Sang Pengkhianat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 13 September 2017

Kuingat semua yang terjadi, ingin kulupakan namun kejadian itu masih saja terbayang, kejadian dimana aku dan dia akan segera menikah, ketika aku dan dia akan menjadi sah tiba tiba terdengar teriakan seseorang dari pintu, sepertinya seseorang tidak rela bahwa dia akan menjadi milikku, hatiku seketika hancur ketika mendengar bahwa seseorang telah mengandung anak dia, anak dari calon suamiku. Dari situ aku lari aku tidak tau ke mana aku akan pergi, aku tidak peduli dia mengejarku, akhirnya aku sampai di suatu tempat, tempat dimana aku dan dia bertemu untuk pertama kalinya, tempat itu adalah danau, danau juga yang menjadi tempat dia menyatakan cintanya.

Kini ku memandangi tempat itu, walau sekarang aku masih menggunakan gaun pengantinku. Kini waktunya senja tapi aku enggan kembali. Kuingin semuanya benar benar terlupakan, ingatanku tentang hari ini itu membuatku ingin menangis, terbersit di otakku, aku ingin sekali hilang dari bumi ini.

“Rachelll…” terdengar suara teriakan itu, suara itu tidak asing lagi di telingaku, suara dari Reno calon suamiku yang telah berkhianat.
“Mau apa kamu ke sini, mau ngenalin dia ke aku HAH?” aku benar benar marah. Dia tidak menjawab apapun dia hanya memelukku, pelukannya memang membuat aku nyaman tapi hatiku masih tidak bisa terobati, aku hanya menangis dan ingin melepaskan pelukannya, tapi dia memelukku dengan erat.

“Lepasin aku lepasin…!!!” sambil berusaha melepaskan pelukan dia. Tetapi masih saja memelukku sepertinya dia enggan melepaskanku.
“Aku minta maaf” Ucapan dengan isak tangisnya.
“maaf?, percuma sekarang minta maaf, ah sudahlah aku enggan melihatmu lagi” Sambil melepaskan pelukannya
“hel aku benar benar tidak tau kalau dia mengandung anakku”
“tapi itu terjadi Ren, dia itu mengandung anak kamu, sekarang kamu harus menikah dengan dia” tangisanku pecah, suasananya memang benar benar sedih.
“Tapi aku tidak akan menikahinya, aku hanya ingin menikah denganmu saja” “kamu itu egois ren, EGOISSS…!!!”
“aku egois?”
“ya kamu itu egois dia itu butuh ayah buat anaknya, pokoknya kamu harus nikahi dia”
“enggak hel aku gak mau, yang aku mau sekarang kita lanjutin pernikahan kita”
“aku gak mau punya suami kaya kamu, mulai sekarang kita gak usah ketemu lagi” tangisanku semakin menjadi.
“tapi hel aku gak bisa hidup bersama dia”
“itu tanggung jawab kamu, aku mau sekarang kamu lanjutin pernikahan dengan dia bukan dengan aku” “Dulu aku gak ingat sama sekali dengan kejadian itu, aku ini dijebak, dijebak oleh teman sendiri” “kamu gak usah cari alesan, kamu ini sama saja dengan pengkhianat”
‘PLAKKK’ satu tamparan mengenai pipi kiriku
“Tega kamu!” rachel menangis sambil memegang pipi kiri
“hel maafin aku, aku gak maksud kaya gini”

“RENOOO…” Panggil seseorang
“Dea..?” kaget reno
“Renoo kamu harus tanggung jawab, aku gak mau nanggung beban sendirian”
“itu salah kamu bukan salah aku”
“kamu salahin aku gitu?”
“itu memang benar salah kamu”
“kamu gak ingat apa yang kamu lakukan ke aku?”
“itu semua kamu yang rencanain sama teman teman kamu”
“aku gak mungkin merencanakan hal sebodoh itu, ini dosa kita berdua” bentak Dea
“tapi aku gak mungkin nikahin kamu, aku juga gak mungkin ninggalin rachel”
“kita gak akan pernah bersatu Ren aku sudah kecewa sama kamu, mulai sekarang kita gak usah bertemu lagi” Rachel angkat bicara di tengah perselisihan
“tapi hel aku gak mau kehilangan kamu” lagi lagi Reno

Beberapa hari kemudian Reno sering meneleponku tapi tidak ada satu pun yang kuangkat, beberapa pesan kuterima tapi tidak ada yang kubalas. kadang kejadian itu sering terlintas di pikiranku, Kini kumenikmati kesendirian di bawah naungan pohon yang sering kunikmati bersamanya. Di pohon ini terdapat ukiran yang bertulis RloveR yang berarti RENO love RACHEL yang diukir oleh Reno ketika kami baru saja pacaran. Seketika hatiku sakit mendengar kabar Reno akan menikah dengan dea hatiku semakin sakit lagi setelah mendengar bahwa hari ini juga mereka akan menikah, mungkin saja sekarang saatnya aku harus melupakan dia, sang pengkhianat.

THE END

Cerpen Karangan: Salma Nuraulia
Facebook: Salma Nur Aulia
Ini cerpen pertamaku, mungkin masih banyak kesalahan.
TERIMA KASIH TELAH MEMBACA

Cerpen Sang Pengkhianat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cintaku Tak Kan Berubah

Oleh:
Malam itu cuaca di luar rumah begitu cerah. Sang bulan muncul dengan kesempurnaanya, memancarkan cahaya yang sangat menawan. Aku termangu duduk di tepi teras sambil menatap bintang-bintang yang bertebaran

Violet

Oleh:
Matahari pagi menyinariku dengan seketika senyuman semangat untuk melewati hari. hembusan udaranya membuatku pudar dalam rasa-rasa pilu yang ku alami. langkah-langkah kakiku siap untuk melewati masalah yang akan kuperangi

Kamu, Dia dan Hujan

Oleh:
Rintikan hujan mengiringi langkahku, hanya ada aku dan bayangan aku pulang ke kosan yang tidak jauh dari tempat kerjaku. “De, hati-hati ya” Ucap lelaki itu sembari menepuk pundakku. Aku

Jam Soulmate

Oleh:
Namaku salya sagita, aku duduk di kelas X SMA. aku punya sahabat namanya rania, dia itu sahabatku dari TK sampai sekarang kami selalu satu sekolah. aku dan rania akrab

Bukan Tentang Kematian

Oleh:
Berkat ibu, aku dan dia dapat saling mengenal dan menjalin sebuah hubungan diam-diam yang manis juga menggairahkan. Bahkan beberapa kali kami pun telah bercinta. Padahal, sebelumnya dia hanyalah sosok

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *