Akhirnya Sahabat Ku Punya Pacar Juga

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 20 December 2015

Hari ini merupakan hari ulang tahun sahabat kami, ia bernama Fania. Ia sahabat kami yang super duper jutek sehingga ia tidak penah berpacaran, padahal banyak cowok-cowok yang naksir terhadapnya namun ia menolaknya dengan perkataan manisnya. Kami sering mengasih saran terhadapnya namun ia keras kepala seperti batu. Tapi kami mempunyai ide agar ia bisa mempunyai pacar, karena ada seseorang yang menunggunya selama 2 tahun ini. Kini sahabat kami bernama Farah itu berusia 18 tahun kami ingin ia segera mempunyai pacar, namun kami masih sulit menemukan ide tersebut. Keesokan harinya kebetulan teman kami bernama Rifki mengasih kabar terhadap kami yaitu akan ada Reuni dansa SMP tahun ajaran 2011/2012.

Mendengar hal itu kami pun langsung gembira dan berkata, “aha ide yang bagus tuh…” serentak.
“terima kasih Allah kau telah memberikan kami jawaban” sahut Nadia ketika itu teman kami bernma Rifki pun berkata.
“maksud kalian itu apa sih? aku benar-benar gak ngerti..” Lalu Salsa pun menjawab.
“ya sudah lihat nanti saja. Oh iya thanks ya infonya.” tak lama kemudian Rifki pun meninggalkan kami dan berkata, “hai guys aku pulang dulu ya jangan lupa kasih tahu yang lain ya. Sampai ketemu besok malam.”

Sore hari menjelang malam terdengar suara adzan magrib yang berkumandang begitu indah kami dan sahabat kami Fania menunaikan salat magrib setelah itu kami bertiga pergi jalan–jalan. Dengan mengenakan mobil pacarnya Nadia yaitu Yusuf, tak lama kemudian Yusuf pun datang bersama pacarnya Salsa yaitu Diki. Tak lama kemudian mereka pun masuk mobil di tengah perjalanan kami disertai canda tawa yang menghiasi perjalanan kami. Di sela-sela pembincangan kami sahabat kami Fania berkata.
“hemm, aku jadi kambing congek nih” kemudian Salsa pun berkata.
“wah ada yang single nih, ke mana cowoknya? Sirik aja sih!!”
“yey siapa yang sirik!! biarin aku single gak ribet. Eh btw kita mau ke mna sih?” sahut dan tanya Fania.
“sudahlah Farah kamu diem aja duduk manis, nanti juga kamu tahu kita akan ke mana” kata Yusuf.

Beberapa jam kemudian kami pun sampai di tempat yang kami tuju lalu kami pun turun dari mobil tak lupa kami menunaikan salat isa di masjid walaupun kami terlambat. Setelah beberapa menit kemudian kami pun melanjutkan perjalanan kami ketika itu Fania pun berkata. “kita ngapain ke sini?”
Nadia menjawab, “ya mau nonton lah mau ngapain lagi..” Fania pun hanya mengehela napas dan mengikuti semua kata sahabatnya.
Ketika ia duduk di kursi deket penjual popcorn, ketika itu datanglah Yuda dan berkata, “ekhem sendiri aja nih..”

Ketika itu Fania pun melihat ke belakang, “kamu.. ngapain kamu di sini?”
Yuda pun menjawab, “ya mau nonton lah, oh iya ya kita baru ketemu lagi udah dua tahun ini. Gak nyangka kamu bisa selangsing ini, manis lagi”
Fania pun berkata, “thanks atas pujiannya, maaf aku gak bisa lama-lama.” pergi meninggalkan Yuda.

Lalu Fania pun pergi menuju taman dan duduk di sana ia tidak ikut bersama kami nonton bioskop. Ketika itu Fania pun berkata sendiri dan menendang nendang aqua bekas.
“kenapa sih aku harus ketemu sama dia!! euuuu!” geramnya. Ketika itu salah satu dari kami pun menghampiri Fania dan menegurnya.
“Fania kamu bener gak mau ikut nonton?” tanyaku, -Salsa.
“iya bener aku gak mau ikut” sahut Fania.
“ya sudah hati–hati ya” kataku.

Lalu Salsa pun meninggalkan Fania sendiri dan kami pun masuk dan nonton bioskop. Ketika itu datanglah Yuda menghampiri kami.
“hai guys di mana Fania?”
Nadia pun menjawab, “dia di taman sendirian.”
Yuda pun berkata, “apa sendirian? Thanks infonya.”

Lalu Yuda pun segera bergegas ke taman. Beberapa menit kemudian Yuda pun sampai dan ia berkata, “hai Fania.”
Fania pun menjawab, “kamu lagi, kamu lagi, ngapain sih kamu ikutin aku?”
“mmm aku cuma mau ngasih ini” sahut Yuda sambil memberikannya.
“Apa ini?” tanya Fania sambil mengambilnya.
“itu kado ulang tahun kamu, Happy birthday Fania.” jawab Yuda.
“thanks untuk semuanya tapi maaf aku belum bisa memaafkan kamu waktu dulu kita SMA” kata Fania sambil meninggalkan Yuda.

Ketika itu Yuda pun berkata, “tunggu Fania jujur aku sebenarnya dari dulu suka sama kamu, tapi aku belum berani mengungkapkan perasaanku terhadap kamu. Karena aku..”
Fania pun berkata, “sudah jangan dijelaskan lagi karena ku tidak ingin penjelasan dari kamu itu semua basi.” meninggalkan Yuda dan menuju mobil di parkiran.

Beberapa jam kemudian kami pun datang menuju mobil di parkiran ketika itu kami melihat Yuda yang duduk di motor sembari memperhatikan Fania yang ada di dalam mobil. Dan ketika itu pacarnya Nadia pun menghampiri Yuda dan berkata, “heh kamu kenapa diam saja di sini? katanya kamu mau ngungkapkan perasaan kamu” sahut Yusuf.
“sudah, Yusuf tapi dia nolak aku.” jawabnya dengan lemas.
“kamu jangan lemas gitu dong, oh iya nanti besok kan ada acara tuh reuni dansa SMP-nya kamu datang ya..” sahut Yusuf pergi.

Ketika itu kami pun segera bergegas masuk ke mobil dan pergi meninggalkan tempat tersebut di perjalanan kami pun tertawa termehek-mehek karena ulah sahabat kami yang lucu. Tak lupa juga kami pun menyampaikan apa kata Rifki ketika itu dan ia pun berkata, “Apa? pesta dansa!!” tanya Fania syok.
“iya Fan kamu ikut kan?” tanya Salsa.
“entahlah, kayaknya sih enggak deh” jawab Fania dengan lemas.

Keesokan harinya tiba-tiba di depan Rumah Fania sudah ada bunga dan bingkisan, tak sengaja Fania membuka pintu dan terkejut akan itu semua ia pun berkata, “siapa yang mengirim ini pagi-pagi gini?” membawanya masuk. Fania pun membuka bingkisan tersebut dan ternyata isinya gaun dan ia pun membaca suratnya ternyata gaun tersebut untuk dipakai di pesta dansa malem nanti. Beberapa menit kemudian kami pun datang ke rumah Fania dan berkata, “asalammualaikum, Fania.”
Fania pun menjawab sambil membuka pintu, “walaikumsalam iya tunggu sebentar, ngapain kalian ke sini?” sahut Fania dan tanyanya sewot.
“ya elah Fania kita itu harus ke salon, mempecantik diri..” sahut Salsa.
“oh, terus?” tanya Fania.
“ya kamu harus ikutlah Fania” kata Nadia.
“No way, lebih baik aku jalan-jalan pake sepeda, oh iya nanti kunci rumah aku. Udah gitu kuncinya bawa saja sama kalian lagi pula aku bawa kunci serep bye.” sahut Fania.

Tak lama itu ia pun membuka sms dari Yuda, namun ia tak membalasnya. Ketika di perjalanan Fania pun melihat orang yang mengenakan motor terjatuh terserempet mobil yang sedang kencang Fania pun bergegas ke sana ternyata orang itu ialah Yuda. Fania pun menghampirinya dan berkata, “kamu tidak apa apa?” tanyanya dengan cemas sembari memegang tangannya.
“aku tidak apa-apa cuma tanganku saja yang sakit” sahut Yuda. Farah pun menitipkan sepedanya ke rumah teman SD-nya dan ia pun segera bergegas membawa Yuda ke rumahnya.
Fania berkata. “Yuda ayo naik”
Yuda pun berkata, “kita mau ke mana?”

Tanpa sekecap kata pun ia langsung membonceng Yuda dengan motor Yuda hingga sampai di depan rumah Fania dan membuka pintu dan berkata, “ayo masuk.” lalu Fania mengobati luka Yuda dengan penuh hati-hati. Sedangkan dengan Yuda ia hanya tersenyum sambil memandang wajah Fania ketika itu Fania pun berkata.
“kenapa kamu ngelihatin mukaku, ada yang salah dengan mukaku? Oh, iya maaf sms kamu gak dibalas sama aku.”
“ya gak apa-apa, gak kok muka kamu gak ada yang salah aku cuma inget aja ketika kita SMA..”

Ketika itu Yuda pun bertanya kepada Fania. “kamu tinggal sama siapa di sini? mana keluarga kamu?”
Fania menjawab, “aku tinggal sendiri, keluargaku ada di sana sambil menunjukkan gangnya..”
“ini rumah kamu atau orangtua kamu?” tanya Yuda.
Kemudian Fania menjelaskan dengan sedetail-detailnya.
“wah kamu hebat Fania?” sahut Yuda dengan terkagum-kagum.
“Thanks” sahut Fania dengan tersenyum.

Rembulan pun mulai bersinar kini waktunya pesta dansa reuni SMP dimulai. Saat itu Yuda pun berkata.
“bukannya hari ini ada reunian SMP kok kamu belum siap-siap?”
“a..aku gak bakalan ikut!!” Jawab Fania.
“kenapa?” tanya Yuda.
Fania menjelaskan dengan se singkat singkatnya dan akhirnya Yuda mencoba merayunya dan akhirnya ia pun ikut dengan mengenakan pakaian tersebut. Dan datanglah kami.

“Fania.”
“eh kamu Yuda Fanianya mana?” sahut Salsa.
“ada di kamar” jawab Yuda.
“kok kamu ada di sini sih?” tanya Nadia.
“ceritanya panjang” sahut Yuda.

Dan akhirnya kami pergi ke kamar Fania dan mendandaninya secantik mungkin beberapa lama kemudian Fania ke luar dari kamarnya. Yuda semakin terpesona akan kecantikan yang di miliki Fania. Tak lama itu mereka pun pergi ke tempat tujuan kami berdua beserta pacar kami, dengan memakai mobil Dodi. Sedangkan Fania bersama Yuda memakai motor untung saja tangan Yuda sudah tidak apa-apa. Setelah berada di tempat tujuan kami bertemu dengan Rifki .

“kalian amazing.”
Nadia pun menjawab, “thanks,”

Beberapa menit kemudian acara pesta dansanya dimulai tetapi Fania malah duduk manis dan tediam. Fania tidak menyadari bahwa hari inilah hari yang kami berdua tunggu-tunggu. Tak lama itu musik dansa pun mati. Dikejutkan ada seorang pemuda yang naik ke mimbar dan ia mengutarakan isi hatinya kepada Fania. Fania pun terkejut dan bingung harus jawab apa mereka yang ada di sini hanya teriak, “Terima, Terima Terima,” tanpa berpikir panjang Fania pun mengangguk yang artinya diterima. Dan akhirnya sahabat kami Fania mempunyai pacar juga, lalu kami berpelukan selayaknya sahabat.

Fania pun berkata, “ini semua pasti kalian yang rencanakan ya!!”
“iya, hehe” sahut kami serentak.

Fania mengejar kami dan tak sengaja Fania akan terjatuh namun ia dipegang tangannya oleh Yuda dan jatuh di pelukannya. Fania langsung melepaskannya dan berterima kasih kepada Yuda dan meminta maaf atas semua yang ia lakukan selama ini. Namun Yuda hanya menjawab, “ya tidak apa-apa lagi pula aku yang salah, dan lagi pula kamu kan sudah jadi kekasihku..” Fania hanya tersenyum manis. Dan akhirnya kami pun hidup bahagia selamanya, meskipun melewati beberapa rintangan yang Allah berikan terhadap kami. Namun kami hadapi dengan tersenyum, ikhlas dan berdoa terhadap Yang Maha Esa. Love Allah.

Cerpen Karangan: Ulfa Ropiah
Facebook: Ulfa Ropiah

Cerpen Akhirnya Sahabat Ku Punya Pacar Juga merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Untuk Nada ku

Oleh:
Sahabat adalah ia yang meraih tangan kita dan menyentuh hati kita. Dia orang yang dapat berkata benar kepada kita, bukan orang yang hanya membenarkan kata-kata kita. Kasih, gadis yang

Miracle Of Love

Oleh:
“kyra, coba deh liat sebelah loe! itu kak meco!” kyra yang tengah duduk di antrean bank mini sekolahnya hanya menoleh dengan ekspresi wajah yang datar. “oh, jadi ini yang

Akhir Persahabatan

Oleh:
Pagi itu, suasana sangat Indah sekali. Kuawali hari-hariku dengan senyum lebar dan mengharapkan sebuah mimpi yang belum tercapai. Andai saja, aku bisa mengulang masa-masa Indah bersama sahabat yang dulu

Bintang Kecil (Part 2)

Oleh:
Ia melihat polisi keluar masuk dari dalam rumah Reyhan. Ada seseorang keluar dari rumah Reyhan dengan tangan diborgol dan didampingi polisi di sampingnya. Tirsya terkejut melihat sosok kedua yang

Pengagum Mu

Oleh:
Pagi yang cerah, hari ini aku ada kegiatan hiking, rasanya malas sekali untuk pergi tapi dengan tekad dan semangat, akhirnya aku pergi juga sesampainya di tempat pertemuan, niat ini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *