Aku dan Arkan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 26 July 2016

Cinta itu indah jika dibayangkan tapi cinta itu terlalu buruk jika dijalani
Perkenalkan namaku Shania, biasanya aku dipanggil Nia, aku bersekolah di SMA negeri Surabaya kalas 10, hobiku membaca dan menggambar, aku suka musik korea.

Sebenarnya dalam beberapa hari ini aku sedang menyukai kakak kelas, dia memang pintar segala hal termasuk pintar gambar. jujur sebelum aku menyukai kakak itu aku ada perasaan terhadap sahabatku sendiri, namanya Arkhan, dia tidak sebaik kakak kelas yang aku suka, tapi tidak tau mengapa aku selalu nyaman saat berada di dekatnya, sebelum Kakak Farhan muncul dalam hidupku dan membuatku meninggalkan segalanya untuknya termasuk Arkhan, karena zodiakku virgo yang selalu berkorban demi orang yang disukainya dan itu terjadi padaku.

Siang itu waktu aku ke luar dari kelas menuju ke parkiran, aku bertemu dengan Kak Farhan, seperti biasanya aku hanya memandanginya penuh kagum, padahal dia mungkin tidak menganggapku ada dasar aku terlalu jatuh cinta padanya, setelah itu aku mengambil sepedaku dan langsung pulang, namun saat di seperempat perjalanan aku bertemu dengan Arkhan, kulihat dia sangat kelelahan, mungkin itu karena satu minggu kemarin dia sakit tipes juga rumahnya yang pindah jauh dari sekolah, jujur aku sangat kasihan melihatnya.

“Khan kamu sakit…?” Tanyaku khawatir
“Aku Cuma kecapean aja…” Jawabnya lemah
“Emm, Kita istirahat dulu aja gimana…?” Suruhku untuk rehat sebentar
“Ya, boleh” katanya setuju denganku

Kami pun turun dari sepeda dan duduk di sebuah kursi yang ada di depan rumah warga yang rumahya tertutup, aku mulai menanyakan bagaimana keadaan Arkhan saat itu, tapi tetap saja dia menjawabnya dengan jujur bahwa dia kecapean.
“Kenapa tadi nggak nyuruh orangtua kamu buat nganterin aja, jadi kamu nggak terlalu capek buat ngayuh sepeda” Tanyaku
“Nggak bisa, aku nggak mau ngrepotin orangtuaku” Jawabnya
“tapi kalo kamu sakit…?” Khawatirku
Arkhan terdiam, seolah dia tidak mendengarkan perkataanku, namun saat itu aku harus mengerti kaedaannya. aku memandangi wajahnya yang tidak terlalu tampan, lalu dia juga mengarahkan pandangannya padaku, kita saling bertatap muka sebelum aku mengalihkan pandanganku. lalu aku mengambil sepedaku dan pulang bersama Arkhan, namun saat baru perjalanan aku menanyakan sesuatu pada Arkhan.
“Khan kamu kenal sama Kakak kelas yang namanya Farhan?” tanyaku
“Iya kenapa, Pacar kamu? Apa aku ngeganggu hubungan kalian? Trus apa aku…”
“STOP!!!” Kata kata Arkhan aku putus
“Dia itu bukan pacar aku…” jelasku
“Trus kamu pacarnya siapa?” tanyanya
“Aku nggak punya pacar…” jawabku
Lalu kami terpisah, Arkhan belok ke kiri aku belok ke kanan. Itu mungkin pembicaraan terakhirku dengan Arkhan, karena sejak hari itu aku dan Arkhan seperti dua orang yang seharusnya mengenal tapi berpura pura untuk tidak mengenal, jujur itu lebih sakit daripada tidak direspon oleh kak Farhan.

Hari demi hari telah berlalu, aku dan Arkhan tetap tidak ada perubahan sama sekali, sedangkan dengan kak Farhan, aku telah mengetahiu bahwa dia telah jatuh hati kepada kakak kelas 12. Hingga kini cintaku terbuang sia sia hanya untuk kak Farhan. Namaun perasaan pada Kak Farhan tidak bisa hilang.

Siang hari sepulang sekolah aku mengajak Arkhan untuk menemaniku pulang, karena setelah pembicaraan dulu aku dan Arkhan tidak pernah pulang berdua.
“Ada apa, Shan kok tumben ngajak aku pulang bareng?” Tanya Arkhan
“Emmm… Sebenarnya nggak ada apa apa…?” Jawabku

Dalam perjalanan pulang tidak seperti dulu yang selalu penuh dengan pembicaraan pembicaraan tentang kita berdua, hanya keheningan yang aku rasakan. Aku tidak ingin terlalu seperti ini dengan Arkhan, aku hanya ingin aku dan Arkhan kembali seperti dulu lagi.
“Arkhan kamu tau Aku sangat merindukanmu?” Batinku
“Iya aku tau…” Kata Arkhan mengejutkanku
“WHAT, Kamu denger apa yang Aku omongin?” Kagetku
“Iya dong Arkhan…” Katanya dengan nada sombong
“Apaan sih..?” Kataku malu sambil menepuk bahu Arkhan
Mulai saat itu Aku dan Arkhan tidak canggung lagi untuk saling bicara, akhirnya penyesalanku berakhir juga.
“Oh iya gimana kamu sama Kak Farhan…?” Tanya Arkhan secara tiba tiba
“Percuma semuanya Khan…” Kataku jujur
“Kok percuma emangnya kenapa?” Tanya Arkhan penasaran
“Dia udah suka sama Kak Sarah” kataku jujur
“Yang sabar aja ya Shan..” dukungnya
Aku sangat senang karena Arkhan, Aku suka jika Arkhan ada di sampingku. Aku merasa sangat nyaman, dan jujur aku mencintainya lebih dari apapun.

Dalam suatu pertigaan saat perjalanan pulang Arkhan tiba tiba turun dari sepeda kemudian aku mengikutinya. Wajah Arkhan menjadi serius dan itu membuat jantungku berdetak semakin cepat.
“Ada apa, Khan kok turun?” Tanyaku
“Dari dulu aku sidah suka kamu Shan, dan itu sebelum kamu suka Kak Farhan.”
‘DEGH’
“Khan apa ini..?” Tanyaku tidak percaya
“Ini perasaanku.” Jawabnya singkat
“Jujur aku juga seperti itu Khan tapi semenjak kehadiran Kak Farhan aku jadi lupa kalau aku punya kamu yang sangat mengerti keadaanku…” Ungkapku
Tanpa aku sadari aku menangis di depan Arkhan, aku tidak bisa menahan air mata yang semakin lama semaki banya mengalir itu, Air mata itu bukan air mata kesedihan melainkan kebahagiaan yang sangat melimpah. Semua penyesalanku, semua perasaanku yang sia sia kini perasaan itu menjadi hal yang sangat penting bagi AKU dan ARKAN. Aku mencintaimu Arkhan.

Cerpen Karangan: Serly Deviyanti
Facebook: Quen Qhoyemi Yemi

Cerpen Aku dan Arkan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Chat My Love

Oleh:
‘Kenapa loe gak chat gue sih Veb? gue kangen ama lu’. Otakku masih berputar dengan tangan yang masih mengotak-atik tuts ponsel di tangan. Sudah beberapa kali kukunjungi profil Vebrian,

Cincin Tahun Baru

Oleh:
Aku masih saja duduk termangu disini, bersama deburan ombak, serta langit dengan semburat warna oranyenya. Aku seperti merasakan anugerah yang Maha Kuasa di tempat ini. Ditambah lagi aku baru

El De Er

Oleh:
15:40, ketika ku saksikan ada yang membuat mataku kaku, mungkin lebih pas dibilang terpaku. Apakah aku harus manamai momen ini dengan sweetheart?, shyshy?, in love minus falling?, atau apa?

Dunia Melati

Oleh:
Hari ini sama seperti hari-hari sebelumnya, aku begitu kacau. Bangun sangat terlambat, salah memakai seragam dan tidak mengerjakan PR. Cukup untuk menjadi alasan Bu Vita mengirimku ke ruangan Pak

Dia Pergi Atau Menghilang

Oleh:
Kata cinta Selayaknya tak ada angkara di antara kedustaan, kenistaan dan penghancuran dalam kesucian cinta Kata cinta Sejatinya selalu ada jeda di setiap ruang, pun tiap semesta ada jeda.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *