My Best Friend Steal My Love (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga
Lolos moderasi pada: 15 October 2016

“Berangkat yuk!” kata Eva ditelepon.
“Aku lagi males nih buat les” kataku.
“Chan… Kok gitu sih… Aku jemput deh!” kata Eva.
“Baiklah” kataku malas.
Seperti biasa, aku berangkat ke tempat les bersama dengan Eva. Hal lumrah itu selalu saja kulakukan.

30 menit kemudian…
“Tin tin!!” suara klakson motor Eva di depan rumah.
Saat itu aku sedang memasukkan buku lesku, sementara di luar Eva tetap membunyikan klaksonnya. Aku mempercepat gerakanku memasukkan 3 buku setebal batu bata itu ke dalam tasku. Aku segera keluar dan berkata.
“Kamu ini! Bawel!!!” kataku menyentak.
“Kamu sih lama banget!” katanya.
“Hih… Namanya juga lagi masukin buku!” kataku.
“Ya udah deh… Ketimbang debat berangkat yuk! keburu telat nih.. Ntar nyalahin aku lagi!” katanya.
“Ya udah yuk” kataku sambil menaiki motornya.
Ya beginilah kami selalu saja berdebat tapi akhirnya selalu saja akur lagi.

Memang kami sudah bersahabat sejak kelas 7. Ya, pertama kali bertemu saat aku bersama Yase (teman laki-lakiku) sedang tambahan pelajaran. Sesaat setelah itu kami saling mengenal dan akrab sampai sekarang. Apalagi dulu dia dan Yase sempat menjalani hubungan asmara selama kurang lebih 1 tahun.
Saat dia bersama Yase, aku sempat kecewa dan sakit hati sama Eva, kenapa? Karena aku juga sempat menyukai Yase. Secara lah, kami udah temenan selama 3 tahun mulai SD. Apalagi Yase adalah pendengar yang baik. Dia selalu mendengarkan keluh kesahku. Dia juga selalu memberiku saran akan hal yang aku keluh kesahkan.

Kami telah sampai di tempat les bertepatan dengan datangnya Rahma.

“Hai Rahma!” kataku sambil menuruni motor milik Eva.
“Hai! Masuk bareng yuk!” kata Eva.
“Yuk!” kata Rahma.

Kami pun memasuki pintu depan Customer service.

“Hai kalian!” kata Dimas yang tiba-tiba muncul di depan kami.
“Hai!” kata Eva.
Sementara aku hanya menyunggingkan senyumanku.
“Kamu kok diem aja? Sakit?” tanyanya.
“Ah enggak kok Dim. Aku nggak sakit. Aku lagi males ngomong aja.” kataku.
“Oh gitu… Ya udah gih sana… Tentor kamu kak Ivan kan? Bisa-bisa kalo telat kamu dihukum lagi” katanya.
“Oke baiklah..” kataku.

Kami bertiga pun segera memasuki kelas dengan berlari, maklum… Takut sama kak Ivan.

“Teet… Teet… Teet…” bel pulang berbunyi.
Kami segera keluar dan aku membuka pintu kelas yang tertutup gara-gara anak laki-laki yang usil. *ett dah*

“Iya-iya Rahma… Bentar ini sulit tau!” kataku sambil berusaha membuka pintu.

Saat pintu terbuka tiba-tiba…

Dugh!!

“Aduh!” kata seseorang dari luar.

Aku terkaget dan segera berjalan ke luar pintu.

“Astaga Dimas… Maaf ya..” kataku.

Aku menemukan Dimas yang memegangi kepalanya karena terbentur pintu.

“Iya gak papa… Lain kali hati-hati ya..” katanya.
“Maaf ya… Aku nggak tau.. sini aku kasih minyak deh biar nggak sampai membiru” kataku sambil mengambil minyak Aromatherapy dari dalam tas.

Aku mengoleskan minyak itu ke tanganku lalu ke dahinya Dimas.
“Maaf banget ya.. Nggak sengaja beneran” kataku.

Dimas melihat padaku dan memegang daguku dan menatapku dalam-dalam.

“Hey Hatsune Miku, jangan gitu dong. Aku nggak papa kok, please jangan kek gini ya.. Aku nggak mau lihat kamu sedih. Senyum dong” katanya.
Aku menatapnya. Lalu kuulaskan sebuah senyuman simpulku ke Dimas.
“Beneran? Kamu nggak marah?” tanyaku.
“Iya gak papa kok.. Sekarang pulanglah. Udah malem.. Ntar dimarahin mama kamu loh” katanya.
“Baiklah thanks ya!” katanya sambil mencubit hidungku.
“Iya… Thanks juga minyaknya.. Kamu memang siaga obat-obatan di tasmu” katanya.
“Thanks” kataku.
“Yaiyalah siaga… Orang anak PMR kok” kata Rahma tiba-tiba.
“Apaan sih.. Udah deh” kataku.
“Gak papa… Tapi jangan bawa suntik ya hahha” canda Dimas.
Kami tertawa terkecuali Eva yang sedari tadi hanya diam saja memperhatikan kami.

Aku yang melihat itu langsung berkata.
“Emm Dim.. Kita pulang dulu ya.. Kelihatannya Eva sakit” kataku.
“Oh begitu… Ya udah sana pulang” katanya.

Kami bertiga pun ke luar dari tempat les lalu menuju parkiran. Eva masih tetap terdiam dan murung.

“Eva.. Kamu kenapa?” tanyaku.
Dia terkaget.
“Ah tidak… Aku gak papa.” katanya.
“Beneran?” tanyaku.
“Iya… Yuk pulang” katanya.
Eva lalu meninggalkan parkiran dan mengantarku pulang.

Setelah dia mengantarku pulang, dia langsung tancap gas pulang ke rumahnya. Aku hanya bingung dan masuk ke rumah sambil tanda tanya besar mengitari kepalaku.

Eva POV.
Aku telah sampai di rumah. Rasanya hari ini sangat aneh… Sangat aneh. Rasanya pengen marah tapi marah sama siapa aku nggak tau.
Aku memasuki kamarku. Membanting tasku dan membiarkan tubuhku terhempas di kasurku.

“Arrrghhhh! Apa ini? Perasaan macam apa ini? Kenapa setiap aku melihat Chan bersama Dimas rasanya aku ingin marah, teriak dan menangis. Perasaan ini menyiksaku. Tuhan? Apakah aku jatuh cinta pada Dimas? Jika iya, tolong hapuskan perasaan ini, karena Engkau tahu sendiri kalau Dimas itu milik Chan.. Hanya milik Komang Ayu Chandiesya Rachel” kataku.
Aku merasakan hatiku sangat sakit. Tapi kenapa? Kenapa perasaan ini timbul padaku? Kenapa perasaan yang dulu ada pada kak Hilman berubah menjadi perasaan sayang pada Kak Dimas sekarang menjalin asmara bersama Chan?.

Setelah itu, aku merasa mengantuk dan akhirnya tertidur.

Keesokan malamnya…

Chan/Author POV.
Aku masih tidak mengerti mengapa Eva kemarin hanya diam?. Hari ini aku berangkat sendiri bersama papa. Saat sebelum memasuki pintu masuk tempat lesku kulihat Eva berjalan gontai ke arah pintu. Aku menghampirinya dan bertanya.

“Hai Eva… Kamu kenapa?” tanyaku.
Dia hanya diam saja.
Aku hanya bisa berharap apapun yang sedang membebani Eva segera lenyap.

Disaat jam pelajaran pun dia hanya diam saja.

Seperti biasa, sesaat setelah bel pulang dibunyikan, aku langsung ke luar menghampiri papa. Ya tidak lupa disambut senyuman hangat dari si Dolpinoku.

“Malam Hatsune Miku!” kata Dimas sambil menghalangi jalanku.
Dengan seulas senyuman aku berkata. “Ada apa? Dolpino?” kataku.
Dimas menggandeng tanganku dan kami berjalan ke luar dari tempat lesku sambil sesekali bercanda. Dimas menawarkan dirinya untuk mengantarku ke papa. Jelas aja aku nggak mau bisa-bisa papa akan berpidato sehari semalam dan berperang denganku sebulan *ettdah alay thor*.

Saat aku melepaskan genggaman tangan Dimas lalu pergi ke papa, aku melihat Eva yang kelihatannya dari tadi mengikutiku dan Dimas dari belakang terlihat sangat merah wajahnya, kelihatannya dia marah. Tapi kenapa?

Saat aku masuk ke mobil, Eva menatapku sinis sekali. Ada apa ini?. Saat aku melihat ke papa, papa pun menatapku sinis Tidak kalah sinisnya dengan Eva.

“Papa ada apa?” tanyaku.
“Itu cowok siapa?” tanyanya.
Doink! Pertanyaan itu menusukku, apa yang akan aku katakan pada papa? Habislah riwayatmu Chan! Papa akan memerangimu.
“Em anu pa.. Itu temenku namanya Andreas” kataku.
“Oh ya udah” kata papa.
“Hah… Akhirnya selamat juga!” kataku.

Sesampainya di rumah, aku langsung mengirim pesan ke Eva tentang tatapannya tadi. Tetapi hasilnya nihil.. Hanya centang saja.
“Oh Tuhan Ada apa dengan sahabatku?”

Eva POV.
Mataku panas melihat ini semua!! Mataku panas!! Ingin rasanya aku menangis sekencang-kencangnya. Aku langsung memacu motorku ke kecepatan yang fantastis. Aku ingin segera pulang ke rumah dan mengunci kamar serta merutuki diriku yang sedang dalam keadaan sakit hati ini.

Di Kamar
“Eva! Apa yang kamu lakukan ha? Kamu sayang sama Dimas? Tidak! Ya Tidak Ya!” kataku di depan cermin.
Setelah itu aku mulai menangis tanpa suara.

Tiba-tiba muncullah sisi burukku yang sebelumnya tidak pernah muncul itu menginginkan aku menghancurkan hubungan Cham dan Dimas agar aku dapat bebas dengan Dimas.

“Apapun yang Evani Keyla mau, maka Evani Keyla akan mendapatkannya.” batinku sambil tersenyum licik.

Aku mengambil ponselku dan mencari contact dengan nama “Yase”.
“Ah ketemu!” kataku.
Aku segera menelepon Yase masih dengan senyum licikku.
“Hallo?” kata Seorang laki-laki dari telepon.
“Hallo” kataku santai.
“Eh Keyla.. Ada apa?” tanya nya.
“Hey! Berhenti memanggilku Keyla. Aku Eva!” kataku.
“Iya iya maaf.. Ada apa?” tanyanya.

Cerpen Karangan: Fiischa Chan
Facebook: Fiischa-Chan
Ga famous, suka nulis, author di Wattpad juga…

Cerpen My Best Friend Steal My Love (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kisah yang Salah

Oleh:
Sudah setahun aku mengenalnya. Orang ketiga yang hadir di tengah-tengah hubunganku dengan kekasihku Reno. Namaku Vina, aku bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi di Semarang. Di perusahaan ini aku

Perasaan Ku

Oleh:
Cinta? Satu kata yang yang dipenuhi dengan ribuan makna, dan sulit untuk didefinisikan. Banyak orang yang mengatakan bahwa Cinta itu membawa bahagia, tapi tak sedikit juga orang yang mengatakan

Tembok Kilometer

Oleh:
Orang bilang, cinta adalah anugrah terindah bagi manusia. Dengan bertemunya sepasang manusia yang tidak saling kenal awalnya, menciptakan pertemanan, menjalin kasih, lalu berpisah. Orang bilang, cinta adalah hal terkuat

Secret Love

Oleh:
Kematian, sebuah kata yang tak sanggup untuk ditulis, dilafalkan, dan juga didengar. Kematian memanglah hal pasti, hal yang tidak bisa dihindari semua orang. Kematian, kata itu… “Bell, mari kita

Buah Kesabaran

Oleh:
Apa aku kurang sabar yah buat dia? Gumamku dalam hati. “Woe, bengong aja lo!”, sapa Kinar mengejutkanku. Aku tidak menjawab sapaannya. “Kenapa lo, mukanya di tekuk gitu?”, tanyanya memperhatikan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *