5 Tahun Yang Silam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 24 December 2015

Aku wanita yang mudah mencintai tapi sulit untuk melupakan, walaupun telah banyak ku temukan tapi tetap saja aku masih mengingatnya. Telah ku coba berbagai cara untuk melupakannya namun tak bisa hilang dari pikiranku, entah cara apa lagi yang harus aku lakukan? Bayang-bayangannya yang terus menghantui pikiranku, cinta yang ku jalani hanyalah sebulan butuh waktu bertahun-tahun untuk melupakannya. Jika waktu dapat terulang kembali aku tak mau semua ini terjadi pada cinta kita.

Ini semua salahku, aku yang mengakhirinya dan aku tahu penyesalanku ini tak ada gunanya, aku yakin hanya takdir yang akan menyatukan kita kembali. Mungkin dialah sosok spesial yang pernah aku kenal sehingga tak mudah untuk melupakannya. Tak aku sadari Ifha sahabatku datang menepuk pundakku dari belakang. Dialah orang yang selalu menyadarkanku dalam lamunanku.

“Hay Rid, melamun aja”
“Hue.. lo ini, selalu saja mengagetkanku” aku kaget bukan main.
“Hmm.. lo melamun lagi, apa karena dia lagi?”
“Ya begitulah, kenapa lo bisa gue ada di sini”
“Gue kan peramal, jadi gue tahu dong sahabat gue ada di mana”
“emm.. iya iya” Ku cubit pipinya yang tembem itu.
Dialah sahabatku yang selalu ada menemaniku dalam sedih maupun senang walaupun sifatnya yang nyebelin tapi lucu.
“izz.. Sakit tahu, ke kantin yuk gue laper nih,” Ifha berdiri dari tempat duduknya, mengajakku ke kantin.
“Iya, gue juga laper” aku berdiri dari tempat dudukku dan berjalan bersama Ifha.

Sesampainya di kantin.
“kau mau makan apa Rid?”
“Seperti biasanya”
“Oke, tunggu ya” aku duduk menunggu Ifha yang sedang memesan makanan, 5 menit kemudian dia kembali membawa makanan yang ia pesan.
“Ini untukmu”
“terima kasih beib”
Aku dan Ifha makan, selesai makan kami masuk ke kelas dan belajar. Bel tanda berakhirnya pelajaran hari ini, aku dan Ifha pulang bersama.

Di rumah. Ku simpan tas dan mengganti seragam sekolahku, ku ambil Hp-ku ternyata gak ada pesan dan panggilan. Ku simpan kembali Hp-ku dan beranjak untuk tidur siang, setelah beberapa menit terlelap, aku terbangun. Dan pergi ke rumah tetanggaku. Yaa aku bertetangga dengan paman orang yang pernah hadir dalam hidupku. Aku dan pamannya cukup akrab dalam perbincangan kami pamannya bercerita tentangnya pamannya mengatakan kalau dia tidak mau pacaran dulu karena belum bisa cari uang sendiri. Mungkin karena trauma kejadian di masa lalu saat ku tinggalkan dia tanpa sebab. Saat aku mendengar cerita pamannya, aku menjadi lega dan berharap dia masih mencintaiku seperti dulu.

Cerpen Karangan: Ridha Michael
Facebook: Ridha Michael

Cerpen 5 Tahun Yang Silam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku, Kau dan Filsafat

Oleh:
Mentari mulai bernyanyi bersama burung hapus pagi yang sunyi. Suara merdunya mampu menembus telinggaku, mata indah yang mulai terbuka, bibir dengan indah mengucap doa dan jiwa yang mulai bangkit

Rosalia

Oleh:
“Siapa wanita itu?” “Kenapa?” “Dia wanita sempurna yang pernah kulihat!” “Jangan bodoh, bung!” “Mengapa?” “Sebaiknya kau jangan mengganggunya, jika kau masih menyayangi hidupmu!” “Maksudmu apa?!” “Kau pura-pura bodoh atau

First and Last Love

Oleh:
“Cinta? Apa itu? Semacam kue talam banjar kah?” tanyaku sinis pada Kate. PLAKK!! Sebuah tamparan jatuh dipipiku. “Kau ini! selalu saja, jika aku tanya soal cinta kau selalu jawab

Ayunda Mengejar Cinta (Part 1)

Oleh:
Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi, aku terbangun dari tidur pulasku, alarm yang ku pasang malam tadi sudah sangat sukses membuatku terbangun dari mimpi yang menurutku sangat indah untuk

Cinta Bersemi di Cheers

Oleh:
Kasih entah kenapa diantara jumpa kita, senyummu mampu menyejukkan hatiku.. candamu telah mengusir kesepianku, hingga getar rindupun kembali menggema… hadirkan pijar cinta yg menghangatkan jiwa.. Hari ini SMAN 17,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *