Pahitnya Pengkhianatan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 4 June 2015

Nama aku Felly, aku sekolah di salah satu SMA di Yogyakarta aku kelas XII ipa 1. Aku mempunyai seorang pacar yang bernama Angga dan seorang sahabat bernama Keshi, kami bertiga satu kelas. Aku pacaran sama angga dari kelas IX SMP sampai sekarang. Hubungan aku sama angga berjalan dengan lancar dan baik-baik saja. Tapi, entah kenapa aku merasa ada yang beda dari angga, dia sudah jarang sms dan nelfon aku, di kelas juga dia sudah kurang perhatian sama aku malah dia lebih perhatian sama keshi sahabatku.

Hari ini adalah hari minggu biasanya aku dan angga pergi ke pantai atau ke alun-alun kota untuk jalan-jalan, aku berencana megajak angga jalan-jalan ke pantai. Aku pun menelfon angga, gak lama angga pun mengangkat telfon dari aku.
“hallo sayang ada apa” Tanya angga
“Sayang kita jalan-jalan ke pantai yuk” ajak ku
“maaf sayang aku gak bisa aku lagi mau jemput sepupu aku di bandara, maaf ya sayang” jawab angga
“ya udah kalau gitu lain kali aja kita jalan-jalan ke pantai” jawab ku dan langsung menutup telfon.

Aku pun merasa bosan di rumah, akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke pantai sendirian. Karena hari ini hari minggu jadi penggunjung di pantai sangat ramai.

Aku pun jalan-jalan di tepi pantai, tiba-tiba aja pandangan ku tertuju pada dua orang yang lagi jalan-jalan di tepi pantai sambil berpengangan tangan layaknya seorang kekasih dan orang itu adalah angga dan keshi. Tiba-tiba saja angga melihat ku dan langsung melepaskan pegangan tanganya.
“oohh… jadi ini yang dimaksud lagi jemput sepupu di bandara, tega ya loe bohongin gue”
“felly, gue bisa jelasin semua ini” kata angga
“jelasin apa lagi semuanya udah jelas, loe itu udah ngebohongin gue, apa salah gue sama loe sampai loe tega ngebohongin gue, dan loe keshi gue gak nyangka ternyata loe musuh dalam selimut, punya dendam apa loe sama gue.” Kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulut ku
“maafin gue fell” keshi berkata sambil menundukkan kepala
“semudah itu loe bilang maaf ke gue, loe fikir dengan mudah maafin loe yang udah ngekhianati sahabatnya sendiri dan loe angga gue gak nyangka ternyata loe tega ngekhianati gue dan hubungan kita selama ini.”
“iya, gue tau tapi mau gimana lagi gue sayang angga dan angga juga sayang sama gue” tutur keshi
“angga benar yang dibilang sama keshi..?” Tanya aku
“fell maafin gue, sebenarnya gue sayang sama loe dan juga keshi gue bingung fell” jawab angga
“oke, kalau loe gak bisa milih antara gue sama keshi, mending gue aja yang pergi. Makasih atas cinta loe selama ini sama gue sampai kapan pun kalian gak akan ngerti rasa sakit dan pahitnya pengkhianatan ini.”
“maafin gue fell” tutur angga dan keshi
Kini persahabatan aku dan keshi telah hancur dan hubungan aku dan angga juga sudah berakhir. Kini aku menjadi cewek yang cuek dan tak mau lagi mengenal pacaran dan persahabatan.

Cerpen Karangan: Claudia Fristisa
Facebook: Claudia Fristisa Graychella

Nama: Claudia Fristisa
Tetala: Ledo, 18 Februari 1998
Kelas: X IPA 1
Nama sekolah: SMA N 1 Ledo
Hobby menulis sejak smp

Cerpen Pahitnya Pengkhianatan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Surat Terakhir Mu

Oleh:
Perjumpaan pertamaku mengawali senja dengan guratan permata jingga, terdiam di atas hamparan bebatuan dengan dihiasi gemericik air yang berjatuhan. Ilyas namaku, seorang musafir muda dari tanah jawa. Mencoba mencari

Ku Merindukannya (Part 1)

Oleh:
Kududuk terdiam antara kursi dan meja di sampingku, tak terasa jika aku sudah usai dengannya, ya Tiberias Calvin Natalarik Marcel Saputra sebut saja Calvin, cowok yang dulu pernah menemaniku

Serakah

Oleh:
Ini bukan untuk yang pertama kalinya, tapi tetap saja aku tidak menyadarinya, sadar… jika ditanya mengenai hal itu, aku akan menjawab dengan cepat dan muram ‘ya, tapi telat’, mungkin

Fobia Kamu (Part 2)

Oleh:
Aku cerita tentang pertemuanku dengan Erlangga di koridor kampus pada Candika. Candika tertawa mendengar ceritaku. Aku manyun. “Hahaha.. lucu banget..” ucapnya “Apanya yang lucu aku kan malu..” ucapku “Ya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *