Secret Of The Box

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Pengorbanan
Lolos moderasi pada: 20 April 2013

“Hei sayang.” sapa Flo sambil berjalan menghampiri.
“Hai…” sapa Smith.

Kenalkan, mereka adalah sahabat terbaikku sejak aku duduk di bangku SMA. Mereka sudah lama pacaran. Sejak kami duduk di kelas 2 SMA. Yah… cinlok gitu. Ketemu tiap hari, kumpul, jalan bahkan semuanya dilakukan bareng-bareng.

“Makan yuk.” ajak Smith.
“Ayo…di Café biasanya kan?”
“Yaps, come on.”

Itulah kerjaan dan kebiasaan mereka. Setelah selesai kuliah, mereka selalu menyempatkan buat keluar bareng. Yah… walau hanya sekedar makan siang.

“Oh iya, gimana keadaan mama? Udah pulang dari Rumah Sakit?” Tanya Flo.
“Yah… syukur Alhamdulillah, mama udah baikan dan bias pulang. Tapi walau gitu, mama tetep harus rawat jalan. Aku udah minta satu suster buat jagain mama dirumah.”
“Syukur kalau gitu. Semoga mama cepet sembuh ya sayang.” sambil memegang tangan Smith.
“Iya sayang, makasih ya.” Smith balas menggenggam tangan Flo.
“Ke taman yuk.” ajak Smith setelah selesai menghabiskan makanan dan minumannya.
“Ayo.” wajah Flo berseri.

Cafeteria adalah Café dimana kami sering menghabiskan waktu bersama. Memesan makanan, camilan, minuman juga sebagai tempat kami bertukar cerita. Dan, Taman Bunga “Ceria” berada tidak jauh dari situ. Dengan berjalan kaki saja, kita bisa sampai di sana.
“Taman ini gak pernah berubah ya.”
“Iya sayang. Sejak kita pertama kali bertemu dan berkumpul bersama semasa SMA dulu” jawab Smith.

Ada salah satu bangku yang selalu kami gunakan ketika kami berkunjung kesana. Kami tidak pernah menggunakan bangku yang lain jika tidak karena bangku itu sudah ada yang menempati. Dan disana, ada sebuah pohon di samping bangku itu. Pohon yang lumayan rindang. Walau tidak terlalu tinggi, tapi setidaknya bisa melindungi kami dari terik sinar matahari ataupun rintik air hujan.

*) Saat Smith ingin memetik setangkai bunga mawar, tiba-tiba dia melihat sesuatu. Sebuah kotak kayu yang hamper tak terlihat karena tertutup oleh rimbunnya bunga-bunga, kotak itu tergeletak tepat di kaki pohon. Dengan sedikit khawatir, Smithpun mengambilnya, mulai membuka dan… Ternyata isinya hanya secarik kertas putih dan sebatang mawar merah yang sudah layu karena terlalu lama disimpan. Beberapa detik setelah dia membuka lembaran kertas itu, diapun menyadari sesuatu. Dia sangat mengenali bentuk tulisan itu. Dengan tinta coklat dan symbol “smile” itu.

“Ve…” dengan nada yang hampir tak terdengar.

*) Dia terduduk di bawah pohon dan mulai membacanya.

“Hai Bunganesia anggota dari Taman Ceria.
Kenalkan, namaku Ve.
Hari ini aku merasa ada yang aneh dengan diriku.
Saat Smith menembak Flo.
Mereka sahabatku sejak awal aku masuk SMA.
Kami selalu bersama, kemanapun dan dalam melakukan hal apapun.
Tapi, sejak aku tau Smith menembak Flo, rasanya hatiku sakit.
Barulah aku menyadari bahwa aku menyukai Smith.
Saat ini, aku merasa tubuhku semakin sakit, lemah dan lelah.
Sudah lama aku menutupi semua ini.
Menutupi hatiku juga sakitku.
Bahkan orang tuaku pun tak tahu.
Aku memutuskan untuk menyimpan semuanya sendiri.
Biar Tuhan dan taman ini yang tahu.
Aku ‘gak ingin orang tuaku tahu dan aku juga ‘gak ingin Smith tahu bahwa aku menyukainya.
Aku ‘gak ingin merusak persahabatan ini.
Karena aku tahu, Flo pun punya rasa yang sama.
Dia juga menyukai Smith.
Aku lebih baik mundur, karena aku sadar, waktuku ‘gak banyak.
Lebih baik Smith dengan Flo, cewek yang akan selalu ada buat dia, yang akan bahagiain dia tanpa harus khawatir dengan keadaan.
Aku merasa lega, aku udah ikhlas buat jalanin semua ini.
Aku udah cukup lama bertahan.
Semoga aku bisa bertahan hingga pelepasan kelulusaku nanti.
Amiiinn…

🙂 ”

*) Smithpun meneteskan air mata saat membaca isi surat itu dan mengetahui bahwa ada beberapa tetes darah yang jatuh di tulisannya. Akhirnya dia mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan Ve. Ve seakan menarik diri dari Smith dan Flo sejak kejadian itu.

#) Dia selalu beralasan bahwa dia sedang ada les tambahan untuk semua maple UNAS dan music. Kami semua tak mengetahui bahwa Ve sakit. Dia menutupinya dan menyembunyikan semuanya dengan sempurna. Kami merasa sangat terpukul. Ternyata Ve mengidap penyakit kanker darah. Dia tidak pernah melakukan terapi seperti apa yang di sarankan oleh dokter. Dia hanya rutin meminum obat, resep dari dokter. Obat-obat itu hanya sebagai pengurang rasa sakit. Tapi itulah yang membantu dia bertahan hingga nafas terakhirnya. Keinginannya untuk bertahan hingga pelepasan kelulusan itupun tak tercapai. Ve menghembuskan nafas terakhirnya di rumah. Tepatnya di kamar Ve dengan kondisi tertidur sambil memegang setangkai mawar merah yang masih segar.

“Ve, maafin aku” desah Smith.

*) Tak lama Flo pun menghampirinya. Flo yang sedari tadi menunggu dan mencarinya, kini tengah terperangah melihat Smith pacarnya yang sedang terduduk di kaki pohon sambil memegang secarik kertas putih dan sebatang mawar merah yang telah layu dengan kondisi menangis.

“Smith, kamu kenapa? Ada apa?”

*) Tanpa banyak bicara, Smith memberikan kertas itu pada Flo. Dan Flo pun akhirnya meneteskan air mata setelah membaca isi dari kertas tersebut.

“Maafin aku Ve… aku sungguh tak tahu kalau kamupun punya rasa itu. Aku menyesal tak mengetahuinya. Maafin aku Ve…maaf” Flo mengucap dengan nada terbata-bata karena terisak.

*) Smith langsung mendekapnya

“Sudah, jangan menangis, ini bukan salahmu. Ini semua sudah takdir. Dan Ve telah memilih takdirnya. Dia yang menginginkan semua ini. Ini semua pilihan dia. Sudah, kita harus ikhlas.” dengan nada getir, Smith berusaha mengucapkannya sambil terus mencoba menenangkan Flo.
“Lebih baik sekarang kita ke makam Ve. Kita berdoa dan minta maaf sama dia. Sekalian kita kembalikan kotak ini” ajak Smith.
“Iya…” dengan berat Flo menjawab.

– di makam –

“Ve… maafin aku ya. aku benar-benar ‘gak tahu. Aku minta maaf. Aku…” tak bisa mengucap kata lagi rasanya.

*) Segera Smith mendekapnya dan menenangkannya. Tak lupa dia juga mengucap maaf di depan makam Ve dan mengembalikan kotak tadi serta meletakkannya tepat di atas makan depan nisan Ve.

Dan inilah ceritaku. Berakhir dengan tragis. Kematian yang aku tahu pasti akan menghampiriku. Hanya aku tak tahu, kapan tepatnya. Tapi aku udah ikhlas. Aku bersyukur bisa melihat kedua sahabatku saling melengkapi. Aku percaya, Flo bisa menjaga Smith dengan baik, begitupun sebaliknya.

“aku titip Smith ya Flo. Sampai jumpa, aku harus kembali berbahagialah kalian 🙂 ”

TAMAT

Caption:
Akhirnya, Ve pun tenang di alam sana, dan Flo juga Smith akhirnya mereka bertunangan.

For all of you:
Ungkapkan saja apa yang kalian rasakan.
Jangan pernah disimpan jika kalian rasa itu terlalu sakit.
Karena, dari sebuah kejujuran kita akan diajarkan untuk ikhlas.
Ikhlas menerima apapun yang kita dengar nanti atau yang akan kita alami nantinya.
Sekian dan terimakasih

Cerpen Karangan: Ayu Sari Listianda
Facebook: https://www.facebook.com/dcdsvdsdv
I am a Nonscholastic Course Teacher

Cerpen Secret Of The Box merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cita-Citaku

Oleh:
Semua orang pasti memiliki cita-cita. Termasuk aku. Aku mempunyai cita-cita yang sangaat tinggi. Hanya saja, cita-citaku ini akan membuat orang di sekitarku merasa sedih, tetapi membuatku bahagia. Minggu pagi.

Persembahan Buat Mama (Part 2)

Oleh:
Beberapa hari kemudian, tepat hari libur sekolah. Ara diajak sang paman pergi ke Jakarta. Pada saat itu juga Ara berinisiatif untuk menemui ayahnya kembali. Kali ini ia datangi kediaman

Lebih Berharga Dari Cinta

Oleh:
“Diandra!” panggil Sofie sambil melambaikan tangannya. Dari kejauhan, nampak seorang gadis remaja seumurannya menoleh. Matanya tampak berbinar diterpa cahaya mentari pagi. “Sofie! Bentar, ya!” jawabnya sambil berlari mendekat. Jarak

Jingga

Oleh:
Lari.. lari.. mungkin ini yang hanya bisa dilakukannya saat ini. Terus berlari, tak ada yang dikejar, tak ada sesuatu di depan sana. Tapi… terus berlari. Saat itu dia sedang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Secret Of The Box”

  1. michan says:

    haha bagus deh crita e . ak kebawa alur e :3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *