11 Hari Menuju Hari Special

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 12 July 2013

Ada seorang gadis remaja yang sedang menanti-nanti hari yang mungkin sangat special untuknya, tetapi dia menginginkan satu hal sebelum hari itu tiba.

Hari itu dia mengajak seorang lelaki untuk ikut ke taman kampus.
“Ada apa?”, tanya lelaki itu yang bernama Dicky.
“Aku.. aku cuma mau kamu jadi pacar aku”, ucap gadis itu ragu.
“11 hari aja, please…”, ucapnya lagi memohon.
“Oke aku mau”, ucap Dicky tersenyum.
“Sungguh?”, ucap gadis itu mengharapkan keyakinan.
“Ya.. tentu”, ucap Dicky.
“Terima kasih, aku janji hanya 11 hari”, ucap gadis itu senang.
“Ya sama-sama”, ucap Dicky selalu dengan senyuman.
“Oh ya, apa nanti kamu mau pergi sama aku?”, tanya gadis bernama NICHA itu ragu.
“Tentu, kamu kan pacar aku”, ucap Dicky.
Raut wajah Nicha sekarang mulai memerah.
“Oke, jam 8 malam yah”, ucap Nicha.
“Iya”, ucap Dicky singkat.
Nicha pun pergi dari taman kampus.

Dikelas
“Gimana? loe diterima?”, tanya Yuki teman Nicha.
“Gue diterima”, ucap Nicha tersenyum.
“Wiss… hebat banget loe”, ucap Reza teman Nicha sekaligus pacar Yuki.
“Ya jelas mau lah, orang cuma 11 hari”, ucap Nicha.
“Gak papa lah, yang penting loe udah pernah ngerasain pacaran sama Dicky”, ucap Yuki.

Malamnya…
Dicky sudah menunggu di depan rumah Nicha.
“Maaf ya lama”, ucap Nicha.
“Gak kok, aku baru sampai”, ucap Dicky.
“Ya udah yuk berangkat”, ajak Nicha.
“Iya”, ucap Dicky singkat.

Nicha dan Dicky pun berangkat menuju pasar malam. Setelah sampai mereka pun langsung bermain-main disana.
“Dicky, ke situ yuk”, ajak Nicha, Dicky hanya mengangguk.
Mereka pun pergi ke arena permainan yang ada disana.

“Itu.. lempar ke situ, ayo cepet masukin!!!”, terdengar Nicha sedang berteriak mengarahkan agar gelangan yang akan Dicky lempar bisa masuk ke dalam lingkar leher sebuah botol yang berada jauh di depan mereka.
“Ayo dikit lagi”, teriak Nicha lagi dan akhirnya… yes… gelangan itu masuk ke lingkar leher botol itu.
“Yeyy…”, lagi lagi Nicha berteriak.
Dicky pun menang dan berhak memilih hadiahnya sendiri.
“Kamu mau yang mana?”, tanya Dicky meminta pendapat.
“Lumba-lumba aja, lucu…”, jawab Nicha.
Dicky pun mengambil sebuah boneka lumba-lumba yang lumayan besar dan memberikannya pada Nicha.
“Nih buat kamu”, ucap Dicky seraya menyodorkan boneka lumba-lumba itu.
“Hah? yang bener?”, tanya Nicha tak percaya.
“Iya, tentu…”, ucap Dicky.
“Kenapa?”, tanya Nicha lagi.
“Kamu kan pacar aku”, jawab Dicky.
Nicha hanya bisa tersenyum malu dan mendekap erat boneka pemberian Dicky itu.
“Makasih ya”, ucap Nicha.
“Sama-sama”, ucap Dicky.

Dicky selalu saja memberikan senyuman setiap dia berbicara pada Nicha, itu yang membuat Nicha semakin jatuh hati padanya. Lalu mereka berdua pun duduk di sebuah bangku setelah lelah mengitari pasar malam itu. Mereka tertawa bercanda bersama.
“Kalau dilihat lebih dekat, ternyata Nicha manis juga ya”, batin Dicky sambil tersenyum sendiri.
“Kenapa? kok senyum-senyum sendiri?”, tanya Nicha heran.
“Egh… gak papa kok”, dusta Dicky.
Tanpa diduga tiba-tiba Dicky mencium pipi Nicha, Nicha pun terkejut akan hal itu.
“Ya udah yuk, kita pulang”, ucap Dicky.
“Eghh… iya”, ucap Nicha yang masih shock.
Akhirnya mereka pun pulang…

Dirumah
Seperti biasa Nicha menulis apa yang terjadi hari ini di buku hariannya.

20 September 2012
Dear diary,
Hari ini aku seneng banget, aku jadian sama Dicky, orang yang aku cinta selama 4 tahun ini, bahagia banget walaupun ini hanya berlangsung selama 11 hari, makasih Dicky… udah buat hari ini menjadi lebih indah 🙂

Begitulah diary yang Nicha buat, setelah itu dia pun terlelap dalam tidurnya.

Berhari-hari nicha melewati kebersamaan bersama Dicky, dengan rasa bahagia, dengan senyuman yang selalu terpancar di bibir tipisnya itu.

27 September 2012
Dear diary,
Tinggal beberapa hari lagi aku harus berpisah dari Dicky, aku memang tak kuat, tapi itu sudah menjadi keputusan, aku tetep bahagia karna Dicky mau kasih kesempatan buat aku, makasih Dicky… 🙂

Semakin hari Nicha semakin melemah, dia tak kuat menahan tubuhnya sendiri, akhirnya keesokan harinya dia dilarikan ke rumah sakit

Di rumah sakit…
“Yuki, apa gue boleh minta tolong?”, tanya Nicha.
“Tentu, minta tolong apa? selagi gue bisa, pasti gue tolong”, ucap Yuki.
“Tolong kasih surat yang ada dalam buku diary ini ke Dicky tepat pada tanggal 02 Oktober, dimana hari aku harus putus sama Dicky” ucap Nicha.
“Ya, gue dan Reza janji bakal sampein surat ini ke Dicky, iya kan Za?”, ucap Yuki berjanji.
“Ya, pasti! gue sama Yuki bakal kasih surat ini ke Dicky”, sahut Reza.
Yuki tak dapat menahan air matanya karena melihat sahabatnya yang terbujur lemah di ranjang. Dan setelah lama akhirnya Nicha koma, semua yang berada disitu panik bukan kepalang, semua tak kuasa menahan air mata.

Esoknya di kampus…
Dicky yang sedari tadi tampak bingung karena tak mendapati Nicha ada di kampus pun bertanya pada Reza yang sedang asik berdua bersama kekasihnya Yuki.
“Za, loe liat Nicha gak? kok dari tadi gue gak liat dia yah?’, tanya Dicky heran.
“Nanti juga loe bakal tau”, sahut Yuki dan berlalu bersama Reza.
Dua hari berlalu tanpa adanya Nicha, Dicky pun semakin bingung. Tak lama dia menerima message dari NICHA?
Isinya

Dicky, datang ke tempat pertama kali kita jadian
From : Nicha
Dicky pun segera ke taman kampus, tempat pertama kali mereka jadian. Namun itu lebih membuat Dicky heran karena disana tidak terlihat adanya Nicha melainkan Yuki.
“Loh.. Nicha mana?”, tanya Dicky heran.
“Nicha gak ada disini”, ucap Yuki semakin membuat Dicky tak mengerti.
“Maksud loe?’, tanya Dicky tak mengerti.
“Nicha… Nicha koma selama 2 hari kemarin, dia… dia punya penyakit… tumor otak”, ucap Yuki lesu.
“Apa?!! Nicha.. Nicha sakit? kenapa loe gak bilang sama gue, kenapa?”, ucap Dicky kaget dengan apa yang dikatakan Yuki tadi.
“Ini semua Nicha yang minta, gue gak bisa berbuat apa-apa, gue cuma dititipin surat ini aja buat loe”, ucap Yuki seraya menyerahkan buku diary Nicha lalu pergi.
Dicky pun membaca surat yang Nicha berikan.
Isinya :

Dicky, akhirnya hari yang gak pernah aku inginkan datang juga, akhirnya aku harus pisah sama kamu, saat ini aku memang sedih, tapi beberapa hari ini kamu udah buat hidup aku lebih berwarna, aku lebih bahagia di samping kamu, 11 hari ini aku lewati dengan perasaan bahagia tak ternilai, makasih Dicky… kamu udah buat hidup aku lebih indah, makasih udah buat aku lebih tersenyum… 🙂 ini hadiah terindah dari ulang tahunku hari ini, semua akan aku kenang, aku tetap cinta sama kamu… selamanya…

I love you Dicky…

Setelah membaca seuntai surat dari Nicha dengan kesedihan, Dicky pun membaca isi diary yang kamu buat. Sontak Dicky kaget saat membaca diarymu pada tanggal 20 September.
“4 tahun?!”, batin Dicky kaget.
“Nicha udah segitu lamanya cinta sama gue, tapi gue gak pernah sadar, terlalu setia buat gue, gue gak akan sia-siain Nicha”, batin Dicky lagi.

Dicky pun langsung menuju rumah sakit untuk melihat keadaan Nicha. Sesampainya di rumah sakit, Dicky langsung ke ruangan dimana Nicha di rawat.
“Gimana keadaan Nicha?”, tanya Dicky.
“Dicky? Nicha.. Nicha masih koma”, ucap Yuki lesu.
“Boleh gue masuk?”, tanya Dicky lagi.
“Boleh kok, masuk aja”, ucap Reza.
Dicky pun masuk dan langsung terduduk di dekat ranjang Nicha.
“Nicha… aku mohon kamu bangun, aku ingin hubungan kita tetap berjalan, aku gak mau putus pada hari ulang tahun kamu, aku ingin kamu segera sadar, aku ingin lihat Nicha yang dulu, yang selalu tersenyum, ayolah aku mohon… aku sayang dan cinta sama Nicha, aku gak akan sia-siain kamu Nicha…”, itulah kata-kata yang terucap dari mulut Dicky diikuti tangisannya.

Dan ajaib! setelah lama Dicky berbicara sendiri, akhirnya Nicha pun tersadar dari komanya, Dicky pun sontak memeluk Nicha bahagia.

“Nicha… kamu udah sadar? aku seneng banget”, ucap Dicky senang.
“Ini berkat kamu, kamu ada di samping aku, kamu minta aku untuk bangun di saat aku mulai merasa gelap”, ucap Nicha yang masih lemah.
“Nicha… aku gak akan putusin kamu, kamu terlalu setia untuk aku, aku ingin jaga kamu selamanya”, ucap Dicky.
“Makasih Dicky”, ucap Nicha.

Keadaan Nicha pun kembali normal, seperti tak ada penyakit dalam tubuhnya, sungguh keajaiban yang luar biasa dari CINTA… 🙂

Cerpen Karangan: Annisa Nur Fitriani (Icha)
Facebook: Andicksa Karisma

Cerpen 11 Hari Menuju Hari Special merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I Think You’re Born To Be Mine

Oleh:
Tepat pukul 06.30 pagi bel sekolah berbunyi. Aku sudah malas mendengarnya. Nama ku Avalana. Aku punya 3 orang sahabat. 1 cewek namanya Sheril 2 cowok namanya Luca dan Ray.

Hidupku Tak Sepahit Jamu Ibuku

Oleh:
Tak ada yang istimewa dalam hidup Rofan. Dia adalah anak kedua dari empat bersaudara. Dia mempunyai seorang kakak perempuan, satu adik cewek dan satu adik cowok. Kakak perempuannya sudah

Misi Cinta

Oleh:
Udara sudah semakin dingin karena hembusan angin malam yang begitu dasyat sampe-sampe terdengar tangisan anjing tetangga gue karena kedinginan “AaaUuu…” “Tita… Tita tunggu!” “Rendy, Ada apa?” “Tita, tadi gue

Karena Sahabat Lamamu Itu (Part 1)

Oleh:
Aku telah lama berpisah dengan kekasihku karena sesuatu, kekasihku yang telah lama Aku sayangi dan Aku cintai tega mengkhianati Aku dan bermain cinta dengan wanita lain yang juga merupakan

Cinta Terpendamku Hanya Untukmu Sahabat

Oleh:
Aku sudah lama bersahabat dengannya. Dia yang selalu memberikan perhatian padaku, dia yang selalu setia menemaniku, sampai tak jarang ia rela menemaniku smsan sampai pagi. Namaku Devi Anastasya. Dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

4 responses to “11 Hari Menuju Hari Special”

  1. vinna dwi yanti says:

    yang lain dong cha ! 🙂
    yang baru gitu 😛

  2. Febby says:

    Co cuit banget …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *