Akhirnya Beneran (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 24 March 2016

Sedikit lagi selesai pekerjaanku untuk membereskan semua berkas-berkas rapat hari ini, maklum sebentar lagi akan ada event di sekolah dan kebetulan aku menjadi sekretaris dalam panitia penyelenggara, jadi banyak surat-surat dan berkas yang harus segera diselesaikan. Hari sudah mulai petang ku putuskan untuk segera pulang, tapi tiba-tiba ada yang memanggilku.

“Dea!” aku pun menoleh.
“Iya kenapa?” jawabku.
“Lo mau gak jadi pacar gue?” ucapnya membuatku kaget.
“Hah?!” aku terkejut.
“Tenang lo jangan salah paham dulu, maksud gue cuma pacar pura-pura,”
“Jadi pacar pura-pura lo?” tanyaku. Dia hanya mengangguk.

“Lah kan lo masih pacarnya Rini, terus maksudnya apa pacar pura-pura?” Lanjutku.
“Kemarin Rini mutusin gue tapi sebenarnya gue gak mau, nah tujuan gue jadiin lo pacar pura-pura gue biar gue bisa manas-manasin Rini biar dia bisa balik ke gue,” jelasnya.
“Oh…”
“Gimana lo mau kan? Please,” ucapnya memohon.
“Oke deh, karena lo sering bantuin gue jadi,”
“Jadi lo mau?” Aku hanya mengangguk, setelah itu aku memutuskan untuk pulang.

Hari ini seperti hari-hari biasanya aku banyak menghabiskan waktu di sekolah, karena banyak sekali kegiatan. Jam pertama pun dimulai, dengan fokus kami para siswa memperhatikan apa yang dijelaskan guru. ‘Kriiiiing…Kriiiiiing…..Kring…’ Bel yang selalu dinantikan para siswa akhirnya berbunyi yaitu bel istirahat. Aku memilih langsung pergi ke kantin bersama sahabatku, Dini. Sesampainya di kantin kami langsung memesan makanan dan langsung melahapnya. Setelah menghabiskan makanan kami langsung pulang ke kelas, namun di jalan kami bertemu dengan Dion.

“Dea, saatnya kita beraksi,” ucapnya langsung menggandeng tanganku dan hendak segera pergi tapi masih bisa ku tahan. “Beraksi apaan?” tanyaku.
“Yang kemarin kita bicaraain, ayo cepetan,” kali ini aku tidak berhasil menahannya.
“Dini gue pergi dulu ya,” ucapku pada Dini, dan Dini hanya mengangguk dan tampaknya ia langsung pergi ke kelas.

“Hai Rin,” ucap Dion pada Rini, dan kini aku tahu maksudnya.
“Pacar baru ya?” tanya Rini.
“Iya, kita baru jadian kemarin ya kan sayang,” ujar Dion dengan panggilan yang sangat menggelikan.
“I ..I..Iiiya,” kataku.
“Oh, selamat ya semoga langgeng,” kata Rini dan langsung melengos pergi.
Aku langsung melepaskan gandengan tangannya, risih rasanya karena aku tidak biasa digandeng.
“Udah kan misinya?” tanyaku.
“Belum lah tunggu dia balik lagi jadi pacar gue baru misinya selesai,”
“Oke, gue ke kelas dulu, bye,” ucapku.
“Eh nanti kumpul bahas acara ulang tahun sekolah kan?”
“Iya,”

“Sampai ketemu nanti ya,”
Aku langsung balik ke kelas dan aku pasti akan diinterogasi sahabatku lantaran kejadian tadi.
“Hayooo habis ngapain ya sama Dion?” tanya Dini.
“Nggak ngapa-ngapain kok,” jawabku.
“Terus tadi gue denger ada aksi-aksi atau apaan itulah,”
“Jadi sebenarnya,” aku menceritakan semuanya pada Dini dari awalnya hingga tadi.
“Oh gitu, eh tapi hati-hati loh entar kalian malah saling jatuh cinta,”
“Ya enggak lah gak mungkin,”

Belum sempat Dini menimpali tiba-tiba guru masuk dan ceritanya pun bersambung. Bel pulang telah berbunyi sejak tadi tapi aku masih di sekolah berkumpul dengan anak osis untuk membahas acara ulang tahun sekolah yang akan dilaksanakan minggu depan, jadi kita lebih intens untuk membahasnya. Rapat pun selesai sekitar pukul 5 sore, segala pekerjaan kami telah selesai dan tinggal menunggu acaranya dan membuka pendaftaran untuk siswa yang ingin mengisi pentas seni. Dan karena seringnya kami berkumpul aku jadi semakin dekat dengan Dion tapi hanya untuk menjalankan misinya.

Hari ini acara ulang tahun dilaksanakan, kegiatan demi kegiatan telah terlaksana dengan baik dan acaranya berlangsung lancar. Kami pun bisa bernapas lega setelah beberapa minggu ini kami bekerja keras untuk mempersiapkan acaranya, karena ini event pertama kami yang baru dilantik menjadi anggota osis dua bulan yang lalu, jadi kami masih agak kebingungan untuk melaksanakan eventnya, tapi untung acaranya berlangsung dengan baik. Anak-anak sudah pulang semua tapi berbeda dengan aku yang masih istirahat di bawah pohon yang rindang yang terletak di depan sekolah.

“Hei,” seseorang menepuk pundakku.
Aku yang sedikit kaget langsung menoleh.
“Eh lo ngagetin gue aja,” ucapku.
“Nih, buat lo,” katanya memberikan es krim itu padaku.
“Wah es krim, tahu aja lo kalau gue suka es krim,” aku langsung mengambil es krim tersebut dan langsung melahapnya.
“Ya gue tahu lah, kan kalau lo lagi cape pasti lo makan es krim, setelah makan siang pasti lo langsung makan es krim, dan hampir setelah semua kegiatan yang lo lakuin pasti lo langsung memakan es krim,” jawabnya panjang lebar.

“Kok lo tahu si apa diam-diam lo perhatiin gue ya,” tanyaku heran dan sedikit meledeknya.
“E..Enggak kok siapa juga yang perhatiin lo,”
“Terus kok lo tau?”
“E….Ee ya gue cuma nebak-nebak aja,”
“Masa? Beneran?” tanyaku sedikit meledeknya.
“Terserah lo deh,”
“Oh, oh ya gimana misi kita, kayaknya agak terbengkalai karena acara sekolah?”
“Tentang misi itu entar dulu deh, gue masih agak cape ngurusi kegiatan yang baru aja kita jalani,”
“Oh ya udah gue pulang dulu ya,” aku langsung berdiri.

“Gue anterin pulang ya,” tawarnya.
“Gak usah biar gue pulang sendiri kok,”
“Eh tapi ini udah sore lagian ya bahaya loh kalau cewek pulang sendirian,”
“Tapi ya, selama gue pulang sendiri gak terjadi apa-apa kok,”
“Tapi kan gak tahu sekarang,”
“Ih lo mah gitu banget doanya,”
“Makanya mau ya gue anterin pulang,”
“Ya udah deh kalau lo maksa,”
“Nah gitu dong dari tadi kenapa sih?”
“Hmm,”

Dion pun mengantarku pulang sampe rumah. Akhirnya sampai di depan rumahku.
“Makasih ya,” ucapku berterima kasih.
“Iya sama-sama,” jawabnya.
“Dea ini siapa kok gak disuruh masuk,” ucap mamahku yang tiba-tiba muncul di sampingku.
“Eh mamah, ini temanku mah bentar lagi dia pulang kok,”
“Iya tante lagian saya mau pulang sekarang,”
“Gak mau mampir dulu nak,”
“Makasih tante ini sudah sore, saya lebih baik pulang dulu,”
“Ya sudah hati-hati,”

Setelah Dion pergi aku langsung masuk ke rumah dan aku langsung mandi, makan, setelah itu langsung belajar. Dan setelah belajar aku memilih langsung tidur karena hari ini sangat melelahkan akibat dari kegiatan tadi, biasanya aku bermain game dengan adikku. Keesokannya aku bisa bangun lebih awal, karena tadi malam tidur lebih awal, iseng aku membuka handphone dan ternyata banyak sekali sms dari Dion. Aku tak menghiraukan pesannya tapi ada satu pesan yang menarik untuk dibaca seperti ini pesannya.

“Setelah aku mengenalmu lebih lama tak tahu mengapa rasa ini muncul seketika dan aku tak dapat membendungnya lagi bahkan ini sangat berbeda dengan perasaanku sebelumnya. Andai kamu menyadari betapa aku sangat mengagumimu dan seandainya kamu bisa membalas perasaanku ini aku akan sangat bahagia dan kamu adalah orang pertama yang bisa buat aku lupa akan segala kesedihanku dan aku sangat berharap kamu bisa terus bersamaku dan menjadi milikku.” Sepertinya pesan tersebut ditujukan untuk Rini, sebenarnya aku sedikit berharap bahwa pesan tersebut ditujukan untukku tapi kan aku hanya pacar pura-puranya tidak mungkin secepat ini Dion bisa suka sama aku. Segera ku tepis perasaan itu dan aku langsung bersiap-siap ke sekolah. Sesampainya di sekolah tepatnya di dalam kelasku, sudah nampak ramai banyak murid yang sudah mulai berdatangan. Aku memilih langsung duduk di tempatku dan sedikit membuka buku pelajaran yang telah lalu.

“Pagi pacar, semangat ya buat belajarnya hari ini,” tiba-tiba Dion datang ke kelasku sambil membawa bunga dan memberikannya padaku sambil berkata begitu, aku menoleh tapi tak bisa berkata hanya menerima bunga yang Dion berikan. “Semangat yah belajarnya aku ke kelas dulu,” ucapnya sambil melengos pergi.
“Cie…Cie…Cie,” sontak anak-anak sekelas menyorakiku aku pun hanya bisa diam salah tingkah.
“Cie Dea cie jatuh cinta niye,” ledek Dini.
“Apaan sih din, gue gak baper kali,”
“Siapa yang mikir lo baper, atau jangan-jangan lo beneran baper ya?”
“Ih ya enggak lah,” belum sempat kami berbincang panjang lebar guru sudah datang.

Hari ini pulang lebih awal dikarenakan para guru harus mengadakan rapat yang sangat penting, kami para siswa hanya diberi tugas dan tentunya kami sangat senang karena jarang sekali sekolahku memulangkan muridnya lebih awal. Aku memilih langsung pulang karena tidak ada acara apa-apa lagi di sekolah, tapi saat ke luar kelas ternyata Dion sudah berdiri di depan kelasku.

“Hai pulang bareng yuk,” ajaknya.
“Lo ngajak gue?”
“Ya iyalah, kalau bukan lo siapa lagi,”
“Sorry kayaknya gue gak bisa deh, gue ada urusan,” aku langsung berlalu tapi dia menahanku.
“Urusan apa? Tadi gue denger lo gak ada urusan dan lo mau langsung balik kan?”
“Tahu dari mana lo?”
“Gue denger tadi lo yang ngomong ke Dini, kan dari tadi gue nungguin lo,”
“Lo nungguin gue mau ngapain?”
“Ya pulang bareng lo lah, plis mau ya,”
“Gak!”

“Ayolah De, ini demi misi gue buat dapetin Rini lagi plis,” aku tak tega melihat wajahnya yang begitu memelas jadi ku putuskan untuk ikut dengannya dan dia terlihat begitu senang. Kami pun segera pulang tapi tunggu dulu ini bukan jalan menuju ke rumahku, aku tidak tahu Dion mau membawaku ke mana. Di sebuah mall kami berhenti,
“Lo katanya mau nganterin gue pulang kok malah ke mall sih,”
“Sorry tadi gue bohongin lo, abisnya diajak pulang bareng aja susah apalagi kalau gue langsung ngomong mau ke mall, pasti lo langsung nolak, maafin gue yah hehehe,”
Aku hanya cemberut dan kesal dengannya, “Plis dong maafin gue De,”
“Oke gue maafin tapi awas ya kalau lo bohongin gue lagi, segala perjanjian kita batal bahkan misi itu,”
“Oke siap bos,”

Kami langsung masuk, pertama Dion mengajakku ke stand jam tangan. Dia mulai memilih jam mungkin untuk dirinya dan sesekali dia meminta pendapatku. Aku hanya menemaninya saja walaupun dia menawariku untuk membeli jam, tapi aku menolaknya karena jam tangan di sini tidak ada yang ku suka. Setelah itu kami berkeliling lagi, saat melewati toko perhiasan ada yang begitu menarik perhatianku yaitu liontin yang sangat indah tidak terlalu mewah namun begitu elegan, aku memperhatikannya dengan seksama ingin rasanya aku membeli liontin tersebut, tapi mamah akan memarahiku karena di rumah sudah terlalu banyak koleksi liontinku.

“Lo suka liontin itu De?”
Aku mengangguk.
“Mau gue beliin?”
“Enggak usah, lagian gue gak mau beli kok, ya udah kita mau ke mana lagi nih?”
“Makan aja yuk,”
“Yuk,”

Kami pun beristirahat sambil makan siang di kafe mall ini, suasananya belum begitu ramai karena kafe ini ramainya pada waktu malam hari.
“Malam minggu lo ada acara gak?” Dion tiba-tiba membuka pembicaraan.
“Enggak, kenapa?”
“Kita pergi ke pesta dansa yuk,”
“Uhuk…Uhuk…Uhuk,” seketika aku tersedak mendengar pernyataannya.
“Ini minum dulu lagian kenapa lo kaget gitu?”

Bersambung

Cerpen Karangan: Gany Fitriani
Facebook: Gany Fitriani

Cerpen Akhirnya Beneran (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kembalinya Senyum Yang Hilang (Part 1)

Oleh:
Hari Pertama Memasuki SMA 20 Hari senin, Pukul 06:30. adalah Hari pertama seorang Zahra Agnesia menginjakkan kakinya di SMA 20 Jakarta, sekolah yang memang sudah menjadi tujuan Seorang Zahra

Akhirnya Jadi Nikah

Oleh:
Perkenalkan namaku Mike, akhirnya hari minggu telah tiba dimana hari-hari lain penuh dengan tugas sekolah. Aku bangun pagi pukul 05:30, aku mandi lalu siap-siap bergegas pergi ke Alun-alun kota

Bukit Angin

Oleh:
Bukit mungil itu berdiri di pinggir Desa Sunyi. Di punggungnya ilalang tumbuh dengan subur. Pohon besar yang tumbuh di sana tak sampai 20 batang. Belasan pohon jambu mente tersebar

Yara

Oleh:
Lembaran demi lembaran dibuka yara, satu persatu kata yang terangkai manis di dalam buku kecil itu dia baca, perlahan, mengingatkan ia akan banyak hal, Senyum simpul di bibirnya tak

Welcome Exam I am Ready!

Oleh:
malam kian larut waktunyatarik selimut angin berhembus lembut ,malam yang sunyi, hanya deru kendaraan roda 2 dan roda 4 yang terdengar, lampu2 di setiap rumah masih menyala hanya pintu2

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *