Akhirnya Balikan Lagi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 12 February 2018

Banyak orang yang sering mengatakan “Akhirnya Balikan Lagi cha”, kata itu entah menyindir atau memang sekedar ucapan selamat padaku.

Singkat cerita saat itu aku berpacaran dengan Elang, hubungan kami selama 1 tahun baik-baik saja bahkan tak pernah ada pertikaian, sampai akhirnya dimalam tahun baru Doinkkkkkk… bunyi pesan masuk “hai sayang, Apa kabarmu?” Sapanya kepadaku “hai sayang, Kabar baik. Apa kabar juga?” Jawab pesanku “Sayang maaf yah, Aku minta kita putus aja, Aku mau bebas sama temen-temen dulu” tanpa banyak basa-basi dia langsung berkata putus dengan alasan yang tak masuk akal “Hmmm, kamu mau putus aja? Ya udah gimana kamu, aku juga gak mungkin ngotot mempertahankan hubungan kalau kamu sendiri nggak mau memperjuangkannya” Jawabku dengan pasrah “Makasih ya sayang” jawabnya tanpa rasa bersalah dan masih memanggil sayang, Malam itu perasaan ini masih biasa saja.

Sehari setelah putus rupanya kabar ini telah banyak terdengar di telinga temanku. “Cha kamu putus sama si Elang? Loh kok bisa bukannya lagi sweet-sweetnya kalian haha” tanya Risna teman dekatku “iya putus, gak tau udahlah jangan nanya” jawabku sambil pergi meninggaklkan Risna. Hampir semua yang menghampiri bertanya hal yang sama. Dan membuat perasaan yang tadinya menerima keputusannya malah menjadi keresahan.

Setiap hari penuh dengan kegalauan “Haruskah aku lari dari kenyataan ini pernah ku mencoba tuk sembunyi namun senyummu tetap mengikuti” Sepenggakl lagu galau yang setiap harinya aku nyanyikan. “Eh cha galau nih, udah jangan galau liat nih dia udah punya cewek baru” tegur nita sambil menunjukkan profil pacar barunya si Elang, “Wah, yakin pacarnya? Tapi ya udah gak papa” aku kaget sambil berpura-pura biasa saja, “Beneran tuh statusnya haha cepet move on tuh laki” “Iya gak papa” jawab singkatku

Berbulan-bulan lamanya aku masih dengan kesendirian dan sesekali aku sempatkan sekedar melihat kabarnya lewat sebuah akun sosmed dan rupanya ia sudah gonta-ganti pacar, aku terheran-heran namun gejolak dalam hati masih saja bertahta, hingga apa yang tak aku sangka itu datang Doinkkkk… Pesan masuk “Hey Icha, apa kabar? Rupanya pesan dari Elang “Hey el, kabar baik. Kamu?” Jawabku cukup singkat “Kabar baik juga, oh iya cha kapan kita makan eskrim bareng lagi?” “Ah ngapain makan eskrim bareng Icha, sama cewek kamu aja!, buat apa masih diinget gak penting juga” jawabku jutek “Aku maunya sama kamu cha, ayo kapan?” “Kapan-kapan lagi aja, udah ya jangan bikin aku berharap” balasku untuk mengakhiri pesan.

Setelah hari itu Elang tak pernah memberi pesan lagi, pikirku ya dia hanya ingin bermain-main. Tapi rasa ini seakan tak pernah dipermainkan setiap bulan hari jam menit detik berlalu masih tentang dia yang bertahta.
Hingga akhirnya “Cha kamu gak mau nyoba move on? Udah mau 1 tahun nih belum membuka hati buat yang lain? Haha” sindir Nita “Hmmm, ok move on ah” jawabku dengan penuh percaya diri.

Singkat cerita aku dekat dengan kak Akbar, kakak mahasiswa yang aku kenal di acara pameran game yang sempat aku ikuti di salah satu universitas islam ternama di Jawa Timur, dalam pikirku beruntung bisa berkenalan dengan mahasiswa hebat yang tampan dan juga segalanya bikin hati meleleh.
Setiap malamnya kak Akbar selalu menyempatkan memberi pesan disela waktu luangnya, hingga ia sempat bertanya “De, kamu pacaran nggak? Menerima pesan itu perasaanku langsung kaku pipi merah lalu jawabku singkat “Icha gak pacaran kak” balasnya lagi “Kenapa nggak? Oh iya deh syukur kamu gak punya pacar di sana” setelah mendapat balasan itu semakin bergemuruh denyut jantung dan dalam pikirku “Wah kayanya kak Akbar bakalan nembak nih” sambil kegirangan tapi “Masa LDRan? Jauh banget dia di jawa timur asli kalimantan sedangkan aku sendiri asli bandung” pikirku lagi setelah berpikiran itu perasaanku hilang dan tertuju pada Elang lagi lagi dan lagi.

Tapi dari pikiran semalam tidak membuat aku menjauh dari kak akbar aku semakin dekat dan foto kak akbar sering aku jadikan profil di akun medsos, hingga Nita, Risna, Sri dan yang lainnya berkata “Cie berhasil move on dari Elang yang pergi bermigrasi” sambil tertawa terbahak-bahak
“Huh dasar kalian cuma tau kisahnya aja tapi gak tau sama perasaan aku” ucapku dalam hati.

Masih dengan perasaan sama meski ada lelaki lain di depan layar ponsel yang jauh di mata namun dekat di hati tapi tetap tak bisa didustai dengan rasa yang sebenarnya.
Namun mungkin takdir saat ini aku sering mendapat pesan dari Elang, tentu aku bahagia meski dia datang sesaat dan milik orang lain tapi mungkin ini hadiah dari keikhlasan dan walau aku tak boleh berharap lebih.

Namun setelah hampir 1 tahun lebih aku tak berlabuh dan hanya penuh kegalauan aku putuskan menutup semua akun yang biasa aku pakai untuk melihat kondisi Elang, intinya aku menghilang dari dunia sosmed dan tanpa ponsel, dan sungguh tenangnya hati ini perlahan keresahan memudar.

Hingga tiba-tiba tetanggaku Iki datang ke rumah “Cha… ichaaaaaaaaaa” akupun menghampiri dan bertanya “Tumben ke rumah ki?” “Cha tuh si Elang nanyain kamu terus, minta nomor hp juga!” bicaranya dengan serius “Oh karena si Elang kamu datang ke rumah?, Makasih udah mau ngasih tau Icha ki, maaf ngerepotin ya, nanti si Elang sama Icha dikabarin sendiri aja” jawabku “iya cha gak papa, apa sih yang nggak buat menyatukan seseorang” kata Iki sambil pergi.

Setelah itu aku coba aktifkan kembali ponselku dan segera aku kirim pesan ke nomor milik Elang “hey? Ada apa nanyain Icha?” sampai satu setengah jam tak kunjung ada balasan, pikirku aku lagi-lagi dipermainkan.
Akhirnya Doinkkkk… Pesan masuk Rupanya balas dari Elang “Cha maaf ya selama ini aku udah bikin kamu kaya gini, aku udah bikin kamu sakit hati. Tapi makasih kamu masih bertahan sendiri buat aku…” setengah dari pesan panjang yang aku terima “Oh iya gak papa Elang toh aku bukan sendiri karena pengan sama kamu lagi, tapi aku emang pengen sendiri aku capek harus sama cowok lain yang belum tentu juga” menyangkal kenyataan “iya, tapi mau gak kamu sama aku lagi?” tanya dia dengan penuh harap “Hmmm, tapi maaf buat kali ini aku gak bisa nerima kamu langsung, aku takut ini cuma main-main lagi, aku gak mau kesalahan yang dulu terulang” Jawabku dengan tegas “iya aku bisa ngerti perasaan kamu ca tapi aku yakinin untuk kali ini aku gak akan nyakitin kamu lagi, dan aku masih bisa ngasih kamu waktu buat nerima aku lagi” jawabnya dengan penuh pengertian.

Dari sore itu aku berpikir sambil menangis “Ini yang aku harapkan namun mengapa begitu sulit aku ucapkan iya” kataku dalam hati

Dan esok harinya aku putuskan menerima ajakan Elang namun dengan penuh alasan “Elang, aku mau sama kamu lagi. Tapi apa kamu gak masalah kalau kata orang balik lagi sama mantan kaya gak ada yang lain aja?” tanyaku “Aku itu pengen sama kamu dan udah jangan peduli sama apa kata orang! Aku bakalan bikin kali kedua ini gak sama kaya pemikiran orang yang ujungnya pasti sama mengecewakan” jawabnya dengan tegas

Akhirnya kita kembali bersama selang beberapa bulan tak ada yang tau hubungan kami berdua hingga akhirnya satu persatu teman kami tau dan sesekali mereka berkata “Akhirnya balikan lagi” dan kita pun tetap bersama sampai saat ini..

Cerpen Karangan: Fathonatunnisa
Facebook: Fathonatunnisa

Cerpen Akhirnya Balikan Lagi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


One and One (Part 1)

Oleh:
“Woy Ido! Tungguin gue!!!” Teriak Dio sambil lari ngejar Ido. “Halah lo lelet banget jadi cowok” Ejek Ido dari jauh. “Ayo coba kejar gue!!” Lanjutnya lalu berlari. “Eh jahat

Running From The Shadows

Oleh:
Jam dinding menghasilkan bunyi acousticnya. Aku terduduk dengan harap harap cemas. “hoaammm” sesekali aku menguap, kantuk di mataku sudah berbenteng tebal. Drtttt.. Drrttt.. “akhirnya, ssshhh” ucapku sambil membuang nafas

Bercerita Dalam Cerita

Oleh:
Kisah ini bukan sekedar kisah 3 makhluk dengan spontanitas kehidupan mereka yang super freak. Tapi juga berhubungan erat dengan keadaan dan orang-orang di sekitar mereka. Mulai dari kejadian lucu

Cinta Pertama

Oleh:
Aku Ashilla, gadis 15 tahun yang baru merasakan cinta. Cinta pertama. Ya, karena saat ini aku baru duduk di bangku SMA. Kata orang masa-masa SMA merupakan masa penuh ambisi

Saranghae Appa (Part 2)

Oleh:
“Hidup sendirian, inilah yang aku rasakan. Gadis umur 16 tahun yang baru saja kehilangan Appanya. Sebelumnya, hidupku selalu bergantung padanya. Jika aku bisa menarik kembali kata-kata terakhirku padanya, akan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *