The Bitterness of Love

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga
Lolos moderasi pada: 28 August 2016

Aku melangkah menuju kamar yang cukup luas. Kubaringkan tubuh ini ke atas sofa empuk. Terasa nyaman dan tenang. Kemudian aku meraih cermin bulat di atas punggung laci. Cermin itu memantulkan bayangan wajahku.

KREK!
Tiba tiba bunyi derit pintu terdengar diiringi suara langkah kaki yang santai mendekat ke arah kamar.
“Kau terlambat!” ujarku sambil terus menatap ke arah cermin.
“Ah. Maafkan aku. Hari ini banyak schedule yang harus diselesaikan” sahutnya sembari melepas jas hitam.
“Bersihkan dirimu dan pakai pakaian yang ada di lemari. Kau tampak kusam” dia tersenyum kemudian mendekatiku.
“Aku sangat menyayangimu” ujarnya seraya mencium pipi. Lantas dia menuju kamar mandi.

Angin yang berhembus terasa dingin sekali. Di atas balkon, aku berdiri mematung. Menikmati pemandangan kota di malam hari.
“Sedang apa disini?” tanya Nick dari belakang sambil memeluk.
“Menyaksikan indahnya malam. Aku sangat kedinginan di malam yang indah ini” pelukan Nick kian erat. Sampai terdengar dengusan nafasnya yang harum.
“Sekarang bagaimana?” ia bertanya. Aku memegang tangan kekarnya yang melingkar di tubuhku.
“Terima kasih” ucapku pelan. Nick mencium pipiku dengan pelan.

“Apa ini?” tanyanya tiba tiba sambil meraba raba leherku. Aku lantas melepaskan pelukannya dengan paksa.
“Bukan apa apa. Ini hanya luka biasa” bantahku.
“Apa ini ulah Emily lagi?”
“Bukan..”
“Kumohon Alley. Jujurlah!” Nick memegang pundakku dengan erat. Tatapannya sangat dalam dan emosional. Kutundukkan pandanganku. Dan dengan terpaksa aku berkata.
“I.. Iya. Emily yang melakukannya” setelah berkata demikian, Nick melepas genggaman di pundakku.
“Kurang ajar. Apa maunya? Harus aku peringatkan dia”
“Jangan! Kau tak perlu berbuat demikian. Aku mohon” aku memelas padanya. Ia menatapku sembilu lalu memelukku erat.
“Maafkan aku. Seharusnya kau tak perlu merasakan ini setiap saat” aku tersenyum simpul sambil mengusap rambutnya.
“Kau tak usah meminta maaf. Ini bukan salahmu atau salah Emily. Ini salahku yang telah mencintaimu. Seharusnya aku tak ada dalam kehidupan kalian”
“Jangan berkata begitu. Kau bukanlah orang yang bersalah. Justru kau adalah korban. Korban dari kesalahan cintaku. Aku berjanji akan selalu menyayangimu, Alley. Camkan itu” ucapan Nick lantas membuatku harus menitihkan air mata. Meski aku tersenyum, air mata ini tak mampu berbohong. Aku sangat mencintai Nick, pria yang telah menikah dengan wanita lain, bernama Emily.

“Semalam itu sangat indah bukan?” ujar seseorang mengagetkanku. Saat kutengok, ternyata Emily.
“Emily? Sejak kapan kau.. Disini?” dia pun duduk di atas sofa merah sambil melepas topi lalu menyimpannya.
“Tak perlu aku menjawab pertanyaanmu itu. Yang perlu adalah jawaban darimu atas pertanyaanku tadi” aku sedikit menunduk. Kemudian berjalan menuju lemari.
“Kenapa tidak menjawab? Apa harus aku ulangi lagi pertanyaannya?”
“Emily aku mohon, aku harus mengenakan pakaian. Kita bicarakan ini di luar” mendengar perkataanku, Emily sedikit menganggukan kepalanya dan melangkah ke luar dari kamar.

“Jadi? Apa jawabanmu?” Emily pun mendekat secara perlahan. Kedua tangannya memegang pinggangku.
“Alley, apa kau tahu. Kau adalah wanita yang sangat cantik dan kuat. Kesempurnaan melekat padamu. Tetapi, hatimu. Sangat tidak cantik. Bagaimana kau tega, merebut Nick dari aku yang tidak secantik dirimu?” Emily mengelus elus rambut lalu meraba wajahku.
“Kau tahu benda apa ini, yang melingkar di jari manisku? Ini adalah tanda yang Nick ikatkan padaku. Kau tahu. Kami sudah mempunyai seorang putra. Yang harus kami besarkan dengan cinta dan kasih sayang. Namun. Bagaimana jika dia tahu kalau ternyata ayahnya berkhianat? Tentu dia sangat kecewa, bukan? Apa kau setega itu. Alley?” aku hanya terdiam tak berkata sepatah kata pun. Emily melepaskan genggaman dan meraih tas lengannya lalu berjalan meninggalkanku.

“Aku harap kau faham Alley. Sangat berharap” suara pintu yang ia tutup terdengar penuh kebencian. Sekarang, aku benar benar merasa terganggu. Terusik. Dan terkoyak. Cinta ini memang tak seharusnya kurasakan. Sekejam itukah aku merusak dan melunturkan cinta yang telah dirajut oleh orang lain? Perasaan ini jelas bersalah. Mengapa aku begitu egois, begitu keras kepala dan begitu bodohnya diperbudak cinta yang gelap ini? Mungkin sudah saatnya aku akhiri cinta yang terasa pahit ini. Tanpa harus meninggalkan jejak dan bekas. Tanpa harus berurai air mata. Walau pada kenyataannya, air mata ini akan kembali mengalir.

“Nick. Sudah saatnya untukku pergi dan benar benar hilang dari cintaku ini padamu. Sudah saatnya pula untukmu, memperbaiki rajutan cinta dengan Emily. Tak perlu berkeluh apalagi menyerah. Jangan. Cintamu adalah milik Emily. Kehadiranku adalah sebuah kesalahan. Tak sepatutnya aku menganggu kalian”

“Aku akan melangkah menuju dunia yang baru”
“Dunia yang jauh dari perasaan yang bersalah ini”
“Dunia dimana..”
“Cinta tak terasa pahit..”
“Untukmu. Nick Pabians”
“Terima kasih..”

Cerpen Karangan: Fauzi Maulana
Facebook: Fauzi We Lah

Cerpen The Bitterness of Love merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hanya Menjadi Kenangan (Part 2)

Oleh:
Setelah makan siang Chelsea pun berpamitan untuk pulang, dan Farra langsung masuk ke kamarnya tanpa mengucapkan apa-apa terhadap mamanya. Mungkin saat ini ia tengah bimbang dan ia hanya perlu

Maukah?

Oleh:
Pertemuan pertama kita saat duduk di kelas 9 Ingat pertama dulu, kau duduk di sampingku Aku juga ingat, kamu adalah orang yang paling tak ku suka dulu. Kamu banyak

Ku Tak Peduli

Oleh:
Malam itu aku hanya bisa terdiam di tempat tidur. Kecelakaan siang tadi membuat aku malas untuk bangun dari tempat tidur ini. “assaamualaikum” salam itu membuat aku tersentak kaget. Sosok

Malam Tapi Tak Kelam (Part 1)

Oleh:
Aku menelaah dengan baik lekukan wajahnya yang tertunduk lemah itu. Aku tahu, dia menangis bisu. Dia terisak dalam gelap malam yang ia anggap tak pernah kelam. Ingin kupeluk wanita

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *