Teman Makan Teman (TMT)


Share

Cerpen Karangan:
Lolos moderasi pada: 9 July 2013

Hai sobat, Kenalkan nama ku Fitria Eza Natalia. Kalian bisa memanggilku Yhayha. Aku seorang siswa di SMAN 1 Bakti Harapan. Aku duduk di kelas 12 sekarang (3 SMA). Kepribadianku sebagai seorang siswa sekaligus anak dari keluarga yang sederhana namun sudah terasa cukup, menurutku cukup menyenangkan. Orang-orang mengenalku sebagai anak yang biasa saja dan sederhana. Aku lahir sebagai anak kedua dari tiga bersaudara. Aku mempunyai Kakak yang bernama Aldiansyah andi anggara, biasa di panggil Kak Aldi dan adikku bernama Adthya elfatah anggara, biasa di panggil Fatah.

Hari itu adalah hari senin dan waktunya aku untuk bangun pagi dan mempersiapkan alat-alat sekolahku agar tidak telat berangkat sekolah dan mengikuti upacara bendera. Aku biasa di antar olehKak Aldi karena dia biasa untuk kuliah pagi, jadi tidak ada salahnya kalau aku ikut dengannya hanya sekedar sampai depan sekolah. lagi pula sekolah ku dengan kampusnya satu arah, jadi lebih gampang untuk kami berangkat bersama.

Sesampainya di sekolah, Kekasihku Kevin Eza Azriano biasa aku panggil Zhazha sudah menunggu di depan kelas menanti kedatangan ku. Kebiasaan Zhazha kalau setiap pagi.

“Pagi Yhayha jelek. Kenal sama aku gak?” Tanya nya mengejek ku seakan-akan aku tak mengenalnya

“Pagi juga Zhazha bawel. Aku? Kenal kamu? Pengen banget apa dikenal sama aku?” Tanya ku berbalik padanya

“Mau dong di kenal sama kamu cantik” Jawab Zhazha menyentuh daguku

“Ihh tadi bilangnya jelek, sekarang bilangnya cantik. Yang bener yang mana nih?” Tanya ku mengacak-ngacak rambut Zhazha

“Hehe. Yha, kita ke kantin yuk. kita nongkrong aja disana, Sambil mojok gitu” Kata Zhazha sambil cengar-cengir penuh arti.

“Tidak ah. nanti saja istirahat kalau mau ke kantin. sebentar lagi kan sudah mau bell masuk dan kita harus ikut upacara Zha” Kata ku menolak ajakannya.

“Yah Yhayha gak asik” Jawab Zhazha kecewa akan jawaban ku.

Pagi itu kami upacara bendera selama setengah jam dan setelah itu kami masuk ke dalam kelas. Kebetulan kelasku dengan Zhazha sama. Hari ini adalah hari yang sangat membosankan untukku. Pelajaran yang membosankan, Guru yang membosankan dan Kehidupanku yang membosankan. Semua serba menyebalkan dan membosankan di hari senin. I don’t like this day.

Perjalanan berlangsung denagn lancer dan cukup membuatku bosan dan dengan tidak ikhlas sekaligus malas-malasan akupun ikut mengikuti pelajaran. Bel pun berbunyi tanda istirahat. cacing di perut ini pun ikut berteriak gebira karena akan di beri makan oleh ku. Akupun segera ke kantin bersama Zhazha. Tapi di perjalanan, aku bertemu dengan sahabatku dari aku duduk di bangku SMP yaitu Deva Anandaniabiasa di panggil Ndev. Dia datang menghampiri ku dan Zhazha..

“Hey, pada mau kemana? Aku ikut dong” Kata Ndev

“Hmm.. kita mau ke kantin. Ya sudah kalau kamu mau ikut” Kata ku mengiyakan

Kami bertiga jalan ke arah kantin dan Zhazha berpindah lalu berjalan di dekat Ndev. Aku sempat berpikir negative tapi aku berusaha tenang dan berpikir positif saja. Ndev tidak mungkin mengkhianati aku. Dia sahabat ku dari aku dan dia duduk di bangku SMP.

Ketika aku sampai di kantin sekolah, Aku duduk dekat Zhazha tetapi di samping Zhazha adalah Ndev. Pikiran negative lagi-lagi menyerang kepalaku. apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka? Dari bahasa tubuh mereka, mereka sangat dekat. Hush! ngomong apa aku ini? Ndev sahabatku. tidak mungkin dia seperti itu. Aku bisa melihat itu dari tatapan Zhazha kepada Ndev. sangat tajam.

“Zha, kamu mau makan apa? Nanti biar aku pesanin sama ibu nya” Tanya ku

“Aku mau bakso saja Ya. Kalau kamu mau makan apa Ndev?” Tanya Zhazha pada Ndev

“Aku ingin memesan bakso juga sama kyak Eza” Kata Ndev sambil tersenyum.

Jujur aku sakit melihat mereka seperti itu. Apalagi saat Zhazha menawarkan makanan kepada Ndev. aku seperti tidak di anggap sama sekali. Tapi lagi-lagi aku harus berpikir positif kepada Ndev dan Zhazha. Mereka adalah orang yang berarti dalam hidupku.

Tak lama kemudian makanan datang dan karena kami sudah lapar, jadi Kami langsung melahapnya sampai habis. Setelah kami selesai makan, Ndev pamit untuk ke kelas lebih dulu. jadi tinggalaku dan Zhazha yang masih terduduk diam di bangku kantin sekolah. Kesempatan ini aku manfaatkan untuk bertanya pada Zhazha.

“Zha, Kelihatannya kamu dekat sekali dengan Ndev? Kamu suka sama Ndev??” Tanya ku penasaran

“Tidak. aku tidak menyukai Ndev. Aku hanya sayang padamu. Kenapa? Kamu cemburu?” Tanya nya kembali padaku sambil mnejulurkan lidah

“Aku? Cemburu? Tidak. Lagipula aku tidak menaruh curiga apapun terhadap kalian” Jawab ku. Mungkin di mulut aku berkata seperti itu, Tapi di Hati aku berkata bahwa aku sangat cemburu dan sakit

“Hmm Baiklah.. Yhayha sayang, dengar ya. aku hanya sayang sama kamu dan gak ada wanita lain di hatiaku selain kamu” Kata Zhazha mengecup keningku

“Baiklah. Aku percaya padamu” Jawab ku tersenyum

Selama istirahat berlangsung, Kami bercanda bersama layaknya anak muda yang sedang di mabuk asmara.

Seharian kami menghadapi hari senin dan seharian juga kami merasa bosan karena pelajaran yang membuatku pusing. Pulang sekolah, aku sudah janji untuk pergi ke Mall bersama dengan zhazha..

“Yha, kamu tunggu aku di parkiran dulu ya.. aku di panggil sebentar oleh kepala sekolah tidak tau untuk apa. Oke sayang” Kata Zhazha sambil memegang kepalaku dengan lembut

“Baiklah. Tapi jangan lama-lama ya Zha” kata aku

Setelah sekitar 10 menit aku menunggu, akhirnya Zhazha datang dan langsung mengambil motornya di parkiran sekolah. Tetapi saat kami ingin pulang, terlihat Ndev berlari ke arah kami dan menghampiri kami yang sedang berada di motor.

“Yha, maaf banget nihya. Aku boleh tidak meminjam Eza untuk hari ini?” Tanya Ndev

“Maksud kamu apa Ndev?” Tanya ku heran

“Aku harus cepat untuk pulang ke rumah karena ibu ku sedang sakit. Kalau aku di antar oleh Eza untuk pulang boleh?” Tanya Ndev lagi

Seketika itu, perasaanaku antara sakit, sedih dan kecewa semua jadi satu. apa yang harus aku jawab pada Ndev? Jika aku jawab iya, Aku tidak bisa pergi bersama Zhazha? Tapi jika aku jawab tidak, Ndev adalah sahabatku sejak lama, sahabat macam apa aku ini kalau tidak bisa membantu sahabat ku sendiri.

“Aku terserah pada Eza saja. Jika Eza mau, aku akan mengizinkan. tapi jika Eza bilang tidak, ya sudah aku juga tidak” Kata ku sambil tersenyum tapi hatiku menangis sangat sakit melihat mereka

“Bagaimana Za? Kamu mau tidak mengantarku untuk pulang? Hanya hari ini saja?” Tanya Ndev kepada Zhazha. Zhazha langsung melihat ke arah ku dan aku hanya tersenyum. Aku berharap Zhazha mengatakan tidak. tapi ternyata…

“Ya sudah aku antarkan kamu pulang. Tapi untuk hari ini saja ya. Besok-besok tidak lagi” Jawab Zhazha dan bagiku itu sangat mengecewakan.

“ya sudah. Ndev kamu duduk deh. Aku biar naik angkutan umum saja” Jawab ku turun dari motor dan sudah menahan air mata agar tidak keluar.

“Terimakasih ya Yha” Jawab Ndev berterimakasih padaku.

Aku langsung berlari ke arah gerbang sekolah. Aku ingin menangis pun tidak bisa. Aku mencoba ikhlas pun tidak bisa. Ketika mereka lewat di depann ku, Seketika Zhazha melihatku dengan tatapan yang penuh arti tapi aku tidak tau apa yang dikatakan Zhazha melalui tatapannya itu. tapi yang jelas dari tatapan matanya Zhazha, Zhazha sangat merasa bersalah sekali padaku.

—SKIP —

Malam itu Handphone tidak aku aktifkan karena aku ingin sendiri dulu malam ini. Aku masih memikirkan hal tadi siang. Bisa sekali Zhazha mengiyakan keinginan Ndev tanpa memikirkan perasaan ku. Apa salah ku pada Zhazha? Semua pertanyaan telah membayang di memori otakku selama akuberbaring di kamar. Aku menuangkan semua perasaanku di buku diary ku. Buku diary ku lah yang selalu menemaniku kalau aku sedang benar-benar kesepian. Aku terus memandangi langit-langit kamar dan kegiatan ku membuatku sangat mengantuk. Akhirnya aku pun tertidur denganperasaan yang menurutku sangat kacau.

Aku tertidur dengan pulas tetapi tiba-tiba aku terbangun entah kenapa. Aku sangat bosan malam-malam terbangun seperti ini. Akhirnya aku iseng menyalakan Handphone ku dan ternyata ada lebih dari 20 pesan dan semua itu dari Zhazha. ada yang bilang seperti ini “Maafkan aku Yha”, “kenapa handphone mu dimatikan?”, “Aku tau kau marah padaku Yha. Tapi besok aku akan jelaskan padamu semuanya” dan sebagainya. Jujur aku tidak tega melihat Zhazha harus meminta maaf kepadaku seperti ini. Tapi mau aku apakan lagi. Aku benar-benar kecewa dengannya.

Setelah itu, aku tidak tidur lagi. Aku hanya bisa diam tanpa kata dan berpikir apakah aku harus menghentikan hubunganku dengan Zhazha sampai sini. tapi aku mencintai Zhazha, bahkan sangat. Tidak mungkinaku memutuskan dia. Entahlah, aku bingung.

Waktu dengan cepat berlalu dan bulan pun sudah berubah menjadi matahari. Aku segera bangun dan pergi ke kamar mandi untuk mandi lalu mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat subuh. Setelah semua selesai, aku menuju ruang makan dan mengambil sepotong roti bakar yang sudah disiapkan mama dengan di dampingi segelas susu coklat kesukaanku. Aku menyantap semua makanan dan minuman ku sampai habis dan langsung pamit kepada Mama dan Papa. Karena tadi pagi-pagi sekali Kak Aldi sudah berangkat ke kampus karena ada rapat panitia pensi di kampusnya, jadi mau tidak mau aku harus berangkat menggunakan angkutan umum. Saat aku keluar rumah, terlihat Zhazha sedang berada di atas motornya menunggu kedatanganku. Rupanya pagi ini Zhazha menjemputku untuk ke sekolah.

“Pagi Yha. Ayo cepat naik nanti kita telat loh” Sapa Zhazha kepadaku. Aku yang masih merasa kesal padanya, tidak aku balas sapaannya.

“Kamu masih marah ya Yha? Maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk meninggalkan kamu kemarin. Aku hanya kasian pada Ndev. Aku hanya mencintai kamu Yha” Kata Zhazha memegang tanganku.

“Aku malas membicarakan ini. Aku ingin naik taksi saja. Kau berangkat sendiri kalau tidak kau jemput Ndev dan antarkan dia ke Sekolah” Jawabku melepas genggaman Zhazha lalu pergi dan memberhentikan taksi yang tepat lewat di depanku. Zhazha mungkin sudah berangkat lebih dulu tadi.

Di dalam taksi aku hanya bisa menangis dan menangis. Entah apa yang telah aku lakukan pada Zhazha. Aku baru kali ini marah pada Zhazha. tapi aku benar-benar kecewa pada Zhazha. ya sudahlah biarkan saja. Aku berbuat seperti ini pun demi kebaikan Zhazha, Aku ingin dia sadar atas apa yang telah ia perbuat sama aku.

Beberapa menit kemudian aku sampai di depan gerbang sekolah. Terlihat Zhazha menunggu ku di depan gerbang sekolah. Ketika aku lewat di depannya, ia memegang tangaku

“Maafkan aku Yha. Sungguh aku minta maaf. Untuk menebus semua kesalahan aku, nanti siang kita ke Mall, bagaimana?” Ajak Zhazha kepadaku

“Maaf Zha, aku sedang sibuk.. jadi tidak bisa. Sudah ya, aku mau masuk ke kelas dulu” Jawab ku meninggalkan Zhazha.

Sebenarnya aku kasihann sekali pada Zhazha, tapi mau bagaimana lagi. aku sudah muak melihat wajahnya. Lagi pula aku sudah benar-benar sakit hati pada mereka.

Setengah hari sudah aku di sekolah, saatnya aku pulang ke rumah dan beristirahat. Zhazhha kembali menunggu ku di depan gerbang sekolah untuk mengantarku pulang. Tapi lagi-lagi aku menolak ajakannya karena aku masih ada rasa kecewa padanya. Aku pun pulang di jemput oleh Kak Aldi. Sengaja aku menelpon Kak Aldi karena aku malas pulang menggunakan taksi.

“Yha, tadi mama pesan sama kakak katanya kita di suruh ke supermarket yang ada di deket sekolah kamu itu loh. Kita di suruh beli belanjaan mama” Kata Kak Aldi dengan wajah melas karena memang dia itu paling malas jika di suruh untuk membeli belanjaan mama.

“Hahah mukanya biasa aja kak. Yhayha tau kakak paling malas jika di suruh mama beli belanjaan” Kata ku sambil mengejek Kak Aldi

“Iya Yha, kakak malas sekali kalau di suruh mama membeli Belanjaan. Nanti kalau di lihat cewek-cewek cantik, kakak dikira bukan cowok tulen lagi” Kata Kak Aldi dengan wajah tambah melas dan membosankan.

“Ya sudah kalau gitu, aku saja yang membeli belanjaannya ke dalam. Kak Aldi tunggu di luar saja ya” kata ku kepada Kak Aldi

“Sipp Yhayha sayang. kamu emang adik kakak yang paling baik” kata Kak Aldi tersenyum dan aku membalas senyumannya

Akhirnya aku masuk ke dalam dan mencari semua yang ada di daftar belanjaan mama. Aku ambil satu persatu belanjaan yang ada di daftar belanjaan mama. Ketika aku ingin membayar di kasir, aku melihat seseorang seperti aku kenal, dan ketika aku mendekat ternyata itu adalah Zhazha dan dia sedang memegang tangan seseorang tapi aku tidak tau siapa orang itu. Hati aku mulai panas dan benar-benar seperti ingin meledak. Ketika aku memergoki Zhazha dan aku melihat wanita itu, ternyata dia adalah Ndev. Saat itu juga hati aku hancur entah bagaimana bentuknya.

“Keren sih kamu Ndev. Bisa ngerebut Zhazha dari aku. Kamu tau aku siapa? Aku sahabatkamu dari SMP dan kamu tau juga siapa Zhazha, dia pacar aku! pacarnya sahabat kamu. Tega ya sama sahabat sendiri. Aku udah sering mengorbankan perasaan aku sendiri, termasuk waktu di kantin dan waktu aku mau pulang sekolah bareng Zhazha. Aku udah nebak kalau kamu mneyukai Zhazha. Tapi kamu harusnya sadar dong Ndev, Zhazha itu pacar aku. mulai sekarang jangan pernah anggap aku sahabat kamu lagi. Aku bener-bener kecewa sama kamu. Dan untuk kmau pacar aku, mulai sekarang kita putus dan jangan pernah nampakin muka kamu di depan muka aku. Karena itu membuat aku muak dan ingin muntah. Semoga kalian langgeng. Terimakasih banyak telah menghancurkan hati aku” Kemarahan ku memuncak dan aku tidak bisa menahan airmata aku lagi.

“Yha, dengarkan penjelasan aku dulu. Aku gak ada hubungan apa-apa sama Ndev. aku hanya berteman dengannya” Kata Zhazha

“Zhazha sayang, kau pikir aku buta. aku tidak mempunyai mata kalau kalian berdua pegangan tangan? Aku masih punya hati. gak seperti kalian!” Kata ku menunjuk wajah mereka berdua

“Tapi Yha, dengarkan aku dulu” Kata Ndev

“Apa lagi yang perlu elu jelasin ke gue? Jangan pernah lu anggap gua sahabat lu lagi. Gua udah muak ngeliat muka lu. gua percaya karma masih berlaku buat gua. Congrats ya buat kalian orang yang udah nyakitin gua” Kata aku sambil tersenyum dan menghapus air mataku. Aku pun berlari menuju kasir dan membayar semuanya lalu berlari menuju Kak Aldi dan langsung memeluknya dengan erat.

“Yhayha kenapa? Hey ceritakan pada Kakak” Kata Kak Aldi mengusap kepala ku

“Zhazha kak? Zhazha selingkuh sama Ndev, sahabat Yhayha sendiri” Kata ku sambil menangis di pelukan kak Aldi

“Kurang ajar memang si Eza itu. Berani-beraninya dia menyakiti Yhayha. Sekarang dia dimana? Biar kakak kasih pelajaran dia” Amarah Kak Aldi pun memuncak.

“Tidak usah kak. Yhayha tidak ingin masalah ini berlangsung terlalu panjang. Biarkan saja. Yhayha sudah tidak sedih lagi kok” Kata ku sambil tersenyum di hadapan kak Aldi

“ya sudah sekarang kita pulang aja ya. kakak muak jika harus lama-lama berada disini” Kata Kak Aldi

Akhirnya Aku pun pulang bersama Kak Aldi. Di perjalanan pulang aku terus menangis mengingat peristiwa apa yang tadi aku lihat. Aku benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang ada di otak mereka terutama Ndev. Dia benar-benar tidak tau terimakasih dan tega menyakiti sahabatnya sendiri. Sesampainya di rumah, aku langsung masuk kamar dan mengunci pintu rapat-rapat dan membuka diary ku “Dear Diary, Kenapa semua ini harus terjadi sama diri aku? Aku salah apa sama mereka? Apa aku pernah menyakiti mereka seperti mereka menyakiti ku hari ini? Aku bingung harus berbuat apa sekarang? Orang yang aku cintai sekarang sudah gak ada. Sahabat yang menjadi kepercayaan ku dulu, sekarang sudah menjadi pengkhianat benar-benar pengkhianat” aku terus bertanya-tanya dalam hati sampai aku lelah dan tertidur dengan perasaan yang menyakitkan.

Hari terus berlalu, aku melewati smeua ini dengan rasa penuh kekecewaan dan sangat menyakitkan. tapi aku harus tegar dan aku tidak boleh menangisi cowok seperti Zhazha.

— 2 TAHUN KEMUDIAN —

Dua tahun berlalu dan aku pun sudah bisa melupakan semua kejaian dua tahun yang lalu. dan sekarang aku sudah mempunyai yang baru dan aku harap dia setia dan tidak akan menyakiti ku lagi. Aku bahagia dengan yang sekarang. Aku ingin melupakan masa lalu ku di SMA dulu. Aku tidak ingin selalu terpuruk dengan masa TMT itu. Aku akan menjalani hubunganku dengan yang sekarang..

TAMAT

Cerpen Karangan: Muhammad Alim Al-Ghifary
Facebook: Aliem BanZeQuest

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Cinta Sedih Cerpen Cinta Segitiga Cerpen Patah Hati

Baca Juga Cerpen Lainnya!



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 Responses to “Teman Makan Teman (TMT)”

  1. Heriyanto says:

    aku sangat terharu sekali ,stelah mndengar cerita yg berjudul TMT (teman makan teman) aku suka sekaly.

  2. azhaparani says:

    Keren bgt cerpennya ,aq jga pernah ngalamin hal yg sama ..
    Pacarku selingkuh sama sahabatku sendiri,,
    Ehh..maaf Jdi curhat dech

Leave a Reply