Air Mata untuk Sahabatku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 17 March 2013

Ratia… Ya ini adalah nama panggilan kesayangan dari keluarga maupun dari sahabat-sahabatnya. Sebenarnya Ratia adalah gadis yang ceria, namun entah sebab kenapa terkadang ia terlihat murung bahkan tak jarang ia menetes kan uraian air mata. Sering yang melihat Ratia menangis.

Ani adalah sahabat dekat Ratia, ia selalu ada di dekat Ratia saat ia senang maupun duka. Tak jarang ia melihat Ratia menangis tanpa sebab, padahal sebelum nya ia tersenyum becanda dengan nya. Persahabatan mereka telah terjalin lama, sejak mereka duduk di bangku Sekolah Dasar.
Di hari libur tak jarang Ani menginap di rumah Ratia.
Ratiaaa… hari libur besok aku nginap di rumah kamu lagi ya…
Iya… pasti asyik… ntar kita cerita-cerita yaang lucu-lucu ya…
Okay Ratia…” Kata Ani diiringi dengan senyum manis di wajahnya… sampai hari ini, jam ini, menit ini, detik ini Ani belum tau apa yang menyebabkan Ratia kadang menangis tersedu tanpa alasan. Dan pula Ani tak mau menanyakan nya, ia takut salah… Takut terjadi kesalah pahaman nantinya.

Sekarang pukul 16.00 wib, Ani telah sampai di rumah Ratia. Ibu Ratia telah akrab dengan Ani, karena memang Ani sahabat akrab putri satu-satunya itu. Ibu Ratia telah menganggap Ani sebagai anaknya sendiri.
Ratia langsung mengajak Ani ke kamarnya, namun karena Ratia belum mandi.. Ratia terpaksa meninggalkan karibnya di kamar di temani boneka imut-imut nan lucu milik Ratia. Tanpa sengaja Ani melihat sesuatu yang sebelumya tak pernah dilihatnya di kamar Ratia. Wah ternyata buku harian Ratia. Lembar demi lembar ia baca, dan ternyata rahasia mengapa Ratia selama ini menangis tanpa sebab terungkap, ternyata Ratia selama ini mencintai seseorang namun orang itu telah menikah kini. Ratia hanya bisa menangis, dan mungkin perasaan di hatinya tak bisa hilang. Mungkin dengan air mata luka di hatinya dapat sedikit terobati.

Ratia tak pernah menceritakan hal ini pada Ani maupun ibunya.
Setelah Ratia selesai mandi ia lekas ke kamar dan terkejut melihat Ani yang tengah membaca buku harian nya…
“Loh An… Kamu kenapa ga sopan baca buku harian ku…
Lekas Ani memeluk Ratia…” Rat… kau tahu.. cinta itu anugerah, namun kau salah menikapinya. Bukan begini Rat… sudah bertahun-tahun kau begini. Lekaslah buka lembaran baru dalam hidupmu. Aku tau melupakan seseorang yang dicintai memang susah, namun perlahan pasti bisa. Jangan sakiti dirimu sendiri..

Rat, ku hadiahkan air mata ini untuk mu agar kau tak menangisi makhluk Tuhan yang tak berjodoh ddengan mu… aku tak mau kau meneteskan air matamu untuk hal ini. Ku mohon buka lembaran baru.. Rat aku enggak akan berhenti menangis sampai kamu mau berjanji enggak akan menangis untuk hal ini lagi. Kau tau jodoh sudah ada yang mengatur, semua ada garisnya. Tak perlu kau menangisi ini.
“Dengan mata berkaca-kaca Ratia berjanji tak akan menangisi hal-hal yang sudah-sudah. Ia kini akan menjadi gadis yang tegar.

Cerpen Karangan: Rahmi (Adhe Amii)
Facebook: Adhe Amii

Cerpen Air Mata untuk Sahabatku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Tapi Beda

Oleh:
Entah mengapa bayangan akan sosok lelaki yang beberapa waktu lalu tidak sengaja ku temui itu, kini terus terbayang di benakku. Sosok lelaki dengan perawakan tinggi besar, putih, serta tatapan

Dasar!

Oleh:
Aku menepis asa yang telah lama kupendam selama ini. Aku selalu berharap Tuhan dapat menjodohkan aku dengannya namun ini terlihat seperti semacam pukulan kecil yang menyadarkan aku dari mimpi

The Beautiful Name

Oleh:
Pagi menyapa dengan senyuman mentari yang menghangatkan meskipun pagi ini masih sedikit basah oleh embun dari sisa hujan semalam. Udara pagi ini begitu sejuk membuatku tak henti-hentinya memenuhi setiap

Bukan Yang Sempurna

Oleh:
Ku lihat jam di tanganku sudah pukul 1 lewat 45 menit. Itu artinya aku sudah menunggu selama 1 jam 45 menit. Yah kalau mengikuti perkuliahan 2 sks sudah lebih

Dialog Hujan

Oleh:
Tak sengaja aku datang ke kota itu. Tempat pertama kali kita bertemu. Ada senyum dan tatapan tajam matamu. Sadarkah kau? aku rindu. Kota tua ini hujan lagi, tanahnya basah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *