120 Bulan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 19 June 2017

“hai semua. Perkenalkan nama saya hiroharu higashiyama” Aku memperkenalkan diri di depan kelas baruku. Aku agak malu memperkenalkan diriku sendiri, mereka hanya menampakkan wajah datar mereka yang tanpa ekspresi, sekalipun ada yang tersenyum tipis. Mereka menatapku seperti menatap terpidana, terlalu fokus. Aku duduk di barisan terdepan, salah satu kebijakan wali kelas baruku.

Kelas 1 aku sekolah di Bali, kelas 2 aku pindah ke Majalengka, Kelas 2 semester akhir aku pindah lagi ke bali, Lalu kelas 4 aku pindah lagi ke kota asal ayahku yaitu Majalengka. Semuanya berawal di bangku kelas 4 SD. Apa yang anak sd kelas 4 tahu tentang Cinta? Mungkin bila mengenal pun hanya Cinta monyet biasa bukan? Seorang gadis yang bernama Chinatsu narahashi adalah gadis pertama yang aku cintai. Gadis terpintar di kelas baruku yang pernah jadi kelas lamaku 2 tahun sebelumnya. Aku tak terlalu mengenalnya ketika perpindahanku kelas 2, namun di kelas 4 lah aku mulai mengenal dirinya.

Beberapa teman kelasku mengetahui kalau narahashi-chan menyukaiku. Cintaku tak seburuk dalam film-film anak SMA. Cintaku terbalas begitu mudahnya. Aku menyukainya, namun narahashi-chan sendiripun tak tahu kalau aku menyukainya. Menginjak kelas 5 hingga kelas 6, aku masih menyukainya. Tak ada yang bisa menggantikannya di hatiku ini. Teringat ketika dalam satu buku tertulis “Chinatsu narahashi love hiroharu higashiyama” aku berkata pada mereka yang menemukan tulisan itu “mungkin narahashi-chan lah yang menulisnya”. Padahal aku sendiri yang menulisnya. Aku hanya malu bila semuanya tahu kalau aku menyukainya.

Aku tak ingin terlalu jauh dan juga tak ingin terlalu dekat. Aku dan narahashi-chan tetap berteman seperti yang lainnya. Walau kadang berasa agak berbeda, apalagi ketika jantungku tak bisa berhenti berdetak kencang ketika di dekatnya. Teringat ketika salah satu temanku menyembunyikan tas selempang narahashi-chan, aku memindahkannya diam-diam agar narahashi-chan tidak lelah mencarinya. Tapi aku tak berkata pada siapaun.

Aku kembali meneruskan sekolah di Bali. Meneruskan sekolah menengah pertama di kota asing lagi. Satu tahun, dua tahun, berlalu begitu cepat walau aku lebih suka bersekolah di majalengka. Cinta monyetku kembali datang tanpa permisi. Aku dan narahashi-chan saling mengirim pesan lewat messenger. Baru kali ini aku kembali berhubungan dengan gadis itu, setelah 2 tahun lebih lost contact.

Via messenger
Cn: higashiyama-chan apa benar kau akan melanjutkan SMA di Majalengka?
Aku: jika orangtuaku mengijinkan narahashi-chan. Aku akan tinggal di rumah nenekku.
Cn; benarkah?
Aku: ya, apa kau senang?
Cn: ya aku senang, aku ingin melihatmu. Kau pasti tinggi, kalau aku sih paling pendek di kelas, hhe.
Aku: aku juga ingin melihatmu narahashi-chan. yang pasti lebih tinggi darimu. Haha
Cn: hmmm, kau bisa saja. Meneruskan ke sma atau smk?
Aku: sepertinya smk, aku ingin cepat bekerja.
Cn: ohh begitu.
Aku: nae.

Seperti apa yang aku inginkan, aku sudah bersekolah di salah satu smk di Majalengka. Aku masih saling mengirim pesan sebelum hari raya idul Fitri. Tapi setelah itu, aku dan narahashi-chan tak lagi saling berkabar. Awalnya narahashi-chan agak kurang setuju karena aku akan melanjutkan ke smk. Entah apa alasannya, atau mungkin karena dia akan meneruskan sekolah di sma. Jadi, dia kecewa tak lagi satu sekolah denganku seperti smp, tapi itu hanya dugaanku saja. yang pasti setelah kami membicarakan tentang sma dan smk dia tak lagi membalas pesanku.

“Neechan! (panggilan untuk kakak perempuan)” panggilku.
“Ada apa higashiyama-chan?” Tanya kakak yang berjalan kearahku.
“Yang tadi di luar itu siapa?” Tanyaku
“Oh tadi, dia soasuke arashi temanku” jawabnya
“Ohh, kalau yang wanita aku seperti kenal. Dia siapa Neechan?” Tanyaku lagi
“dia chinatsu narahashi pacar soasuke arashi.. Bukannya itu teman SDmu higashiyama-chan?” Tanyanya balik padaku.
“Oh ya aku ingat neechan” jawabku tersenyum tipis.
“Aku mengenalnya Neechan, aku hanya pura-pura tak mengenalnya untuk tahu siapa laki-laki itu. Dan benar saja, laki-laki berambut perak itu pacarnya” batinku seakan berkata lagi pada neechan.

Cinta monyetku sudah agak berkurang. Walau masih ada dan seringkali mengganggu hari-hariku. Karena untuk apa aku tetap menyukainya, jika dia telah dengan yang lain. Beberapa gadis sengaja kudekati, aku bukanlah anak sd ataupun smp yang tak tertarik pada dunia pacaran. Kini aku mulai mencari sosok yang diidamkan. Walau sosok itu masih dominan dalam diri narahashi-chan. Tak lama aku mendapatkan gadis lain. Cinta monyet itu tetap saja Cinta, tetap sulit melupakan narahashi-chan. “Come on hiroharu higashiyama, kau harus mencintai pacar barumu!” Tekadku.

Tekadku tak berjalan mulus seperti jalan tol. Aku tak bisa menumbuhkan ilalang baruku untuk pacar baruku, ilalang lamaku terus saja tumbuh cepat dan lebat. Namun Aku tetap memacarinya. Disamping itu, aku juga dekat kembali dengan narahashi-chan. Ternyata Neechanku salah menduga, laki-laki yang berambut perak itu hanyalah teman narahashi-chan. Seperti sebelum hari Raya idul Fitri, aku kembali saling mengirim pesan dengan narahashi-chan dengan bahasan yang lebih mendalam lagi.

Aku dan narahashi-chan tak punya status pasti, hanya sekedar pengirim dan penerima kabar. Kadang kami berbalas pm di bbm, walau tak terlalu kami tunjukkan. Status di bbm tak lagi nama pacarku yang membosankan, statusku “sibuk”. Narahashi-chan tak tahu kalau aku masih mempunyai seorang pacar. Aku tahu, aku juga mengerti perasaannya yang digantung olehku. Dia pernah menulis pm “lelah!” Yang membuatku tak berhenti mikirkannya. Namun apa dayaku, gadis lain masih berstatus pacarku. Kode-kode keras bahkan pernah ia lontarkan di salah satu caption dalam foto yang dia upload di instagram.

Aku teringat Neechan yang bercerita tentang kisah cintanya yang cukup tragis. Neechan diselingkuhi karena pacarnya tak mencintainya. Bahkan neechan beberapa hari sakit demam karena stress memikirkan laki-laki itu. Aku berfikir hal yang sama pada pacarku. suatu keputusan sudah kuambil. aku tak mungkin memutuskan pacarku yang terlihat sangat mencintaiku. nama pacarku itu telah kucantumkan kembali di status di bbmku. semua itu membuat narahashi-chan marah padaku, dia tak lagi membalas pesan terakhirku.

Satu tahun berlalu. Handphoneku sepi seperti kuburan, tak lagi ada suara dering yang menunjukkan ada pesan masuk. Aku dan narahashi-chan sudah mencantumkan nama yang berbeda di status bbm masing-masing. dugaanku ketika narahashi-chan terpuruk dan sakit hati karena perbuatanku, ada laki-laki yang membangkitkannya. Jadi dengan mudahnya laki-laki berambut perak yang pernah neechan katakan, bisa merebut hati narahashi-chan dengan cepat.
“Tak ada lagi tutur manismu narahashi-chan” Aku mengirim pesan itu pada narahashi-chan tanpa khawatir. Dia hanya membalasnya dengan “???”. dia sungguh marah besar padaku. Aku memang mengaku kalau aku salah, tapi aku tak berfikir dia akan semarah itu.

Cerita cinta monyetku berakhir tragis, walau berbeda cerita dengan kisah cinta neechan. Tapi setidaknya aku tahu kalau nama “hiroharu higashiyama” pernah tinggal di hati narahashi-chan selama 10 tahun atau sekitar 120 Bulan.

Cerpen Karangan: Renita Melviany
Facebook: Renita melviany

Cerpen 120 Bulan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Getar Tuhan Ataukah Getar Cinta?

Oleh:
Sesejuk angin malam yang membelai lembut diriku yang tengah melangkah pulang dari surau. Kurasakan indahnya kasih yang diberikan tuhan, kuberjalan diantara barisan para mujahidah modern akhwat tangguh yang berhasil

Dia Adik kelas Ku

Oleh:
Nama aku Jani. Ini ceritaku ini luapan kebahagiaanku memilikinya. Dia muda tangguh berwibawa walaupun dua tingkat di bawahku, ya dia adik kelasku dan aku kakak kelasnya. Namanya Muhammad Rizal

Nggak Suka Tapi Sayang

Oleh:
“Ah, aku suka itu” tunjukku ke sebuah baju ynag bergambar 2 pasangan yang sedang bergandengan tangan. “Oh, aku lebih suka yang itu” Tunjuk temanku ke arah baju berwarna hitam

Why Do We Break Up?

Oleh:
Hari begitu gelap. Sang surya telah kembali ke peraduannya. Tak ada satu pun sinar bintang terpancar dari langit malam. Hanya terdengar suara petir yang menyambar, disusul suara guntur yang

My Bestfriend, My True Love

Oleh:
Sebelumnya, aku tidak pernah tahu makna cinta, karena menurutku yang lebih indah dari semua itu adalah persahabatan. Persahabatan lebih dari apapun, karena mencari sahabat sejati begitu susahnya, seperti mencari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *