Lamursaluun

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sejati
Lolos moderasi pada: 26 August 2018

“Orang yang diutus untukmu”

Sebuah foto yang membukakan mata Isma, bahwa ada negara indah di belahan dunia berbeda dengan letak geografis yang berbeda pula. Yang menyimpan keindahan dan sejarah tersendiri, yang kelihatannya mustahil untuk Isma abgari datangi.
Namun, pikiran itu kini bukan sekedar angan angan saja. Ia mendapatkan beasiswa penuh untuk biaya kuliah dan asrama di Universitas Washington. Tak ada yang lebih Isma syukuri daripada itu, apalagi penyebab utamanya adalah Allah!
Rasanya, Isma sangat berat hati jika harus meninggalkan mama, ayah, evelyne dan keysa adiknya, meninggalkan kenangan manis pahit yang menyertai langkahnya.

Brakk..
Isma menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur, rasanya hari ini sangat melelahkan baginya. Isma mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar, aktivitasnya terhenti pandangannya tertuju pada salah satu jas berlogo UNDIP yang tersusun rapi di antara sederetan pakaian lainnya.

Ia teringat 3 tahun yang lalu, pada sosok seorang lelaki yang begitu ia kagumi. Tak dapat dipungkiri ia memang mencintai lelaki itu, David. Orang yang sangat sempurna di matanya, namun perasaan itu ia pendam hingga saat ini. Tapi Isma bukanlah Fatimah azzahra yang dapat menahan perasaannya kepada Sayyidina Ali hingga setan pun tidak mengetahui.

Sudah lama aku tidak bertemu dengannya, aku merindukanmu. Apakah kamu masih mengingatku? Jika saja kamu adalah jodohku, aku yakin sejauh apapun jarak, waktu pasti akan menyatukannya. Biarlah kesendirian dalam penantian yang menjaga iman.
Itulah kalimat yang bermain di kepala Isma, ia memejamkan matanya memanjatkan doa kilat dalam hatinya, untuk lelaki yang tak terjangkau namun begitu dicintainya.

3 tahun kemudian.
Belanda, negeri yang kini ia pijakki untuk menggapai mimpi. Kehidupan Isma kini berada di puncak kesuksesan. Namun, cobaan hidup seperti tetap mengiringi setiap langkah Isma. 3 bulan terakhir dia sering merasa kesakitan di seluruh tubuhnya, entah penyakit apa ia pun tidak tahu.

Sore ini, hujan turun dengan lebat seakan mengerti apa yang sedang ia rasakan. Penasaran akan penyakit apa yang ia derita kini telah ada jawaban, kegagalan sistem kerja saraf sungguh membuat pertahanan Isma goyah seakan dunia berhenti berputar. Hampir ia kehilangan semangat untuk hidup! No hadapi kenyataan Isma.
Aku hanya perlu menunggu waktu, membuktikan kebahagian, mutlak akan tertuju padaku. Karena aku yakin skenario Allah begitu indah.

“Kenapa engkau beriku cobaan yang begitu indah ya allah”. Isma menghela nafas “Jika saja cobaan ini menjadi penggugur dosaku, aku rela jalaninya. Tapi, kenapa disaat yang bersamaan engkau ambil kedua orangtuaku? Sungguh aku tidak sanggup”. Isma menggigit bibir menahan tangis.

Drettt.. Drettt..
Ia meraih ponselnya yang bergetar, membaca pesan yang muncul di layar ponsel.
From: 0881724×××××
Isma abgari, kau tahu? Aku masih setia dengan perasaanku untukmu. Aku yakin kita ditakdirkan untuk bersama…
Bisakah kamu melihatku sejenak? Kini aku ada di hadapanmu.
– David

Jantungnya berdegup tak karuan, David orang yang dia cintai kini ada di hadapannya? Mimpikah ia? Setelah 7 tahun lamanya tidak bertemu, kini ia hadir kembali. Mungkinkah benar? Bahwa ia memang jodohnya?
Aku tenggelam dalam tatap, terbius oleh harum. Aku tak dapat menghindar, aku jatuh lagi dan lagi.

“Hi, Isma. Aku tidak menyangka kita akan bertemu di negara ini. Kau tahu? Selama 7 tahun aku tidak melihatmu, aku sangat merindukanmu”. Lelaki itu tersenyum lalu duduk di samping Isma. “Hem, maaf. Apakah aku salah orang? Kau Isma Abgari bukan?”. lelaki itu kembali bertanya.
“Iya Imam, ini aku. Maaf, aku hanya terkejut kedatanganmu sangat tiba tiba hehe. Um, by the way kok kamu bisa ada di sini sih? Sedang apa di Rumah sakit? Siapa yang sakit?”. Terlihat sekali Isma sangat gugup berada di samping lelaki itu, Imam.
“Tidak ada, aku hanya melakukan rutinitasku memeriksa kesehatanku. Kau sendiri sedang apa di sini? Kamu sakit? Dan sudah berapa lama kamu tinggal di negeri ini?”. Lelaki itu menatapnya.
“Oh tidak juga, aku hanya mengantar temanku. sekitar 4 tahun setelah lulus kuliah di Undip, aku pindah ke Belanda melanjutkan kuliahku.”
.. Mereka pun tenggelam dalam suasana kerinduan, saling berbagi cerita tentang kehidupan masing masing. Setelah pertemuan itu, mereka pun menjadi sangat dekat. Namun, keadaan Isma semakin down. Kini ia sudah tak bisa lagi berjalan, dan memutuskan untuk tidak menemui David (lagi) agar dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada Isma.

“Angela, kau mau kan antar aku ke bandara? Hari ini aku akan pulang ke Indonesia, aku ingin berobat di negeriku saja”. Isma merapikan pakaiannya.
“Kenapa tidak berobat di sini saja Isma? Alat alat di sini sangat canggih, mungkin saja nanti kamu bisa sembuh Isma”. jelas wanita itu, Angela.
“Tidak Angela”. Isma menggelengkan kepala. “Aku harus pulang. Kau antar aku sekarang ya”.
Angela, hanya mengangguk menyetujui ucapannya. Keputusan Isma sudah sangat bulat, ia ingin menjauh dari David, bukan karena ia sudah lagi tak cinta. Namun, karena ia sadar Isma tak pantas berada di samping lelaki yang sangat sempurna di matanya.

Kepulangannya disambut oleh keluarga besarnya, mereka sangat bahagia menyambut Isma. Namun, mereka merasakan sakit saat melihat orang kebanggaan keluarga, Isma kini sudah tak lagi bisa berjalan.
Keadaan Isma semakin parah, ia tidak bisa melakukan apa apa lagi. Ia sangat kehilangan semangat untuk hidup, ia merasa hanya akan menjadi mayat hidup yang tak dapat melakukan apapun.

“Ismaaaaaaa”. Teriak seorang lelaki “Ada apa sebenarnya? Kenapa kamu menjauhiku? Jawab jujur Isma”. David duduk di depan isma. Isma hanya dapat menggelengkan kepala, ia tak dapat menahan tangisnya.
“Kamu sakit apa Isma? Aku sangat khawatir dengan keadaanmu. Aku mencintaimu Isma, aku tak ingin kehilanganmu”. Kini David pun menangis tak dapat menahan sakit saat ia melihat orang yang dia cintai jatuh sakit.
“Aku tidak pantas berada di sampingmu Imam, aku sudah tidak bisa melakukan apapun lagi. Aku tidak ingin kamu khawatir, untuk itu aku menghindar darimu! Sekarang pergilah David, aku sudah tidak ingin melihatmu lagi”. Isma mencoba berdiri melangkah pergi meninggalkan lelaki itu. Namun, nihil ia tak dapat lagi berjalan.
“Kau egois Isma, kau hanya memikirkanmu saja, tidak dengan perasaanku. Aku tidak ingin kehilanganmu untuk kedua kalinya! Saat ini juga aku akan menikahimu!”. Ucap David sembari menggendong Isma.
“Tidak Imam tidakkk, aku tidak pantas berada di sampingmu, aku tidak bisa lagi berjalan. Aku tidak sempurna”. Isma mencoba untuk melepas gendongan David, namun Imam semakin menggendongnya dengan erat.
“Aku tidak peduli Isma, cinta romantis ada! tidak memerlukan fisik sempurna untuk menjadikan kisah cinta yang sempurna”.

Setelah resmi menikah, mereka pun hidup dengan bahagia. Tapi, 5 bulan setelah itu Isma kehilangan penglihatannya. Kebahagiaanya seketika lenyap, kini ia sedang duduk di kursi roda dengan tatapan tak tentu arah.
“Sweetheart?, sedang apa di sini? Angin malam tidak baik untuk kesehatan sayang”. David, menggenggam tangan Isma menatapnya dengan tatapan sayang.
“Aku sedang berpikir saja”. Isma menghela nafas “Kenapa ya? Dunia ini seakan tidak pernah mengizinkanku untuk merasakan kebahagiaan? Aku sekarang tidak dapat melihat, tidak dapat berjalan mungkin sebentar lagi aku akan meninggal lalu aku kesepian di sana tanpa kehadiranmu Imam”. Isma tersenyum pedih.
“Syuttt, tidak sayang tidak. kamu tidak boleh berbicara seperti itu. Apapun keadaanmu aku akan tetap mencintaimu. La tahzan innaallaha ma’ana”. David meraih Isma kedalam dekapannya, ia menatapnya sendu lalu ia mengecup kelopak mata Isma yang basah karena air mata.
Aku berjanji Isma aku tidak akan pernah meninggalkanmu, aku akan menjagamu, mencintaimu hingga aku tidak dapat menghela nafas lagi.

Hanya satu yang aku tahu, kehadiranmu menyempurnakan hidupku, memilikimu menguatkan imanku, kehilanganmu meruntuhkan jiwaku.

the end

Cerpen Karangan: Sugiarti Rahayu
Blog: Sugiartirahay.blogspot.com
Aku Sugiarti rahayu, bersekolah di SMAN 5. Cita cita ku adalah menjadi duta besar, aku menyukai bahasa inggris menyukai dunia menulis

Cerpen Lamursaluun merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rumah Kaca dan Tulip Merah

Oleh:
Hampir setiap pagi aku memandangimu. Di saat sinar mentari menerpa wajahmu, di saat kau tersenyum kepada tukang koran yang lewat di depan rumahmu setiap pagi, di saat kau mengantarkan

Lemari Usang Umi

Oleh:
Suara gemericik hujan masih terdengar di telinga, aroma khas tanah masih tercium di hidung, aku dan umi menyaksikan rintik hujan di atas bale-bale yang sengaja umi simpan di teras

Bukan Juliet

Oleh:
Untuk kesekian kalinya perselisihan sengit antara sepasang kekasih yang berbeda sekolah. Arga di SMA Khatulistiwa yang merupakan sekolah menengah atas keempat baginya sedang Naya masih di SMA Mentari yang

Inikah Takdir, Tuhan

Oleh:
“Hei, kemarilah. Cepat lihat, siapa yang sedang berlatih basket di lapangan itu!” Aku berjalan pelan menuju jendela di ruang kelasku. Sekedar mengintip seorang pria yang sudah dua tahun ini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *