Pacar Invisible (Part 3)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 21 January 2016

Saat itu hari minggu, sejak Pagi hari Hanifa mengirim pesan singkat kepadaku.
“Syaaa jangan lupa ya bentar lagi kita berangkat ke taman di tengah kota ya sama Arbie.”
“iya Hann aku gak lupa kok aku siap-siap dulu ya.”
“oh iya Sya awas loh lupa sms kita tadi malem tentang Faza, hapus ya Sya jangan lupa nanti ketahuan Arbie.” Ya tadi semalam Hanifa cerita bahwa dia jalan sama Faza selingkuhannya, tanpa diketahui Arbie, dan Hanifa sangat senang mungkin dia sedang jenuh dengan Arbie saat itu. “iya Han siap.”

Sesaat aku, Hanifa dan Arbie sedang asyik main-main di taman kota itu, tiba-tiba Hanifa ingin ke toilet dan akhirnya pun aku berdua dengan Arbie. “Sya inget ya jangan ada yang tahu kalau kita kayak gini, udah lama juga ya kita kayak gini makasih ya Sya, eh iya aku mau lihat hp kamu dong.”
“iya Bie tenang aja, makasih juga Bie udah selalu nyenengin aku hehehe, eh jangan!” seketika aku teringat, “SMS KU!!! Smsku dengan Hanifa tentang Faza belum ku hapus.” batinku.
Tiba-tiba Hanifa datang. “Sya anterin aku ke wc yuk aku takut.”
“tapi…”
“ayo Sya kebelet nih.”
Aku pun mengangguk aku masih terpikirkan oleh sms itu “haduh bagaimana jika Arbie lihat, sedangkan hp-ku ada padanya, haduh kalau ketahuan kasihan Hanifa gimana ya aku nanti yang disalahin.” gumam batinku.

“ayo Sya! Kamu kenapa sih Sya kayak lagi mikirin sesuatu.”
“hah enggak ko Han.” Ketika kami berdua datang tiba-tiba di sana sudah ada Yusuf dan Kiky, teman SD-ku yang sudah duduk bersama Arbie dan ku lihat raut muka Arbie yang kesal seketika diselimuti amarah. “loh kok kalian berdua ada di sini?” tanyaku.
“biarin dong suka-suka harusnya aku yang nanya ngapain kamu di sini gangguin orang pacaran.” ejek Kiky.
“eh biarin dong gimana aku aja.” menjulurkan lidahku mengejeknya.

“mereka saja tidak tahu hubunganku dengan Arbie hehehe.” batinku. “Sya aku mau ngomong sebentar tapi di sana.”
“hah oh iya Bie.” Jantungku terus berdetak makin cepat seperti kereta maglev (perasaan maglev bukan berdetak sya). Sesampainya jauh dari kerumunan Hanifa, Yusuf dan Kiky.
“kenapa harus di sini Bie? Kenapa gak di sana aja?”
“Sya jujur sama aku sebenernya Hanifa itu selingkuh kan sama Faza?!!” Aku pun terkaget kenapa Arbie bisa tahu, “haduh gimana kalau aku yang disalahin ini berabe.” gumamku.

“Syaa!!! Jangan diem aja jawab aku butuh jawaban kamu, aku udah lihat sms kamu sama Hanifa.”
“hah anu Bie.. anu…”
“jawab Sya jangan ana anu.”
“hm sebenernya iya Bie, Hanifa selingkuh dengan Faza, maaf Bie tapi aku gak mau kalian putus kalian udah 3 tahun pacaran masa mau putus.”
“gak bisa Sya aku harus putus sama Hanifa.”
“tapi Biee please, jangan bilang kamu tahu dari aku please.”
“iya Sya tenang aku gak akan bilang dari kamu.” Aku pun dan Arbie kembali ke tempat tadi, Hanifa, Kiky dan Yusuf sedang asyik mengobrol dan obrolan pun terpotong oleh Hanifa.

“eh kalian kok lama sih terus ngomongin apa sih ko serius banget.” Hanifa cemberut.
“pulang yuk ah bete aku.” Arbie bergegas memakai jaketnya. “ih tapi kok tiba-tiba sih aku kan masih betah.” keluh Hanifa. “enggak udah ah pulang udah sore.” Akhirnya semua tiba di rumah masing-masing. Tiba-tiba saja satu jam kemudian ada telepon yang menunjukkan dari Hanifa.

“halo? Ada apa Han?”
“hiks hiks hiks Sya hiks.”
“Han? Kamu nangis? Kenapa coba cerita.”
“aku.. hiks aku putus sama Arbie, Sya hiks hiks.”
“hahhh ko bisa!!”

“iya Sya, dia tahu kalau aku selingkuh sama Faza Sya, aku bingung siapa yang ngasih tahu sedangkan yang tahu kan cuman kamu aja sya apa kamu yang ngasih tahu?” Ya hal yang ku duga pun datang, ternyata Hanifa curiga padaku bahwa aku yang sudah memberitahu Arbie, beribu alasan yang ku lontarkan pada Hanifa sampai aku menangis akhirnya dia pun percaya bahwa bukan aku penyebabnya mereka putus. “oh mungkin Adel kali ya Sya, waktu itu aku pernah cerita selewat sama dia soalnya.” Tanpa pikir panjang aku pun iya iya saja.

Keesokkannya ada pesan masuk dari Arbie, dia mengabarkan kalau dia sudah putus dengan Hanifa dan dia sadar kalau aku yang sudah rela menjadi pacar invisiblenya selama ini dan dia pun berbicara bahwa dia ingin aku menjadi pacar sungguhannya, “bagaimana sih Arbie ini apa dia tidak punya otak!! di mana sih otak dia baru saja putus dengan Hanifa langsung memintaku menjadi pacarnya dasar otak dongkol!!” gumamku. Aku pun membalas kalau aku belum bisa menjawab, awalnya dia bilang pacaran diam-diam tapi tetap saja pasti akan ketahuan. Akhirnya beribu alasan ke luar dari mulutku and at least aku menggantungkan statusku dengan Arbie.

11 Maret 2012 ketika aku sedang membuka salah satu Social Mediaku, ada Adel berbicara di situ, “selamat ya Andien sama Arbie semoga langgeng ya aku doain!! Awas loh kalau sakitin Andien Bie.” aku sontak kaget. Sambil menunggu internetku loading (maklum belum pake wifi?), ocehku dalam hati, “pasti cantik, pasti eksis, pasti satu sekolahan dengan Arbie juga.” Tak lama terbuka foto si cewek itu, ternyata dia satu sekolah dengan Arbie. Ya dia cantik, lucu, dan terlihatnya baik. Ya, itu Arbie memang selalu mencari sosok cewek yang polos dan lucu seperti anak kecil, tak lama aku melihat kontak bbm Arbie benar saja sudah terpampang nama, “Andien.” memakai emoji love. “gimana sih Arbie tuh gak mau nunggu sebentar aja gitu buatku.” gumamku kesal. Akhirnya setelah itu aku pun lost contact dengan Arbie. Tak lama Adel sahabat SD-ku sedang les di rumah pacarnya, Reza yang memang jaraknya sangat dekat dengan rumahku.

“teneneneng.” suara handphone-ku yang menandakan ada BBM masuk.
“Syaa sini dong ke rumah Reza, ada Luna juga loh.”
“oh iya Del, nanti ya agak sorean aku ke sana, nomor 14 kan rumahnya?”
“iya Syaa, aku tunggu yaa!!”

Sesampainya aku di rumah pacarnya Adel ini aku langsung disambut oleh pelukan hangat Adel. “Syaa!! Kangen ih!! Oh iya sya ini kenalin namanya Andien sahabatku di SMP sekarang, sekaligus pacarnya si Arbie.”
“Andien?!! Andien pacar Arbie? Haduh pusing aku dengan semua ini pengen pulang rasanya saat itu.” batinku.
“Syaa!!” teriakan adel membangunkan lamunanku. “eh iya Maisya.” jabat tanganku. “Andien hehehe.”
“ya memang benar dia cantik, manis, lucu, baik juga kelihatannya, Arbie memang selalu tidak salah memilih pasangan tapi kenapa sih tidak mau menungguku. Bagaimana pula aku gak bisa nyalahin Andien dia gak tahu apa-apa yang harusnya aku salahin Arbie ah tapi ya sudahlah aku malas berhubungan dengannya.” batinku.

Beberapa lama aku pun jadi dekat dengan Andien karena Adel dan Luna. Ya memang Andien ini baik sekali tidak pernah memilih-milih ataupun membeda-bedakan teman meskipun aku adalah Sahabatnya Hanifa, mantannya Arbie, tapi dia tetap menerimaku, memang Arbie tak salah dia juga sangat polos dan lucu. Satu hari aku janjian akan pergi ke salon bersama Adel dan Andien sehabis itu seperti biasa ke rumah Reza pacarnya Adel. “eh Bie udah datang ya.” ucap Andien.

Aku sontak kaget karena ada Arbie di dalam, aku pun hanya diam seribu bahasa tak lama Arbie memintaku ke luar ada hal yang penting katanya, dia pun meminta izin pada Andien untuk ngomong denganku di luar. “kamu tuh kenapa sih Sya diemin aku kayak gini jangan kayak gini atuh sya.”
“apa sih bie udahlah gak enak sama Andien tahu.”
“Andien baik kok sya dia gak apa-apa, jangan beda kayak gini dong Sya.”
“iya udahlah males aku, udah ah aku mau ke dalem lagi.”

Sejak itu aku dan Arbie seperti sahabat, namun tidak menjadi invisible pacar lagi aku senang Arbie tidak jatuh ke orang yang salah dan Andien pun dekat denganku, kalau Andien sedang ada masalah pasti aku berusaha membantunya namun saat ini aku tidak ingin seperti dulu aku hanya sahabat bagi Andien dan Arbie. Namun setelah 2 tahun lamanya mereka berhubungan ternyata harus putus di tengah jalan dan penyebabnya adalah seorang cewek yang bernama Nabila yang mengejar Arbie duluan saat itu.

Andien sedang lengah tidak menjaga Arbie, tapi apa daya sekarang Arbie sudah dengan Nabila namun batinku masih berbicara, “I’m still lovin you My Arbie, invisible boyfriend.” dan anehnya Arbie banyak berubah sekarang yang aku lihat dia seperti terkekang oleh Nabila, dan dia tidak jadi dirinya dia sendiri, sembari mendengarkan curhatan Andien batinku bicara, “hmm kenapa siih Bie! Kenapa! Kamu bisa nyakitin hati cewek lain selain aku, Andien baik tapi kenapa kamu membiarkan nasibnya sepertiku yang engkau tinggalkan.”

“3 Tahun lamanya aku menjadi pacarmu yang tak terlihat Bie, tapi aku selalu sabar dan sekarang aku sudah biarkanmu bahagia dengan Andien kamu malah membiarkan Andien sepertiku. Aku sudah tidak kenal denganmu yang sekarang Bie, kamu berubah bahkan ini seperti bukan dirimu. Satu kata untukmu, ex pacar invisibleku jika kamu bahagia, bahagialah aku akan selalu tersenyum jika kau bahagia dengannya. Yang perlu kamu tahu aku selalu memandangmu dari kejauhan dan berharap suatu saat kau kembali tidak menjadi pacar invisiblemu lagi namun dengan status resmi tanpa ada yang tersakiti Bie, untukmu Arbie Muhammad Vernando?”

Cerpen Karangan: Mrs. S

Cerpen Pacar Invisible (Part 3) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Bersegi

Oleh:
Dari kejauhan terdengar bunyi bel sekolah yang menandakan jam pelajaran akan segera dimulai, para siswa berlari agar tidak terlambat melewati gerbang, begitu juga aku dan rendi, kami berlari sekencang

Bungee Jumping

Oleh:
“A-aku takut…” kata Farhan pelan sambil melihat pada teman-temannya yang ada di dalam mobil. Ia menyangka bahwa temannya akan mentertawakannya ketika ia mengakui bahwa ia takut… Tapi teman-temannya malah

Ujian Praktik Berenang

Oleh:
Ujian Nasional merupakan suatu kegiatan yang sangat mendebarkan bagiku. Saat itu aku kelas 3 SMA di salah satu sekolah negeri di kota Banyuwangi. 3 hari aku menempuh ujian tersebut.

Pertemuan

Oleh:
Pagi itu matahari sedang bersemangat untuk menebar sinar hangatnya di bumi pertiwi ini. Aku pun tak mau kalah dengannya karena sekarang adalah saat yang aku tunggu yaitu saat aku

Maafkan Aku (Part 1)

Oleh:
Malam ini teman Marsha ulangtahun Vita namanya, Disana seluruh siswa SMA BANGSA MULYA hadir di pesta ulangtahun Vita, termasuk Riko anak kelas XI IPA, dia mantan Marsha setelah putus

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *