Penyesalan Tiada Arti

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 14 February 2014

Pagi ini sunguh indah, matahari yang mulai menjajaki kaki langit memberikan warna keemasan yang begitu angun, semilir angin pagi yang sunguh menenangkan menambah kesempurnaan di pagi yang hangat ini.

Di bawah pohon yang rindang duduk seorang lelaki tampan dengan tubuhnya di selimuti baju hem putih dengan celana jean hitam yang semakin membuatnya menawan. Terlihat dia sedang memandangi jam yang melekat di tanganya, seperti menungu seseorang.

Sekitar setengah jam terlihat gadis cantik dari belakang dan langsung memeluk lelaki tersebut dengan mesra yang didasari kerinduan di hati mereka berdua.
“hai sayangku, sudah lama ya nungunya.” ucap wanita yang bernama via tersebut dengan peluk hangatnya. “hai juga sayang, ngak kok baru setengah jam.” balas lelaki tampan yang bernama helga tersebut.

Mereka terlihat sangat mesra, kerinduan yang terpendam sekitar satu bulan lamanya karena kesibukan kuliah masing masing, kini mereka lampiaskan tepat di bawah pohon rindang ini, suasana penuh cinta dan kasih sayang menyelimuti hati mereka. Kedua sejoli itu sunguh serasi, mereka tertawa sepuasnya dan begitu lepas, pohon yang menjadi saksi cinta mereka juga terdengar sayup sayup memberikan kesejukan di hati mereka, seolah mengerti kerinduan yang melanda sepasang kekasih tersebut.

Setelah seharian penuh, mereka memutuskan untuk pulang. Mereka telah puas dengan hari ini, hari dimana mereka dapat menumpah-ruahkan kebesaran cinta mereka. Begitupun hari hari terus mereka lewati bersama dengan penuh senyum hinga mereka telah menyelesaikan kuliahnya.

Setelah empat tahun mereka menjalin kasih, kini sepasang romeo juliet itu melangkah untuk meraih cita-cita mereka, mengapai masa depan yang indah. Helga saat ini meneruskan perusahaan ayahnya sementara Via bekerja di sebuah bank yang merupakan bank terbesar di wilayah tersebut.

Suatu hari Via di pindahkan di cabang yang baru di resmikan dan dia di angkat menjadi manajer bank tersebut berkat keuletanya. Setahun mereka bekerja dengan serba berkecukupan tidak ada masalah apapun dengan sepasang kekasih itu. Mereka tetap seperti dulu. Hingga suatu hari ada pegawai baru di bank tempat Via bekerja. Dia sangat tampan dengan kulit putih, mata yang sipit, alis yang melengkung indah seperti pelangi, hidung yang mancung serta bibir yang sensual. Pria itu bernama Revin dan di angkat sebagai sekretaris Via.

Semakin hari hubungan Via dan Revin semakin dekat bukan sekedar soal pekerjaan tapi masuk ke urusan pribadi. Via mulai melupakan sosok Helga, kekasih yang selalu mencintai dan menerima dia apa adanya. Namun semuanya tertutup oleh bayang-bayang Revin. Hinga suatu ketika Helga merasakan perbedaan dalam diri wanita yang sangat disayanginya tersebut.

Suatu hari Helga mencoba datang ke tempat Via bekerja untuk mencari tau apa yang membuat kekasihnya itu berubah. Hinga dia menemukan seorang lelaki turun dari mobil dan membukakan pintu mobil. Dia begitu kaget dengan wanita yang turun dari mobil tersebut sangat jelas dan wanita yang begitu dia kenal. Hatinya terasa di sayat-sayat mengetahui kekasihnya bergandengan tangan dengan lelaki yang tidak ia kenal.

Sejak saat itu dia jarang menghubungi Via, namun Via tidak bisa merasakan perbedaan tersebut karena semua tertutup oleh kehadiran Revin. Hari terus berlalu, kini perusahaan Helga berkembang, dia berencana membuka cabang di Australia dan sudah menetapkan planing keberangkatanya ke Australia.

Hinga hari yang tidak terduga Via pun terjadi Revin pergi meningalkanya karena dijodohkan dengan wanita lain. Via merasakan perih yang amat sangat, seketika itu dia ingat dengan Helga. Cinta yang selalu memberikan senyuman di wajahnya. Berhari hari Via menghubungi Helga namun tak ada satupun pesan yang di balas, tidak ada satupun panggilan yang diangkat. Akhirnya dia merasakan kehilangan pria yang sempat ia tingalkan demi orang laen.

Hari-hari Via terasa mencekam tanpa ada senyuman di wajahnya, hinga suatu hari dia mendapat pesan dari Helga. “aku tunggu di bawah pohon malam ini tepat jam tujuh.” Via begitu senang dan kesempatan melampiaskan kerinduanya akan segera tercapai. Malam itu Via berdandan secantik mungkin. Tepat jam tujuh ia datang di pohon cinta mereka, namun Via tidak menemukan sosok kekasihnya tersebut. Dia terkejut melihat kotak merah dan sepucuk surat di kursi putih. Perasaanya mulai tak tenang dan gelisah tak karuan ketika membuka surat tersebut.

“Dear Via sayangku
Apa kabarmu cantik? Semoga malam ini engkau tetap terjaga dengan senyum indahmu. Sebelumnya maaf aku tidak bisa datang dan di saat kau baca surat ini aku sudah terbang menuju Australia untuk peresmian cabang baru perusahaanku. Cincin ini kenangan dan pemberianku yang terakhir untukmu. Jangan menangis ya. Semoga kamu bahagia dengan lelaki yang bernama Revin itu. Selamat tingal sayang. I Love You.

Di bawah surat itu jelas nama dari kekasihnya helga. Via menangis dengan derasnya dia tak kuasa menahan kesedihan hingga dia berlari untuk pulang, dia sangat menyesal, kekasih yang telah ia sia siakan demi orang laen akhirnya meningalkanya.

Setelah sampai di rumah Ia langsung dikagetkan dengan berita kecelakaan pesawat dengan tujuan Indonesia Australia karena cuaca buruk di kabar tersebut semua penumpang meningal termasuk “Julio Helga Syahputra”. Tangis Via semakin menjadi jadi penyesalan pun tak kuasa ia tahan, deras air matanya mengalahkan derasnya air hujan yang membasahi Bumi.
Seketika itu, Via terus sakit sakitan karena sakit kehilangan dan penyesalan yang tidak tertahan lagi. Karirnya hancur dan tubuhnya semakin hari semakin rapuh, hinga akhirnya Via pun meningal karena struk.

Kisah cinta yang tulus ini akhirnya kandas karena pihak ketiga. Pohon yang menjadi saksi keharmonisan mereka pun kini juga rapuh dan tak berdaun selembar pun, seolah mengerti dan merasakan kepedihan kisah cinta mereka.

“END”

Cerpen Karangan: Astiko Adi Putra Utama
Facebook: astiico pangerant anfield

Nama: Astiko Adi Putra Utama
Sekolah: Kelas XII Smkn Tegalsari
Facebook: Astiico Pangerant Anfield
Asal: Banyuwangi, Jawa timur

Cerpen Penyesalan Tiada Arti merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Yang Salah

Oleh:
Namaku Cinta. Aku masih kelas X di SMKN terfavorit di daerahku. Aku anak tunggal dari keluarga yang mampu. Namun, orangtuaku tidak peduli dengan keberadaanku. Mereka terlalu sibuk dengan hal

Cinta Yang Buta

Oleh:
Laura dan Maura, sosok kembar identik tapi memiliki sifat yang berbeda. Laura mempunyai sifat yang pendiam. Lebih suka menikmati kesendiriannya dengan membaca buku. Karena itulah Laura tidak mempunyai banyak

One Day

Oleh:
18 APRIL 2013 karena aku jauh, aku memberikan perhatian kepadamu lewat setiap kata kataku. ya, walaupun kadang tidak terdengar seperti perhatian. Kamu bosan atau ada orang lain yang menarik

Cinta Tak Direstui

Oleh:
“Bila ada pertemuan di dunia ini maka akan ada perpisahan di sampingnya, bila ada kebahagiaan di dunia ini maka akan ada kesedihan di sampingnya.” Aku masih tetap dengan tangisku,

Ilusi

Oleh:
Hujan kembali turun Terdengar rintikan-rintikan hujan membasahi bumi sore ini. Bau anyir tanah tercium seiring angin berhembus sepoi-sepoi menerpa tempat tersebut. Aku terduduk diam tak bergeming di kursi dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Penyesalan Tiada Arti”

  1. Devi Pesiwarissa says:

    wow… keren banget cerpennya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *