200 Percent Sweet Seventeen

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 11 November 2017

Deburan angin menerpa wajah mungilnya. Kacamatanya berembun. Entah percikan air apa yang menyelimuti kacamatanya itu. Kakinya yang telanjang memainkan pasir yang tak berdosa itu. Pansusnya digantungkan di tali slingbag pinknya. Sampah minuman dan makanan ringan berserakan di sekelilingnya. Memandang dan berpikir kenapa matahari sebegitu kejamnya meninggalkan dirinya sendiri. Yang pasti matahari sudah mau pulang, mesti ganti shift sama bulan. Sendiri. Kenapa dia mau ke tempat ini?.

Kini mata sayunya tertuju pada dua orang yang sedang bercengkrama yang berada pada radius yang tak sampai berkilo-kilo meter. Kacamatanya semakin berembun. Ada sekilat harapan di sana. Pasangan yang tak menyadari keberadaannya pun membuat gadis itu semakin kesal. Pasalnya pasangan tersebut kini menjadi lebih menarik matanya. Tawa yang renyah saling menyapa dari mulut dua orang itu. Kini tangannya memeras pasir yang tak mengerti dengan semua ini. Pasir adalah korban dari segala rasa kesalnya. Terdiam. Hening. Matanya kini beralih dan hanya ingin menyapa bulan dan bintang yang udah mulai menggantikan posisi matahari.

“Yumi…! Pria mu, Yum!”. Teriak seorang gadis dari pintu kelas, mengagetkan seorang gadis lain yang namanya disebut.
“Eh pria ku? Siapa? Ayah ku? Kakak ku?!”. Teriak gadis yang sedang duduk di bangkunya. Jawabannya kok sebegitu jengkelin buat gadis yang memanggilnya
“What the food!!! Pria mu loh si K-E-N-T-O!”. Jawab gadis tadi yang kesal hingga mengeja nama seorang pria.
“Loh yah kento. Eh emang dia kenapa?”. Tanya ringan gadis yang sibuk menulis catatan kimia dengan nada menggebu tapi tetap fokus pada catatannya.
“Yum, dengerin!. Serius. Liat aku”. Gadis yang diyakini adalah sahabat dari gadis yang sedang repot menulis catatan kimia mengambil pulpen dari tangan gadis tersebut.
“Heeh, apa Ye?”. Kini gadis itu agak kesal karena sahabatnya menghentikan aktivitasnya tersebut. Pasalnya catatan kimia itu akan dikumpul di les akhir. Gadis itu melihat wajah khawatir sahabatnya pun langsung tersenyum lagi tapi tetap dengan perasaan sedikit bingung.
“Yum…”. Panggil sahabatnya yang wajahnya kini sudah mendung.
“Kenapa ye? Kento kenapa?”. Gadis itu mulai khawatir.
“Yuk ke lapangan..”. Tiba-tiba sahabatnya menarik tangan gadis itu dan membawanya ke lapangan.

Mereka berlarian di koridor sekolah. Sang sahabat dengan hati yang sedikit miris dengan kenyataan yang akan dihadapi gadis yang berlarian bersamanya. Gadis itu, dengan wajah polosnya yang tak paham kenapa sahabatnya ini menariknya dan dengan permen coklat yang memiliki tekstur lembut pun kini sedang dikunyahnya. Lantai 2. Dan kini lantai bawah. Sahabatnya semakin pucat saja.

“Heeh, rame amat nih lapangan. Berisik juga. Ada apaan coba? Tumben banget rame-rame gini”. Kata gadis itu dengan nada santai.
“Yuk ikut..”. Nada suara sahabatnya kini udah mulai serak. Mengajak gadis di sampingnya memasuki kerubungan siswa-siswi lainnya. Gadis itu masih belum bisa menangkap apa yang terjadi. Sampai pada akhirnya terlihat seorang pria sedang berjongkok sambil memegang bunga lily di tangan kanannya dan di hadapannya berdiri seorang wanita yang pipinya bersemu merah.

“Kimi… Aku tau, aku punya banyak kekurangan dan kamu punya banyak kelebihan. Jadi aku ingin memilih seseorang untuk mengisi kekuranganku. Dan akhir-akhir ini aku bertemu kamu. Dekat dengan kamu dan membuat aku berhenti mencari seseorang yang dapat mengisi segala kekuranganku. Kimi, bisakah aku lebih dekat denganmu dan menjadikanmu pelengkap kekurangan ku?.”
“Iya, aku mau..”.
Riuhan kata-kata ‘ciye’ mengisi lapangan indoor. Akan tetapi hanya gadis itu dan sahabatnya yang terlihat tidak mencoba mengeluarkan kata-kata ‘ciye’. Kini sang sahabat matanya sudah merah. Dan gadis itu? Gadis dengan mata sipitnya yang dicoba untuk melotot sudah seperti patung lilin di museum madame merlion.

“Asem banget tuh si Kento. Kata-katanya sok manis banget. Heeh, hubungan kalian gak bakal lama. Jadian kok yah sama Kimi. Nenek lampir gitu disukain”. Sang sahabat yang sudah kesal dengan semua adegan yang nimbulin kata-kata ciye dan pastinya membuat hati gadis yang masih di sampingnya itu retak langsung saja ngedoain yang aneh-aneh.
“Yum…”. Sang sahabat mencoba mengajak gadis itu untuk masuk kelas. Pasalnya kini hanya mereka berdua yang tinggal di lapangan semenjak pria bernama Kento mendapatkan Kimi beberapa menit yang lalu.
“Ibarat petir disiang bolong ya kan?. Buat jantungan. Cepat banget perjalananku mesti berakhir. 65 hari berusaha mencuri perhatiannya, 65 batang coklat yang udah aku letak di loker dia. Hadiah sweet 17 ku yang baru bakal dirayain besok banget ini mah. Ye.. jangan panggil dia ‘pria ku’ lagi. Ye.. kayaknya kita gak perlu dateng pagi-pagi buat letak’in coklat di loker dia lagi, aku gak perlu lagi bergalau ria karena dia. Ya udah, yuk ke kelas. Aku belum selesai catatan kimia”. Kata-kata gadis itu yang dibuat semanis mungkin supaya sahabatnya tak khawatir dan nada suaranya dibuat setegar mungkin.

Yumi Okiraii, gadis berumur 17 tahun kurang 1 hari itu harus melepaskan cinta pertamanya. Seorang pria yang sanggup membuat Yumi berdebar setiap kali bertemu tatapan. Pria yang bisa membuat Yumi berubah. Tapi kini pria itu telah menjadikan seorang gadis untuk menyemangati hari-harinya. Seorang gadis lain yang tak bernama “Yumi”.

Yera Angcelyn, atau yang biasa dipanggil dengan panggilan “Ye” oleh Yumi, sahabat jiwa Yumi yang selalu membantu dan mendukung bagaimana perjuangan Yumi untuk mendapatkan hati Kento. Walaupun Kento tak pernah bergeming dan menatap Yumi sebagai seorang gadis yang selalu berusaha mencari perhatiannya. Entahlah. Tidak ada yang paham apakah Kento tau coklat yang menyambutnya dipagi hari ketika membuka loker berasal dari ketulusan hati seorang Yumi. Yah, memang Yumi tak berniat memberikan label namanya pada coklat yang selalu ia tinggalkan di loker prianya itu. Yang Yera dan Yumi tau adalah Kento selalu bahagia dan melahap habis coklat yang diberi Yumi. Yera sudah beratusan kali meracuni otak Yumi agar berhenti memikirkan Kento. Tapi bagi Yumi –Kento, pria dingin dan misterius yang pernah Yumi temui selama hidupnya. Dinginnya Kento, Yumi ingin mengubahnya menjadi pribadi yang hangat.-. Tapi, langkah Yumi terdahului beberapa langkah oleh gadis bernama Kimi Curt. Kimi lebih dulu bisa menghangatkan Kento. Meskipun Kimi adalah musuh Yera dan Yumi tapi mereka berdua harus ngakuin kalau Kimi hebat bisa ngeluluhkan hati Kento. Kebencian Yera dan Yumi kepada Kimi bermula saat mereka masih dikelas 10. Sebuah tragedi PR yang membuat kepercayaan Yumi dan Yera kepada Kimi hilang ke dunia yang antah beratah.

Yumi, kini berembun lagi. Ombak saja tak sanggup menerpanya. Aplikasi chat sudah penuh dengan ucapan selamat ulang tahun dari teman-teman dan sepupu. Yumi memang sengaja menghabiskan hari yang manisnya ini sendiri. Ayah dan Ibunya mengizinkan walaupun sedikit heran. Ayah dan ibunya masih tak paham bahwasannya gadis mereka sedang diterpa rasa patah hati.

“17 tahun. Happy birthday to me.” Dengan nada lirih, Yumi mengucapkan selamat ulang tahun kepada dirinya sendiri. Ditolehnya lagi arah dimana pasangan yang tak asing baginya berada. Tapi pasangan itu tak nampak lagi bayangnya.
“Selamat untuk kalian. Hari pertama kalian adalah di hari yang manis bagi ku”. Gumam Yumi bermaksud mengucapkan selamat kepada Kimi dan Kento.
“Aku selalu merasakan akan kehilangan dirimu ketika kita bertatapan. Sehingga kadang aku tak ingin menatapmu. Pupil mata coklat dan wajah tirusmu, aku tak memiliki kesempatan lagi untuk memandangnya. Kini, lokermu akan sunyi dari batangan coklat. Pagi tanpa coklat akan segera menyambutmu.”

Yumi sudah merasa bosan di sana. Setelah membersihkan tumpukan sampah yang dibuatnya dan memakai pansusnya, Yumi berniat beranjak pergi. Akan tetapi sebuah tangan menjulur. Mengagetkan Yumi. Dan juga membuat Yumi harus duduk kembali.

“17 tahun kamu hampir habis hari ini. Kamu kejam amat sama Ayah, Ibu juga kakak. Kamu gak mau bagi-bagi kue tart 17’an kamu sama kami bertiga? Ditinggal 1 bulan, tapi kamu udah berubah banyak. Kamu udah kayak anak yang kabur dari rumah. Dari tadi kakak tungguin kamu pulang ke rumah, tapi kamunya gak nongol-nongol. Lelah kakak tuh. Laper juga”. Cerewet seorang pria. Yah inilah Herim Okiraii, kakak semata wayang Yumi yang harus diakui keberadaannya dan perlu dilestarikan.
“Yah maaf kak. Lagian Ayah sama Ibu juga udah kasih izin aku ke sini. Kakak aja toh yang ribet banget nyari-nyariin aku. Kakak kenapa gak makan kuaci aja kalo laper? Biasanya juga kakak lebih milih kuaci dari pada kue ulang tahun aku”. Tutur Yumi pada kakaknya itu.
“Heeh bener juga, ngapain kakak nyari-nyariin kamu. Bagus kakak makan kuaci aja di rumah. Btw, adik kakak lagi patah hati eum? Ya ampun, sweet 17’an tapi patah hati. Gimana rasa? Enak?. Makanya ini jadi pelajaran buat kamu Yum. Emang udah hak kamu untuk kenal cinta, tapi kakak harap kamu gak terlalu ngasih peluang untuk cinta nyerang hatimu. Cinta itu cuma 5 huruf yang kejamnya kadang luar biasa. Kamu harus bisa kendaliin 5 huruf itu. Jangan sampe 5 huruf itu ngalahin kamu”. Nasihat kak herim yang buat Yumi terisak lagi tapi kali ini dalam rangkulan kakaknya, kak herim menenangkan adiknya itu.
“Makanya cari gebetan yang ganteng tapi baiknya luar biasa kayak kakak gini. Eh udah pulang yuk”. Kak herim hanya nyoba buat jadi natural, tapi naturalnya kelewatan.
“Jadi kapan kak?”. Tanya Yumi ke kak herim tapi kini Yumi udah tenang karena pertanyaannya kali ini bisa bernada serius.
“Kapan apanya?”. Kak herim jawab dengan nada serius juga.
“Jadi kapan kakak gak jones lagi? Umur oyyy… Udah hampir 26. Ayah sama Ibu udah pengen nimang-nimang. Kakak terus-terus aja bilang kalo jodoh gak ke mana. Jodoh emang gak ke mana kak, tapi emang kakak aja yang gak ada usahanya. Kayak aku dong, usaha meskipun berujung yang diusahain malah milih orang lain”. Pertanyaan sekaligus pernyataan yang berbuah getokan yang dihadiahkan kakaknya pada Yumi.

Ketika kamu mengenal seseorang yang membuatmu mengalami perubahan, percayalah itu pasti karena adanya 5 huruf yang berpadu menjadi kata cinta. 5 huruf itu memang mengubahmu. Seketika 100% cinta bakal berubah menjadi 200% cinta. 100% lovesick bakal berubah menjadi 200% lovesick juga. Jadi, semakin banyak kamu mencintai seseorang, maka semakin banyak juga kesempatan kamu untuk mendapatkan lovesick dari seseorang.

Cinta memang sesuatu yang harus diketahui dan kadang memang perlu diperjuangkan. Cinta perlu dipertahankan atau perlu dihentikan. Tetaplah di batasan-batasan aman kamu dalam menghadapi getaran-getaran semacam rasa suka bahkan cinta. Sebab cinta bisa berakhir bahagia namun tidak menutup kemungkinan cinta akan berakhir menyedihkan.

end

Cerpen Karangan: Wahyuni Dwi Tya
Blog: youandwoohyunyeongwonhi.blogspot.com
Hello…
Wahyuni Dwi Tya disini… Panggil saja aku “Way” hehehe
New author, tapi aku udah suka nulis dari kecil. Baru nemu web ini kemarin malam, karna ada nya tugas b.indonesia.
Medan, Indonesia.
Happy reading my cerpen

Cerpen 200 Percent Sweet Seventeen merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Harapan Langka

Oleh:
Sekolah ini, penuh dengan anak-anak yang cantik-manis dan ganteng-cool. Tapi itu kebanyakan, ya. Karena aku berpikir kami (aku dan Veni, sobatku) tidak secantik-manis yang mereka kira. Kelasku, kelas 8A,

Bernafas Tanpamu

Oleh:
Andai aku bisa kembali, pasti bahagia yang akan ku dapati. Andai aku tak terkalahkan akan keegoisanku dulu, pasti semua akan baik-baik saja. Mengapa penyesalan selalu datang di akhir? Disaat

Pesawat Kertas

Oleh:
Sahabat Pesawat Kertas Senja telah tiba Siang telah berlalu… Gelap malam telah menanti dengan senyum beribu bintang…. Yang setia menemani bulan…. Seperti Kyky Larasasti yang setia mendengar cerita Andika

Dia Memilihnya

Oleh:
Di suatu SMP kelas 2E, hiduplah seorang siswi bernama Berlin. Dia adalah gadis yang cantik dan baik hati. Dia mempunyai banyak teman karena dia ramah kepada siapapun. salah satu

Bukan Hakku Untuk Cemburu

Oleh:
Hari ini adalah hari terakhirku di Negara tercintaku ini. Besok aku akan terbang ke Belanda, melanjutkan kuliah S1 ku di sana. Untuk urusan pendidikan aku berasalan untuk melanjutkan studiku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *