2 Hati Berbagai Rasa

Judul Cerpen 2 Hati Berbagai Rasa
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 21 December 2015

“apa kau pernah merasakan bagaimana pacaran itu?”
“tentu saja.”
“aku belum.”
“benarkah? Kau serius belum pernah pacaran?”
Gadis berparas cantik itu mengangguk, jari-jari tangannya saling bertautan, mata bulatnya terus menatap ke arah guru yang kini sedang menerangkan di depan kelas.

“selama 17 tahun aku hidup, aku belum pernah tahu apa itu yang dinamakan cinta Fer.”
“kamu bercanda aja, masa ada sih remaja zaman sekarang yang belum pacaran. Kalau suka sama cowok pernah kan?”
“pernah, tapi sulit buat diungkapin jadi ya…” Celia memegang kepalanya, lalu dia senderkan tubuhnya ke kursi. “susah tahu nyatain cinta itu, lebih mudah dipendem.”
“gak baik dipendem terlalu lama, tapi ya terserah sih. Mau aku buktiin gak kalau nyatain cinta itu gak sulit?” tanya Ferdian, teman yang kini diajak ngobrol oleh Celia.
“aku mau.”
“kapan-kapan deh.” mendengar jawaban dari Ferdian membuat Celia merengut. “baiklah.”

“Ferdian cakep ya.”
“benarkah? Memang sih dia cakep tapi sayang jomblo.”
“kamu juga jomblo kan Ce, jadi jangan ngejek orang” kata Melly, Celia kembali memfokuskan untuk membaca buku dengan sampul yang bertuliskan ‘Biologi’.
“selain cakep, dia juga pinter” kata Melly sesekali melirik ke arah Ferdian yang kini sedang membantu temannya dalam mengerjakan tugas.
“kamu suka Ferdian?” tanya Celia sedikit risih saat mendengar nama temannya yang berulang kali disebut.
Melly menatap Celia. “apa terlihat begitu jelas?”
“ya…” Mimik wajah Melly seketika berubah menjadi cemas. “jangan bilang Ferdian, gue mohon.”

“ya lihat aja deh” jawab Celia enggan meneruskan obrolan tentang Ferdian. Mata Celia menyipit, mencoba memperhatikan dengan serius orang yang berjalan mendekati mereka.
“eh Mel, lo udah nyiapin bahan-bahan buat kerja kelompok itu?” tanya Ferdian dan mengambil duduk di samping Melly, membuat gadis itu menahan napas untuk beberapa saat, melihat situasi yang mendukung, Celia bangkit dari duduknya.
“eh gue ke kantin dulu ya, biar kalian ada waktu ngobrol.”
“gak usah, kamu di sini aja. Ngobrolnya gak bakal lama kok.”

Tatapan Celia kini beralih ke arah Melly, gadis itu menatap memohon ke arah Celia dan Ferdian. “eh gue pergi aja deh, gue takut ganggung” kata Celia lalu berjalan ke luar dari kelas.
Untuk beberapa saat, Celia sempat melihat melalui jendela, lebih tepatnya ke arah Ferdian dan Melly yang sedang asyik mengobrol, membuat sebuah senyuman terlukis di wajah Celia.
“kok kelihatan cocok sih?” tanya Celia dan melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.

“kerja kelompok apa saja Melly?” tanya Celia namun tidak ditanggapi oleh Ferdian.
“Fer? Lo dengerin gue gak?”
“hmm.. eh balikin hp gue!!” kata Ferdian saat hp-nya dirampas oleh Celia.
“sedang asyik chattingan… astaga kau ada perkembangan ternyata!!” kata Celia ketika melihat situs yang dibuka oleh Ferdian, situs yang harusnya tidak dilihat oleh remaja Indonesia.

“pervert,” kata Celia lalu memberikan ponsel dengan merek terkenal itu ke pemiliknya.
“wajar, aku berarti normal” kata Ferdian sembari memasukkan ponselnya ke dalam saku celana.
Celia hanya menggerakkan mulutnya tanpa ada sepatah kata pun yang ke luar dari bibirnya, dan dari tingkah Celia mendapat tatapan aneh dari Ferdian.

“kau kenapa?” tanya Ferdian.
“tidak” jawab Celia.
“aneh.”
“emang.”
Keheningan melanda mereka semua, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing, Ferdian yang sedang sibuk menghafal rumus-rumus fisika dan entah apa yang Celia pikirkan.
“eh Fer, lo suka sama Melly gak?” tanya Celia mencoba memecah keheningan sekaligus membuka obrolan baru.

Ferdian menggelengkan kepalanya dan beberapa detik kemudian langkahnya terhenti.
“Aku suka sama kamu Ce.”
“suka sebagai sahabat kan ya?” tanya Celia.
“rasa suka antara seorang laki-laki pada seorang perempuan.”

Celia berdiri di hadapan Ferdian, senyuman manis terlukis di wajah cantiknya.
“kalau pacaran kan terikat dalam suatu hubungan dan juga hanya bertahan 1 atau 2 tahun, setelah itu? putus pasti udah gak saling peduli dan seperti orang yang gak saling kenal. Beda kalau bersahabat, tidak terikat dalam suatu hubungan khusus namun bisa saling mengerti dan saling melengkapi, tidak ada kata putus dihubungan yang dinamakan sahabat. Kau paham?”

“aku paham, baiklah-baiklah kita bersahabat saja. Sebenarnya aku hanya ingin mengungkapkan saja, aku sudah tahu apa jawabanmu. Aku sudah buktikan kan jika ungkapin cinta itu gak sulit?”
“aku tahu, cinta itu tidak harus selalu memiliki. Tapi makasih loh udah dibuktiin ke aku” kata Celia.
“baiklah Ce, ayo kita pulang.”
“ayo.”

TAMAT

Cerpen Karangan: Ayunda Hadi S

Cerita 2 Hati Berbagai Rasa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kesan di Waktu Singkat

Oleh:
Duduk di bawah cuaca udara yang sejuk dengan nuansa hening. Dikelilingi sahabat dan terlihat di seberang sana beberapa pria muda sedang bermain basket dengan asyiknya. Kupandangi beberapa pria itu

Claudy And Shine

Oleh:
Dia adalah Violina Estian, banyak orang yang menginginkan hidupnya seperti kehidupan Violina, karena orangtua Violina adalah seorang wiraswasta yang sukses bahkan mereka mempunyai banyak cabang perusahaan di luar negeri.

I Love You My Angel

Oleh:
Pagi hari. Hari ini Puspa, sedang berada di Perpustakaan yang tak jauh dari rumahnya. Dia datang sejak jam 7 pagi. kini dia tengah asyik membaca salah satu buku cerpen

Akankah Kalian Tahu

Oleh:
Masa smp kulalui dengan sangat indah. Orang bilang, masa smp adalah masa-masa sekolah yang paling indah dibanding masa sekolah lainnya. Mungkin mereka benar. Pada masa smp aku memiliki banyak

Saat Cinta Tak Terbalas

Oleh:
Mulai dari pukul 19.00 sampai 23.00 aku melepas rindu bersamanya. Aku tau dia bukan kekasihku. Aku sadar dia adalah milik sahabatku. Aku tak berarti apa-apa di matanya. Aku bukan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *