Semua Itu Karena Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 18 December 2017

Terkadang kita dibutakan oleh cinta. Bahkan kita rela berkorban demi mendapatkannya. Terlalu mengharapkan orang yang belum tentu mencintai kita itu hanyalah membuang waktu saja.

Nama gue Hikmah, siswa kelas X. Temen-temen gue memanggil gue dengan sebutan Imah. Dulu gue sering banget mengabaikan cinta dari seseorang. Dan sekarang malah sebaliknya, gue selalu diabaikan sama orang yang gue cintai.

Selama ini gue suka sama teman sekelas gue sekaligus sahabat gue sendiri. Cowok itu bernama Bagas anak basket. Gue suka sama dia berawal dari perkenalan terus berteman dan sampai akhirnya gue deket banget sama dia, tanpa gue sadari, perasaan aneh itu pun muncul dengan tiba-tiba.

Oh iya gue juga punya temen cewek namanya Deva, dia temen gue dari SD dulu. Kita bertiga itu berteman dekat atau bisa disebut sahabat sejak pertama masuk SMK.

Suatu hari, gue ngelihat Deva sama Bagas masih bercanda bareng di taman dekat sekolah serasa seperti orang pacaran beneran. Sebenarnya sih gue cemburu ngelihatnya, tapi gue berusaha nyembunyiin perasaan itu.

Hari-hari terus berlalu tanpa gue ngasih tau ke Deva, akhirnya Deva tahu bagaimana perasaan gue ke Bagas. Gue makin hari makin dekat dengan Bagas dan susah buat ngelupain Bagas karena dialah yang selalu membuat gue tersenyum dan membuat hari-hari gue penuh warna. Gue sempat berfikir bahwa Bagas nggak akan mungkin jatuh cinta sama gue. Walaupun gue sudah ngerasain seperti itu tapi gue gak akan menyerah begitu aja dan terus berjuang walau tak pernah ternilai di mata Bagas.

Tanpa disadari Deva ternyata juga suka sama Bagas. Gue mengetahui itu semua karena gue gak sengaja membaca buku diary milik Deva. di situ tertulis curhatan Deva tentang perasaannya pada Bagas.

Di taman dekat sekolah, gue nggak sengaja ngelihat Deva sama Bagas sedang duduk di bangku bawah pohon mangga. Karena rasa keingintahuan gue terlalu tinggi, akhirnya gue nguping di balik pohon Mangga.
“Deva… gue boleh jujur gak sama elo?” Tanya Bagas.
“jujur apa emang Gas?”
“Sebenarnya gue suka sama elo, mau nggak eko jadi Pacar gue?”
“mmm… iya gue mau”

Gue terkejut mendengar jawaban dari Deva. Gue tak menyangka sahabat gue tega menyakiti hati gue. Tanpa berfikir panjang, gue keluar dari tempat persembunyian gue.
“Deva elo pacaran sama Bagas? selamat ya elo udah bikin gue sakit hati”.
Deva dan Bagas terkejut melihat gue yang tiba-tiba muncul dari balik pohon mangga.
“Maafin gue Imah. Tapi gue juga suka sama Bagas”
“ya udah” gue langsung lari meninggalkan mereka berdua dengan perasaan campur aduk nggak karuan.

Janganlah mengutamakan pacar, utamakanlah persahabatan karena sahabat yang selalu ada buat kita.

Cerpen Karangan: Hera MiraerRa
Facebook: AherRa Al-Munsyiders

Cerpen Semua Itu Karena Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pertemuan Yang Tak Terduga

Oleh:
“Yuk!!” Ajakku kepada Firda, sahabatku. Aku segera berjalan menuju ke kantin. “Eh.. kamu beli aja. Aku tunggu di sini!” Kataku. Aku malas harus antri hanya untuk membeli jajanan di

Because Only You

Oleh:
16 MEI 2016 Malam ini sepi. Bulan dan bintang tertutup awan kelabu. Keadaan malam ini seperti hatiku, malam ini, aku baru saja ditinggalkan oleh orang yang aku sayangi, dia

Jomblo Akut

Oleh:
Namaku Nina. Aku masih sekolah, dan sekolah tempat aku bersekolah adalah sekolah favorit di kotaku. Usiaku 16 tahun dan sekarang aku kelas 2 sma. Aku anak kedua, perempuan. Badanku

Sepercik Senyum Sejuta Luka

Oleh:
Jogja belum bangun. Sayup-sayup dari celah jendela hembusan nafas masih terdengar. Detak jantung masih berdenting. Tangan itu masih berdenyut. Perlahan aku membuka mata. Sama seperti kemarin. Aku masih melihat

Rembulan Tanpa Cahaya

Oleh:
Aku bagai lilin kecil tanpa cahaya. Berlari-lari dari kenyataan yang begitu kelam ku rasakan kini. Dulu kau bagai madu yang terucap manis sekali di telingaku. Namun kini kau adalah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *