30 Menit Tanpa Suara

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 21 April 2017

Hembusan angin membuat debu melayang-layang hingga hinggap di mata seorang gadis. Gadis yang tengah terduduk di atas motor mengucek-ngucek matanya, karena debu hinggap di sana. Membuat sedikit air mata menggenangi kelopak mata indahnya.

“Kali ini kau membuatku menunggu cukup lama, menyedihkan tapi juga menyenangkan” ucap gadis itu pelan ketika seorang pria berjalan tepat di tengah tempat parkir. Gadis itu sedang duduk di atas motornya, sesekali ia menggoreskan tisue pada matanya yang masih saja mengeluarkan cairan.

Hujan membuat laki-laki tadi duduk di atas motornya. Mengurungkan niatnya untuk pulang walau ibunya terus saja membuat smartphonenya berdering. Gadis dan pria itu masing-masing duduk di atas motor yang berdampingan, tanpa suara. Senyum merekah di bibir gadis itu, senyum yang ia sembunyikan di wajah yang ia tundukan. Sesekali mata gadis itu menuju ke arah kiri, melirik pria yang juga sedang menunggu hujan yang kian membesar.

3 Bulan berlalu.
Pria itu memasuki tempat parkir. Jalannya sengaja ia pelankan, sesekali ia mencoba melihat ke arah depan. Dimana seorang gadis tengah duduk di atas motor. “Gadis misterius lagi” Ucap pria itu dalam hati. Pria itu Segera mengenakan helm dan melajukan motor maticnya. Sepanjang jalan hati pria itu terus saja berbicara tanpa henti “siapa gadis itu? Dia mengunggu siapa? Apakah tak ada kerjaan terus diam di tempat parkir? Aku tak tahu arti Cinta, aku lebih suka menghabiskan waktu dengan sahabat-sahabatku. tapi entah apa namanya, jauh jika harus berbicara Cinta kali ini, tapi gadis misterius itu membuatku terus berfikir sepanjang jalan menuju rumah, ketika sebelum pulang aku melihatnya duduk di atas motor yang terparkir tak jauh dari motorku”

Gadis itu sedang duduk di kursi kecil di depan meja belajar di kamarnya. Menggunting kertas berwarna biru langit, lalu menggoreskan pena berwarna merah di atas permukaan kertas yang berbentuk love. “Penulis amatir menyukaimu” isi tulisan yang berhasil digoreskan oleh gadis itu. Senyum tergambar di wajah cantiknya. Ia tempelkan kertas berbentuk love itu pada mading kecil yang terbuat dari styrofoam yang menempel di dinding kamarnya. “Aku suka menunggumu” ucap gadis itu pelan yang memandang kertas berbentuk love itu dengan senyuman.

Headset terpasang di telinga pria itu. Lagu yang berjudul pelangi di matamu bersuara. Pria itu memandang langit-langit kamarnya. “Aku berharap orang yang kau tunggu setiap pulang sekolah adalah aku gadis misterius” ucapnya dengan tatapan yang sama.

Sudah siap wanita itu dengan posisi biasanya. Duduk di atas motor maticnya menunggu seorang pria menghidupkan motor yang terparkir berdampingan dengan motornya. “Aku mohon cepat datang” ucap gadis itu pelan memandang arloji di tangannya. “Tuhan cepatlah” lanjut gadis itu pelan yang mematikan telepon yang membuat smartphonenya terus bergetar. Sekali lagi smartphonenya bergetar. Seseorang terus memanggil gadis itu membuatnya gundah. nama “bunda” yang tertulis di layar smartphonenya menandakan kalau yang menelpon gadis itu adalah ibunya.

“30 menit” ucap pria itu memandang arloji di tangannya. Seragam sekolah masih terpakai di badan pria itu. Sepatu pun masih terpakai di kakinya. Senyum kembali merekah di wajah pria itu. “30 menit tanpa suara” ucap pria itu yang masih menatap arloji di tangannya dengan senyuman.

“Aku harus pergi meninggalkan kota angin menuju kota kembang. Agaknya terbalik, dari kota kembang menuju kota angin. Karena di sana tak bisa lagi aku melihatmu di tempat parkir, tak akan lagi bisa menikmati hening yang menyenangkan.. kota kembang bagai kota angin dan kota angin bagai kota kembang” ucap gadis itu yang memandang kertas berbentuk love yang menempel di dinding kamarnya. Namun tatapannya terhenti karena mobil telah membunyikan klakson menyuruh gadis itu segera keluar. “Aku akan rindu hening yang menyenangkan, berdampingan denganmu dalam diam” ucapnya kemudian yang kini menyentuh kertas itu perlahan lalu segera berlari menuju mobil di halaman rumahnya.

3 Bulan kemudian
“30 menit terakhir” ucap pria itu yang duduk di atas motornya dengan memandang ruang kosong di sebelah motornya. “Biasanya wanita misterius itu duduk di atas motor yang hampir selalu terparkir di sini” ucapnya dalam hati yang tersenyum pada ruang kosong itu. Jika seseorang melihatnya mungkin mengangap pria itu gila karena tersenyum pada ruang kosong. “Semoga akulah yang selama ini menjadi alasan kau terduduk di atas motor di tempat ini… aku rindu 30 menit itu” pria itu berkata sendiri. Lalu melajukan motornya.

Cerpen Karangan: Renita Melviany
Facebook: Renita melviany
Tempat parkir… penuh kenangan..
Aku akan merindukan tempat itu, sungguh..

Cerpen 30 Menit Tanpa Suara merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


November Rain And Anonim

Oleh:
Sebelum muncul di langit yang cerah, matahari terbit sudah ku dahului. Aku sudah menunggu di halte, selalu masih pagi-pagi buta, menunggu bus datang, sebagai alat transportasiku menuju sekolah. Ku

The Forbidden Love

Oleh:
“Kan ku sayangi kau… sampai akhir dunia, dan kan kujadikan kamu wanita… paling bahagia diseluruh dunia, karna kamulah satu-satunya” * by. Armada Band Lagu yang berjudul “Wanita Paling Bahagia”

Rasa Risa (Orang Aneh)

Oleh:
Ya, Doni Alamsyah. Seorang siswa SMA yang begitu populer di sekolahnya. dia memiliki paras yang menawan, yang memungkinkan menghipnotis para siswi yang berada di sekitarnya. Karena ini pula lah

Prince of School

Oleh:
Langakahku untuk masuk sma favoritku telah tercapai setelah perjuangan panjang kulalui untuk memohon kepada mama dan papaku, banyak syarat kuikuti dan akhirnya saat ini aku bisa mengenakan seragam berwarna

Memaafkan Pengkhianatan

Oleh:
Salsa dan Rendy, mereka adalah sepasang kekasih yang baru 6 bukan bersama. Canda tawa selalu menghiasi hari-hari mereka, bahkan selama 6 bulan itu mereka belum pernah bertengkar untuk masalah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *