Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Memeluk Duka Dua Wanita

Aku masih ingat saat keluargaku pindah ke kampung tanah tosora pada tahun 1985. Saat itu, aku berumur 9 bulan. Sebelumnya, keluargaku hidup dalam gubuk di kampung bersebelahan yang tak jauh dengan kampung tanah tosora yang...

Salah Memberikan Hasil Pemeriksaan

Bel pergantian jam pelajaran terdengar cukup keras. Anak-anak yang tadinya hanya ada di tempat, langsung berlarian menuju ruang ganti. Seorang guru tengah menunggu di lapangan basket dengan sebuah peluit yang tergantung di...

Rasa ini

Ifal duduk termenung menghadap ke barat di balkon rumahnya. Dia menatap bentang cakrawala yang mulai berwarna merah lembayung itu. Matahari mulai meninggalkan belahan bumi di mana Ifal berada dan melaksanakan tugasnya di...

Luka

Angin berhembus menerpa wajahku yang pucat pasi. Tirai kelabu menghiasi cakrawala, ah kenapa sang surya harus bersembunyi pada gumpalan-gumpalan awan yang ternoda tetesan tinta hitam, hatiku pun menghitam, ada sesak di dada...

Sekilas

Sejenak ku luangkan waktuku untuk mengulang kembali rutinitas ini lagi. Ya, melukis. Dimulai dari menggoreskan setitik cat hitam pada kuas ini ke kertas kanvas tepat di hadapanku. Perlahan ku buat sebuah lengkungan dan garis-garis...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply