Akibat Terlalu Bucin

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 7 April 2021

Berjalan kaki menuju tempat kerja sangatlah melelahkan. Dipagi itu suasana di Jakarta tampaklah ramai. Ibukota Jakarta ini sudah terbiasa dengan kata macet. Di pinggir jalan sudah ramai orang yang sibuk dengan urusannya masing-masing. Ada mahasiswa yang berangkat ke sekolah dengan angkutan umum, dan ada juga yang harus menempuhnya dengan berjalan kaki.

Seperti biasa dipagi buta itu, aku harus siap-siap berangkat ke tempat kerja, dengan berjalan kaki.
Hidup dari keluarga yang sederhana adalah salah satu mimpi terburukku, karna bukan hanya menghidupi kehidupan sehari-hari, tetapi juga harus membiayai sekolah Adikku.

Oci Ayu Pertiwi. Yah itulah aku, anak dari pasangan Bu Rasti dan Pak Agung. Aku anak pertama dari empat bersaudara. Orangtuaku meninggal sejak umurku 17 tahun karna kecelakaan. Sebagai anak pertama, aku terpaksa tidak melanjutkan keperguruan tinggi, karna harus bekerja untuk ketiga Adikku.

Setelah tiba di tempat kerja aku langsung mengganti bajuku menjadi OB di kantor tersebut.

“Ci, hari ini tumben telat?” tanya Raya teman kerjaku lalu menyerahkan pel yang dipegangnya kepadaku.
“Lo kan tau gue kadang-kadang perginya cuman jalan kaki” sahutku sambil meraih pel dari tangannya.

Setelah semua pekerjaanku selesai, kami pun pergi makan siang di depan kantor yang terdapat penjual batagor yang enak dan pastinya murah.
“Batagornya dua yah Mas” kata Raya kepada tukang batagor yang sudah lama mangkal disini.
“Ditunggu yah Mbak…” balas tukang batagor

Batagor ini diberi nama batagor rindu, karna siapapun yang makan batagor ini akan rindu dengan rasanya yang Ahh mantap… Wkwk
Jangan heran jika banyak orang yang datang jauh-jauh untuk memesan batagor rindu ini, selain enak tetapi juga harganya yang sangat murah.

Saking banyaknya orang disini mataku tertuju kepada pria berjas hitam, rapi dan juga tampan. Dari penampilannya saja sudah seperti bos di kantor.

Setelah batagorku habis dan ingin masuk kerja lagi, tiba-tiba pria yang tadi kuperhatikan dari jauh lalu menghampiriku.
“Hai… gue Devan” ucap pria itu sambil menjulurkan tangannya.
“Gu… gue Oci” jawabku mendadak gagap karna tidak percaya pria itu menghampiriku.
“Oh Oci, gue boleh nggak minta tolong”
“Minta tolong, oh boleh-boleh, apa emangnya”
“Tadi gue kan habis beli batagor, tapi dompet gue ketinggalan di kantor, gue boleh nggak pinjem duit lo dulu”
“Oh boleh-boleh, nih…”
“Makasih yah, entar gue ganti kok”
“Eh nggak papa kok, kan cuman 10.000”
“Beneran nih, yaudah sebagai gantinya besok kan hari minggu, gimana kalo kita makan ke Restoran”.
“Mmm… boleh-boleh”
“Oke, besok pagi kita ketemunya disini yah”
“Iya…”
“Yaudah kalo gitu sampai ketemu besok pagi”
“Iya bye…”
Setelah Devan pergi, aku langsung kegirangan karna baru kali ini ada pria tampan dan kaya yang mau mengajakku makan ke Restoran.

Keesokan harinya…
“Ri… Riri…” panggilku kepada Adik perempuanku yang umurnya lebih tua dari kedua Adikku.
“Iya kak, ada apa?”
“Kamu tolong jagain Rizky sama Edo dulu yah, soalnya kakak ada urusan bentar”
“Iya, hati-hati yah kak”
“Iya…”
Akupun pergi menemui Devan dengan penampilan yang sudah OKE.

“Maaf yah Devan, udah nunggu lama”
“Iya nggak papa, oh iya kita perginya naik taksi aja yah, soalnya mobil gue lagi di bengkel”
“Yaudah nggak papa kok, santai ajah”

Kami pun tiba disalah satu Restoran yang sangat mewah dan pastinya makanan yang ada disana sangatlah mahal. Tiba di dalam Restoran itu, aku dan Devan pun memesan makanan. Akan tetapi setelah selesai makan dan akan dibayar, Devan malah lupa membawa dompetnya lagi, dan dengan berat hati aku harus merelakan uang yang seharusnya dipakai untuk biaya ketiga Adikku.

Pikirku pasti Devan akan membayar uang yang telah ia pinjam senilai 300.000, atau mungkin lebih. Setelah membayar makanan tersebut, Devan izin ke toilet dan tiba-tiba ada banyak pesan WA yang masuk dari hp Devan.
Pesan tersebut bertuliskan DASAR COWOK MATRE, BILANGNYA ANAK ORANG KAYA EH NYATANYA CUMAN SATPAM.

Saat itu aku sangat marah dengan Devan, yang sudah memanfaatkanku dan sekarang aku terjebak dengan ketampananya yang hanya memiliki modal ganteng doang.

Selesai itu aku langsung pergi meninggalkan Devan yang masih berada di toilet, dan juga mengambil jam tangan yang ia tinggalkan di meja sebagai ganti rugi.

TAMAT

Cerpen Karangan: Nurfadilah
Blog / Facebook: faDhyla
Ig: @nrfadilah02

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu
Perkenalkan namaku Nurfadilah. Orang-orang memanggilku Dila. Umurku 15 tahun dan pelajar disekolah SMP 35 Bulukkumba. Aku tinggal di Sulawesi Selatan, kota Bulukkumba desa Benjala. Aku sudah gemar menulis kumpulan Cerpen sejak berusia 10 tahun. Selama pandemik ini waktuku kuhabiskan dengan menulis kumpulan Cerpen. Ayahku bekerja sebagai buruh bangunan dan ibuku menjadi ibu rumah tangga. Aku mempunya 1 kakak perempuan, dan 1 adik perempuan. Semoga penerbit bisa membantuku untuk menjadi penulis cerpen?

Link kumpulan cerpenku
Di aplikasi wattpad
wattpad.com/story/235005102

Terima kasih ^_^

Cerpen Akibat Terlalu Bucin merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Janji 14 Februari

Oleh:
BRAKK… BRUKK… GUBRAK…!!! Suara meja dan kursi yang saling berbenturan terdengar memekakan telinga. Ditambah lagi adu mulut para penghuninya. Mereka berperang memperebutkan tempat duduk. Suasana kelas XI IPA 1

Penantian Yang Tak Berakhir

Oleh:
Mataku menatap wajahnya sambil bertanya, “Yang apa kamu serius sama aku, terus sampai kapan? aku tidak mau seperti ini terus.” ujarku malam itu. Tapi dia diam.. sambil memalingkan wajah.

Satu Menit Pandangan

Oleh:
Udara pagi yang sejuk, membuatku semangat untuk menyambut hari yang bahagia ini. Setelah 3 minggu kita berlibur sekolah, meskipun libur sekolah kemarin bukanlah hari yang membahagiakan bagiku. Karena saat

Menolak Rasa (Part 2)

Oleh:
Sudah hampir empat tahun aku tinggal di kota metropolitan ini. Banyak yang berubah dari diriku. Setelah tinggal di lingkungan yang baru, aku merasa lebih hidup. Teman-teman kuliah yang tak

Dia Bilang Aku Hyena

Oleh:
Pagi telah meninggi kicau burung menyemarakan fajar yang mulai menyingsing tarian kupu-kupu di atas kelopak mawar meninggalkan serbuk-serbuk sebuah kabar entah buruk atau hanya sebuah kelakar, dihari ini sang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *