Sahabat Atau Pacar

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga
Lolos moderasi pada: 15 October 2015

Zerlina, Figaz dan Icha. Mereka adalah 3 serangkai yang sulit untuk dipisahkan. Zerlina yang akrab dipanggil zee itu orangnya cantik, feminim, kadang-kadang baik tapi kadang-kadang juga nyebelin banget. Kalau aku kata temen-temen itu orangnya manis, pendiem, dan lain lain. Kalau Icha itu orangnya cantik banget, kadang-kadang nyebelin tapi juga asyik. Kita menjalin persahabatan dari mulai aku kelas 6 SD, aku sekelas sama Icha, tapi kalau zee itu sudah kelas 1 SMP. Kita kalau kemana-mana selalu bertiga. Kita tuh kayak nggak bisa dipisahkan.

Satu tahun pun berlalu aku sudah menempuh UN selama 3 hari, dan aku menempuh libur yang sangat panjang. Beberapa hari pun berlalu kelasku yang dulu akan mengadakan study tour untuk perpisahan kelas 6, yang ikutan study tour sih bukan cuma anak kelas 6 tapi anak kelas 5 pun juga boleh ikut. Study tour pun telah tiba, aku duduk sebangku sama Icha.
“cha duduk sini aja sama aku” kataku kepada Icha.
“oke, kita duduk berdua” jawab Icha.

Perjalanan pun telah berlalu, di pinggir kananku duduklah seorang laki laki. Namanya itu Bagas.
“Figaz?” sapanya kepadaku,
“iya, apa Bagas?” jawabku,
“aku boleh minta nomor HP kamu nggak?” mintanya.
“boleh-boleh aja,” kataku.
“mana?” tanyanya.
“nih,” jawabku memberikan nomor.

Akhirnya tempat tujuan pun suah sampai. Aku di situ asyik foto-foto sama sahabatku Icha dan Bagas. Saking asyiknya kita sampai ketinggalan temen-teman yang lain. Satu tempat wisata pun berlalu, aku dan teman temanku naik bus untuk menuju tempat wisata berikutnya. Sesampai di situ kita asyik jalan-jalan dan bercanda tawa.
“ehh.. lihat itu!” Icha tiba-tiba teriak.
“ada apa sih?” kataku.
“itu lihat ada pemandangan yang sangat indah” kata Icha.
“uhh.. iya, ayo kita ke situ” ajak Bagas.
“ayo..” jawabku dan Icha kompak.

Dua jam pun berlalu aku dan teman-teman memasuki bus untuk melanjutkan perjalanan ke tempat yang terakhir.udah seru seru bermain kita pun cape dan melenjutkan untuk perjalanan pulang. Di bus banyak anak-anak yang tidur, tapi aku dan Bagas tidak tidur. Di tengah perjalanan aku berbincang-bincang dengan Bagas. Dan di saat malam itu aku mulai ada rasa sama Bagas, nggak nyangka padahal kita kan sahabatan.

“fig?” panggilnya.
“apa??” kataku.
“kamu jujur ya, kamu sekarang lagi suka sama siapa??” tanyanya.
“emm.. nggak tahu nih. Kita kan masih kecil jangan mengenal tentang cinta dulu” kataku.
“hehehe…” dia hanya tersenyum.
Sampailah di rumah, hari itu aku sangat seneng banget. Sebenarnya Bagas itu Adik kelas aku. Tapi kenapa aku bisa suka sama adik kelas? kata temen sekelasnya Bagas, Bagas itu suka sama aku sejak dulu, tapi dia memendamnya.

Empat puluh dua hari pun berlalu dan di hari itu Bagas menyatakan cinta padaku.
“Figaz?” tanyanya melalui sms.
“apa Bagas?” jawabku.
“aku mau ngomong sesuatu nih, tapi kamu jangan marah ya!” katanya.
“iya” kataku.
“sebenarnya aku tuh sayang sama kamu, kamu mau nggak jadi pacarku” katanya.
“emm.. kita kan masih sahabatan..” jawabku.
“kalau kamu nggak mau nggak apa-apa kok” katanya.
“em gimana ya? ya udah aku mau” kataku.
“beneran??” katanya.
“iya bener,” jawabku.

Dua bulan pun berlalu. Hari ini adalah hari jadiku yang ke Dua bulan. Aku dan Icha lagi asyik-asyiknya ngobrol, tiba-tiba Icha ngomong padaku.
“fig kamu tahu nggak kalau sebenarnya Bagas itu play boy” katanya.
“emm.. nggak mungkin Bagas kayak gitu” jawabku.
“mending kamu itu putus aja sama Bagas” suruhnya ngotot.
“emang kenapa?” tanyaku.
Icha diam saja tidak menjawab pertanyaanku.

Keesokan harinya Hana main ke rumahku dia bilang padaku.
“fig kamu tahu nggak kalau sebenarnya itu Icha dan Zerlina suka sama Bagas?” kata Hana.
“apa.. mereka berdua suka sama Bagas?” jawabku kaget.
“iya” kata Hana.
“kenapa sih han kamu kok nggak bilang dari kemarin-kemarin, kan aku jadi nggak enak sama mereka berdua!” kataku kepada Hana.
“aku juga baru tahu soal hal itu tadi kok” jawab Hana.

Keesokan harinya aku main ke rumah Icha, Icha tiba-tiba meminjam HP-ku.
“fig aku boleh pinjam HP kamu” pintanya.
“boleh.. nih” jawabku.
Tiba-tiba Icha nulis sesuatu, tapi aku nggak tahu, (sayang untuk yang terakhir kalinya, aku ingin kita putus) ternyata cha nulis itu dan kirimkan ke Bagas.
“udah nih HP kamu” kata Icha.
“oh.. iya” jawabku.

Lalu aku ulang ke rumah, sesampai di rumah ada pesan dari Bagas.
“kenapa? kenapa kamu minta putus?” isi pesan dari Bagas.
“Loh kok Bagas sms aku kayak gitu sih?” kataku dalam hati.

Lalu aku membuka pesan terkirim yang tadi dikirim oeh Icha. Ternyata Icha meminta putus sama Bagas dan mengaku-ngaku menjadi diriku. Aku nggak nyangka kalau Icha kayak gitu. Padahal Icha itu sahabat yang aku banggakan, tapi kok malah gitu ya sama aku. Sekarang aku bingung mau ngomong sama Bagas apa. Aku harus milih antara sahabat dan pacar. Kalau aku milih sahabat berarti hubunganku dan Bagas dihentikan, tapi kalau aku milih pacar aku udah nggak sahabatan lagi sama Icha dan zee. Walaupun masih cinta monyet.

Selesai

Cerpen Karangan: Nafiza Najwati
Facebook: Nafiz Nafizha
Nama: Nafiz Nafizha
Kelas: 7
Idola: JKT48
Umur: 13th

Cerpen Sahabat Atau Pacar merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ada Cinta Dalam Keluarga

Oleh:
Namaku Rachma. Saat ini umurku 14 tahun kelas 3 SMP. Aku mempunyai sepupu, mereka bernama Anggun dan Rhyan. Mereka adalah sepupu terbaik yang pernah ku punya. Tapi, sebuah pertengkaran

Eccedentesiast

Oleh:
Eccedentesiast. Itulah reina. Gadis yang selalu menyembunyikan semua masalahnya dibalik senyumannya. Banyak hal yang terjadi di hidupnya namun kini masalahnya tak dapat lagi ditutupi oleh sebuah senyuman. “Reina…” Panggil

A Good Friend

Oleh:
11 September 2015 “Semua laki laki yang telah kutemui semuanya sama saja.” ucap Elli yang sedang duduk di taman dan ditemani oleh temannya. “Hmmm.. maksud dari semuanya sama itu

Apa Yang Salah Dengan Rasaku?

Oleh:
Hari sudah semakin gelap tapi hujan malah semakin deras. Suasana ini membuat Ara menjadi kesal. Pasalnya sekarang Ara belum pulang ke rumah. Gadis itu sedang menunggu angkutan umum yang

Lina

Oleh:
Tidak banyak yang bisa diucapkannya saat bertemu lagi dengan Danda. Di sebuah eskalator Lina dibuat terkejut ketika tepat di sampingnya seseorang yang dia kenal tiba-tiba berdiri dan tersenyum. Getir

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *