Aileen & Aleiya (Jarak dan Waktu)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Perpisahan
Lolos moderasi pada: 23 October 2019

Ucapku rindu dalam mimpi yang dihadirimu, ketika tak ingin, namun jumpa.

Malam itu, tak kalah hebat dengan bintang bersinar tak tercapai.
“kalau kamu lihat bintang jatuh, kamu mau minta apa?” Tanyamu, kepadaku.

Aku hanya terdiam, ingin memintanya selalu untukku, yang berarti dia harus dengar dan tau. Tidak-tidak, dia nggak boleh tau.
Aku mau..
“Banyak yang sayang sama aku” iya termasuk kamu, hehe.
“Oh yaa? Kalau aku.. Aku mau ada satu wanita yang bisa selalu ada untukku” aku terus menatapnya, sampai bibirnya menutup dan. Manis.
“Permintaan seorang jomblo banget yaaa, hahaha” Ledekku.
“Dasar kamu yaa!”
(Mengacak-acak rambutku dan merangkulku) pertemanan macam apa.

Tapi, malam itu cepat berakhir.
Banyak permintaan yang kita bicarakan, padahal.. Bintang tidak ada yang jatuh satupun.

Senin, 18 September 2017
Seperti biasa, dia menungguku di depan dengan baju rumahannya yang.. Tetep keren.
Saat ini masih libur, aku masuk kuliah minggu depan, dia pun begitu.

Dihitung-hitung, masih ada 6 hari lagi untuk melepas penat bersamanya.

“Eh ayoo, malah bengong!” Katanya.
Oh iya, aku lupa memperkenalkan diri.
Pria manis, tinggi, dengan kulit sawo matang dan dengan gelang tali di sebelah tangan kanannya itu bernama Aileen. Apa hanya aku yang berpikir bahwa nama itu jarang didengar? Haha.
Kalau kamu ketemu dia, panggil aja si Manis.

Eh. Jangan, itu hanya untukku.
Oh iya, namakuu, Aleiya. Kalau kata Ail, aku tinggi, tapi hanya sepundaknya. Aku putih, namun tak seperti tembok juga. Dan katanya, aku cukup perhatian. Katanya sih, nilai plus. Asik, jadi inget saat dia muji aku.
Sudah-sudah.

Kelamaan bercerita, aku sudah sampai di tempat tujuan.
Lihat bunga-bunga yang berjatuhan, lihat angsa di atas air dan beberapa pasangan mengayuh sepeda bebek gitu.

Malam pun tiba, dia tetap bersamaku. Kita sama-sama tau ini malam terakhir. Tapi, tidak ada yang membahasnya.
Dia pun masih berusaha membuat aku tersenyum, walau tinggal hitungan jam.

Please, jangan memulai untuk membahasnya.
No.
“Leiya, dipermintaan aku pada khayalan bintang jatuh saat malam kemarin, aku harap itu kamu” Apa??? Serius? Dia bilang gitu??
“A.. Aku? Kenapa aku?” jawabku, deg-degan parah. Suer.
“Iya kamu, aku sayang sama kamu Le. Kalau kamu enggak, gapapa”
“Kamu tau nggak, kemarin, aku ingin minta kamu selalu untukku, tapi aku malu” kataku, memandangnya.
Kita terdiam, lebih dari 2 menit tidak ada jawaban.

“Aku minta maaf Leiya, aku nggak bisa selalu ada untuk kamu. Kamu tau kan kenapa”
“Aku mau kamu. Apa kamu bisa jaga kepercayaan aku?” tanyaku.
“Apapun yang kamu minta, cantikku” Jawabnya.

Kita kembali ke arah sepeda, rasa sedih yang sama, rasa kehilangan yang sama.
Emang sih kata banyak orang ldr itu gak enak, tapi, yaudah lah jalanin aja.

Selasa, 19 September 2017
04.00 wib.
Aku sudah siap, dengan baju tidur didalam mobil.
Melihat dia keluar rumah membawa koper dengan celana jeans dan.. Astaga, kamu pake kemeja.
Ini nggak biasa. Ini super duper aneh. Kenapa tiba-tiba?
Nggak mungkin aku salah lihat.

Aku mengantarnya ke bandara, dia memegang tiket pesawatnya, aku sedih.
Hingga saatnya dia turun, dan hanya ada pelukan serta boneka yang dia kasih menemaniku di samping kursi mobil.
Masih terbayang cara dia memelukku tadi. Mencium keningku, dan mencubit hidung “Jangan nakal.. ”

TIDAKKKKK!
Beda waktu 5 jam, dengan jarak 11.014 km, perbedaan cuaca.
Astaga, aku kangen kamu..
Leiyaa, ayo. Ini demi kebaikan dia, dan kamu.
Dia akan kembali kok nanti, nanti tapi.

Oke Leiya, inget yang dia bilang sama kamu, dia hanya mau kamu. Tunggu dia kembali, dan jangan menangis terus. Ayo Leiya, istirahat, kembali cerita lagi, ketika kalian sudah berkomunikasi antar jarak yang tak bisa ditempuh olehmu saat ini.
Seandainya bintang jatuh saat pagi hari, aku akan memintamu kembali. Walau tidak akan mungkin, manisku.

Cerpen Karangan: Elizabeth Karinina
Blog: elizabethkarininacerpen.blogspot.com
Hello!
Instagram: elizabeth_karinina

Cerpen Aileen & Aleiya (Jarak dan Waktu) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tak Tersampaikan

Oleh:
“brisik” grutuku mendengar orang-orang di sebelah rumahku sedang melakukan pembangunan rumah. Bangunan tingkat dua sama seperti rumahku. Rumah itu sudah hampir jadi sekarang. Aku tak sabar menuggu rumah itu

Perjuanganku Terbalas (Part 1)

Oleh:
Mataku selalu tertuju dengan sosok pria yang berada di kelasku, Dia duduk di depan sebelah pojok. Seorang pria yang Cuek, sangat cuek. Tidak mempan dengan semua usaha yang sudah

Rasa ini Bukan Kepalsuan

Oleh:
Pergi meninggalkan orang yang dicintai terkadang akan menjadi pilihan terbaik, ketimbang harus bersamanya tanpa ada rasa yang sama seperti diri sendiri yang mencintainya. Dan kalimat “cinta tak harus memiliki”

Orang Menyebutnya Jodoh

Oleh:
Seperti biasa Jakarta sore ini macet. Para karyawan, mahasiswa, pegawai negeri semua tumpah ruah di jalanan ibukota. Jangankan sepeda motor, mobil yang aku kendarai dari tadi cuma bisa bergerak

Geng Motor In Love (Part 2)

Oleh:
Bukk!! Aku terkena hantaman pukulan dari salah satu dari mereka, dan seketika langsung membuatku terjatuh. Aku langsung menendang dan bangun, ketika salah satu dari mereka mau memukulku. Aku langsung

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *