10 : 10 : 10

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 6 May 2019

10 oktober 7 tahun yang lalu
Ketika gue mengutarakan rasa pada perempuan yang pernah gue sebut takdir.

Waktu itu gue masih duduk di bangku kelas 3 sebuah SMA.
Pada jam istirahat gue iseng bertanya pada seorang teman namanya Reni,
“Rent, Lo punya kenalan cewek yang jomblo gak?”, tanya gue.
Trus dia bilang, “mau ngapain lo nanyain cewek ke gue?, lo kan udah punya cewek, mau selingkuh ya?”.

Emang sih waktu itu gue masih menjalin hubungan dengan seorang adik kelas, tapi lagi gak harmonis gitu, bisa dibilang lagi di ujung tanduk.
Ya sekedar persiapan jika tiba-tiba cewek gue minta putus kan gue udah punya pengganti, itung-itung belajar jadi playboy lah.

Percakapan pun berlanjut, “Ayolah Ren, gue sama cewek gue udah putus kok”, pasang muka memelas.
“Beneran lo udah putus?, kayaknya kemarin gue liat lo nganterin dia deh waktu pulang sekolah”. Nampaknya dia tau kalau gue berbohong.
Tapi setelah melobi-lobi sekian lama akhirnya dia percaya.
Trus dia bilang, “Ya udah gue kenalin sama saudara gue, tapi lo jangan mainin dia, soalnya dia cewek baik-baik”.
Kemudian dia ngasih no hp cewek itu.
Yesssss… gue bersorak dalam hati.
Saking senengnya ingin rasanya gue melompat sambil meluk dia, tapi gak jadi karena keburu bel masuk.

FYI aja, sampai detik ini gue masih ingin meluk dia sebagai ucapan terima kasih, tapi tak kunjung terlaksana juga apa lagi sekarang dia udah nikah.
Hmmmmp sirna sudah harapanku.

Oke lanjut ke cerita..
Sepulang sekolah gue langsung sms cewek itu dan ngajakin kenalan,
Dari situ gue tau kalau dia bernama Yulia, dia kakak kelas gue waktu SMP. Dia juga udah tau gue sejak dulu, tapi gue gak pernah liat dia waktu SMP. Katanya sih dulu dia suka merhatiin gue gitu, ya maklumlah waktu SMP gue termasuk cowok populer. Setidaknya teman sekelas gue pada tau siapa gue. Meskipun kelas yang lainnya enggak.

Hampir satu minggu lebih gue smsan sama dia kadang juga dia telepon gue. Semakin hari kita semakin akrab gue jadi tau banyak tentang dia. Gue jadi tau kebiasaan dia, dia paling gak suka kalo lagi diem trus tiba-tiba dituduh maling tivi, dia juga paling benci kalo baju kesayangannya dijadiin lap buat nyuci motor. Ya itulah sedikit yang gue tau dari dirinya.

Sampai pada akhirnya cewek gue tau kalo gue punya gebetan lagi, dia ngambek sengambek-ngambeknya hampir saja saking ngambeknya dia berubah jadi super saiya. Kemudian cewek gue minta putus dan dia benci banget sama gue.

Gue juga kaget banget ngerasa sangat bersalah sama cewek gue, waktu ada masalah gue bukannya berusaha memperbaiki keadaan, gue malah sibuk nyari cewek lain.
Ah tapi nasi sudah menjadi bubur, walaupun ketika jadi bubur namanya berubah jadi bubur ayam bukan bubur nasi (ah sudahlah itu gak usah dibahas). pokoknya kita memilih untuk bubar, mungkin ini jalan terbaik untuk hubungan kita.

Setelah gue resmi jadi jomblo gue makin serius sama si Yulia, gue jadi lebih rajin main ke rumahnya keluarganya pun sangat baik sama gue mereka udah nganggap gue bagian dari keluarga mereka, sampe-sampe gue kepingin minta ditulis di daftar penerima warisan keluarga tapi gak jadi karena gak berani bilangnya.
Dia juga kayaknya udah makin yakin sama gue. Untung aja dia gak tau kalo dulu gue hanya jadiin dia pelarian saat gue ada masalah sama cewek gue.

Semakin hari dia semakin baik sama gue, dia sungguh perhatian dan penuh kasih sayang, dia bisa membuat gue melupakan semua masalah dan masa lalu gue. Gue jadi makin suka sama dia. Pokoknya dia cewek idaman banget deh.

Sampai pada akhirnya gue memberanikan diri untuk menembak dia. Waktu itu tanggal 10 Oktober 2010, tanggal yang sangat cantik bahkan lebih cantik dari Raisa dan Isyana. Gak mau kehilangan moment berharga itu gue langsung nyamperin dia kerumahnya, dan dengan penuh keyakinan akhirnya gue bilang, “Yul, kita kan udah lama deket dan udah tau kepribadian kita masing-masing, jadi gimana kalo kita jadian?”.
Mendengar ucapan gue dia kaya yang kaget gitu, mungkin percaya dan gak percaya sama gue.
Dia bilang, “Kamu serius mau kita jadian?, bukan karena ini tanggal cantik kan?”.
Mampus kenapa dia bisa ngeh sih tentang tanggal ini, gumam gue dalam hati.
Ah tapi gue jujur aja sama dia, “Iya Yul, mumpung tanggalnya lagi cantik kenapa gak kita ciptain moment yang indah, kalo kita jadian sekarang kan kita jadi mudah aja buat ngingetnya ini tanggal langka loh”, rayu gue.
“Tapi kamu juga harus tau kalo perasaan aku ke kamu serius kok gak main-main, aku beneran suka sama kamu dan aku mau jadi pacar kamu”.
Nampaknya ucapan gue bisa membuat dia percaya kalo gue memang serius. Akhirnya dia nerima cinta gue dan jadian sama gue.

Waktu itu gue sangat bahagia karena telah mengukir sejarah baru dalam perjalanan hidup gue. Hari-hari gue jadi makin berwarna setelah gue jadian sama dia. Gue makin nyaman sama dia, begitu juga sebaliknya. Kita berdua saling melengkapi kekurangan masing-masing, pokoknya indah deh. Hari berganti minggu kemudian berganti bulan kita semakin menyatu. Sampai pada akhirnya gue ngarasa ada yang aneh sama diri gue.

Menginjak bulan ke tiga gue ngerasa makin aneh, perasaan gue ke dia perlahan luntur, gue juga gak ngerti kenapa bisa seperti ini. Mungkin benar kata Raditya dika dalam sebuah bukunya yang menyebutkan, “Cinta itu bisa kadaluarsa”. Dan itu terjadi sama hubungan ini.

Semakin kesini hubungan kita semakin hambar, gue makin menjauhkan diri darinya. Gue bersikeras gak mau nyakitin dia tapi namanya hati gak bisa dibohongi, rasa ini telah tiada. Meski gue berusaha tetap mencintai dia tapi gue gak bisa.

Perlahan dia menyadari perubahan dalam diri gue, dia minta kejelasan tentang hubungan ini. Tapi gue memilih diam, Gue gak pernah lagi bales sms dia, Gue gak pernah lagi ngangkat telepon dari dia. Hingga akhirnya dia menyerah, kita berdua memang tidak bisa bersama.

Aku dan dia sama-sama saling menjauh dan mungkin saling melupakan. Dan itu semua karena gue, karena sikap gue, karena keegoisan gue. Kita berakhir tanpa kata putus, hanya saling diam tanpa ada penjelasan.

Sejak saat itu gue mulai sadar betapa pecundangnya gue, betapa begonya gue udah menyia-nyiakan wanita yang tulus sayang sama gue. Tapi apa daya semua itu sudah terjadi dia terlanjur sakit hati, dan kata maaf pun belum sempat gue ucapkan.

Kini sudah 7 tahun berlalu gue dan dia sudah tumbuh menjadi sesuatu yang baru. Dia sudah menemukan tambatan hatinya yang baru bahkan saat ini dia telah menikah dan memiliki seorang putri yang begitu lucu.

Gue sungguh bahagia melihat keadaan dia saat ini, Tuhan emang adil dia yang dulu telah gue sia-siakan kini telah hidup dengan harmonis. Mungkin juga ini adalah jawaban Tuhan bahwa wanita yang baik akan mendapatkan lelaki yang baik juga.
Gue memang gak pantas untuknya.

Cerpen Karangan: Hendri Setiadie
Blog: henzsetiadie.blogspot.com

Cerpen 10 : 10 : 10 merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sepotong Kenangan Si Tunas

Oleh:
Kususuri koridor panjang. Berharap menarik tebaran jala yang kutebar karena memerangkap sosok berbingkai kerudung biru lebar. Berharap mendengar derap langkah menujuku. Berharap mendapat potongan senyum dan sapaan dari bidadari

Your Fault

Oleh:
Aku punya cerita. Ini cerita kenyataan, salah satu bagian dalam hidupku. Namaku Rania Larasati, panggil saja Ran. Aku akan menceritakan salah satu bagian hidupku dimana aku ditembak salah satu

Idealis Sang Pendaki

Oleh:
Embun pun masih menempel di dedaunan, sinar sang mentari masih tertutup awan pagi, belum ada tanda-tanda terik hari ini. Di lapangan hijau pagi sekali sudah ramai pecinta olahraga, sibuk

Moon

Oleh:
Aku Valeryan, aku adalah pelajar dari salah satu sekolah yang ada di Jakarta. Aku mempunyai sahabat perempuan, ia adalah Valery. Ia menemaniku kemanapun aku ingin pergi, menemaniku disaat aku

Cinta Telepon Genggam

Oleh:
Siang yang panas memang sepanas otakku ketika pelajaran fisika dimulai. Pelajaran yang paling sulit kupahami sejak dahulu, ditambah lagi dengan nada suara yang terdengar sayup seperti kekurangan oksigen dari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *