About You and Him

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 7 June 2013

Berawal dari pertemananku dengan Seorang gadis bernama Nigea, aku mengenalnya saat olimpiade Matematika di salah satu universitas negeri di kota kami, saat itu kami masih sama-sama duduk di bangku kelas 2 SMK.
“Bintang Pertiwi.. umm maaf” pertama kalinya nigea memanggil namaku, sepertinya dia sedang kebingungan.
“iya, ada apa? Tanyaku
“kamu peserta lomba matematika kan?” ucapnya
“iya” kataku
“maaf, aku juga peserta lomba matematika, kamu tau dimana ruangannya?” tanyanya, sepertinya dia gadis yang baik, dari nada bicaranya yang lembut gak kayak aku.
“oowwhh, dari informasi yang aku tau, kita di ruang fakultas ekonomi 2” jawabku
“emm, bagaimana kalau kita kesana sama-sama” ajaknya.
“boleh, oh ya kok tau namaku?” tanyaku dengan nada agak keras, sedikit membuatnya kaget. Apalagi banyak siswa-siswa dari sekolah lain yang mengikuti olimpiade.
“ummm… maaf” lanjutku “kok tau namaku?” tanyaku dengan nada sedikit lirih
“itu?” dia menunjuk name tag’ku
“hehehe… iya ya, berarti kamu Nigea Sastika” kataku sambil melihat name tag’nya.
Dia hanya mengangguk, akupun hanya tersenyum. itulah awal perkenalanku dengan nigea.

Setelah acara olimpiade tersebut aku dan Nigea menjadi akbrab, karena rumah kami berada dalam satu wilayah, walaupun sekolah kami berbeda. Dari nigea kemudian aku mengenal Juna, sahabat nigea. Nigea selalu bercerita tentang Juna padaku. Sehingga aku tau juga tentang Juna, tak jarang kami jalan-jalan bertiga, tak ada rasa canggung aku pada Juna, karena dia ku anggap juga sebagai sahabatku. Hari terus berganti, bulan juga berganti, akhirnya aku, Nigea dan Juna naik kelas 3 dan setahun lagi kita akan Lulus.
“gak kerasa udah kelas 3, cepet baget” kataku, saat itu kami bertiga berada di taman dekat rumahku.
“yee… memang udah waktunya kali Tang” kata Juna, aku benci banget saat Juna manggil namaku “Tang” dia pikir Kentang.. hufftt sebel.
“panggil namaku lengkap” protesku
Nigea hanya tersenyum, aku dan Juna tidak bisa diam kalo sudah ketemu, ada aja ulahnya.
“ok, bintang, oh iya setelah Lulus pada mau nerusin kemana?” tanya juna, aku dan nigea diam, berfikir untuk menjawab pertanyaan Juna.
“Gea dulu” katanya, sambil menatap nigea, posisi duduk kita berdekatan membentuk lingkaran jadi saat Juna menatap nigea, jarak muka mereka tipis sekali, aku yang melihat itu, entah mengapa perasaanku jadi aneh. Sedangkan nigea masih berfikir, lalu kemudian menatap wajah juna, sekarang mereka benar-benar bertatapan.
“emm… ikut kamu aja deh” jawabnya, sepertinya Nigea sudah terbiasa dengan suasana seperti itu.
Juna hanya manggut-manggut mendengar jawaban nigea. Sekarang juna bertanya padaku, dia menatap wajahku, aku sedikit panik tapi aku mencoba bersikap biasa.
“aku mau ikut beasiswa ke luar negeri” jawabku, dan saat itu aku baru sadar. Kalau Juna benar-benar tampan. Oh my God perasaan apa ini, suka kah? Tanyaku dalam hati.
“woow” ucap juna dan nigea berbarengan. Aku hanya tersenyum
“kalian mau kemana?” tanyaku
“kita mau ngelanjutin di universitas dekat sini aja, soalnya kasihan ibunya Juna sendirian” jawan nigea, Juna memang hanya tinggal dengan ibunya, ayahnya meninggal sejak dia kelas 6 SD.
“iya, kuliah dekat-dekat sini aja” kata juna. “kamu gak pingin kuliah ke luar negri kayak bintang?” tanyanya pada Nigea. Nigea hanya menggeleng. Mereka udah berteman sejak kecil wajar banget jika mereka akrab.

Hari-hari terus berlalu, Ujian kelulusanpun mulai dekat, entah apa yang membebani pikiranku, bukan karena masalah Ujian kelulusan ataupun beasiswaku keluar negeri tapi perasaanku pada Juna, tapi aku tak mungkin mengatakan pada nigea, nigea sahabat Juna sejak dulu, pasti nigea juga punya perasaan suka pada Juna. Apalagi saat aku tanya sukakah dia dengan Juna, iya hanya tersenyum. Akhirnya perasaanku hanya dapat kunyatakan dalam buku diaryku. Dan tak kusangka karena kecerobohanku, Nigea membaca isi diaryku.
“Gea..” kataku, melihat nigea memegang buku diary’ku
“maaf, aku Cuma ngembilin Diary ini sepertinya jatuh dirumahku tadi” katanya. Ada yang aneh dengan nigea, aku yakin dia sudah baca isinya.
“Gea” panggilku, saat dia hendak beranjak pergi dari rumahku.
“maaf” ucapnya, suaranya terasa serak, nigea mengangis. Akupun menghampirinya dan memeluknya.
“maaf bintang” ucapnya lagi. Aku masih tak tau kenapa, seharusnya aku yang meminta maaf.
“aku yang seharusnya minta maaf” kataku, nigea mulai terisak. Akupun hampir ikut mengeluarkan air mata. “aku nggak suka sama Juna beneran kok, itu Cuma tulisan iseng” kataku berbohong, dia menggeleng.
“seharusnya aku tau, kalau kamu suka sama Juna” ucapnya “tapi aku juga suka sama juna” lanjutnya. akupun hanya terdiam “dari dulu” ucapnya kemudian. Aku sangat merasa bersalah. Sangat sangat bersalah.
“maaf bintang” ucapnya lagi, dan lagi lagi meminta maaf.
“gak, aku yang salah gea” ucapku dengan nada tinggi dan melepaskan nigea. Nigea tertunduk. Air matanya masih mengalir.
“simpan kata maafmu” kataku kemudian. Aku benar-benar marah karena dia terus menyalahkan dirinya sendiri.
“aku… aku… Jadian sama Juna, maaf” katanya, dan berlari meninggalkan rumahku
Aku terdiam cukup lama. Kutatap langit biru, hari ini cerah teramat cerah, tapi kenapa bagiku terasa gelap. Gelap sekali. Kakiku terasa lemas, sangat lemas. Air matakupun mengalir. Dan ini adalah pertama kalinya aku menangis sejak 10 tahun yang lalu saat nenekku meninggal.

Sejak kejadian itu, nigea tak pernah lagi menghubungiku, sepertinya dia merasa bersalah, bodoh, seharusnya aku yang malu karena perasaanku, aku menghancurkan persahabatanku. Juna beberapa kali menghubungiku dan bertanya tentang kabarku sepertinya nigea tak bercerita tentang kejadian itu. Akupun juga mulai menjahui Juna, rasa sukaku mulai pudar karena tumbuh rasa bersalahku pada nigea. Kalimat terakhir yang kuucapkan untuk Juna “Jaga nigea baik-baik”.

Kelulusanpun tiba, akupun siap-siap berangkat ke Australia melanjutkan kuliah. Hari ini kedua orangtuaku mengantarkanku ke bandara, masih ada perasaan mengganjal. Tapi mungkin ini yang terbaik. Setelah aku berpamitan akupun berjalan masuk, langkahku terhenti saat ku dengar suara memanggilku. Suara yang amat ku kenal, tapi apakah mungkin.
“bintang” panggilnya, suaranya bergetar. Aku tak sanggup lagi akupun menoleh melihat pemilik suara tersebut.
“gea…” ucapku, dia berlari ke arahku dan memelukku. “maafin aku ge, aku yang bodoh” kataku. Dia menggeleng.
“maaf” ucapku lagi.
“simpan maaf’mu” ucapnya kemudian. Dia menatapku dan tersenyum. Ku lihat juna juga tersenyum. Akupun ikut tersenyum. Akhirnya aku dapat melanjutkan hidupku tanpa beban.
Sahabat tak akan pernah malu untuk mengucapkan kata maaf

Selesaiii (Ganbatte!!!)

Cerpen Karangan: Anitrie Madyasari
Facebook: Anitrie Ganbatte Pholephel

Cerpen About You and Him merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I Found My Love At The End Of The Year

Oleh:
Aku terhibur dengan percakapan di akun sosial twitterku… dengan orang-orang yang menyenangkan di dalamnya, sehingga aku terlena dengan semua cekikikan, kejaihilan, dan itu membuatku lupa akan rasa sakitku, yaa…

Klasik

Oleh:
“Sorry ya. Udah nunggu lama?” Cowok yang semula fokus pada jalanan di luar sana langsung menoleh ke arahku. “Enggak kok. Baru juga.” Senyumnya selalu bisa membuat jantungku berdegup dua

Maafkan Aku

Oleh:
Embun pagi yang membasahi dedaunan, matahari yang menyinari dunia, dan kicauan burung yang sangat merdu. aku terpojok di sebuah ruangan kamar, yang berwarna ungu, di sebuah tirai jendela ,hanya

Tak Ada Yang Sempurna (Part 1)

Oleh:
Aku dilahirkan dari rahim seorang ibu, seperti anak-anak yang lain. Aku terlahir dengan jalan yang normal. Tapi kenapa? Kenapa aku tak seperti mereka? Mereka yang mempunyai kaki sempurna. Mereka

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “About You and Him”

  1. Bagus ceritanya. Happy ending.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *