3 Maret

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 14 May 2016

Tanggal 3 maret adalah hari dimana aku putus dengan Wahyu. Wahyu ramadhan nama itu masih jelas terlintas dalam anganku tak terasa sudah satu bulan kejadian itu, Wahyu dia adalah mantanku. Mungkin dapat dibilang mantan terindah, karena aku belum pernah pacaran dia cinta pertamaku. Cinta pertama yang menghancurkan hatiku. Awal pertemuan kita pada saat pensi di sekolah dia kakak kelasku dan kebetulan waktu ada pensi dia menyumbang dengan anak bandnya. Waktu itu aku ada di sebelah panggung sambil memainkan ponselku lalu Wahyu mendatangiku.

“Agustina kan? Boleh minta nomornya?”
“Loh kakak Wahyu Ramadhan kan? Kakak kelasku yang baru lulus, iya kak boleh.” lalu aku membacakan nomorku.

Setelah kejadian itu kita selalu berkomunikasi dan setelah beberapa kali bertemu kita pun berpacaran. Tapi saat kita berpacaran banyak temanku yang tidak menyukai karena ada yang bilang Wahyu mata keranjang, playboy, dan banyak banget. Aku tidak menggubrisnya karena aku pikir mereka iri denganku karena aku dapat berpacaran dengan seorang Wahyu Ramadhan anak yang kesohor di sekolah meskipun dia sudah lulus tapi dia tetap saja populer.

Awalnya hungungan kita selama 4 bulan ini baik tapi dan akhir februari tiba-tiba Wahyu berubah dia menjadi dingin dan cuek denganku bahkan ketika aku telepon atau sms jarang direspon, sampai suatu hari di facebook dia update, “Aku jomblo tapi bahagia.” sontak aku bertanya-tanya apa artiku selama 4 bulan ini? Lalu aku menghubungi Wahyu kembali tapi hasilnya nihil. Berhari-hari aku tak mendapat jawaban lalu saat 3 maret pukul 03.00 Wahyu menghubungiku itu sms terakhirnya dia bilang, “Aku sibuk.” keesokan harinya aku menghadapi US (ujian sekolah)waktu aku belajar di kursi lorong kelas Fida berlari menghampiri.

“Agustina, ini kamu harus tahu,”
“Tahu apa sih Fida?”

Fida menyodorkan ponselnya. Wahyu ramadhan memperbarui profilnya, ada foto Wahyu dengan seorang perempuan di situ tertulis tanggal 2 maret pukul 22.00. Seketika itu tubuhku lemas dan saat itu saat itu pula dunia serasa berhenti berputar pikiranku kacau, dan air mata membasahi pipiku. Yang dikatakan anak-anak benar tentang Wahyu. Ujian sekolahku pun kacau karena saat itu aku hanyut dalam kesedihan waktu pulang sekolah aku masuk ke dalam kamarku dan tak henti menangis lalu aku mengambil buku harianku dan menulis sebuah puisi.

Sedih rasanya aku memikirkanmu
Memikirkan kau pergi dari hidupku
Dulu kau sangat mengagumiku
Tapi kini kau pergi tinggalkanku
Aku menganggapmu sebagai pangeran
Yang datang dan beri pelangi di hatiku
Tapi kau pergi seperti angin
Tinggalkan aku dan jauh dari hidupku

Mengapa kau pergi tinggalkan aku
Pergi di saat aku merasa bahagia
Awalnya kau membuatku seakan bahagia
Karena kau memberiku mimpi indah
Lalu kau pudarkan mimpiku
Kau kecewakan aku
Kau mengkhianatiku
Dan tinggalkan aku
Aku adalah hati yang kau sakiti

Lalu dari lubuk hatiku aku berkata tidak ada Wahyu lagi dalam hidupku dan aku mulai membuka lembaran baruku. Kini aku mulai senang dengan hobi baruku menulis puisi dan bernyanyi dan setelah aku lulus SMA aku semakin suka dengan puisi sampai menjadi mahasiswi dan banyak puisiku yang diterbitkan di majalah kini aku telah lulus kuliah fakultas perawat. Dan satu tahun kemudian tanggal 3 Maret selesainya aku pulang dari kampus saat perjalanan tiba-tiba lembaran puisiku tertiup angin lalu terjatuh saat aku mengambilnya ada yang memanggilku.

“Agustina,” Dia Wahyu.
“Iya ada urusan apa?”
“Maaf,”
“Iya aku permisi,” tapi dia memegang tanganku.
“Aku minta maaf,”
“Apa kakak gak denger iya?”
“Tunggu aku mau jelasin ke kamu,”
“Mau jelasin apa lagi, sudah jelas kamu bosen sama aku kamu ketemu perempuan lain dan kamu tinggalin aku,”
“Iya aku memang salah tapi hubungan kita belum berakhir,”
“Apa? Kamu bilang hubungan gak usah bilang hubungan kalau kamu mau kepastian sekarang aku bilang aku sudah putus sama kamu!”

Aku pun pergi meninggalkan Wahyu. Meskipun aku masih mencintai Wahyu tapi aku tidak mau mengulang kesalahan untuk kedua kalinya. Saat malam hari ada keributan di depan rumahku dan aku membukanya banyak orang berkumpul lalu di kerumunan tersebut ku lihat Wahyu dengan membawa bunga dan sebuah cincin dia berkata, “Agustina maaf aku sudah membuat luka di hati kamu, dan maaf aku juga telah melupakanku, tapi kini aku sadar aku sangat mencintaimu Agustina will you marry me?”

“Aku gak bisa Wahyu,”
“Apa kamu?”
“Aku gak bisa nolak.”

Semua orang bersorak dan berkata selamat air mata menetes di pipiku karena cinta pertama dan terakhirku telah kembali. Setelah kejadian itu tepat di malam ini tanggal 3 maret aku melihat Wahyu membaca ijab kabul. “Saya terima nikahnya Nurul Agustina dengan maskawin seperangkat alat salat dibayar tunai.”

Cerpen Karangan: Nurul Agustina
Facebook: Nurul Agustiena

Cerpen 3 Maret merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Album Cintaku

Oleh:
Aku sibuk mencari bukuku yang bertuliskan lagu-lagu. Lagu-lagu yang tak pernah kutulis secara utuh. Hanya kutuliskan beberapa liriknya saja yang sesuai dengan peristiwa apa saja dalam hidupku. Aku berniat

One Day to Remember

Oleh:
“Are you ready?” Aku melemparkan tatapan sengit pada Nathan. Cowok itu seperti tidak mendengarkan kata-kataku. “WOI NATH!” Dia baru menatapku ingin tahu. “Are you ready?” “Are you ready apaan?”

Love After Move On

Oleh:
Mike. Adalah nama yang pernah menjadi bagian hidupku. Dia adalah orang yang pernah mengisi hari-hariku dengan cintanya. Tapi cinta tidak selamanya indah. Saat lulus SMA, aku dan Mike memilih

Melodies of My Life

Oleh:
Hari ini Melissa sungguh kesal. Gimana nggak, ia dipaksa untuk bergabung dalam grup orkestra orangtuanya. Melissa Madeleine terlahir dari keluarga musik. Papanya seorang blasteran Rusia yang adalah pemilik dari

Android

Oleh:
Ini pertama kalinya aku jauh dari rumah utuk menempati kost baruku, ya.. karena aku mendapat tempat magang yang sangat jauh dari rumah yaitu lamongan. Aku tidak sendirian di kost

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “3 Maret”

  1. Nurul agusti says:

    Cerpen 3 maret merupan cerpen pertamaku waktu aku duduk dibangku Smk dan gak sekarang aku sudah menjadi mahasiswa,semoga bermanfaat bagi pembaca,,dan aku minta maaf klo cerpen buatan aq jelek,,tpi disebagian cerpen ini ada perjalanan asmaraku waktu smk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *