Aditya, Kau Matahariku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 30 March 2016

“Andre..” entah mengapa hatiku selalu tergetar ketika aku mendengar nama itu terucap. 5 tahun sudah aku melalui hari dengan segala obsesiku tentang dia. Dia yang selalu menghantui mimpiku sejak lama. Dia yang selalu buat aku tersipu saat memandang indah gambarnya. Tuhan.. Mengapa semua jadi begini? Aku selalu terobsesi pada segala hal yang berhubungan dengan dia. Aku tahu, aku tak akan bisa memilikinya tapi apa aku bisa untuk sekedar menjadi adiknya lagi? Aku ingin hatiku biasa saja saat aku mendengar nama itu terucap agar aku tak terlalu lama larut dalam kekagumanku pada 5 huruf yang indah itu.

“Drea.. Anter kakak pacaran yuk?”
“Ngapain? Jadi kamcong doang?” aku hanya nenanggapi ucapan kakakku dengan malas.
“Ayolah please kamu kan cantik,” kakakku mulai merayuku.
“Hmm okelah iya.”

Akhirnya aku mau menemaninya pergi ke rumah pacarnya yang sudah 2 tahun ia pacari itu. Sesampainya di sana, aku melihat kakakku malah asyik pacaran dengan pacarnya yang lucu itu. Sedangkan aku hanya menjadi kambing congeknya dia. Aku duduk di kursi panjang sambil memainkan hp-ku. Tak berselang lama, mataku tertuju pada seorang lelaki tampan yang masuk ke dalam rumah itu. Dia tersenyum ke arahku dan ku balas senyumnya.

“Adiknya Arva yah?” begitu tanya laki-laki itu padaku.
“Iya hehe.” Begitu jawabku ramah.
“Nama aku Andre, kamu?” oh Tuhan jantungku rasanya berdegup kencang. Entahlah, ketika nama itu disebut aku selalu saja seperti ini. Aku berusaha mengatur napasku dan berbicara padanya. “Nama aku Andrea.” Jawabku gugup. Dia tersenyum padaku dan akhirnya kami pun mengobrol banyak.

2 hari berlalu. Andre tiba-tiba menghubungiku entah dari mana dia dapat nomor hp-ku yang jelas aku dan dia kini semakin dekat. Aku selalu salah tingkah ketika aku bersamanya atau saat aku mendengar suaranya di telepon. Tidak, aku tidak sedang jatuh cinta padanya. Semenjak aku kehilangan Andre 5 tahun silam, aku tak pernah merasa cinta pada yang lain. Aku hanya menyukai nama itu tapi tidak dengan orangnya. Karena selama ini aku hanya mencintai satu lelaki bernama Andre dan itu bukan dia. 30-04-2013 Andre menemuiku di rumah. Aku kaget dengan keberaniannya menghampiriku. Entah ada apa yang terjadi padaku. Aku nyaman dekat dengan dia namun aku bersikeras meyakinkan diri bahwa ini hanya obsesi bukan rasa ketertarikan.

“Drea..” dia memanggilku.
“Iyah?”
“Aku suka sama kamu. Kamu mau nggak jalani hari-hari sama aku?” jujur aku kaget aku bingung harus jawab apa. Aku takut kehilangannya tapi aku tak mau melukainya jika dia tahu bahwa aku tidak mencintainya aku hanya terobsesi akan orang yang memiliki nama yang sama dengannya.
“Aku harus jawab sekarang?” tanyaku gugup.
“Iya lah, sekarang,” Andre tersenyum padaku.
“Iya, aku mau jadi pacar kamu Ndre.” Entah salah atau tidak, aku pun menerima cintanya. Sejak saat itulah Andre dan aku semakin dekat karena dia adalah sepupu dari pacar kakakku.

“Di?” panggilku pelan.
“Iyah Drea sayang?” Adit menjawab dengan lembut.
“Apa kamu mencintaiku?
“Tentu. Aku sangat mencintai kamu Andrea,”
“Kita pacaran udah 2 tahun Dit. Maaf kalau selama ini aku gak jujur soal..”
“Soal Andre?” dia memotong ucapanku.

“Drea denger yah, meski kamu masih sayang sama dia tapi aku akan tetep sayang sama kamu hari ini sampai tanggal 30 april pada 70 tahun yang akan datang. Aku terima obsesi kamu dan aku janji aku akan buat kamu lupa sama dia yah,” Aditya memegang tanganku erat.
“Lalu bagaimana dengan sifat egoisku, Adit?”
“Aku mencintaimu dari awal kita kenal aku sudah siap menerima apa pun yang terjadi. Aku sangat menghargai keegoisanmu dan aku siap bertahan untuk kamu, Andrea.” Seketika air mataku jatuh. Dia benar mencintaiku. Iya, dia mencintaiku.

Sudah 35 bulan aku berpacaran dengan dia. Beradu ego dan pendapat. Semenjak itu, aku yakin bahwa aku telah lama melupakan obsesiku. Aku benar-benar jatuh cinta padanya Andre Aditya Reynaldi. Aku suka menghabiskan senja dengannya aku suka melalui malam dengannya. Aku suka memanggilnya Aditya atau jika diartikan adalah matahari. Karena Aditya, kau adalah matahariku. 3 tahun bersama namun kau tak pernah melukaiku, merusakku, menyakitiku. Aditya, terima kasih atas segala waktu yang kau berikan kini aku sadar, kau bukan dia kau lebih dari dia kamu bukan Andre kamu bukan lelaki perkasaku tapi kamu adalah Aditya, matahariku.

Cerpen Karangan: Andrra Silvana Vilim
Facebook: Andrea Silvana

Cerpen Aditya, Kau Matahariku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Love Express

Oleh:
Pagi ini aku berkeliling di daerah tempat tinggalku dengan berjalan kaki. Tak lupa kubawa laptop yang selalu menemaniku kemanapun aku pergi. Aku lebih suka menggunakan laptop dari pada tablet

Asmara Di Asrama

Oleh:
Orang bilang, asmara di asrama itu menyenangkan dan sangat indah. Tetapi kayaknya tidak, buktinya aku tidak tertarik sama sekali untuk mencobanya. Drap, drap, drap. Suara kaki para siswa asrama

Pelangi Arka dan Rain (Part 1)

Oleh:
Hal yang paling romantis dari hujan ialah dia selalu mau kembali meski tahu rasanya jatuh berkali-kali. Seperti hujan di malam hari, yang tetap jatuh ke bumi meski tidak menjanjikan

Permusuhan Itu Terulang Kembali

Oleh:
Anjani terdiam. Termangu menatap sahabatnya Mulyani yang sudah meninggalkanya. Tiba-tiba air mata Anjani menetes. Tiba-tiba ia teringat oleh masa lalunya ketika dia bermusuhan dengan Mulyani karena suatu hal lagi-lagi

2 Hati Berbagai Rasa

Oleh:
“apa kau pernah merasakan bagaimana pacaran itu?” “tentu saja.” “aku belum.” “benarkah? Kau serius belum pernah pacaran?” Gadis berparas cantik itu mengangguk, jari-jari tangannya saling bertautan, mata bulatnya terus

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Aditya, Kau Matahariku”

  1. vina qurrota akyuningrum says:

    saya suka sama cerpen nya dan saya juga seorang penulis tp saya tidak tau bagaimana cara mengirim karya saya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *