Aku Cuma Rindu, itu Saja

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 19 May 2017

Oktober yang lalu kau yakinkan aku sebuah harapan, kau beri aku senyuman sehingga aku kembali lagi ke duniaku. Kau begitu menghangatkan hatiku saat hatiku berlumur hujan. Aku yang dulu belum mencintaimu sepenuhnya tapi kini cintaku sudah utuh milkmu, tapi mengapa kau hantui lagi hatiku dengan kekecewaan.

Dulu dirimu selalu ada kabar bahkan dirimu tak pernah henti buat bibirku tersenyum, kau yang selalu meneleponku disaat aku rindu, kau yang selalu mengucapkan selamat malam sebelum aku tertidur. Kau selalu mengiyakan apa mauku.
Tapi kini perubahan mulai datang disaat pertengahan tanggal, aku tidak mengerti dengan dirimu.

Kau terlihat biasa saja saat hatiku bertanya-tanya, aku tidak tahu perubahan yang tiba-tiba ini terjadi pada dirimu atau memang semua laki-laki seperti ini, bukankah dulu kau yang meyakinkan aku bahwa semua laki-laki itu tidak sama dan kau sendiri yang ingin membuktikannya, tapi kenapa malah dirimu juga yang membuatku kembali meyakinkan bahwa semua laki-laki itu sama hanya memainkan perasaan wanita saja.

Disaat hatiku sudah tidak sanggup lagi melihat perubahannya, aku bertanya kepadanya melalui telepon.
“Sayang kenapa?” Tanyaku dengan pelan.
“Kenapa apanya?” Jawabnya dengan nada biasa saja.
“Sayang kok berubah? Ada apa?” Tanyaku lagi.
“Tidak ada apa-apa,” Jawabnya dengan cuek.
Aku pun diam dengan jawabannya.
Hari-hari pertanyaan itu selalu kupertanyakan dan jawabannya selalu seperti itu. “Tidak apa-apa,”.
Aku tidak tau lagi harus bicara apa, aku sudah terlalu mencintainya, tapi hatiku sudah terlalu rapuh untuk mengatakan kepadanya.

Hari-hari pun terlewati, sore sabtu aku bertanya kepadanya.
“Sayang nanti malam kemari?” Tanyaku kepadanya.
“Tidak bisa, gak papa kan?”. Jawabnya dengan cuek lagi.
“Kenapa sayang?” Tanyaku lagi dengan hati kecewa.
“Tidak ada kereta, kereta abang rusak”. Jawabnya.
“Oh… iya sayang, tidak apa-apa,” Jawabku lagi.

Waktu pun sudah mendekati 1 bulan kami pacaran, tapi dirinya tidak ada kabar seharian. Pikirku dia ingin memberi kejutan karena hari jadi kami sebulan, tetapi nyatanya dia memang tidak mau menghubungiku. Aku tidak sengaja lihat-lihat instagram dan melihat di melike foto-foto orang tanpa dia mengabariku sehari.
Hatiku bertanya-tanya lagi, dan aku memulai menanya kabarnya.
“Sayang kok gak ada kabar?” Tanyaku padanya.
“Sibuk abang dek,” jawabnya.
“Oh… iya sayang” jawabku dengan hati kecewa karena dia aktif tanpa mengabariku seharian.
Aku di sini mulai berpikir ternyata dia lebih mementingkan dunia mayanya daripada aku kekasihnya, aku sedih, aku kecewa, aku tidak tau lagi, pipiku penuh dengan deraian air. Dia hanya membutuhkanku bukan menginginkanku.

Sore sabtu datang lagi, aku menunggu kabarnya lagi. Aku berharap dia akan menemuiku karena kami sudah 2 minggu tidak bertemu. Aku menunggunya sampai aku tertidur. Aku bangun pagi hari dan melihat hp ku ternyata dia tidak ada menghubungiku. Aku sedih dan aku menangis lagi.
Mungkin dia sudah lelah, atau sudah tidak ingin lagi bertemu dengan diriku. Padahal aku hanya ingin berbisik padanya aku rindu, itu saja. Tapi ya sudalah… mungkin saja dia memang sibuk dan tak bisa menjumpaiku untuk saat ini.

Teruntukmu kekasihku… banyak yang ingin kuceritakan kepadamu. Terutama aku ingin merayakan rindu bersamamu. Jika dirimu tidak ingin lagi menemuiku, tidak mengapa, jangan khawatir diriku selalu mendoakanmu.

Sekian

Cerpen Karangan: Musdalifah
Facebook: Musdalifah Sarifah
Ig: @musdalifahsarifah
Twet: @musdalifah_sari

Cerpen Aku Cuma Rindu, itu Saja merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Warmness In The Soul

Oleh:
Rintik hujan membasuh bumi. Menorehkan suasana dinginnya tubuh dan hati. Cuaca seolah-olah seperti torehan pena sutradara. Ya, suasana yang cukup dramatis, sedramatis kehidupan di bumi ini. Hujan pun semakin

Daun Di Atas Batu

Oleh:
Pada sepotong ranting yang tengah terpukul arus dari pinggiran tebing yang curam, masuk ke dalam pusaran buih-buih gelombang, hanyut terbawa ke tengah laut. Ranting itu sebenarnya telah lenyap. Sebab

Secangkir Kopi in Story

Oleh:
Ketika pagi datang mempertemukan pada sosok lelaki yang dulu sempat berencana merajut masa depan. Kita berada di sebuh cafetaria di pinggiran kota kecil menikmati secangkir kopi, menunggu senja. “Kita

Menyayangi Bukan Dari Penyesalan

Oleh:
“Dek, tolong yang sebelah kiri ditarik lagi. Itu masih miring!” suara perempuan bernada tegas dan agak aneh karena pilek terdengar di depan kampus pagi ini. Aku yang baru saja

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Aku Cuma Rindu, itu Saja”

  1. Dinbel says:

    Hmmmmmssss, soswittttts. Kayanya ITU kisah nyata si pengarang ya, dlen banget ceritanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *