You’re My Guardian Angel

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Perpisahan
Lolos moderasi pada: 23 August 2015

“Hay, Fann?” sapaan itu selalu terngiang di mana kita pertama saling mengenal. Kita memang satu sekolah namun beda beberapa kelas saja sehingga membuat kita beda jam masuk sekolah aku sekolah pagi dan dia sekolah siang. Kita memulai chatting seperti sudah lama saling mengenal padahal belum pernah mengenal sama sekali.

Dia asyik dan baik anaknya sopan dan terkenal dengan wajahnya yang tampan badannya yang tinggi kulitnya yang putih dan banyak sekali wanita di sekolahku yang mengaguminya. Namun dia hanya memiliki satu orang mantannya yang menurutku cantik sekali bebeda jauh sekali denganku.

Aku hanya seorang wanita berkacamata dengan mins yang sangat besar sehingga kacamataku yang tebal dan warna kulitku yang gelap banyak bekas jerawat di wajahku, rambut yang tidak pernah bisa ditata rapi namun aku sedikit manis dengan lesung pipit yang berada di bawah bibir senyum yang manis dan mata yang indah yang selalu tertutupi dengan kacamata tebal ini entah apa yang membuat dia bisa menyapaku.

Namun ternyata setelah lama kita mengenal, ia hanya ingin membuat aku dekat dengan temannya saja karena di sana temannya yang suka pada aku bukan dia, “iyalah, mana mungkin dia bisa suka sama aku jauh sekali, kan” pikirku dalam hati. Ternyata juga ia belum pernah bisa melupakan mantannya itu.

Semakin saja aku tidak pernah berandai-andai lebih dari sekedar teman smsan. Namun kita selalu berhubungan lewat pesan singkat aku pun meresponnya dengan biasa-biasa saja karena bila berlebihan tidak enak juga. Takut disangka aku berharap lebih.

Semakin lama semakin dekat aku pun tidak mengerti mengapa dia terus menghubungi aku. Ya, memang aku akui aku memang tidak cantik seperti mantan dan kecengannya, namun aku cukup menarik mantanku juga terbilang banyak di sekolah mereka semua juga tampan dan tidak ada yang di bawah rata-rata.

Entah mengapa dia memanggilku dengan kata “say” dan terus mengirim sms memanggil-manggil jika sms sebelumnya tidak aku balas. Aku sedikit risih dan tidak percaya ditambah lagi ia mengirimi status di facebook. Maklum dulu kita masih SMP masih zaman yang namanya facebook hehe. Ia menembakku lewat telpon dan kata-katanya ialah.
“maukah kamu menjadi pendamping hidupku?” akhirnya aku terima saja karena aku akui aku memang sedikit memiliki rasa lebih padanya.

Dia memiliki rasa itu juga atau tidak aku tidak tahu yang pasti kita menjalani layaknya seperti pacaran temanku yang mengeceng dia setengah mati kaget. Karena selama ini dia yang selalu berusaha mendekatinya bukan aku tapi ia sepertinya memilih aku.

Selama kita kontakan dengan mesra dia selalu membandingkan aku dengan mantannya yang cantik itu, menyama-nyamai dan itu membuat aku sangat sakit.
“apakah aku hanya pelampiasannya? Atau sekedar ingin merusak perasaanku saja?” banyak tanya di hatiku yang belum pernah terjawab.

Akhirnya aku berpikir untuk menyudahi saja hubungan kita dan meninggalkan dia dengan kenangan mantannya itu. Toh, banyak laki-laki yang mendekatiku juga selain dia akhirnya aku tidak memabalas smsnya sengaja ingin menjauhinya pesan terakhirku adalah, “aku ya aku, dia ya dia aku gak akan bisa jadi dia dan dia gak akan pernah bisa jadi aku. Aku dan dia berbeda jangan anggap aku adalah dia jika begitu kejarlah dia lagi biar kamu sepenuhnya benar-benar bersama dia”

Aku menyimpan handphoneku dan meninggalkannya seolah aku tidak peduli dengan balasan yang akan ia kirim. Setelah beberapa jam aku tinggalkan aku penasaran juga dengan balasannya. Ternyata ia benar-benar menyesal dan mengakui bahwa akulah yang benar-benar ia inginkan bukan mantannya ia mengirim ratusan sms yang membuat handphoneku sangat error akhirnya aku kembali untuk dia dan seperti biasa lagi.

Tahun ajaran baru pun datang, aku sangat ingin bisa satu kelas dengannya tapi ternyata tidak. Kelas kita dari ujung ke ujung aku awal dan dia akhir.
“ya memang tidak seharusnya kita satu kelas” gumamku.

Setelah lama-lama kita tetap menjalani hubungan kita sebatas lewat sms dan telpon karena jarak rumah kita terpaut 10 km lebih tidak memungkinkan untuk berbicara antar muka ke muka. Kita menjalani percintaan ini hanya sebatas lirikan di sekolah sms telpon saat sepulang sekola tidak pernah lebih itulah namanya juga cinta monyet. Tapi kita saling mencintai dengan tulus.

Aku semakin dewasa dan sekarang aku tidak memakai kacamata lagi melainkan softlans yang membuat siapapun bisa melihat indahnya mataku aku mulai bisa mengurus diri dan memang sebenarnya kulitku putih, namun karena sering terpapar matahari saat pergi dan pulang sekolah yang jauh membuat kulitku jadi sedikit gelap namun dengan berjalannya waktu semua memudar aku semakin kembali ke kulit asalku menjadi tidak jauh dengan wanita cantik di sekolahku tidak lagi merasa minder bila tahu statusku berpacaran dengan dia lelaki tampan di sekolahku.

Tidak ada hubungan yang tidak diuji. Begitupun dengan kita. Teman-teman wanita di kelasnya banyak yang mengagumi pacarku sehingga mereka menjadi sinis jika melihat aku. Banyak yang menjudge. Menyidir, menjelek-jelekan aku membuat namaku menjadi sangat tercemar. Menghina, bahkan terus saja mengusik hubungan kita. Aku tetap sabar dan sangat sabar.

Namun saat pelajaran walikelasnya mengajar di kelasku ia berbicara bahwa ia pernah meminta pacarku memutuskan aku karena menjelang ujian nasional kita harus fokus belajar katanya begitu. Maklum aku memang terkenal sehingga siapapun yang berpacaran dengan aku guru-guru pasti tahu dan menggoda aku membuat aku malu. Kembali lagi ke yang tadi. Ya, bahkan aku tidak tahu soal ia akan memutuskan aku sungguh aku sangat kaget.

Saat aku pergi ke wc aku bertemu dengan teman sekelas pacarku dan aku mengenalnya tiba-tiba ia menepuk bahuku dan berkata,
“Fann, kamu putus ya? Kamu tahu gak kenapa pak Mamat nyuruh putus kamu sama dia?” ucapnya.
“gak tahu emang kenapa? katanya sih supaya fokus un” timpaku.
“bukan tahu, kan Raja dekat sama Dini pak mamat mau jodohin mereka berdua makannya pak Mamat nyuruh Raja putusin kamu fan, biar bisa sama Dini aja” jawabnya lagi.
“oh gitu, makasih ya infonya” jawabku tersenyum.
“iya sama-sama kamu sabar yaa” jawabnya sambil meniggalkan aku berdua bersama temanku.

Entah mengapa di sana hatiku seperti tersayat jadi selama ini dia bermain di belakangku dekat dengan wanita lain dan tidak menganggap keberadaanku. Sungguh aku tidak percaya mataku berair dan meneteskan air permata.

Saat sampai rumah aku baru bertemu hp dan berniat menghubungi Raja dan akan menyudahi semua hubungan kita yang memang sangat indah selalu ada kenangan di setiap langkahnya ditambah lagi aku melihat foto Raja dan Dini sedang mesra duduk di satu kursi. Raja di kursinya dan Dini di tangan kursinya semakin saja sakit hatiku olehnya. Sebelumnya juga pernah temanku memergoki ia mengantar wanita lain sedangkan aku saja tidak pernah diantar olehnya sangat tidak adil ucapku.

Raja menelponku mungkin ia tidak terima dengan keputusanku memutuskannya iya meminta maaf dan menangis ditelpon ia menjelaskan semuanya sedetail-detailnya padaku kita tidak jadi putus namun hatiku telah disakiti olehnya dan semenjak itu aku dekat dengan cowok-cowok keren lainnya di belakang dia tanpa sepengetahuan dia sampe terus-menerus aku seperti itu meski dia sudah tidak dekat lagi dengan Dini karena lebih memilih aku study tour sekolah pun dia membayar lebih agar bisa ke bus kelasku karena ia tidak mau bersama Dini takut kehilangan aku katanya.

UN pun berlalu dan kita lulus dengan hasil yang memuaskan tanpa pernah ada putus sebelumnya, kita meninggalkan sekolah penuh kenangan itu dan kita berbeda sekolah semakin tidak pernah bertemu saja anniversary ke satu tahun dia membawa mawar dan kue kecil kita merayakannya berdua di teras rumahku canda tawa dan riang memecah kesunyian.

Saat awal masuk SMA sekolah kita sangat jauh. Tiba-tiba saja ia menghilang selama 3 hari dan aku sangat cemas, handphonenya tidak aktif aku sangat sedih aku mencoba membuka media sosial fb, twitter dan semuanya aku cari dia ternyata dia ketahuan memiliki pacar dan ia belum boleh memiliki pacar, orangtuanya marah besar. Transportasi, hp, uang semua diblokir oleh orangtuanya aku pun hanya bisa menerima.

Keeseokan harinya ia ke rumahku dengan menggunakan angkot meminta maaf dan kita menangis bersama ia memegang tanganku dan menunduk penuh sesal kepadaku sungguh mengharukan. “kita tidak bisa dipisahkan” ucapnya.

Hari hari aku lalui sendirian tanpa ada dia di sela-selanya sangat membosankan. Kita yang selama ini selalu tidak pernah bisa jauh akhirnya dijauhkan seperti ini sekalinya ia mencuri-curi waktu untuk menghubungiku malah menambah kesedihanku saja.

Dengan kesendirianku memudahkan aku dekat dan berkenalan dengan cowok lain, akhirnya aku mengenal Rezky seorang laki-laki tampan. Model dari salah satu kota besar dengan motornya yang gagah incaran banyak wanita juga mendekatiku dan menembakku dengan cepat aku tidak pernah berpikir memutuskan Raja saat itu namun ternyata saat Raja kembali aku sudah bersama Rezky.

Aku tidak pernah membalas dan mengangkat telponnya, namun Raja tidak menyerah ia menyimpan kotak musik indah dan beberapa gambaran tulisan yang ia buat sendiri di depan rumahku membuat aku mengingat rasa-rasa cinta yang indah saat aku dan Raja pertama mengenal dan mencintai. Tapi sudah terlambat aku sudah bersama Rezky meski Raja tidak tahu.

Setelah cukup lama aku dan Raja putus dengan paksaan dari Rezky kita benar-benar dipisahkan oleh Rezky. Di status kita memang berpisah tapi tidak dengan hati dan perasaan kita.

Keesokannya aku sakit dan tidak sekolah Raja datang ke rumahku dengan membawa buah dan kue untukku dia memang merasa sakit dengan pengkhianatanku tapi jauh di lubuk hatinya ini bukan sepenuhnya salahku. Raja menangis sambil duduk di lantai terasku sambil menangis ia berkata,
“kenapa kamu setega ini bukannya kita pernah berjanji selalu bersama dalam hal apapun? Tapi kenapa ada dia di antara kita?” Sambil Dia memberikan foto-fotoku yang ada di dompetnya dan tersenyum.

Senyum yang semenjak tahun lalu sampai sekarang selalu menjadi semangat di hari-hariku. Aku sangat mencintai dia. Akhirnya dia berkata ini adalah terakhir kalinya ia datang ke rumahku sambil tersenyum dengan linang air mata mengucapkan, “selamat tinggal Fanni” berjalan meninggalkan aku menghilang dari pandanganku. Dengan keadaan aku yang menangis sampai terduduk sambil memegangi kue dan buah dari Raja untuk terakhir kalinya. I will always love you Raja.

Cerpen Karangan: Arsyafanni Avicenna
Facebook: Arsyafanni Avicenna
@ArsyafanniA

Cerpen You’re My Guardian Angel merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Di Bawah Bunga Merah Jambu

Oleh:
Kau mirip helai bunga sakura yang mekar dan berguguran, dan kusimpan di antara lipatan buku kenangan yang indah. Sewaktu-waktu aku bisa membukanya dan melihatmu masih ada disana. Helai bunga

Pesan Rindu Untuk Dinda

Oleh:
Waktu itu berjalan sangat cepat. Waktu membawa kita menjumpai perpisahan. Perpisahan itu menyedihkan tapi memiliki banyak hikmah. Terkadang kita harus bisa mengikhlaskan. Mengikhlaskan perpisahan terjadi. Karena setiap dari manusia

Cinta Ku Terbelenggu

Oleh:
Aku mengenalnya di tempat ini, di sebuah jalan penghubung antara dua kota yang tak layak disebut jalan poros. Jalur yang terbentang antara Samarinda dan Berau. Awalnya dimulai dari pertemuan

Tuhan… Aku Mau Yang Itu (Part 2)

Oleh:
“Naniyaaa!!” Teriakan tepat di telingaku membuatku terlonjak kaget bangun dari tidurku. Aku membuka setengah mataku yang benar-benar masih berat karena merasa baru tidur. Wajah Davin tampak tepat di depan

Maafkan Kakak Bu

Oleh:
Terlihat 2 orang adik kakak yang sedang bercanda di kamarnya yang serba ungu itu. Dia bernama Alisha Nadia Desire (Adik Ashilla) yang masih berumur 15 tahun dan Ashilla Veronica

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *