membuatku geram! Jangan bertengkar di hadapanku! Apalagi masalah aku!” aku langsung saja meninggalkan mereka dengan wajah jengkel.
“Hei, princessku! Jangan tinggalkan aku lagi!” Oh, Ya Tuhan, mengapa mereka masih membuntutiku?

Baiklah, ini hari yang melelahkan. Hari ini aku akan pulang diam-diam agar dua makhluk itu tidak mengetahui dan tidak membuntutiku. Hari ini aku ingin bebas! Aku berjalan mengendap-endap seperti detektif. Saat sudah di depan mobil.. “Princess!!!” Argh.. aku gagal! Dua makhluk ini terus membuntutiku! Seperti bayanganku yang selalu mengikuti ke mana-mana.

“Mari princess.. aku antar.” Tawar Yoshua sambil mengulurkan tangannya padaku.
“Sama aku aja! kalau sama dia, alergi kamu kambuh nanti!” aku pun memasang wajah bingung, dengan berkata begitu berarti dia bilang Yoshua udang?
“Hei!!!! Aku bukan udang! Kaulah yang udang!” teriak Yoshua tak terima. Ya, Nathan memang sering cari ribut dengan Yoshua. Yoshua sama Nathan beda jauh banget. Yoshua bersaing dengan cara sehat sedangkan Nathan sukanya memanas-manasi. Tapi baikkan dan lucuan Nathan sih.. eh! Apa yang aku pikirkan?

“Stop! Aku pulang sendiri! Lagian aku bawa mobil. Kalau aku bareng kalian nanti mobil aku gimana?” tanyaku sinis, mereka tanpa berpikir langsung minta tumpangan padahal mereka bawa kendaraan masing-masing. “Kalau gitu aku numpang!” ucap Nathan sambil tersenyum manis.
“Aku juga!” sambung Yoshua, kedua anak ini memang minta dihajar!
“TIDAK! Kalian bawa kendaraan masing-masing. Jadi untuk apa numpang? Sudahlah aku mau pergi!” aku langsung masuk mobilku dan pergi meninggalkan kedua makhluk itu. Dari kaca mobilku terlihat mereka seperti mengejar tapi berhenti karena kelelahan.

Hari ini aku terbangun dengan keadaan masih mengantuk, tapi, aku harus menghilangkan rasa kantukku, karena Jaseline adikku akan datang. Aku akan menyiapkan surprise untuknya.

“Heh.. harus kuat!” aku memaksa mataku agar terbuka setelah itu berdoa, mandi, dan turun untuk sarapan.
“Mi.. Jaseline nyampe jam berapa?” tanyaku.
“Katanya jam 9 nanti.” Jawab mama Jesica. Oh.. 2 jam lagi! Aku harus menyiapkan semuanya.
“Non, ada tamu tuh!” beritahu bi Anis.
“Siapa?” tanyaku bingung, mana ada tau pagi-pagi begini?
“Itu den Nathan dan den Yoshua.” Jawab bi Anis, aku pun melongo, argh.. apa yang mereka mau? Pagi-pagi udah dateng. Ku lihat mama tertawa kecil.

“Ngapain sih mereka? Hobi banget ganggu aku!” omelku, mama pun tertawa kecil.
“Udah sana temuin. Mereka kan nggak bisa jauh dari kamu. Hmpptt..” mama meledekku. Argh.. mama sama saja.
“Mami!” gerutuku sambil cemberut.
“Cici, jangan cembelut ya? Nanti Nicho ajak jayan-jayan. Janji! Tapi, cici harus temu duyu cama Kak Yoshua dan Nathan. Bial cici dapet jodoh. Hihihi..” aku melongo mendengarnya. Nicho belajar dari mana?
“Hahaha.. udah sana temuin dulu!” perintah mama, aku pun menuruti dan berjalan menemui mereka.

“Ada apa?” tanyaku ketus.
“Hari ini pasti adek kamu Jaseline dateng ya dari London? Aku mau bantuin kamu buat nyiapin surprisenya.” Tawar Yoshua, dia baik hanya saja agak menjengkelkan.
“Aku juga!” Nathan menyambung. Eh, tunggu, dari mana mereka tahu Jaseline mau dateng dari London? Mengapa mereka mengetahui semua tentangku dan keluargaku? Mereka ini seperti dukun! Tapi, kali ini aku menerima tawaran mereka, ini terpaksa, karena dengan adanya mereka aku pasti cepat selesai. “Baiklah.. ayo kita mulai!” ajakku. Mereka pun senang dan segera mengikuti langkahku. Baru kali ini aku tertawa saat bekerja sama dengan mereka. Kedua-duanya lucu. Mereka bekerja sama dengan sangat baik juga tidak ada pertengkaran.

“Hei, princess! Senyummu indah sekali! Teruslah tersenyum! Aku tidak akan lelah bekerja nanti!” ucap Nathan sambil tersenyum, aku pun membalasnya dengan senyum yang lebih manis. Entahlah bibirku naik sendiri ke atas saat melihat senyum Nathan. “Terima kasih Nathan.. Sekarang ayo lanjutkan bekerja!” kami melanjutkan semua pekerjaan kami. Sampai akhirnya semua selesai tepat pukul 09.00.

“Ah.. selesai. Terima kasih ya..” kataku sambil tersenyum ikut tersenyum.
“CICI DI MANA? INI CECE!” Hah? Itu suara Jaseline. Aku segera bersiap. Saat Jaseline masuk.. “Surprise!” aku berdiri dan memeluk Jaseline.
“Cici! Aku kangen cici! Cici apa kabar?” tanya Jaseline ingin menangis.
“Cici malah lebih kangen sama cece!” balasku kembali memeluk Jaseline.

“Hari ini kami berdua meminta kepastian. Siapa yang akan kau pilih?” tanya Yoshua tia-tiba, membuatku bingung harus menjawab apa. “Aku tidak bisa!” jawabku sambil menunduk sedih.
“Pilih salah satu atau tidak keduanya!” tegas Yoshua. Nathan yang melihat sikap Yoshua jadi merasa aneh. Sikap Yoshua berubah sejak Yoshua mengenal dekat Jaseline.
“Hei kenapa kau memaksa?” tanya Nathan bingung.
“Aku tidak memaksa! Aku hanya ingin kepastian!” jawab Yoshua.

“Aku tidak bisa. Aku menyayangi keduanya.” Jawabku lesu. Jaseline yang melihatnya tampak tak mengerti.
“Kau harus pilih salah satu!” tegas Yoshua sekali lagi. Aku pun menghela napas panjang untuk menjawabnya.
“Kau memaksa. Aku aku jawab sekarang. Tapi berjanjilah untuk tidak kecewa!” mereka mengangguk penuh harap.
“Baiklah.. dia adalah.. dia adalah.. Nathaniel Christian.” Jawabku sambil memejamkan mata. Saat ku buka mata ku lihat Nathan sangat senang dan memelukku. Tapi Yoshua, terlihat raut wajah kecewa.
“Kau sudah berjanji tidak akan kecewa!” kataku mengingatkan Yoshua, ia pun tersenyum sedih dan mengangguk.

‘Bruk’

“Eh, sorry Jas.. aku nggak sengaja.” Kata Yoshua sambil meraih tangan Jaseline dan mengusapnya. Tampaknya ini adalah cintanya Jaseline.
“Terima kasih sudah memilihku. Aku dan kamu akan tetap satu untuk selamanya. Oh ya selama aku dan kamu menjadi kita jangan ada yang namanya dia.” Nathan lalu memelukku dengan tulus, aku membalasnya bahagia.

Aku dan kamu akan tetap satu untuk selamanya.

Cerpen Karangan: Beby Evangelica Christy
Facebook: Christy Evangelica

Cerpen Me And You merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Di Antara Dua Cinta (Part 1)

Oleh:
Tak terasa sore menjelma senja, sajikan panorama langit berwarna jingga, bersambut semilir angin yang mulai menggetarkan bulu rona. Nuansa hari ini sangat jernih sama seperti kemarin sobat, senyum dan

Friend and Boyfriend (Part 5)

Oleh:
Kriinggg.. Hani menerima pesan dari Levin. “Siapa yang akan kau pilih? Seseorang yang membuat hatimu berdebar atau seseorang yang membuatmu nyaman?” “Apa maksudnya?” tanya Hani bingung. “Apanya? Siapa yang

Tak Mungkin Utarakan

Oleh:
Aku mengagumi malam untuk ketenangannya. Adalah waktu yang tepat untuk merebahkan letih di sepanjang siang ini. Lagi dan lagi sepertinya malam senang untuk mempersembahkan hasrat yang semakin menggebu di

Satu Lawan Satu

Oleh:
Aku Alessya Tyas. Orang memanggilku Tyas. Sekarang aku semester 3 di Universitas Indonesia. Morgan adalah temanku dari kecil. Kita selalu bersama-sama dan mempunyai hobi yang sama yaitu bermain musik.

Posesif (Part 1)

Oleh:
Saat perasaan yang disebut cinta itu datang dan mengisi hari-harimu, perlahan ia akan mengubah dirimu menjadi seseorang yang tak kau kenali lagi, bahkan oleh dirimu sendiri. Memilih antara orang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *