6.25 AM

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 17 May 2017

Aku memeluk dia. Sial benar-benar memeluk. Apa ini nyata?

“Indah, kamu mau apa? Nonton, makan atau jalan-jalan?” dia bertanya sembari menatapku dengan pandangan bertanya, kerutan di keningnya seperti menandakan kebingungan karena mendapati aku memeluknya. Sial, aku benar-benar memeluk pingangnya dan menyandarkan kepalaku pada pundaknya.
Dan nyatanya dia sangat tinggi membuat aku kesulitan menempatkan kepalaku pada bahunya.

Sialnya lagi, kali ini tersenyum padaku. Ini nyata tidak sih? Kalau nyata aku gak ingin menyadarinya, semoga saja ini mimpi, mimpi burukku.
Kenapa hari ini aku sial banget sih? Tahu-tahu sudah ada dalam pelukannya, sial, walau aku gak suka mengakui ini, tapi aku juga senang ada dalam dekapan kedua tangannya yang balas memelukku.
Aku menggeleng, menegaskan bahwa aku tidak ingin apa-apa dan ingin terus berada dalam pelukannya. Sial, ini benar-benar mimpi, kalau memang ini nyata aku akan berani melepaskan pelukanku karena tak perlu khawatir bahwa besok dia kita bisa berpelukan seperti ini lagi.

“Kamu kenapa sih? Kedinginan?”
Sial. Pasti dia sedang bertanya mengapa aku terus memeluknya seperti ini?
Aku masih terus merangkul pingangnya, kali ini kepalaku jatuh di dada bidangnya. Sial, ini asik banget.
“Mau pakai jaketku?” tanyanya sambil menunjuk hoodie yang dia pakai. Aku menggeleng lagi dalam dekapannya. Njir, mimpi apa aku ini sampai bisa memeluknya seperti ini? Kapan dia sampai di sini? Dan sedang ada urusan apa?

Aku mau bertanya seperti itu tapi terlalu takut untuk melepas pelukanku. Dia mengelus rambutku, aku merasakan kenyamanan, sial, sial!
Aku terus mengumpat dalam hati namun sebenarnya aku kebingungan kenapa sampai bisa memeluknya seperti ini.
Kupejamkan mata dan mencoba merasakan kedua tangannya yang memelukku, mencoba menghirup aroma tubuhnya, mencoba meresapi kebersamaan yang benar-benar layaknya sebuah mimpi. Setahu aku kemarin dia masih di Aceh dan kenapa sekarang aku bisa bersama dengan dia seperti ini?
Oh Tuhan, aku benar-benar tidak ingin bangun jika ini benar-benar mimpi. Biarkan aku terus tidur.

Kraukkk
Krauuuuukkk
Krauuuuuuukkkk
Krauuuuuuuuuuuk
Dumm
Dummmm
Dummmmm

Sial, bunyi apa itu?
Aku mengerakkan tubuhku tanpa mencoba melepaskan pelukanku, aku melonggo mentap wajah Ali, dia balik menatapku dan kami akhirnya tertawa bersama. Sial, Ini indah banget.

Kraukkk
Krauuuuukkk
Krauuuuuuukkkk
Krauuuuuuuuuuuk
Dumm
Dummmm
Dummmmm

Bunyi itu datang lagi. Aku mengerakkan badanku lagi dan mulai tidak sabaran.
“Sial!”
Aku mengumpat dengan keras lalu langsung menutup mulutku. Di sini ada Ali, ngapain ngumpat-ngumpat coba?

Kraukkk
Krauuuuukkk
Krauuuuuuukkkk
Krauuuuuuuuuuuk
Dumm
Dummmm
Dummmmm

Aih, bunyi apa sih itu? Menganggu banget.
Aku mengubah posisi dudukku, aku memeluk leher Ali seutuhnya dan benar-benar memeluk, inilah yang dinamakan memeluk. Dan dari sanalah aku melihat kucing berbulu putih sedang menggaruk sofa di belakang kami.
Sial, apa maunya sih ini kucing?
“Ada apa sih, Indah? Seperti kangen banget sama aku,” perkataan Ali mengalihkan duniaku, aku kembali memfokuskan pikiranku pada Ali yang sedang kupeluk.
“Lepasin dulu deh,” pinta Ali, aku menurutinya dan melepaskan pelukanku.
Dia turun dari sofa dan duduk melantai di hadapanku, dia tersenyum dengan sangat menawan, aku sampai dibuatnya lupa cara berkedip.
“Lihat aku, Indah,” dia meminta lagi dan aku memang sudah melihat dia.
“Ya, aku sudah melihat kamu.”
Dia meraih tanganku dan mengaitkan jari-jemari kami bersama. Aduh, Situasi yang romantis.
“Kamu bermimpi. Bangunlah!”
“Apa? Apa maksud kamu?”
“Maafkan aku, tapi kamu hanya bermimpi.”

Kraukkk
Krauuuuukkk
Krauuuuuuukkkk
Krauuuuuuuuuuuk
Dumm
Dummmm
Dummmmm

Damn!
Bunyi itu datang lagi. Pergerakannya semakin jelas, suaranya pun semakin terdengar.
Aku mulai mengerakkan tubuhku merasakan ketidaknyamanan ketika melihat jari-jemariku bertautan dengan jari-jemari Ali.
“Kamu bermimpi.”

Kraukkk
Krauuuuukkk
Krauuuuuuukkkk
Krauuuuuuuuuuuk
Dumm
Dummmm
Dummmmm

“NJIR. MIMPI BENERAN!”
Aku terbangun dengan posisi tidur yang sudah tak sopan, kepalaku di tepian ranjang dan lihat kakiku… Sh*t! Njir. Benar-benar mimpi sialan.
“Njir. Mimpi.”
“Baik banget sih kamu, Ali. Nyadarin aku kalau ini semua hanya mimpi.”
“Somplak, Geblek. Mimpi beneran. Ngapian coba aku mimpiin dia? Yailah kalau kenyataan masa iya dia udah ada di Sini? Pada kenyataannya dia masih ada di Aceh.”
Kenyataan yang menyedihkan lagi Aku hanya korban dari Friendzone.
Kenyataan yang tak kalah menyedihkan lagi adalah sekarang pukul 06.25 AM DAN AKU TERLAMBAT KERJA.
Njir, Geblek. Sial banget sih
Aku bangun lalu tidur lagi. Badan dan otakku benar-benar masih lelah.
Aku menarik selimut lagi menutup badanku, dan tidur lagi.
MIMPI SIALAN.

Aku segera bangun dan melihat Ponselku, sedari malam aku Charge pasti sudah bengkak baterainya.
14%
Tertera di layar ponsel ketika aku membuka kuncinya.
Sial.

Cas HP sialan.
Aku mengecek LINE dan menemukan beberapa Chat baru.

999+ Chat Group
Sisanya chat pribadi.
Ali.
Namanya ada dalam daftar Chat pribadi baru.
Segera aku buka dan menyadari dia mengirim PM yang sungguh romantis.

“Selamat tidur.”
SIAL!!!
Itu mimpi lagi.

SELESAI

Cerpen Karangan: Bunga Salju
Blog: bungasaljuindah.blogspot.co.id
Hallo, ini benar-benar kisah dari Mimpi aku. AKu menceritakan kembali hanya karena menemukan mimpi itu menjadi kisah yang menarik untuk di ciptakan menjadi Cerpen.
Tidak ada yang aku samarkan, semuanya sesuai dengan mimpiku.
Yang aku samarkan hanya Nama Pemeran Cowok.
Terima kasih sudah membaca.
Dukung aku terus untuk terus berkarya di Cerpenmu.com Ya

Cerpen 6.25 AM merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Her Password

Oleh:
Hei passwordmu apa? Aku hanya penasaran. Apakah nama Adikmu? Yura mulai menyumpal telinga dengan earphone Tosca favoritnya, kemudian tenggelam dalam semua lagu yang ada di playlist. Langkahnya perlahan saja,

My Love Story

Oleh:
“Mulai sekarang kau adalah milikku dan akan selalu menjadi milikku sampai maut memisahkan kita berdua.” — Namaku Belva Erly Christyna atau singkatnya Belva. Aku sekarang kuliah di UI, dan

Haztin (Part 2)

Oleh:
Kali ini aku harus mencari seseorang dengan tekad yang benar-benar kuat, agar melancarkan pekerjaanku. Awalnya itulah yang aku pikirkan, hingga aku melihat seorang gadis berjalan lambat menuju sekolahan di

Surat Cinta Untuk Jessica

Oleh:
Jessica, apa kabar dengan peralatan make upmu? Apa kau masih mengenakan lipstik berwarna merah tua? Atau kau sudah menggantinya dengan warna hitam? Aku yakin, kau masih sama -Jessica yang

Silent Love

Oleh:
Namaku Tomi Kotaro, aku keturunan Indo Jepang. Hari itu adalah hari pertama aku masuk ke sekolah baruku. Aku pergi ke sekolah naik sepeda motor dan sampai di sana pukul

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *