Untuk Gama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Cinta Segitiga
Lolos moderasi pada: 22 July 2016

Kucoretkan kertas ini dengan tinta hitam. Kususun kata demi kata hanya untukmu. Tak pernah terbayangkan sebelumnya untuk aku menulis surat ini.
Terkantuk-kantuk sudah aku menulis surat ini untukmu. Sudah hampir pagi sehingga aku tak dapat memejamkan mataku, yang ada justru kamu. Jadi kubiarkan saja diriku menuntaskan rindu.

Mari kita mulai dari, kamu apa kabar, Gama? Lama sekali rasanya tidak menanyakan kabarmu. Ya… semejak kamu memutuskan untuk fokus pada kelulusanmu. Terlalu sedih ketika kamu lebih sibuk dengan yang lainnya dibanding aku. Maafkan aku: Aku terlalu berharap padamu.

Aku baik-baik saja jika kamu ingin tahu. Hati ini masih sama dengan yang lalu-lalu. Tidak banyak yang berubah ketika ku tahu di hatimu bukanlah aku.
Ada banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu, Gama. Jarak kita terlalu dekat (setidaknya bagiku) sehigga aku takut terlalu banyak orang yang nanti akan mengetahuinya.

Gama, aku jatuh cinta padamu.
Aku lupa sejak kapan sadar akan hal itu. Ini mungkin terlalu cepat, tapi sungguh aku selalu merindukanmu. Merindukan saat-saat kita menghabiskan waktu bersama, melihatmu tertawa dan chatting dengan tawa yang menggelitik. Sebut aku klise. Terserah! Tapi itulah yang aku rasakan. Kamu pasti pernah jatuh cinta juga kan, Gama? Lama aku memendam hal ini dan baru kuuraikan sekarang.

Gama, aku menyesal.
Mengapa kamu akan lulus begitu cepat, baru beberapa saat rasanya aku mengenalmu, bahkan sebelum aku memberikan hadiah kepadamu? Sebuah kecupan misalnya? Selepas peristiwa itu aku ingin menyatakan bahwa aku jatuh cinta padamu. Tapi, belum sempat aku berbicara tentang perasaanku, kamu sudah lebih dulu menerangkan sosok wanita itu. Dulu aku bungkam karena aku malu. Namun sekarang aku sadar, seharusnya aku menyatakannya. Setidaknya walaupun kamu tidak bisa membalas perasaanku, aku sudah berusaha jujur padamu. Seharusnya tidak aku pendam perasaan ini sendirian.

Aku pernah menceritakan rasa ini pada sahabatku. Kamu pernah merasakan cemburu, Gama? Aku cemburu ketika keharmonisan aku denganmu harus digantikan oleh kamu dengan sahabatku. Mungkin aku salah. Kamu yang mengetahui itu semua. Apakah aku ini hanya selembar kertas yang kamu coret-coret lalu kamu robek begitu saja?

Aku tetap mencintaimu, Gama. Entah sampai kapan perasaan ini akan ada dan entah sampai kapan surat ini sampai ke tanganmu. Aku sadar bungkamku salah. Apa boleh aku merasakan rindu kepadamu, Gama? Aku rindu perhatianmu, rindu kasih sayangmu, rindu kebersamaan kita, rindu akan semua kisah tentang aku dan kamu.

Aku mencintaimu, Gama.

Salam,

Zenata

Cerpen Karangan: Lulu Masruroh Rachmat
Blog: lumrach.wordpress.com

Cerpen Untuk Gama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Senja Ada Cerita

Oleh:
Tepat waktu. Sesampainya, aku langsung menaiki anak tangga yang terpaku di pohon besar, di hadapanku. Segesit mungkin aku mencari posisi ternyaman untukku duduk. Hanya tinggal seperempat jam lagi, matahari

Kutinggalkan Cintaku

Oleh:
Apakah salah jika kita mencintai seseorang yang dicintai oleh orang lain. Kurasa tidak, selama tidak ada yang terluka dan tidak ada hubungan yang rusak. Aku adalah gadis biasa berusia

Harusnya Aku Tak Begitu

Oleh:
Malam dingin yang menyapa, namun hangat kebersamaan kita melenyapkan kedinginan itu. Aku memulai melangkah dengan penuh keraguan, namun kulakukan dengan pasti. Aku melangkah dengan penuh rasa bersalah, namun kurasakan

Good Day

Oleh:
Jakarta pukul 17.00 wib, jakarta diguyur hujan hari ini, “untunglah aku sudah sampai di kostan” kataku sambil tergesa gesa membuka kunci pintu Aku yang baru saja sampai di kostan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *