Bersamamu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sejati
Lolos moderasi pada: 7 December 2018

Pagi ini alarmku berbunyi berisik sekali… masih malas mau membuka mata. Tapi… yah… harus bangun, sambil berjalan ke kamar mandi kuteguk segelas air putih di meja. Ah… segarrr… lanjut mandi.

“Cuit cuit” ada sms masuk “aku tunggu di depan gang”, tanpa pikir lagi langsung starter motor menuju gang yang lumayan agak jauh dari rumah.
Sebelum sampai hp ku berdering terpaksa kuhentikan motorku. “Halo, mas cepat pulang ke kampung ibu sakit”. Tanpa berfikir lagi kuputar motor menuju ke kampung. Yah… lumayan jauh 4 jam perjalanan, tanpa sadar aku melupakan seseorang di sana yang menungguku di depan gang. Perasaan jadi kacau, ah… sudahlah kataku.

Kupacu motorku semakin cepat, saat mau motong mobil peti kemas aku kurang konsentrasi, tak terhindar aku melayang dan semua jadi gelap.

Saat inggin membuka mata terasa berat, pelan ku berusaha membuka mata. Dan “astaga” kenapa aku masih di tempat tidur harusnya aku pulang kampung. Ingin segera melompat tapi sekujur tubuhku kaku sulit sekali kugerakkan, terutama kakiku seperti mati rasa.

Saat pandangan mulai jelas, aku lihat ibu dan adikku ada di sampingku, aku tersenyum bahagia ternyata aku ada di kampung. “Hai… kenapa kalian menanggis, apa yang terjadi”. Baru aku sadar aku di rumah sakit. “Kakak yang sabar yaa” dengan deraian air mata hanya itu yang sanggup terucap dari mulut adikku. Aku semakin tak mengerti aku berusaha bangun dan kubuka selimut yang menutup kakiku. Seperti tersambar ribuan petir kedua kakiku raib entah kemana.
Semakin tak terbendung air mata ini, aku berteriak sekuat mungkin… kehidupanku tinggal separuh…

Sebulan aku dirawat di rumah sakit. Tak pernah lagi terbayang olehku wajah yang kemarin… yang tiap pagi menungguku di gang depan. Pupus sudah harapan tuk memilikinya.

Hari ini 14 april, tak pernah terbayang olehku sosok yang masih kurindu ada di hadapanku. Tanpa ragu dan jijik dia langsung memelukku… tanpa air mata, senyumnya menghias wajahnya.
Dan dia berbisik bahwa dia bersedia menikah denganku, ya… allah ujian atau anugerah yang Kau beri…
“Aku tak mampu bahagiakan kamu dengan segala keterbatasanku” hanya itu yang sangup kuucap.
Dengan lirih wanita pujaan ku berkata “aku akan jadi pelengkap segala kekuranganmu. Dan aku bahagia jika bisa hidup berdampingan denganmu. Sampai kita terpisahkan, bukan karena orang ke tiga tapi karena ragaku tak sangup tu bergerak dan berdiri lagi dan nafasku berhenti”.

Aku hanya mampu diam dalam tangisku, ternyata aku gak salah pilih.
Wanita di hadapanku adalah bidadari dari surga, yang akan menemani jalan hidupku sampai ujung maut menjemputku.

Cerpen Karangan: Anfa
Blog / Facebook: Anna fitrianna

Cerpen Bersamamu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sepucuk Daun Teh

Oleh:
Di dalam kamar aku masih terus memandangi daun teh yang kian lama kian layu dan pudar hijaunya sama seperti jiwaku. Masih teringat jelas kenangan musim liburan lalu. Dimana aku

Memories of The Rain

Oleh:
Namaku Terresia Riffany, teman-temanku biasa memanggilku Tere. Tapi ada juga yang memanggilku ‘cupu’, hanya karena aku memiliki hobi yang berbeda dari semuanya. Penampilanku juga selalu ketinggalan zaman dari mereka,

Cintaku Untukmu, Zia

Oleh:
Malam ini hujan begitu derasnya mengguyur bumi. Suara gemuruh yang terkadang diselingi sambaran kilat pun tak kunjung mereda. Aku duduk terpaku menatap seraut wajah indah yang terselip dalam dompet

Kisah Cinta Dalam Derita

Oleh:
Aku Jaqueline Haufmann. Tahun ini, aku terdiagnosa menderita Skoliosis. Skoliosis adalah pembengkokan tulang belakang yang bisa terjadi karena faktor genetik, otot yang lemah, dan kesalahan posisi duduk. Penyakit ini

Dirimu Mengalihkan Duniaku (Part 1)

Oleh:
Sore itu mendung kelabu menggantung di langit mengantarkan kepergianmu ke peristirahatan terakhir. Lantunan ayat-ayat suci masih menggema di telingaku, menyertaimu dalam damai. Meskipun ulama memakruhkan kalau perempuan tidak boleh

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *