Aku Bukan Pilihan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 29 May 2015

Tak ada lagi yang mampu menjadikan kau alasan untuk aku kembali kepadamu, ingatkah engkau atas semua luka yang pernah kau beri kepadaku, walau kini aku bukanlah kekasihmu, lantas apa, maksud tatapan dan perhatianmu itu, mampukah kau lepaskan dia untukku, setelah kau lepaskan aku demi dirinya, kuharap kau mengerti bahwa aku masih menyayangimu, karena segala sesuatu yang berhubangan denganmu, masih ingin ku ketahui.

Mungkin tak banyak orang yang mengalami, apa yang kualami, saat sebuah dilema menjelma di hadapanku, aku menyayanginya, namun sungguh aku membencinya, walau jalan menuju kembali bersamanya terbuka, namun aku memilih untuk pergi jauh meninggalkannya dan dunia hatinya, dia adalah nugraha mantan kekasihku dulu, rasanya setiap memikirkannya aku marah padanya, namun saat aku dekat dengannya aku malah menyayanginya.

Namaku windi, ya membicarakan soal cinta jauh lebih mudah, dari pada membicarakan soal pelajaran sekolah, tapi memang begitu adanya, hari ini rasanya ngantuk sekali, ditambah pelajaran kimia, hmm sempurna, tiba-tiba ada gulungan kertas tepat mengenai kepalaku, lantas ku menoleh ke belakang “hmm, ternyata dia (nugraha)” ucapku sebal, dalam hati.
“haha, belajar, belajar, bukan tidur kayak gitu” sindirnya.
“ah, kayak yang situ fokus aja?”.
“ya iya lah, aku kan fokus, gak kayak kamu” ledeknya.
Tiba-tiba bu guru membentak kami berdua, jelas aku tersentak, kami berdua dihukum membersihkan halaman belakang. Disana dia malah cengar-cengir, entah apa yang ada di pikirannya, saat aku lagi sebal-sebalnya dia malah mencubit pipiku, jelas aku marah, aku menginjak kakinya dan menyodorkan sapu ke arah mukanya, namun tiba-tiba ia menggenggam tanganku dengan erat dan sapu itu pun jatuh, dia menatapku dengan tajam, tangannya masih menggenggam tanganku dengan kuat, “aku, masih sayang sama kamu”. ucapnya lembut.
“buat apa kamu ngomong gitu, bukannya semuanya jelas ya,k alau kamu lebih memilih dia daripada aku, buktinya kamu buang aku saat kamu berhasil dapatkan dia, kamu jemput dia di hadapanku.”
“aku tau, aku salah, tapi saat itu aku kesal denganmu, aku hanya ingin mencari seseorang yang selalu ada buat aku, kemana kamu waktu aku lagi sakit, jangankan perhatian, sms, bahkan mebalas sms ku pun tidak, tapi aku gak bisa hilangkan perasaan sayang ini sama kamu, diam-diam aku masih suka menatap kamu dari jauh, aku cemburu, setiap kamu digodain cowok-cowok di kelas”.
“lantas dia?” tanyaku tegas.
“aku siap ninggalin dia demi kamu”.
“kamu pikir aku tong sampah, yang siap nampung kamu kapan aja?”.
“aku tau kamu emang gak pernah sayang sama aku”.
“memang, tapi setelah aku putus sama kamu, malah aku sayang sama kamu”.
“jadi?”
“aku bukan pilihan, tak usah kau memilih aku”.
Aku pun pergi berlalu dan meninggalkan dia yang terdiam membisu.

Cerpen Karangan: Novita Dewi Indiani
Facebook: Indiani Wiendiani

Cerpen Aku Bukan Pilihan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Menunggu Tanpa Kepastian

Oleh:
Namaku Keyla, lebih lengkapnya Keyla Anastasya Putri, sekarang aku kelas 9. Aku akan menceritakan cerita cinta yang bagiku rumit. Langsung aja ya.. Aku suka dengan dia. ya dia.. Tapi,

Kembali, lagi…

Oleh:
Aku sedang tak enak badan kala memaksakan jemariku untuk mengetik cerita ini. Harap-harap tak lupa setiap detilnya kenangan itu, saat ketika aku bertemu untuk pertama kalinya dengan kedua sosok

Yang Terbaik

Oleh:
Tak menyurutkan harapanku meski kini ku tau kau mencintainya Seperti itulah status facebook cici. Delia sahabat cici mengernyitkan dahinya, ia bingung dengan tingkah sahabatnya kali ini. Mungkin ia galau,

Takdirku

Oleh:
Apa itu cinta? Kata orang jatuh cinta itu indah dan seribu rasanya. Bagiku cinta itu bagai coklat, manis namun ada rasa pahit yang terasa meski hanya sedikit. Apa kau

Di Atas Kertas Ku Berjanji

Oleh:
Ku tuliskan secarik kertas itu, tanda kekesalanku hari ini. Aku tak mengerti mengapa aku dianggap berbeda. Tatapan mereka, menganggapku seperti hewan yang menjijikkan bahkan lebih dari itu. Aku hanya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *