Rasa ini

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 5 March 2014

Kupandangi dua buah gantungan kunci darimu. Fotoku terpampang di situ dan ada fotomu dibaliknya. “Terimakasih ya sayang gantungan kuncinya”. Satu kecupan mesra mendarat di keningku. Damai yang aku rasakan.

“Maaf ya aku tadi gak balas bbmnya bunda, tadi sibuk. Sibuk bikin gantungan kunci itu maksudku”, katanya sembari tersenyum.
“Dasar ya ayah nakal deh suka ngerjain, tapi aku suka”, balasku.

Wahyu memang bukan sosok idaman wanita masa kini menurutku. Dia tidak tampan, juga tidak kaya. Di usianya yang ke 33 dia sudah punya 2 orang anak, istri yang setia dan ekonominya biasa-biasa saja. Tapi aku tidak tahu, kenapa aku malah jatuh cinta kepadanya.

Tiba-tiba air mataku jatuh menetes membasahi pipi. Sambil terisak kecil aku mendekap erat tubuhnya. Menangis dalam peluknya. Ada perasaan campur aduk yang menghujam ku. Semakin deras air mataku, semakin dia erat mendekapku.

“Bunda kenapa?”
“Bagaimana aku bisa jauh darimu ayah jika kau seperti ini?”, jawabku dalam isak tangis.
“Aku bingung, bunda kenapa menangis?”
“Aku hanya tak tahu harus bagaimana. Aku bukan yang sempurna. Aku pernah salah, aku pernah meninggalkanmu, aku punya masa lalu yang buruk.”
“Sudahlah bunda jangan seperti itu, ayah sudah memaafkan bunda, ayah bisa terima segala kekurangan dan kelebihan bunda, tolong jangan tinggalkan aku lagi”, pintanya sembari mengelus rambutku.

Seringkali aku merasa bersalah kepadanya. Dulu aku pernah menginggalkannya. Aku mengingkari janji ku. Aku hilang nyali ketika istrinya menelpon ku. Mengintrogasi kedekatanku dengan Wahyu. Berbeda saat aku berlibur ke pantai dengannya. Kita mengucap janji untuk melegalkan hubungan ini. Aku mau jadi yang kedua. Tapi ketika kudengar suara perempuannya, bak nuklir yang meledak menghancurkan nyali ku beterbangan bersama komitmen yang telah kita bangun bersama. Aku hilang arah dan meninggalkannya begitu saja. Menghilang dari akses hidupnya. Dalam pertanyaan besar yang tidak ia temukan jawabnya sampai pertemuan kita kembali di Bulan Juli lalu. Dia baru mengerti kenapa aku menghilang. Yang dia sayangkan aku tidak cerita kepadanya. Bahkan aku memvonis kecerobohannya sampai sang istri mengetahui hubungan ini. Mungkin aku begitu jahat padanya. Tapi ketakutanku jauh lebih besar daripada cinta ku. Bahkan ketika orang rumah menelpon, menceramahiku akibat kabar yang didapat dari istri Wahyu, mataku membelalak seketika, telinga serasa seperti kepiting rebus, panas memerah.

“Maafkan atas semua kesalahanku ya, aku janji tak akan pernah meninggalkanmu lagi. Aku tak akan lari dari masalah”.
“Lantas jika dia tau bagaimana?”
“Aku akan mengakui cinta ku padamu, dan aku akan memintamu jadi suamiku”.
“Kamu yakin?”
“Sangat yakin”

Kami berpelukan erat. Rasa damai menyelimutiku setiap kali aku bersamanya. Dan sekarang aku lebih tidak peduli jika suatu saat sang istri menemuiku, mau marah-marah ataupun membunuhku. Aku begitu yakin akan perasaanku saat ini. Tuhan, aku begitu mencintainya. Aku janji tidak akan meninggalkannya lagi apapun yang terjadi.

Cerpen Karangan: Khusnul
Facebook: khusnul
Aku tinggal di Kota Malang. Saat ini bekerja di sebuah hotel di kawasan Pasuruan.

Cerpen Rasa ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Harus Memilih

Oleh:
Tahun 2008… Berawal dari sebuah permusuhan dan sebuah kesalahan yang terjadi di antara zhe-zhe dan zhero, gadis cantik benama zhe-zhe ini selalu berharap bisa mendapatkan cinta dari seorang lelaki

Penyesalan Memang Datang Terlambat

Oleh:
“Ibuuuuu!! Mana uang jajannya?” Teriak Cintya. Seorang pelajar SMP yang baru akan berangkat ke sekolah saat jam sudah menunjukan waktu untuknya harus berangkat saat itu juga. “Kemarin kan sudah

Gila Ramalan

Oleh:
Menurut kalian salah gak sih kalau gue itu tergila-gila sama ramalan? Ehm engga kan ya? Perkenalkan gue cika si ratu ramalan. Temen-temen gue ngasih julukan tersebut ke gue karena

Apa Salahku

Oleh:
“Kirani Muzani Arianti, itulah namaku. Aku lahir dari keluarga yang hidup serba berkecukupan, aku punya sodara kembar yaitu Kirana Aryani Restari, aku memanggil dia Kak Ana, karena dia lahirnya

Amour Malentendu

Oleh:
Cinta itu memang suatu hal yang mengejutkan dan suatu hal yang aneh, dan lebih tepatnya menjadi seseorang itu bodoh. “Berdiri!” tegasku kepada Enggar teman sekelasku yang tidak pernah akur

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *